Chapter: Bab 141. MomentSuasana rumah sakit sedikit lenggang, hanya suara dari roda brankar yang beradu dengan lantai. Sesekali ada suara manusia.Aurora merasa dejavu dengan tempat ini, ia berjalan sendirian sambil menunggu sang suami selesai menjalankan tugasnya.Di tempat ini, ibunya dirawat. Di tempat ini ia berjuang mati-matian untuk kesembuhan ibunya, tetapi di tempat ini juga ia kehilangan ibunya.Ikhlas?Tidak semudah itu, tetapi Aurora sudah berdamai dengan keadaan. Rindunya masih sama, tetapi ia sadar tangisan tidak akan membuat sang ibu kembali dalam pangkuannya.Kakinya berhenti di ruangan yang dulunya sang ibu dirawat, matanya terpaku menatap pasien yang ada di dalam, tangannya bergerak menyentuh kaca, hatinya ikut tersayat ketika mendengar tangisan keluarga pasien di dalam sana.Ia juga ikut merasakan kesedihannya, bayangan ibunya tak sadarkan diri dan ia harus mencari pinjaman uang ke sana ke sini membuat hatinya berdenyut sakit.Buru-buru Aurora menyeka air matanya. Tidak baik ia berdiri lama
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: Bab 140. Keinginan Terbesar“Sialan kalian semua! Lepaskan saya! Saya ingin bertemu dengan Aurora. Dia anak saya!” Amarah Darma memuncak, menarik kerah baju salah satu bodyguard Leo. Tetapi bodyguard tersebut tidak bergeming, wajahnya datar, tatapannya tajam, tubuhnya yang kekar tidak goyah sama sekali ketika Darma menariknya.“Enyah kalian dari hadapan saya! Bedebah!”Darma kesal karena keinginannya untuk bertemu dengan Aurora tidak terpenuhi.Dengan perasaan kesal Darma pergi dari tempat itu. Tangannya terkepal walaupun ia tidak bisa bertemu dengan Aurora untuk sekarang. Tetapi ia yakin dalam waktu dekat ia bisa menemui Aurora.Kali ini ia gagal, tetapi lain kali ia akan berhasil dan bisa mendapatkan maaf dari Aurora.“Sial! Jika tidak dihalangi oleh mereka aku sudah bisa bertemu dengan Aurora.”Darma terus mengomel, hatinya kesal. Namun, ia tidak bisa berbuat apa pun untuk saat ini.Tapi tidak apa, masih ada lain waktu dan semoga saat itu tiba Aurora mau menemuinya dan berbicara empat mata kepadanya.“Kali
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Bab 139. Menghindar dari Darma“Aurora akhirnya kita bertemu di sini, Nak,” ucap Darma dengan mata berbinar senang.Darma langsung berjalan cepat, kedua tangannya direntangkan siap untuk memeluk sang anak. Tetapi dengan sigap Leo memundurkan kursi roda sang istri hingga Darma hampir tersungkur.Tanpa diminta seluruh anak buah Leo berbaris di depan membentuk benteng pertahanan untuk melindungi kedua majikan mereka dari orang asing yang tiba-tiba saja ingin memeluk istri dari bos mereka.“Minggir kalian semua! Saya ingin bertemu dengan anak saya!” ucap Darma dengan tegas terdengar marah karena beberapa orang telah menghalangi dirinya.Tetapi anak buah Leo sama sekali tidak bergeming mereka tetap dalam posisi melindungi kedua majikan mereka.“Jangan biarkan pria asing ini bisa menemui istri saya. Halangi dia! Saya akan pergi duluan dari sini,” perintah Leo dengan tegas.Dengan buru-buru Leo membawa sang istri menjauh dari Darma.“Aurora!”“Papa mau bicara! Berhenti!” Darma berteriak kencang, ia mencoba untuk mengeja
