MasukWarning : Bacaan 21+ Karena keterbatasan biaya operasi sang Mama, Aurora terpaksa menerima tawaran gila dari Papa sahabatnya untuk menjalin hubungan terlarang bersama pria itu. Rasa keterpaksaan itu berubah menjadi rasa kecanduan akan sentuhan panas Leo. Hubungan terlarang mereka menimbulkan rasa yang tidak seharusnya hadir di antara keduanya. "Ini gila, Aurora. Saya tidak bisa melepaskanmu. Selamanya kamu akan terus menjadi milik saya, walaupun dunia menentang hubungan kita." ~Leo Charles Frederick~ Akankah cinta yang melanggar batas itu bisa membuat mereka terus bersama, atau justru menjadi awal kehancuran keduanya?
Lihat lebih banyakAurora terus merintih kesakitan, membuat Leo dan Shopia panik. Tetapi untungnya Leo bisa mengontrol dirinya, sebab dia adalah seorang dokter.“Kita ke rumah sakit sekarang ya, Sayang. Kamu tarik napas lalu hembuskan dengan perlahan,” ucap Leo dengan tenang—walaupun di dalam hatinya ia sudah merasa tidak karuan.Leo melihat ke arah Shopia. “Panggil Raja suruh siapkan mobil. Sepertinya Aurora mau melahirkan,” perintah Leo sambil menjelaskan kondisi sang istri kepada anaknya.“Iya, Pa,” sahut Shopia sambil mengangguk mengerti.Shopia langsung berlari mencari keberadaan suaminya.Sedangkan Leo menuntun Aurora dengan perlahan.“S-sakit banget, Mas.”Aurora memegang perutnya, keringat dingin muncul di dahinya, wajahnya pucat pasih. Ia mencoba mengatur napasnya, air matanya mengalir begitu saja. Ternyata sesakit ini melahirkan.Leo yang tidak tega dengan kondisi istrinya saat ini memilih untuk menggendong Aurora.Aurora mencengkeram lengan Leo bahkan menggigit pundak sang suami untuk meredak
Suasana rumah sakit sedikit lenggang, hanya suara dari roda brankar yang beradu dengan lantai. Sesekali ada suara manusia.Aurora merasa dejavu dengan tempat ini, ia berjalan sendirian sambil menunggu sang suami selesai menjalankan tugasnya.Di tempat ini, ibunya dirawat. Di tempat ini ia berjuang mati-matian untuk kesembuhan ibunya, tetapi di tempat ini juga ia kehilangan ibunya.Ikhlas?Tidak semudah itu, tetapi Aurora sudah berdamai dengan keadaan. Rindunya masih sama, tetapi ia sadar tangisan tidak akan membuat sang ibu kembali dalam pangkuannya.Kakinya berhenti di ruangan yang dulunya sang ibu dirawat, matanya terpaku menatap pasien yang ada di dalam, tangannya bergerak menyentuh kaca, hatinya ikut tersayat ketika mendengar tangisan keluarga pasien di dalam sana.Ia juga ikut merasakan kesedihannya, bayangan ibunya tak sadarkan diri dan ia harus mencari pinjaman uang ke sana ke sini membuat hatinya berdenyut sakit.Buru-buru Aurora menyeka air matanya. Tidak baik ia berdiri lama
“Sialan kalian semua! Lepaskan saya! Saya ingin bertemu dengan Aurora. Dia anak saya!” Amarah Darma memuncak, menarik kerah baju salah satu bodyguard Leo. Tetapi bodyguard tersebut tidak bergeming, wajahnya datar, tatapannya tajam, tubuhnya yang kekar tidak goyah sama sekali ketika Darma menariknya.“Enyah kalian dari hadapan saya! Bedebah!”Darma kesal karena keinginannya untuk bertemu dengan Aurora tidak terpenuhi.Dengan perasaan kesal Darma pergi dari tempat itu. Tangannya terkepal walaupun ia tidak bisa bertemu dengan Aurora untuk sekarang. Tetapi ia yakin dalam waktu dekat ia bisa menemui Aurora.Kali ini ia gagal, tetapi lain kali ia akan berhasil dan bisa mendapatkan maaf dari Aurora.“Sial! Jika tidak dihalangi oleh mereka aku sudah bisa bertemu dengan Aurora.”Darma terus mengomel, hatinya kesal. Namun, ia tidak bisa berbuat apa pun untuk saat ini.Tapi tidak apa, masih ada lain waktu dan semoga saat itu tiba Aurora mau menemuinya dan berbicara empat mata kepadanya.“Kali
“Aurora akhirnya kita bertemu di sini, Nak,” ucap Darma dengan mata berbinar senang.Darma langsung berjalan cepat, kedua tangannya direntangkan siap untuk memeluk sang anak. Tetapi dengan sigap Leo memundurkan kursi roda sang istri hingga Darma hampir tersungkur.Tanpa diminta seluruh anak buah Leo berbaris di depan membentuk benteng pertahanan untuk melindungi kedua majikan mereka dari orang asing yang tiba-tiba saja ingin memeluk istri dari bos mereka.“Minggir kalian semua! Saya ingin bertemu dengan anak saya!” ucap Darma dengan tegas terdengar marah karena beberapa orang telah menghalangi dirinya.Tetapi anak buah Leo sama sekali tidak bergeming mereka tetap dalam posisi melindungi kedua majikan mereka.“Jangan biarkan pria asing ini bisa menemui istri saya. Halangi dia! Saya akan pergi duluan dari sini,” perintah Leo dengan tegas.Dengan buru-buru Leo membawa sang istri menjauh dari Darma.“Aurora!”“Papa mau bicara! Berhenti!” Darma berteriak kencang, ia mencoba untuk mengeja
Desahan Aurora memenuhi kamar, beriringan dengan gerakan Leo yang begitu cepat. Suara penyatuan mereka terdengar mengalun indah untuk melepas rasa rindu keduanya.Peluh membasahi tubuh keduanya, kamar yang tadinya rapi kini sudah berantakan, pakaian mereka berserakan di lantai. Bahkan AC di kamar
Malam ini Leo sama sekali tidak bisa tidur, ia menatap Emma. Berpikir, mencari jawaban yang terus berputar di otaknya.Tidak ada lagi perasaan yang tertinggal, semuanya terasa hambar.Apakah benar rasa cintanya sudah hilang?Dulu ia sangat mencintai Emma, saat mereka berpacaran dulu mereka juga san
Tubuh Aurora terkapar tidak berdaya di pelukan Leo setelah mereka selesai bercinta, rambutnya berantakan, mulutnya sedikit terbuka untuk mengatur napasnya yang memburu. “Nanti kita lanjutkan lagi. Sekarang benahi pakaianmu dulu,” ucap Leo mengusap dahi Aurora yang berkeringat. “Eugh…” Aurora mele
Sungguh Aurora merasa jantungnya meloncat dari tempatnya, ia terkejut bahkan telinganya sampai berdenging mendengar ajakan gila dari Leo. Bercinta di dalam mobil? Ini gila! Leo gila! Otak pria itu sepertinya bermasalah. “A-aku gak mau, Om.” Aurora menolaknya dengan cepat. Wajahnya pucat, ia mel












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak