Share

bab 2

Author: Teracota
last update publish date: 2026-06-11 23:51:28

Sejak dulu, Pitaloka menyukai pria itu. Pria yang selalu diam di belakangnya. Pria yang tidak banyak bicara, tapi selalu ada saat ia butuh. Namun jarak kasta mereka dulu sangatlah jauh.

Daren hanya prajurit tingkat rendah yang ditugaskan untuk menjaga putri kesayangan seorang Taipan. Sedangkan Pitaloka adalah Tuan Putri calon pewaris seluruh kekayaan Tirtagrup.

“Jangan lari terlalu jauh, Nona.”

“Hati-hati.”

“Di belakang saya saja.”

Kalimat-kalimat sederhana itu, entah sejak kapan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam.

Dan hari ini cinta itu bukan sesuatu yang tahu dan Pitaloka benar-benar akan menjadi istri Daren.

"Nona," panggil sebuah suara dengan isakan. Pitaloka sangat kenal suara itu. Suara pengasuh yang sudah merawat dia sejak bayi.

"Bibi," jawab Pitaloka dengan segera memeluk Bi Sekar. Dua wanita beda generasi itu berpelukan sangat erat. "Mereka membawa Ayah, Bi. Mereka memperlakukan Ayah seperti seorang kriminal," ucap Pitaloka mengadukan peristiwa hari ini pada Bi Sekar, sedangkan tangan tua Bi Sekar dengan cekatan menghapus setiap air mata Pitaloka yang menetes.

"Kita harus segera menghubungi Paman Reno supaya Ayah bisa segera dibebaskan,Bi" lanjut Pitaloka lagi, namun Bi Sekar justru menggeleng.

"Tidak, Nona. Kita sudah tidak bisa lagi meminta bantuan Tuan Reno," ungkap Bi Sekar dengan menangis. "Tuan Reno telah bergabung dengan lawan politik Tuan Besar," jelas Bi Sekar kemudian.

Pitaloka membeku, kini dia faham apa arti ucapan ayahnya, untuk tidak percaya pada siapapun kecuali Daren. Lihatlah sekarang, pengacara yang begitu dipercaya ayahnya justru ikut menyerang.

Tidak ada yang bisa dimintai tolong, semua berkhianat.

"Segala asset dan harta Tuan besar telah disita, termasuk rumah dan seluruh villa. Jadi kita sudah tidak punya tempat tinggal Nona."

Gelap. Pitaloka merasa dunianya benar-benar berakhir. Bukan hanya ayahnya yang ditangkap tapi seluruh harta bendanya telah disita tak bersisa.

"Lalu kita harus kemana, Bi?" tanya Pitaloka dengan keputus-asaan.

"Entahlah, Nona, saya juga bingung. Semua pelayan dan pekerja di rumah sudah dipulangkan tanpa pesangon. Tapi saya akan tetap berada disamping Nona, kemanapun Nona pergi saya akan ikut."

Ini adalah kesetiaan. Bi Sekar ingin menunjukkan bahwa dedikasinya pada keluarga Tirta tidak memandang uang. Disaat terpuruk pun dia akan tetap disamping Pitaloka.

Senyum Pitaloka merekah, dia terharu karena disaat seperti ini masih ada orang yang dengan tulus menyayanginya.

"Bibi, sekarang aku memang sudah tidak punya rumah. Tapi kita bisa tinggal di rumah suamiku, aku yakin dia pasti akan mengizinkan kita tinggal dirumahnya."

"Suami?" tanya Bi Sekar ragu. Setahu Bi Sekar, Pitaloka bahkan tidak punya pacar.

"Bibi masih ingat dengan Kak Daren?" bisik Pitaloka.

Bi Sekar mengangguk kecil.

Bagaimana Bi Sekar tidak ingat, lelaki itu adalah lelaki yang hampir setiap malam diceritakan Pitaloka sebelum tidur.

