LOGINDalam satu hari, hidup Pitaloka Prameswari runtuh. Ayahnya ditangkap karena skandal korupsi. Rumahnya hilang. Dan satu-satunya cara bertaha adalah menikah dengan Danendra Laksamana. Pria yang dulu selalu menjaganya sebagai pengawal pribadi tapi kini, ia adalah komandan pasukan khusus yang dingin dan tak tersentuh. Pitaloka percaya, pernikahan itu akan menjadi tempat berlindungnya. Namun kenyataan berkata lain. Di rumah suaminya, ia bukan lagi putri yang dimanja, melainkan beban yang direndahkan. Dan pria yang dulu selalu ada di sisinya kini bahkan tak lagi menatapnya dengan hangat. Saat luka demi luka menumpuk dan rahasia masa lalu mulai terkuak, Pitaloka dihadapkan pada satu pilihan: bertahan demi cinta yang mungkin tak pernah ada atau pergi, sebelum dirinya benar-benar hancur. Cinta, politik dan balas dendam mengiringi takdir keduanya
View More“Wali kota ikut bermain.”Shandy menjatuhkan flashdisk tepat di kakinya lalu mendorong pelan ke arah Pramana.Saat ini semua gerak geriknya diawasi jadi sebisa mungkin dia tidak ingin mengundang kecurigaan.“Dia bukan dalang utama, tapi dia terlibat," jelas Shandy lagi.Pramana langsung mengamankan flashdisk itu. Flashdisk yang berisi bukti-bukti yang bisa menyelamatkan Shandy dari semua tuduhan. foto-foto pertemuan rahasia dan salinan transaksi yang tercetak di sana rasanya cukup untuk membebaskan Shandy.“Berarti mereka memang sengaja menjatuhkan kamu?" tanya Pramana dengan tangan mengepal.“Bukan cuma menjatuhkan.” Ia menyandarkan tubuh pelan ke kursi besi ruang tahanan itu. “Mereka mau memastikan aku nggak bisa bangkit lagi.”Pramana masih mendengarkan Shandy dengan rahang mengeras. Baginya, menjatuhkan Shandy sama saja menjatuhkan dirinya. Dan sahabatnya sama sekali tidak pantas mendapatkan perlakuan buruk tersebut.“Aku udah bilang dari dulu,” gumamnya pelan. “Kalau kamu ingin m
1Markas Komando Pasukan Khusus terlihat lebih ramai dari biasanya saat sebuah truk katering memasuki gerbang utama.Bukan hanya satu, ada lima sampai enam truk dengan berbagai macam makanan yang datang.Beberapa prajurit yang baru selesai latihan langsung saling melirik. Tampak sekali kalau mereka sangat senang dengan kedatangan truk-truk itu."Makan-makan besar lagi kita," seloroh seorang prajurit yang sedang membersihkan sepatunya. Dia seperti sudah tahu siapa pengiri truk berisi makanan tersebut."Tapi tidak akan menimbulkan perang kan setelah dia tahu Komandan menikah?" sahut prajurit yang lain dan langsung mendapat pelototan dari teman-temannya.Pernikahan Danendra adalah sebuah rahasia umum, semua orang sudah tahu. Tapi bukan berarti boleh dibicarakan secara terbuka."Oke, aku menutup mulut," jawab prajurit tersebut, membuat gerakan mengunci mulut dan membuang kuncinya jauh-jauh.Tak lama kemudian, seorang wanita turun dari mobil sport keluaran terbaru, yang mengikuti truk terse
***“Ayah terlalu baik sama dia,” ucap Tiara pelan. Gadis yang masih menggunakan seragam sekolah tingkat atas itu duduk gusar di samping Anggita.Kedatangan Pitaloka membuatnya marah. Karena wanita yang dia anggap asing itu langsung merebut perhatian ayahnya.Anggita masih terlihat kesal. Tatapannya sesekali mengarah ke ruang makan, tempat suara Pramana terdengar sibuk memberi arahan pada para pekerja di rumah bagaimana cara melayani Pitaloka. Sudah seperti Tuan Putri saja.“Lihat saja nanti,” ujar Anggita lirih. “Akan kubuat dia seperti tinggal di neraka!"Rasa benci Anggita semakin menjadi-jadi, apalagi ditambah dengan suaminya yang terkesan sangat memanjakan Pitaloka. Suaminya dingin sekali padanya, tapi pada Pitaloka sangat mengayomi.Tiara mendengus kecil. “Tapi Kak Danen kenapa nggak nolak aja permintaan konyol menikahi Pitaloka itu!" ucap Tiara dengan tatapan sinis. "Komandan pasukan khusus kok ngga tegas!"Sama seperti sang ibu, adik kandung Darendra itu terlihat sangat membe
"Hebat ya, Komandan pasukan khusus tapi istrinya anak koruptor!"Pitaloka baru saja menginjakkan kaki di depan pintu rumah Danendra, tapi sambutan yang ia terima berhasil membuat darahnya mendidih. Terlebih yang mengatakan itu adalah Anggita, Ibu Danendra sendiri."Maksud Mama apa berkata seperti itu?" tanya Pitaloka dengan nada tinggi. Dia paling benci jika ada yang menjelekkan ayahnya. Apalagi itu bukan hal yang benar.Ayahnya bukan koruptor, Ayahnya hanya dijebak."Mama?" tanya Anggita dengan nada mengejek. "Sejak kapan saya jadi Mama mu? Tidak sudi!" lanjutnya lagi.Anggita benar-benar menunjukkan ketidaksukaan. Dia sangat jijik berdekatan dengan Pitaloka dan tidak sudi lagi dipanggil Mama.Pitaloka tertawa sumbang. Namun begitu, sudut matanya mulai berarir."Anda sendiri yang dulu meminta untuk saya panggil Mama!" terang Pitaloka dengan gigi bergemelatuk, berusaha keras menahan emosi yang siap meledak.Pitaloka tentu tidak akan pernah lupa bagaimana Anggita memohon-mohon untuk di
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.