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 138. Belanja Keperluan Bayi“Sayang stop berpikir negatif yang bisa membahayakan kamu dan kandungan kamu. Tanpa kamu minta pun Mas akan melindungi kamu dari pria bajingan itu, Sayang!” balas Leo dengan suara yang sangat tegas.Leo kesal dengan overthinking istrinya, tetapi ia sadar jika ibu hamil memang sangat sensitif dan mudah kepikiran.“Iya, Mas. Maaf ya, gak tahu kenapa aku kepikiran dia. Wajahnya langsung terbayang di benak,” gumam Aurora dengan lesu.Leo diam, ia tidak membalas ucapan Aurora terlebih dahulu. Ia menurunkan Aurora di depan pintu kamar, Leo membuka pintu dengan perlahan. Setelah itu ia kembali menggendong Aurora.Leo mendudukkan Aurora di tepi kasur, tangannya mengambil kotak obat dan langsung mengobati luka sang istri dengan hati-hati.“Kamu tenang saja, Sayang. Kalau dia macam-macam Mas tidak akan tinggal diam. Mas akan beri pelajaran yang membuat dia tidak akan menampakkan wajahnya kembali di hadapan kita,” ujarnya setelah ia terdiam dan selesai mengobati istrinya.Aurora menghela napasny
Terakhir Diperbarui: 2026-07-27
Chapter: Bab 137. Ketakutan Aurora“Syaratnya kamu harus membuat Leo dan Aurora berpisah. Bagaimana? Kamu setuju?” tanyanya dengan lirikan mata yang tajam dan senyum miring memperlihatkan sikap angkuh yang begitu kentara.Pria tersebut tampak syok. Namun, ekspresinya langsung berubah cepat tampak memikirkan penawaran wanita yang baru-baru ini dikenalnya.“Apa keuntungannya untuk saya?” tanya pria tersebut dengan nada menantang yang membuat sang wanita mendengus kesal.Bisa-bisanya Pria lusuh itu mempermainkan dirinya. “Banyak. Dan itu pun jika kamu mau,” jawabnya dengan datar.“Bagaimana Darma? Apakah kamu setuju?”“Kalau itu menguntungkan buat saya, saya tidak akan menolaknya. Tapi kenapa kamu ingin mereka berpisah? Apa jangan-jangan kamu—”“Jangan lancang kamu Darma! Saya hanya ingin mengajak kamu bekerja sama tanpa kamu mencampuri urusan pribadi saya! Jawabannya hanya dua iya atau tidak!”“Wanita angkuh. Aku sudah bisa menebak siapa kamu di masa lalu di kehidupan suami anak saya. Tapi tidak apa asal kamu lebih mengu
Terakhir Diperbarui: 2026-07-27
Chapter: Bab 136. Satu Syarat“Kenapa, Sayang?” tanya Leo penasaran—menyadari perubahan raut wajah sang istri yang tampak tegang.Pria itu tampak khawatir, dengan gerakan cepat Leo mengambil ponsel sang istri. Matanya menatap layar ponsel, dan seketika ekspresi Leo langsung berubah dingin, tangannya mengepal—menggenggam ponsel dengan sangat erat karena emosi mulai menguasai dirinya.“Ngapain pria bajingan ini menghubungimu. Pria tidak berguna! Blokir saja nomornya!” ucap Leo dengan nada penuh perintah dan amarah.Aurora terdiam, wanita hamil itu masih tidak menyangka jika ayah yang sudah ia anggap mati ternyata menghubungi dirinya.Tangannya sedikit gemetar, bibirnya kering terlihat pucat. Matanya memancarkan ketakutan saat bertemu pandang dengan Leo dan pria itu menyadari semuanya.Leo mencoba mengontrol emosinya, dengan tenang ia menghapus pesan tersebut dan langsung memblokir nomor yang mengaku sebagai ayah kandung Aurora.Dari mana pria bajingan itu mendapatkan nomor istrinya?Dan kenapa tiba-tiba saja dia men
