Home / Romansa / Terjerat Pesona Papa Sahabatku / Bab 45. Rencana Gila Shopia

Share

Bab 45. Rencana Gila Shopia

last update publish date: 2026-02-14 22:12:21

Malam ini Leo sama sekali tidak bisa tidur, ia menatap Emma. Berpikir, mencari jawaban yang terus berputar di otaknya.

Tidak ada lagi perasaan yang tertinggal, semuanya terasa hambar.

Apakah benar rasa cintanya sudah hilang?

Dulu ia sangat mencintai Emma, saat mereka berpacaran dulu mereka juga sangat romantis. Awal pernikahan mereka juga sangat bahagia, mereka keluarga yang sangat harmonis.

Leo mencari rasa yang mungkin masih tertinggal di sudut hatinya, menyelami perasaannya sendiri.

Ia tidak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 136. Satu Syarat

    “Kenapa, Sayang?” tanya Leo penasaran—menyadari perubahan raut wajah sang istri yang tampak tegang.Pria itu tampak khawatir, dengan gerakan cepat Leo mengambil ponsel sang istri. Matanya menatap layar ponsel, dan seketika ekspresi Leo langsung berubah dingin, tangannya mengepal—menggenggam ponsel dengan sangat erat karena emosi mulai menguasai dirinya.“Ngapain pria bajingan ini menghubungimu. Pria tidak berguna! Blokir saja nomornya!” ucap Leo dengan nada penuh perintah dan amarah.Aurora terdiam, wanita hamil itu masih tidak menyangka jika ayah yang sudah ia anggap mati ternyata menghubungi dirinya.Tangannya sedikit gemetar, bibirnya kering terlihat pucat. Matanya memancarkan ketakutan saat bertemu pandang dengan Leo dan pria itu menyadari semuanya.Leo mencoba mengontrol emosinya, dengan tenang ia menghapus pesan tersebut dan langsung memblokir nomor yang mengaku sebagai ayah kandung Aurora.Dari mana pria bajingan itu mendapatkan nomor istrinya?Dan kenapa tiba-tiba saja dia men

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 135. Terkejut

    Leo memasukan miliknya dengan perlahan agar tidak menyakiti sang istri dan calon anak mereka.Terdengar Aurora melenguh nikmat ketika miliknya terasa penuh akibat ulah Leo. Leo menatap Aurora dengan berkabut gairah, jika berurusan dengan sang istri di atas ranjang Leo tidak pernah merasa puas.“Begini nyaman, Sayang?” tanya Leo mencari posisi yang nyaman untuk sang istri.Aurora mengangguk pelan, ia mengalungkan kedua tangannya di leher Leo dan menatap sang suami dengan penuh cinta dan mendambakan sentuhan Leo segera datang kembali.“Iya, Mas. Ini sudah nyaman kok. Ayo gerak sekarang, Mas. Please!” pinta Aurora dengan nada sedikit merengek.Leo terkekeh pelan mendengar rengekan sang istri yang semakin membuat dirinya bersemangat.“Dengan senang hati, Sayang,” sahut Leo dengan suara serak.Leo menggerakkan miliknya dengan perlahan, matanya fokus menatap sang istri yang memejamkan mata dengan mulut terbuka menikmati setiap gerakannya yang perlahan.“Aahhh…”Desahan Aurora terdengar di t

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 134. Tendangan Calon Bayi

    Leo menatap istrinya dengan penuh rasa haru, akhirnya istri dan anaknya saling memaafkan satu sama lain.“Gimana perasaan kamu hari ini, Sayang?” tanya Leo sambil mengelus puncak kepala Aurora dengan kasih.Aurora tersenyum tipis, senyuman penuh kelegaan atas kata memaafkan yang sudah terucap dari bibirnya sendiri.“Lega, Mas. Ternyata memaafkan Shopia sangat melegakan sekali. Hatiku rasanya plong,” jawab Aurora jujur.Leo tersenyum lega, ia memeluk Aurora dengan erat. “Terima kasih sudah mau memaafkan Shopia, Sayang. Kamu hebat sekali, Mas tahu kamu wanita yang sangat baik,” ucap Leo sambil memuji sang istri.“Kamu berlebihan Mas,” sahut Aurora dengan tersenyum tipis.Leo terkekeh mendengar jawaban sang istri. Tetapi semua yang ia katakan benar dan dari lubuk hatinya jika Aurora memang perempuan yang sangat baik, ia sangat beruntung memiliki istri seperti Aurora. Masih muda dan memiliki hati yang baik sekali.“Tidak, Sayang. Kamu memang baik dan Mas semakin mencintai kamu. Mas berunt