"Dia sekarang suamiku," ucap Pitaloka malu-malu. Tapi sukses membuat Bi Sekar terperanjat.

"Nona kalian bukannya tidak pernah bertemu lagi-"

“Itu dia,” bisiknya pelan, saat mendengar pintu terketuk. Ttanpa sadar jemarinya meremas ujung bajunya sendiri.

Pintu terbuka.

Seorang pria masuk lebih dulu—berpakaian rapi, berdiri tegap. Tatapannya menyapu ruangan dengan cepat sebelum akhirnya memberi jalan. Dan di belakangnya Danendra Laksamana muncul.

Seragam militernya masih melekat sempurna di tubuhnya. Bahunya tegap, wajahnya tenang tapi entah kenapa terasa jauh lebih sulit didekati.

Berbeda. Sangat berbeda.

“Kak Daren!” Pitaloka spontan melangkah maju hendak memeluk.

Tanpa ragu. Tanpa pikir panjang. Seperti dulu.

Ia hampir berlari kecil menghampirinya, senyum langsung terbit di wajahnya, senyum yang selama ini selalu ia simpan hanya untuk pria itu.

“Akhirnya kamu datang,” ucapnya, nada suaranya lembut, sedikit manja. “Aku—”

Langkahnya terhenti. Karena Danendra memberi isyarat agar dia tetap berada di tempat.

Pitaloka mengangguk mengerti. Memang tidak seharusnya dia bersikap agresif. Meski sekarang mereka suami istri, namun bagaimana pun mereka sudah empat tahun tidak bertemu. Pitaloka yakin Daren masih canggung.

"Kak Daren?” panggilnya lagi, kali ini lebih pelan.

Danendra mengalihkan pandangannya sejenak, lalu kembali menatapnya.

“Pitaloka.”

Cara ia menyebut namanya terasa berbeda.

Bukan lagi nada lembut yang dulu sering ia dengar saat pria itu memperingatkannya untuk berhati-hati.

Ini lebih formal. Lebih dingin, seperti pada orang asing.

Pitaloka mencoba tertawa kecil, menutupi kegelisahannya. “Kamu masih sama ya, tetap serius begitu.” Ia melangkah satu langkah lagi, mencoba mendekat.

“Aku kira kamu bakal—”

“Jaga jarak.”

Kalimat itu memotongnya. Datar. Tegas. Seolah Daren menolaknya dengan keras.

Pitaloka membeku.

Tangannya yang sempat terangkat perlahan turun kembali.

Ruangan itu tiba-tiba terasa dingin.

Bi Sekar yang berdiri di sampingnya ikut terdiam, bingung melihat perubahan suasana yang begitu cepat.

Pria yang tadi membuka pintu akhirnya angkat bicara, suaranya rendah namun penuh hormat.

“Komandan, area sudah aman.”

Pitaloka menoleh.

“Komandan?” ulangnya lirih.

Ia kembali menatap Danendra. Keningnya sedikit berkerut.

Danendra tidak menjawab. Tidak juga memberi penjelasan. Seolah itu bukan hal yang perlu dijelaskan.

“Maaf, Nona,” pria itu kembali bicara, kali ini menatap Pitaloka dengan sopan, “Komandan Laksamana baru saja kembali dari operasi. Jadwal beliau cukup padat.”

Setiap kata terasa asing di telinga Pitaloka.

Komandan.

Laksamana.

Jadwal.

Operasi.

Semua terdengar jauh dari pria yang dulu ia kenal.

“Dia… bukan prajurit biasa lagi?” tanya Pitaloka pelan, hampir pada dirinya sendiri.

Pria itu sedikit ragu, lalu menjawab, “Beliau adalah komandan pasukan khusus, Nona.”

Hening.

Pitaloka menatap Danendra, lama.

