Luka Yang Menembus Langit
Akaiyfind out keseharian ayahcerita pendek seorang petanipuisi petanilirik bagaikan langit dan bumi
"Suatu hari. Tapi bukan sekarang. Kau masih terlalu lemah. Belajar dulu di sekolah ini. Dapatkan teknik yang lebih baik, teman, dan informasi. Dendam yang terburu-buru hanya akan membunuhmu sebelum kau sempat membalas."
Lian Xue menarik napas dalam, melepaskan kepalan tangannya perlahan.
"Aku mengerti, Guru."
Feng Ying berbalik menuju pintu.
"Tidurlah. Besok adalah kau akan ke sekolah Qingfeng untuk mengikuti ujian masuk. Ingat apa yang ku katakan kemarin.”
Pintu ditutup pelan. Lian Xue kembali memandang kota di bawah sana. Di antara lentera-lentera merah, tekad membara dilubuk hatinya.
人気のチャプター