Kafan Hitam
tegas Kiai, “selama kamu mencari informasi, hindari kemungkinan kamu bertemu dengan Kalong Hideung. Urusan buku itu, dengan seizin Gusti Allah, Insyaallah aman di pesantren.”
“Hatur nuhun, Kiai.” Rojali menunduk lebih dalam. Sebenarnya banyak hal yang ingin ia tanyakan pada Kiai setelah mendengar fakta barusan. Hanya saja, ia merasa bukan saat yang pas, terlebih melihat gelagat Kiai yang tak seperti biasanya.
“Kamu jaga kunci itu dengan baik,” lanjut Kiai, melewati Ustaz Ahmad yang masih terpaku di sana.
Chapitres populaires