Terakhir Diperbarui: 2026-07-08
Chapter: Chapter 140. EndSheina sedang memperhatikan kedua anak kembarnya yang berlarian bersama dengan Rayden. Keduanya tertawa bahagia saat papa mereka mengejar.Sheina tertawa melihat Nessa berteriak histeris, mungkin karena geli juga dikejar oleh Rayden. Suaranya begitu melengking padahal di taman ini tidak banyak orang, tetapi karena suara Nessa dan Nevan suasananya menjadi sangat ramai.“Hahaha…Papa geli,” teriak Nessa saat Rayden berhasil mendapatkan anaknya itu.Sedangkan Nevan berlari ke arah Sheina, ia masuk ke dalam pangkuan Sheina bermaksud untuk bersembunyi di sana.Nicholas berada di stroller, anak bayi itu hanya melihat saja tanpa tahu apa yang sedang saudaranya lakukan.“Mama angan acih tau Papa Evan di cini ya,” bisik Nevan dengan napas yang begitu memburu.Sheina mengangguk dengan terkikik geli. Padahal siapa saja bisa melihat Nevan yang ada di pangkuannya, hanya saja anaknya itu benar-benar menutupi wajahnya.“Sayang, kamu ada lihat Nevan gak?” tanya Rayden dengan mengedipkan matanya, berpu
Terakhir Diperbarui: 2025-07-19
Chapter: Chapter 139. Gara-gara Begadang“Nicho sudah mandi iya, Nak? Hmmm…wanginya,” ucap Rayden mencium pipi anaknya.“Ini Mamanya juga sudah cantik banget,” lanjut Rayden yang mencium bibir istrinya.Tentu saja perlakuan Rayden yang seperti itu membuat Sheina mendelik, bukan tidak suka, hanya saja sikap suaminya ini banyak sekali berubah.Dan Sheina suka perubahan itu, Rayden lebih banyak tersenyum bahkan bercanda dengan ketiga anaknya. Waktu lelaki itu juga lebih banyak di rumah daripada di kantor.“Mas, di depan anak loh ini,” protes Sheina dengan pelan.Rayden hanya terkekeh saja, membuat Sheina kesal namun wajahnya memerah seperti ini karena malu adalah hobi terbarunya saat ini.“Ooo…jadi, kalau di belakang anak boleh ya?!” ucap Rayden dengan menaik turunkan alisnya.Sheina mencibik bibirnya tetapi diam-diam ia juga tersenyum dengan tingkah suaminya. Lelaki yang begitu dingin dan kaku kini bisa ia taklukan.“B-bukan begitu,” sahut Sheina dengan gugup.Rayden tertawa pelan. Tetapi Sheina langsung memperingati suaminya
Terakhir Diperbarui: 2025-07-19
Chapter: Chapter 138. Pulang Ke RumahSheina dan Nicholas sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.Anak bayi itu tampak anteng di dekapan papanya. Nicholas sejak tadi belum tidur, ia asyik menggerakkan mulutnya.“Gemes banget kamu, Dek,” ucap Rayden dengan terkekeh.Rayden melihat Sheina yang bangun dari kasur. “Mau ke mana, Sayang?” tanya Rayden dengan cemas.Sheina tersenyum, ia melihat gurat kekhawatiran di wajah Rayden. Padahal ia hanya ingin ke kamar mandi saja, tapi Rayden terlihat begitu berlebihan.“Ke kamar mandi, Mas,” sahut Sheina dengan pelan.“Mas temani ya,” ucap Rayden berdiri dari duduknya dan meletakkan Nicholas di dalam box bayi miliknya.“Aku bisa sendiri, Mas,” protes Sheina yang menganggap Rayden terlalu berlebihan mengkhawatirkan dirinya.Rayden seperti ini karena ia terlalu takut terjadi sesuatu dengan Sheina. Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Sheina seperti dulu, itu begitu membuat dirinya merasa bersalah sampai sekarang.“Mas temani!” ucap Rayden dengan teg
