
Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris
Rania tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan jungkir balik dalam semalam.
Ayah yang selama ini menjadi satu-satunya sandaran hidupnya meninggal mendadak karena serangan jantung, meninggalkan tumpukan hutang, adik yang harus ia lindungi, dan rentenir yang terus menguntit mereka. Dunia Rania yang sederhana kini runtuh, dan ia terpaksa bertarung sendirian untuk bertahan hidup.
Bara Maheswara, salah satu pewaris kerajaan bisnis raksasa, terjebak dalam skandal yang hampir menghancurkan segalanya. Karier, warisan, dan reputasi keluarganya. Di bawah tekanan waktu dan ancaman kehilangan segalanya, dia hanya punya satu pilihan, menikah.
Di tengah keputusasaan, sebuah kecelakaan kecil mempertemukan mereka. Pertemuan itu aneh, canggung, dan berakhir dengan debat panas. Namun tanpa diduga, itulah awal dari perubahan terbesar dalam hidup Rania. Sebuah pernikahan kontrak selama tiga tahun menjadi jalan keluar bagi keduanya. Dengan beberapa aturan. Tidak ada cinta, tidak ada sentuhan, dan tidak ada harapan.
Namun, di balik batasan-batasan itu, perlahan tumbuh rasa yang tak bisa mereka tolak. Saat kontrak mendekati akhir, mereka dihadapkan pada pilihan: melanjutkan jalan masing-masing seperti perjanjian awal, atau melanggar semua aturan demi perasaan yang tak bisa mereka sangkal.
Sebuah kisah tentang pernikahan pura-pura, rahasia kelam, luka masa lalu, dan cinta yang tumbuh bukan karena janji... tapi karena keberanian untuk memilih.
Baca
Chapter: 81. Aku Hamil"Baraaaa!!!" Tiba-tiba sunyi. Tak ada benturan atau suara mencekik itu lagi. Bara dan Becca sama-sama terdiam dalam kondisi shock. Nafas mereka memburu. Jantung mereka berdetak kencang. Perlahan mereka saling pandang, antara bingung dan lega karena mereka masih diberi kesempatan untuk hidup. Truk itu tetap melaju melewati mereka, seakan tak peduli dengan mobil mereka yang hampir saja tertabrak. Untungnya tadi Bara dengan cepat langsung membanting setir dan membuat mobil itu berputar, sehingga kecelakaan itu tak pernah terjadi. "Kamu... tak apa-apa?" tanya Bara pada Becca. Pertanyaan pertama yang ia lontarkan sejak ia dan Becca menikah. Becca mengangguk pelan. Ia masih berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup tak karuan. Tapi melihat wajah Bara yang penuh kekhawatiran, ketakutannya langsung sirna. Ia sadar jika Bara masih menyimpan empati padanya. Walaupun pria itu bersikap dingin, tapi Becca bisa melihat jika Bara masih takut terjadi apa-apa padanya. Bara menginjak ped
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: 80. Hasil USG BeccaKeesokan paginya Becca bangun dengan perasaan cemas. Walaupun dia sudah menuruti keinginan Rafael semalam, tapi tetap saja dia tak bisa begitu mudah percaya pada pria itu. Bara akan menagih janjinya untuk memeriksakan kandungan. Dan jika Rafael mengacaukan semua rencananya, dia bisa mati ditangan Bara.Becca memoles wajahnya agar tampak segar, dan menutupi wajah pucatnya yang ketakutan. Ia juga memakai gaun yang cantik dan seksi untuk menarik perhatian Bara. Bagaimanapun, tujuan utamanya adalah mendapatkan kembali hati Bara dan membuat Bara benar-benar menghamilinya. Setelah beberapa kali berputar di depan cermin, Becca pun akhirnya bisa menemui Bara dengan rasa percaya diri.Bara duduk di ruang tamu. Ia tak menoleh ataupun melirik ke arah Becca yang keluar dari kamar."Mau sarapan dulu?" tanya Becca berbasa-basi.Bara menatap arlojinya sekilas sebelum beranjak, "Aku tak punya banyak waktu. Banyak pekerjaanku yang terbengkalai beberapa hari ini."Becca manyun. Bahkan usahanya untuk me