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 133. Akhirnya memaafkan

    “Kenapa kamu datang ke sini lagi?” tanya Aurora dengan nada ketus ketika melihat Shopia datang ke rumahnya bersama Raja.Sudah beberapa bulan ini Aurora merasa tenang dengan kehidupannya karena tidak memikirkan yang lainnya, tetapi kedatangan Shopia merusak paginya yang ceria.Entahlah, rasanya untuk memaafkan sahabatnya itu Aurora masih merasa berat, ada rasa kesal yang lebih mendominasi hatinya dibandingkan dengan kata memaafkan.“Kan saya sudah bilang jangan menampakkan wajahmu lagi di hadapan saya. Saya tidak mau berurusan dengan kamu,” lanjy Aurora dengan dingin.Sedangkan Shopia tidak gentar, tangannya terkepal merasa tersudutkan tetapi ia harus bisa mendapatkan kata maaf dari Aurora. Ia sama sekali tidak tenang jika belum mendapatkan maaf dari sahabat sekaligus ibu tirinya.Wajah sendunya menatap Aurora. Namun, tidak ada rasa iba yang Aurora rasakan. Melainkan rasa muak yang begitu besar. Namun, tidak ia pungkiri juga ada rasa iba ketika Shopia datang dengan wajah sendu dan pe

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 132. Bercinta Denganmu

    Mendapatkan lampu hijau dari sang istri Leo langsung tersenyum bahagia, ia mengecup dahi Aurora dengan penuh perasaan.Ciuman itu turun ke bawah hingga seluruh wajah Aurora mendapatkan ciuman dari Leo berakhir di bibir wanita hamil itu.Leo menggerakkan bibirnya dengan penuh hati-hati.Aurora yang terbawa suasana mulai membalas ciuman suaminya. Kedua tangannya dikalungkan di leher Leo, matanya terpejam menikmati ciuman yang setiap detiknya terasa sangat memabukkan untuk dirinya.Perlahan Leo merebahkan tubuh istrinya di atas kasur, tangannya bergerak mengelus perut Aurora hingga ia merasakan sesuatu bergerak di sana.“Sayangnya Papa. Papa izin mengunjungi kamu ya, Nak,” bisik Leo di perut Aurora.Aurora terkekeh mendengarnya, ia menunggu apa yang akan dilakukan Leo selanjutnya.Ia melenguh ketika gerakan tangan Leo mengelus perutnya dengan abstrak. Matanya sayu menatap pergerakan Leo yang melepas seluruh pakaiannya.Leo menatap tubuh Aurora dengan penuh minat, menurutnya perut istriny

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 131. Makan Malam Romantis

    Rumah mewah itu tampak ramai dengan orang berlalu-lalang membawa nampan berisi makanan.Dengan hati-hati mereka meletakkannya di atas meja, semua harus tampak tertata sesuai dengan kemauan sang tuan rumah.Malam ini begitu spesial bagi Leo karena akan merayakan ulang tahun sang istri tercinta. Apalagi kehamilan Aurora sudah memasuki usia 6 bulan, perutnya sudah membesar dan terlihat menggemaskan di mata Leo.“Cepat selesaikan semuanya. Sebentar lagi Tuan dan Nyonya akan turun ke bawah,” perintah kepala pelayan dengan tegas.“Baik.”Mereka menjawab serentak, semuanya melanjutkan pekerjaan masing-masing. Hingga semua hidangan terhidang semua di atas meja.Tak lama suara langkah kaki terdengar menuruni anak tangga. Pelayan berbaris memberi hormat.“Malam Tuan, Nyonya. Silahkan duduk dan nikmati semua hidangan yang telah tersedia.”“Malam.”“Malam semua, terima kasih banyak.”Leo menjawab dengan singkat sedangkan Aurora menjawab dengan ramah dan sebuah senyuman manis di bibirnya, menandak

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 36. Mandi Bersama?

    Tubuh Aurora terkapar tidak berdaya di pelukan Leo setelah mereka selesai bercinta, rambutnya berantakan, mulutnya sedikit terbuka untuk mengatur napasnya yang memburu. “Nanti kita lanjutkan lagi. Sekarang benahi pakaianmu dulu,” ucap Leo mengusap dahi Aurora yang berkeringat. “Eugh…” Aurora mele

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 35. Akhirnya Pasrah

    Sungguh Aurora merasa jantungnya meloncat dari tempatnya, ia terkejut bahkan telinganya sampai berdenging mendengar ajakan gila dari Leo. Bercinta di dalam mobil? Ini gila! Leo gila! Otak pria itu sepertinya bermasalah. “A-aku gak mau, Om.” Aurora menolaknya dengan cepat. Wajahnya pucat, ia mel

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 31. Di Kamar Leo

    Aurora mendongak, ia menggigit bibir bawahnya ketika Leo mengecup lehernya. Pria itu memainkan lidahnya di leher dan telinga Aurora tergesa-gesa dan penuh gairah. Anehnya, sentuhan kali ini berbeda, Aurora menggeliat bukan karena kesakitan, melainkan karena kegelian yang disusul oleh gelombang gai

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 29. Tidak Suka

    “Papa, Aurora. Kalian ini terlihat canggung sekali ya. Padahal cuma tabrakan doang,” ucap Shopia tertawa kecil melihat ekspresi papa dan sahabatnya itu. Aurora langsung melepaskan diri dari Leo. Ia salah tingkah dengan membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan. “M-maaf, Om. Aku gak sengaja na

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status