Terakhir Diperbarui: 2025-07-18
Chapter: Chapter 137. Kembar Sayang Adik BayiRanti menggendong cicitnya dengan tersenyum bahagia, lalu ia meletakkan Nicholas di dalam pangkuan Nessa yang ingin sekali memangku adiknya itu. “Adik bayinya tidul telus,” keluh Nessa saat melihat sang adik tidur dengan begitu nyenyak karena habis minum asi dengan Sheina. “Ngantuk adiknya, Kak,” sahut Ranti dengan terkekeh melihat ekspresi Nicholas saat pipinya dipegang oleh Nessa. “Nenek Uyut,” panggil Nevan mendekat. “Iya Kak Nevan,” sahut Ranti dengan sabar. Ranti tahu Nevan juga ingin menggendong sang adik. Ia harus sabar menghadapi cicitnya yang begitu aktif itu. “Antian dong,” ucap Nevan dengan cemberut. “Cabal Neca dulu.” Nevan mendelik ke arah kembarannya, ia merasa tidak suka ketika Nessa tidak mau gantian kepadanya. “Kamu teyus yang angku. Evan uga au,” protesnya. “Cabal-cabal,” ucap Nessa dengan santainya tak mau melepaskan adiknya begitu saja untuk dipangku oleh kakak kembarannya itu. Nevan yang kesal mendekati papa dan mamanya. Ia meminta gendong pa
Terakhir Diperbarui: 2025-07-18
Chapter: Chapter 136. Kebahagiaan Keluarga KecilHari demi hari berlalu begitu sangat cepat. Kini, usia kandungan Sheina sudah 9 bulan. Selama kehamilannya, Sheina benar-benar sangat manja dengan Rayden.Perutnya yang sudah membesar begitu sangat menggemaskan di mata Rayden. Bahkan kedua anak kembar mereka sangat suka mencium perut Sheina dan berakhir mereka tertawa bahagia ketika adik mereka merespon dengan sebuah tendangan.“Sudah siap semua, kan?” tanya Rayden yang tampak sibuk mempersiapkan semua keperluan persalinan Sheina.Bahkan Sheina hanya duduk diam bersama dengan kedua anak kembarnya, mereka memakan camilan. Sedangkan Rayden sibuk sendiri karena lelaki itu yang melarang Sheina.“Sudah, Mas,” sahut Sheina yang melihat semua barang yang sudah dipersiapkan oleh Rayden.Dokter menyarankan Sheina caesar kembali, karena tidak memungkinkan untuk lahiran secara normal.Rayden sudah membooking kamar untuk Sheina di rumah sakit. Bahkan yang menangani Sheina adalah dokter yang terbaik.“Kalau gitu ayo kita berangkat ke rumah sakit s
Terakhir Diperbarui: 2025-07-17
Chapter: Chapter 135. Rosa Telah PergiSheina menatap nisan Rosa dengan pandangan yang begitu sulit diartikan, wanita itu sama sekali tidak menangis atau pun terlihat bahagia.Hanya menatap nama Rosa dengan helaan napas yang begitu berat. Pada akhirnya ia juga kehilangan Rosa, saat itu setelah memaafkan kakaknya, Sheina berharap hubungan mereka bisa seperti kakak dan adik pada umumnya.Tetapi takdir berkata lain. Setelah kemarin ia pulang dari rumah sakit, malam harinya ia dikabarkan oleh pihak rumah sakit jika Rosa sudah menghembuskan napas terakhirnya malam itu ditemani oleh Reno.“Rosa sudah tidak merasakan sakit lagi,” ucap Baskoro menatap sendu ke arah nisan itu.Ada rasa penyesalan di hatinya karena semenjak Rosa lahir ke dunia dan sampai Rosa dewasa ia tidak pernah menganggap Rosa sebagai cucunya, bahkan ia tidak pernah menggendong Rosa kecil.Tetapi setelah kepergian wanita itu, ia merasa berdosa bahkan meminta maaf di jasad Rosa yang sudah tidak bernyawa.“Ya, Rosa sudah tidak merasakan sakit lagi. Semoga dia baha