Terakhir Diperbarui: 2026-07-26
Chapter: 79. Lemari yang Bergoyangsebulan bulan kemudian ia dan adiknya sedang melihat kebutuhan bayi saat mereka tak sengaja bertemu tama. tama terkejut, tapi rania mengancam tama agar tutup mulut. sementara itu, becca shock mengetahui dirinya benar2 hamil. dan itu adalah anak sang dokter, bukan anak bara "Gila! Jangan ngawur!" umpat Becca sambil mendorong Rafael menjauh. Tapi bukannya takut, Rafael malah terkekeh senang melihatnya. "Ayolah Bec, kamu membutuhkannya kan? Atau... kamu yakin Bara sendiri yang akan menghamilimu? Kau tahu kau harus benar-benar hamil agar kau merasa aman." Becca tertegun. Benar juga. Dia tak mungkin memalsukan kehamilan selamanya. Cepat atau lambat Bara akan mencurigainya. Jadi sekarang dia hanya punya dua pilihan. Benar-benar hamil, atau... "Ada satu pilihan lain agar aku bisa aman," kata Becca sambil mengangkat dagunya. Sekarang, didepan Rafael yang licik, ia harus terlihat tenang dan kuat agar pria mesum ini tak bersikap seenaknya. "Apa itu?" "Keguguran," jawab Becca dengan n
Terakhir Diperbarui: 2026-07-21
Chapter: 78. Kebohongan LainBara masuk ke dalam apartemennya dengan wajah datar. Ia melempar jasnya ke atas sofa sebelum duduk dan mulai memejamkan mata. Becca berjalan dengan tergopoh-gopoh dengan tangan yang penuh dengan tas dan koper. Ia langsung cemberut dan membanting semuanya saat melihat Bara malah duduk dan tak mempedulikannya."Sayang! Bantuin aku bisa gak sih?" protesnya.Bara tak bergeming."Sayang!" rengek Becca. Ia menghampiri Bara dan duduk di samping pria itu. Wajahnya masih ditekuk karena kesal."Kamu kenapa sih? Ini kan hari pertama kita kembali ke apartemen kamu. Akhirnya kita bisa tinggal bareng lagi kayak dulu. Seharusnya kamu bahagia dong!""Bahagia?" ulang Bara tak percaya. Ia tertawa mengejek dan menggelengkan kepalanya, "Menurutmu aku masih bisa bahagia setelah semua drama yang kau buat?""Drama yang kubuat? Drama yang mana ya? Apa maksudmu drama kehamilan ini?" tanya Becca tak terima sambil memegang perutnya yang rata.Bara melirik ke arah perut Becca lalu menghela nafas. Sadar jika sekar
Terakhir Diperbarui: 2026-07-19
Chapter: 77. Menikah Atau Rania celakaPesta pernikahan Bara dan Becca sudah hampir dimulai. Musik romantis mengalun dengan lembut, makanan lezat sudah disajikan, dan para tamu sudah berdatangan. Namun di balik ballroom hotel berbintang itu, ada kericuhan di salah satu kamar. Tepatnya kamar Bara. Bara hanya diam, tak mau keluar dari sana dan mengikuti acara. Padahal, justru dialah bintangnya karena dia adalah mempelai pria. Akhirnya Tama serta ayah dan nenek Bara mulai membujuk pria itu. Situasi makin memanas karena sudah hampir setengah jam Bara tak kunjung bersedia, sementara Becca membuatnya semakin runyam dengan tantrum dan menangis penuh drama. "Ayolah, kita sudah sampai disini. Jangan menunda lagi," bujuk Tama. Bara menggeleng, "Ini tak semudah itu Tam. Aku butuh keberanian untuk berdiri di depan sana dan tersenyum sepanjang hari." "Keberanian? Kamu itu Bara Maheswara!" sahut sang ayah geram. "Mengapa kamu baru membutuhkan keberanian itu sekarang? Apa keberanianmu tertinggal di atas ranjangnya!?" tambah Nen
Terakhir Diperbarui: 2026-07-16