Seolah mengerti alasan perubahan sikap Danendra.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cintai Aku Komandan   Bab 6

    “Wali kota ikut bermain.”Shandy menjatuhkan flashdisk tepat di kakinya lalu mendorong pelan ke arah Pramana.Saat ini semua gerak geriknya diawasi jadi sebisa mungkin dia tidak ingin mengundang kecurigaan.“Dia bukan dalang utama, tapi dia terlibat," jelas Shandy lagi.Pramana langsung mengamankan flashdisk itu. Flashdisk yang berisi bukti-bukti yang bisa menyelamatkan Shandy dari semua tuduhan. foto-foto pertemuan rahasia dan salinan transaksi yang tercetak di sana rasanya cukup untuk membebaskan Shandy.“Berarti mereka memang sengaja menjatuhkan kamu?" tanya Pramana dengan tangan mengepal.“Bukan cuma menjatuhkan.” Ia menyandarkan tubuh pelan ke kursi besi ruang tahanan itu. “Mereka mau memastikan aku nggak bisa bangkit lagi.”Pramana masih mendengarkan Shandy dengan rahang mengeras. Baginya, menjatuhkan Shandy sama saja menjatuhkan dirinya. Dan sahabatnya sama sekali tidak pantas mendapatkan perlakuan buruk tersebut.“Aku udah bilang dari dulu,” gumamnya pelan. “Kalau kamu ingin m

  • Cintai Aku Komandan   Bab 5

    1Markas Komando Pasukan Khusus terlihat lebih ramai dari biasanya saat sebuah truk katering memasuki gerbang utama.Bukan hanya satu, ada lima sampai enam truk dengan berbagai macam makanan yang datang.Beberapa prajurit yang baru selesai latihan langsung saling melirik. Tampak sekali kalau mereka sangat senang dengan kedatangan truk-truk itu."Makan-makan besar lagi kita," seloroh seorang prajurit yang sedang membersihkan sepatunya. Dia seperti sudah tahu siapa pengiri truk berisi makanan tersebut."Tapi tidak akan menimbulkan perang kan setelah dia tahu Komandan menikah?" sahut prajurit yang lain dan langsung mendapat pelototan dari teman-temannya.Pernikahan Danendra adalah sebuah rahasia umum, semua orang sudah tahu. Tapi bukan berarti boleh dibicarakan secara terbuka."Oke, aku menutup mulut," jawab prajurit tersebut, membuat gerakan mengunci mulut dan membuang kuncinya jauh-jauh.Tak lama kemudian, seorang wanita turun dari mobil sport keluaran terbaru, yang mengikuti truk terse

  • Cintai Aku Komandan   Bab 4

    ***“Ayah terlalu baik sama dia,” ucap Tiara pelan. Gadis yang masih menggunakan seragam sekolah tingkat atas itu duduk gusar di samping Anggita.Kedatangan Pitaloka membuatnya marah. Karena wanita yang dia anggap asing itu langsung merebut perhatian ayahnya.Anggita masih terlihat kesal. Tatapannya sesekali mengarah ke ruang makan, tempat suara Pramana terdengar sibuk memberi arahan pada para pekerja di rumah bagaimana cara melayani Pitaloka. Sudah seperti Tuan Putri saja.“Lihat saja nanti,” ujar Anggita lirih. “Akan kubuat dia seperti tinggal di neraka!"Rasa benci Anggita semakin menjadi-jadi, apalagi ditambah dengan suaminya yang terkesan sangat memanjakan Pitaloka. Suaminya dingin sekali padanya, tapi pada Pitaloka sangat mengayomi.Tiara mendengus kecil. “Tapi Kak Danen kenapa nggak nolak aja permintaan konyol menikahi Pitaloka itu!" ucap Tiara dengan tatapan sinis. "Komandan pasukan khusus kok ngga tegas!"Sama seperti sang ibu, adik kandung Darendra itu terlihat sangat membe