Terakhir Diperbarui: 2025-07-17
Chapter: Bab 206. Akhir Yang Bahagia5 tahun kemudian…Salju turun begitu tebal, suasana di hotel semakin terasa dingin, tetapi tidak membuat dua insan yang sedang menatap langit itu masuk ke dalam kamar. Keduanya asyik memandang langit dengan saling memeluk satu sama lain di balkon kamar. Sedangkan ketiga anak mereka sudah tidur di kamar masing-masing yang ada di sebelah kamar mereka bersama dengan pengasuh mereka.“Gak kerasa pernikahan kita sudah berjalan hampir 7 tahun ya, Mas,” celetuk Jessica dengan tersenyum.Tubuhnya hangat walaupun udara sangat dingin. Karena pakaian tebal dan pelukan Damian mampu menghangatkan dirinya.“Iya, Sayang. Sudah sejauh ini ya ternyata. Bahkan si kembar sudah berusia lima tahun, padahal baru kemarin rasanya Mas gendong, Mas timang-timang mereka sekarang sudah besar saja,” gumam Damian terkekeh membayangkan ketika anak kembar mereka masih bayi, ternyata waktu cepat sekali berlalu.Jessica juga menerawang, sekarang Oliver dan Olivia sudah berlarian, suara cerewet Olivia. Tingkah jahil O
Terakhir Diperbarui: 2026-01-25
Chapter: Bab 205. Rencana HoneymoonKebahagiaan David dan Crystal sudah sampai ke Jessica. Karena Jessica sudah sebagai kakak untuk Crystal, orang tuanya sama sekali tidak peduli.Dan menanggapi kehamilan Crystal, Jessica tampak sangat bahagia sekali. Mereka terus mengirimkan pesan hingga Jessica mengabaikan suaminya.“Kamu chattingan sama siapa, Sayang? Sampai Mas kamu cuekin,” tanya Damian dengan mengeluh karena Jessica sama sekali tidak melihat ke arahnya.Jessica melirik sekilas, ia meletakkan ponselnya di selimut yang ia pakai. “Sama Crystal, Mas. Tahu gak, Mas? Crystal hamil lagi. Aaa… Senangnya aku, semoga anaknya cewek deh,” ucap Jessica dengan hebohnya.Damian menghela napasnya dengan pelan. “Kamu masih mau menjodohkan Aland dengan anak Crystal, Sayang? Ya ampun, itu masih lama banget loh.”“Kita juga gitu kok sudah dijodohkan dari Mama hamil aku dan kamu langsung jatuh cinta juga, kan?”Damian terdiam. Kata-kata istrinya sangat telak untuk dirinya karena memang benar, ia langsung jatuh cinta dengan mata indah
Terakhir Diperbarui: 2026-01-24
Chapter: Bab 204. Kabar BahagiaKetika Jessica membuka pintu kamar, ia sudah disambut dengan tangisan kedua anak kembarnya.Damian yang berada di belakang sang istri langsung panik melihat kedua wajah anaknya yang sudah berlinang air mata.“Uluh-uluh sedihnya anak-anak Mama,” ucap Jessica dengan kasihan tetapi juga gemas.Yang lucunya tangan Oliver terulur meminta digendong Mamanya sedangkan Olivia menatap sang Papa seperti memelas ingin segera digendong.Kedua pengasuh Oliver dan Olivia merasa tidak enak hati, apalagi melihat bekas kissmark begitu banyak di leher Jessica yang tidak disadari oleh wanita itu sendiri.Mereka menunduk dengan malu, sedangkan Aryana memaklumi karena bagaimana pun ini adalah hari bahagia anak dan menantunya, seperti pengantin baru tentu saja.Keduanya langsung menggendong si kembar. Dan benar saja Oliver dan Olivia seketika berhenti menangis.“Kangen Mama sama Papanya ternyata,” celetuk Aryana dengan terkekeh.“Bawa masuk saja. Mama dan Mbak-Mbak ke sana dulu. Pengantin baru tidak lapar?
