SELUMBARI
Tiyas Tutimalam semakin dingindiujung malam menuju pagi yang dinginkeringat dingin di malam harikaki terasa dingin di malam hari
Aku menggelengkan kepala pelan, tidak akan aku biarkan hal-hal yang telah terjadi untuk mempengaruhi hidupku.
Tanganku mengambil botol minum, meneguk es teh yang tadi aku beli dari pedagang di luar sekolah. Sejak beberapa tahun yang lalu, es teh menjadi minuman paling trendi, semua golongan usia berbaris mengantre untuk mendapatkannya. Tidak hanya anak-anak, ibu-ibu, bahkan bapak-bapak juga ikut mengantre. Dengan tiga ribu rupiah saja, sudah dapat es teh jumbo, bagaimana mungkin ada yang tidak tertarik? Stan es teh pun menjamur hampir di tiap 100 meter.
Beliebte Kapitel