  • Cintai Aku Komandan   Bab 3

    "Hebat ya, Komandan pasukan khusus tapi istrinya anak koruptor!"Pitaloka baru saja menginjakkan kaki di depan pintu rumah Danendra, tapi sambutan yang ia terima berhasil membuat darahnya mendidih. Terlebih yang mengatakan itu adalah Anggita, Ibu Danendra sendiri."Maksud Mama apa berkata seperti itu?" tanya Pitaloka dengan nada tinggi. Dia paling benci jika ada yang menjelekkan ayahnya. Apalagi itu bukan hal yang benar.Ayahnya bukan koruptor, Ayahnya hanya dijebak."Mama?" tanya Anggita dengan nada mengejek. "Sejak kapan saya jadi Mama mu? Tidak sudi!" lanjutnya lagi.Anggita benar-benar menunjukkan ketidaksukaan. Dia sangat jijik berdekatan dengan Pitaloka dan tidak sudi lagi dipanggil Mama.Pitaloka tertawa sumbang. Namun begitu, sudut matanya mulai berarir."Anda sendiri yang dulu meminta untuk saya panggil Mama!" terang Pitaloka dengan gigi bergemelatuk, berusaha keras menahan emosi yang siap meledak.Pitaloka tentu tidak akan pernah lupa bagaimana Anggita memohon-mohon untuk di

  • Cintai Aku Komandan   bab 2

    Sejak dulu, Pitaloka menyukai pria itu. Pria yang selalu diam di belakangnya. Pria yang tidak banyak bicara, tapi selalu ada saat ia butuh. Namun jarak kasta mereka dulu sangatlah jauh.Daren hanya prajurit tingkat rendah yang ditugaskan untuk menjaga putri kesayangan seorang Taipan. Sedangkan Pitaloka adalah Tuan Putri calon pewaris seluruh kekayaan Tirtagrup.“Jangan lari terlalu jauh, Nona.”“Hati-hati.”“Di belakang saya saja.”Kalimat-kalimat sederhana itu, entah sejak kapan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam.Dan hari ini cinta itu bukan sesuatu yang tahu dan Pitaloka benar-benar akan menjadi istri Daren."Nona," panggil sebuah suara dengan isakan. Pitaloka sangat kenal suara itu. Suara pengasuh yang sudah merawat dia sejak bayi."Bibi," jawab Pitaloka dengan segera memeluk Bi Sekar. Dua wanita beda generasi itu berpelukan sangat erat. "Mereka membawa Ayah, Bi. Mereka memperlakukan Ayah seperti seorang kriminal," ucap Pitaloka mengadukan peristiwa hari ini pada Bi Sekar, s

  • Cintai Aku Komandan   Bab 1

    “Ayah… kenapa mereka memborgol Ayah?”Suara Pitaloka Prameswari bergetar. Ia berdiri beberapa langkah dari ayahnya yang ditahan, mencoba memahami kenyataan yang terasa terlalu tiba-tiba.Ayahnya adalah seorang konglomerat kenamaan yang pengaruhnya sangat besar. Jangankan aparat penegak hukum, rezim pemerintahpun tidak akan berani menyentuh. Tapi lihatlah apa yang sekarang dilakukan orang-orang berseragam itu pada ayahnya. Sangat kasar dan tidak manusiawi.“Silakan menyingkir, Nona. Ini proses hukum.”“Proses hukum apa sampai harus seperti ini?” Pitaloka merangsek maju. “Ayah saya tidak pernah—”“Pitaloka.”Satu panggilan itu menghentikannya.Shandi, ayahnya, menatap Pitaloka dalam-dalam. Ada sesuatu yang berbeda di sana. Bukan marah. Bukan takut, melainkan waktu yang habis.“Dengar Ayah baik-baik.”Pitaloka mendekat, napasnya tak beraturan. “Ayah, kita bisa selesaikan ini. Aku akan panggil seluruh pengacara, kita—”“Tidak ada waktu.”Pegangan tangan ayahnya menguat.“Menikahlah dengan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status