Terakhir Diperbarui: 2026-01-23
Chapter: Bab 203. Kamu belum puas Mas?“A-aku bersihkan make up dulu, Mas.”Damian menatap wajah istrinya, perlahan ia menjauh dari Jessica dan tidak lagi mengukung sang istri di tembok.“Mas bantu,” bisik Damian memeluk Jessica dari belakang.Jessica merasa merinding ketika Damian sudah seperti ini, suaranya berat dan ia dapat merasakan milik suaminya yang menegang.“M-mas bisa lepasin dulu gak? Aku gak akan kabur kok,” bujuk Jessica dengan tersenyum tipis—merasa lucu dengan tingkah suaminya.“Aku risih banget sama gaunnya, mau aku lepas dulu,” rengek Jessica dengan manja.Damian terkekeh, akhirnya ia melepaskan pelukannya. Menunggu dan menatap istrinya tanpa berkedip.“Lepasin aja di sini, Sayang. Kenapa diam?” tanya Damian dengan menaikkan satu alisnya.Jessica mendengus. “Mesum banget udah punya tiga anak juga,” gumam Jessica.Damian tidak menimpali ucapan istrinya, ia menikmati wajah kesal Jessica.Jessica melepaskan gaun pengantin yang ia pakai di hadapan Damian. Sebenarnya ia malu, tetapi toh mereka sudah sering mel
Terakhir Diperbarui: 2026-01-23
Chapter: Bab 202. Pesta PernikahanDamian terpanah, bahkan ia tidak berkedip sama sekali ketika melihat istrinya memakai gaun pengantin pengantin berwarna putih.Di gedung besar ini, dekorasi bunga putih cream memenuhi ruangan. Cahaya lampu yang tamaran semakin membuat suasana romantis.Kursi-kursi tamu undangan sudah terisi penuh, suara tepuk tangan gembira ketika tangan Damian terulur ke hadapan Jessica karena ingin menjemput pujaan hatinya, begitu menyentuh para tamu undangan yang hadir.Jessica menyambut tangan suaminya, keduanya berjalan beriringan menuju pelaminan.Di kursi paling depan ada keluarga inti yang turut hadir. Senyuman bahagia terpancar di wajah mereka semua.Aland dan Oliver memakai baju yang senada dengan Papa mereka sedangkan Olivia memakai gaun yang senada dengan Jessica. Kedua bayi itu digendong masing-masing oleh Adithama dan juga Arthur.“Cantik sekali kamu hari ini, Sayang,” bisik Damian dan mencium punggung tangan Jessica di hadapan semua orang, tentu saja tindakan suaminya mampu membuat waja
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22
Chapter: Bab 201. Hiduplah Lebih LamaAland tampak cemberut melihat ekspresi terkejut kedua orang tuanya.Apa yang salah?Itu hanya keinginan kecil dirinya karena memang Crystal seperti barbie baginya, apalagi wanita itu sangat baik dan menjadi dokter serta sahabat mamanya.“Kenapa Mama dan Papa bengong?” tanya Aland sedikit kesal.Jessica dan Damian saling berpandangan, tidak menyangka jika Aland akan meminta menikah dengan anak Crystal dan David ketika dewasa nanti.Apakah benar kisah cinta mereka berdua akan terulang kembali kepada Aland nantinya?“Sekolah yang benar dulu kamu, Aland. Lalu bekerja di perusahaan menggantikan Papa baru bahas nikah,” ucap Damian dengan datar.“Iya, Papa. Aland akan bekerja dengan giat nanti supaya istri Aland bahagia.”Damian menghela napasnya dengan berat. Kenapa pembahasan anaknya terasa begitu berat untuk dirinya sih? Padahal semua itu masih sangat lama tapi mampu membuat dirinya kepikiran.“Oke… Untuk hari ini stop membahas nikah ya, Aland. Papa tiba-tiba pusing,” keluh Damian memijat
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22