Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SITUATION

SITUATION

"Apa kamu tahu di mana pacarmu sekarang?" "Dia hanya bilang pergi, tapi tidak bilang ke mana. Aku tidak tahu di mana dia sekarang, dan apa yang dia lakukan dengan Elizabeth ... " "Ponselmu. Kita bisa melacak keberadaan ponselnya melalui ponselmu," pintanya. Sungguh? Kenapa tidak dari tadi? Astaga, aku terlalu panik. Sudah terlihat seperti orang bodoh saja. Langsung kuberikan ponsel padanya.
9.923.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 491 kali sebagai whereabouts
Baca
+Pustaka
WHERE

WHERE

Keluh Gideon. Mereka berdua bergelut dengan pikiran masing-masing. “Tapi sumpah gue engga habis pikir dengan keberadaan pintu itu. Ghaib atau apa, sih?” Sharon menimbang-nimbang. “Atau jangan-jangan itu pintu untuk pergi ke masa depan? Atau engga ke dunia lain? Atau ke planet lain?”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai whereabouts
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

dari nada bicaranya ia terdengar merasa keheranan dengan perkataanku. “Oh- emhh, ada satu di-tempat penitipan hewan”aku sedikit kebingungan menjelaskan padanya padahal menurutku ini bukan masalah besar tapi entah aku tidak bisa menyebutkan nama Bimo dalam hal ini. “Di mana itu? Boleh lah ajak aku kesana”tambahnya lagi seperti mencri kebenaran. “Oh-Oke kapan-kapan aku ajak kamu kesana”balasku mencoba tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai whereabouts
Baca
+Pustaka
UNPLACED

UNPLACED

“Belum, Teh. Nanti akan ada karantina terus preliminary buat menjaring siapa-siapa yang masuk 10 besar. Nanti diumumkan di panggung. Selebihnya unplaced, deh.” “Unplaced?” Vika tidak benar-benar bertanya, tetapi ingin memastikan saja. Pasalnya, jika diartikan secara harafiah, kata itu berarti tidak ada tempatnya. “Ya, artinya mereka nggak kepilih. Cuma tepuk tangan doang di belakang.” Nah, berarti artinya sesuai yang seperti Vika pikirkan. “Kalau mau menang, harus apa atuh?”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai whereabouts
Baca
+Pustaka
Share Location

Share Location

Aku mulai merasa sedikit tenang namun harus tetap waspada karena bisa saja sewaktu-waktu sesuatu yang buruk terjadi. “Udah jam setengah dua belas nih, balik yuk,” Bima mengajakku pulang, kami sedang lembur karena mendapatkan sebuah pentunjuk tentang keberadaan seorang yang diduga menjadi pembunuh Kirana sekaligus eksekutor pencurian organ dalam manusia, keberadaannya saat ini ternyata cukup jauh berada di luar pulau, “hello… mau balik sekarang atau nanti?” Aku yang sedang melamun Kembali disadarkan oleh ucapak Bima, “eh… iya Bim, balik sekarang aja yuk, udah malam.”
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai whereabouts
Baca
+Pustaka
SEBATAS TEMPAT SINGGAH

SEBATAS TEMPAT SINGGAH

Karena penasaran Shania pun mengangkatnya. "Assalamualaikum," sapa Shania sedikit ragu. "Waalaikumsalam, Shan." Shania menghela napas lega begitu mendengar suara orang yang menelponnya. Benar itu suara Hamish. "Ada apa?" "Kamu dimana sekarang?" "Di jalan." "Udah sampai mana?" "Aku enggak ngerti daerah sini." Hamish langsung mengubah panggilannya menjadi video call.
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai whereabouts
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status