Tulang wangi
Ibn Haleem arti mendengar suara orang mengaji tengah malamnovel perpustakaan tengah malambaca novel ringansebaik baik teman duduk adalah buku
Disini, kita berpisah—dua orang yang barusan ngalamin hal absurd di tengah jalan kebon kosong sepanjang seratus lima puluh meter.
Gua sedikit nunduk, bilang sopan,
“Makasih ya, mang.”
Dia nepuk pundak gua pelan, jawabnya ringan tapi hangat,
“Nya sami-sami, Jang.”
Tapi pas gua liat mukanya, bayangan momen barusan—pas dia diterkam kucing hitam—langsung muter lagi di kepala.
Gua nahan tawa sekuat mungkin, bibir udah nyengir duluan.
Beliebte Kapitel