Wanita Tuan Presdir
Jovan bersuara dengan nada penuh keharanan, sebab ia belum pernah mendengar jika sekretarisnya itu memiliki seorang kekasih.
Lavannya Damara dengan sekuat tenaga berusaha mempertahankan kekuatannya, ia menganggukan kepala dengan berat, dan dengan cepat menunduk untuk bersembunyi dari tatapan sang presdir yang penuh dengan intimidasi.
Melihat anggukan dari sekretarisnya, Jovan terdiam cukup lama, seperti menimang-nimang keputusan yang hendak dirinya ambil. Vannya memegang sebagian besar pekerjaan penting di perusahaan, sangat sulit menemukan penggantinya, belum lagi jika harus mengajari dari awal kembali.
Capítulos em Alta