Chapter: 76. Terlambat SudahSuasana rumah Maheswara pagi itu ramai. Semua orang sibuk mempersiapkan pernikahan privat namun tetap elegan antara Bara dan Becca. Rencananya pernikahan itu akan dilaksanakan di salah satu ballroom hotel bintang 5, dan dihadiri tak lebih dari 50 orang yang terdiri dari kerabat dan rekan kerja penting. Bara berdiri membeku di kamarnya, menatap ke jendela dimana terlihat mobil keluarganya sudah siap terparkir di bawah sana. Ia menghela nafas. Berharap ada sedikit celah untuknya kabur dan menghilang hari ini, sebelum pernikahan itu terjadi. Bagaimanapun ia berusaha, ia takkan bisa ikhlas begitu saja melepas Rania. Rania... dimana kamu? Kumohon tunggu aku sedikit lagi... batin Bara. Tiba-tiba pintu diketuk dan Tama masuk. Sahabat Bara itu tersenyum pahit melihat temannya memakai jas pengantin dengan wajah muram. Tama berdiri di belakang Bara, menatap Bara dengan tatapan prihatin. "Ini mungkin berat, tapi kamu harus melakukannya..." kata Tama mengingatkan. "Tak adakah har
Terakhir Diperbarui: 2026-07-13
Chapter: 31. Tamu AsingSiang itu rumah kediaman Noah terasa sunyi namun tidak benar-benar tenang.Rose duduk di ruang santai dekat jendela besar dengan sebuah buku terbuka di pangkuannya. Ia membaca tanpa benar-benar menyerap kata demi kata. Pikirannya melayang, terjebak di antara ingatan tentang Ethan, artikel anonim itu, pertengkaran tadi pagi, dan rasa hampa yang tak kunjung pergi.Dari kejauhan, terdengar suara pelayan berlalu-lalang di dapur. Bunyi peralatan makan beradu lembut, aroma sup yang baru dimasak menyebar tipis di udara. Semuanya tampak normal untuk kehidupan yang sedang runtuh pelan-pelan.Sementara di luar rumah, Cliff berdiri tegak seperti patung. Tubuh besarnya, jas hitam, dan tatapan waspada membuatnya lebih mirip penjaga penjara daripada pengawal. Sejak kejadian semalam, kehadirannya menjadi pengingat bisu bahwa Rose tidak lagi hidup dengan bebas.Rose membalik halaman buku, ketika pintu depan terbuka.Rose menoleh, sedikit terkejut. Tidak ada tamu yang biasanya datang tanpa pemberitahu
Terakhir Diperbarui: 2025-12-24
Chapter: 30. Aku Takkan MenceraikanmuPagi itu, ruang makan terasa terlalu besar untuk diisi oleh dua orang yang saling membenci dalam diam.Rose duduk di kursi makan, menatap piring di hadapannya tanpa selera. Roti panggang yang masih hangat mengeluarkan uap tipis, aroma kopi memenuhi udara, namun semua itu terasa hambar baginya.Noah masuk beberapa menit kemudian. Ia rapi, dingin, dan sepenuhnya terkendali. Seolah kejadian semalam hanyalah gangguan kecil yang tak layak diingat. Ia duduk di seberang Rose, membuka koran digital di tabletnya, lalu menuang kopi dengan gerakan tenang.Tak ada sapaan. Tak ada tatapan.Rose menahan napas. Setiap detik berlalu seperti tarikan pisau yang lambat. Ia tahu, jika ia diam saja, semuanya akan kembali seperti biasa. Penuh pengekangan, pengabaian, dan ketakutan yang dibungkus kemewahan. Ia tidak mau lagi hidup seperti itu.“Noah,” ucap Rose akhirnya. Suaranya serak, tapi ada sesuatu yang baru di sana. Sebuah ketegasan yang selama ini terkubur.Noah tidak menoleh. Bahkan bersikap seolah
Terakhir Diperbarui: 2025-12-24
Chapter: 29. Siapa Penulis Berita Itu?"Aaarrgghh!!!" teriak Rose kesal sambil membuang bantal sofa ke lantai.Ia duduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ingin menangis, berteriak, namun semua itu terasa sia-sia. Apapun yang ia lakukan, Noah takkan menarik keputusannya. Mulai besok dia akan diikuti oleh bodyguard yang membuatnya merasa seperti seorang tahanan.Ini gara-gara berita itu. Batin Rose. Ia sadar jika seseorang sudah menciduknya saat bersama Ethan dan menyebarkan gosip di media.Rose segera mengambil ponselnya dan mencari artikel yang dibaca oleh Noah. Tak butuh waktu lama hingga ia menemukan apa yang ia cari.Ini dia, Seorang Ikon Fashion, Istri CEO Terkenal Grup Ferdinand, Diduga Sedang Dekat dengan Fotografer Misterius?Rose membaca artikel itu dengan lengkap. Tidak ada tanggal dan tempat kejadian. Namanya pun tak disebutkan. Tapi siapapun tahu, istri CEO grup Ferdinand yang juga seorang model adalah dirinya. Olivia Rose.Dan yang menarik adalah... Siapa orang yang menyebarkan gosip itu? Dimana mereka
Terakhir Diperbarui: 2025-12-24
Chapter: 28. Penjara BerjalanMakan malam itu berlangsung dalam sunyi yang menyesakkan.Meja panjang dengan hidangan mewah terasa seperti panggung sandiwara yang gagal. Rose duduk di satu sisi, punggungnya tegak namun bahunya tegang. Noah duduk di seberang, memotong makanannya dengan gerakan mekanis, tatapannya sesekali melayang. Bukan pada Rose, melainkan ke layar ponsel yang sejak tadi tak lepas dari genggamannya.Rose mencoba fokus pada piringnya. Ia tahu, sejak kepulangan Noah, udara di rumah itu berubah. Lebih berat dan dingin.Lalu ponsel Noah bergetar.Sekali. Dan sekali lagi.Noah berhenti makan. Rahangnya mengeras. Ia membaca sesuatu di layar, dan dalam hitungan detik, wajahnya berubah. Bukan terkejut. Bukan sedih. Melainkan Marah.Noah berdiri mendadak, kursinya bergeser kasar hingga menimbulkan bunyi memekakkan. Rose terlonjak kecil.“Ada apa?” tanya Rose, refleks.Noah tidak menjawab. Ia melempar ponselnya ke atas meja dalam keadaan layarnya menyala, menampilkan sebuah artikel singkat dari akun anonim.
Terakhir Diperbarui: 2025-12-19
Chapter: 27. Rahasia Yang TerciumPagi itu, saat Rose terbangun di studio Ethan, ia masih merasakan hangatnya kebahagiaan yang belum sempat benar-benar mengendap. Ia bernapas pelan, mengharapkan Ethan masih ada di dekatnya. Namun yang ia temui hanya ranjang kosong di sampingnya, walaupun jejak Ethan masih terasa hangat disana. Mungkin Ethan sedang merapikan peralatan kamera, atau mungkin sedang membuatkan kopi dan sarapan. Tapi ruangan itu terasa terlalu sunyi, nyaris hampa.Rose bangun perlahan, meraih bajunya yang berserakan di lantai dan mulai berpakaian. Saat hendak mengambil tasnya, matanya menangkap sesuatu di bawah meja.Sebuah foto.Ia berlutut, meraihnya dengan hati-hati. Satu detik kemudian, pandangannya membeku.Itu foto dua orang pria. Satu asing bagi Rose, tapi pria lainnya sangat ia kenal.Noah.Lebih muda, dengan senyum yang hanya ia lihat dalam foto-foto lama. Pose tegap, latar tempat yang asing, tapi tatapan itu tidak salah lagi. Rose menggenggam foto itu lebih erat, dadanya mengencang.Bagaimana mung
Terakhir Diperbarui: 2025-12-12
Chapter: 26. Kebohongan EthanEthan menggulingkan tubuhnya, hingga sepenuhnya berada di atas Rose. Bibirnya terus melumat bibir Rose tanpa henti, tangannya bergerak ke tangan Rose. Menggenggamnya erat sebelum mengangkatnya ke atas.Rose terlentang dalam posisi tangan terangkat. Ia mendesah sambil memejamkan mata saat bibir Ethan bergerak turun ke leher dan dadanya.Dalam pose itu, ia tampak semakin sensual dan menggairahkan. Dadanya membulat sempurna. Ethan menelangkupnya dengan kedua tangan, lalu menghisapnya bergantian."Ssshhh... Ethan..." Rose mendesahkan nama itu dengan segenap perasaannya. Ethan terus bergerak, menciumi setiap inchi tubuh Rose. Tangannya mengikuti gerakan bibirnya, hingga akhirnya ia menyentuh titik sensitif Rose di bawah sana.Ethan membelai lembah basah itu dengan lembut. Menyentuhnya seakan itu adalah barang yang sangat berharga. Rose menggelinjang. Ia menggeliat saat jari Ethan masuk dan menyentuhnya semakin dalam."Ethan... Aaaarrgghh..."Ethan tersenyum melihat Rose menyebut namanya un
Terakhir Diperbarui: 2025-12-11