author-banner
Langit Parama
Langit Parama
Author

Novels by Langit Parama

Candu Dekapan Kakak Ipar

Candu Dekapan Kakak Ipar

Menjadi menantu termuda di keluarga konglomerat bukanlah suatu kebahagiaan, melainkan penjara. Djiwa diperlakukan layaknya pembantu oleh ibu mertuanya, dituntut sempurna, sementara suaminya hanya diam tak pernah membela. Di rumah besar itu, semua mata mengawasinya. Namun justru tatapan Radja—kakak ipar tertua yang dingin sekaligus dominan dan berwibawa, mampu membuat Djiwa tak bisa tenang. Lelaki itu hadir di antara keputusasaan Djiwa tinggal di rumah besar itu, menyalakan api hasrat yang seharusnya tak pernah ada. Semua ini salah. Cinta itu terlarang. Itu semua dosa. Tapi ketika Radja menyentuhnya, Djiwa tahu dirinya telah terjerat dalam dosa paling manis dan tak ada jalan untuk kembali.
Read
Chapter: BAB 650
Ruangan private restoran itu terasa hangat dan elegan. Lampu gantung kristal memancarkan cahaya keemasan yang lembut, memantul di permukaan meja panjang yang dipenuhi berbagai hidangan. Di balik jendela kaca besar, pemandangan kota malam Belanda tampak begitu indah dengan kanal-kanal yang memantulkan cahaya lampu di sepanjang jalan. Ratu duduk di antara kedua kakaknya dengan mata berbinar-binar. “Wah ... banyak banget makanannya,” ucapnya kagum. Ia mengenakan gaun putih, sama seperti sang ibu—namun miliknya jauh lebih sopan khusus anak seusianya. Naren mengangguk cepat. “Ini makan malam paling keren yang pernah aku datengin.” Regan yang duduk lebih tenang hanya tersenyum kecil. “Padahal baru lihat mejanya aja.” “Kan emang keren,” bela Naren. Djiwa tertawa pelan melihat tingkah kedua putranya. Sementara itu Radja duduk di ujung meja, memperhatikan keluarganya satu per satu. Sudah lama sekali rasanya ia tidak melihat mereka tertawa sebebas ini. Tidak ada rumah sakit,
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: BAB 649
Pagi itu suasana vila yang mereka tempati sudah ramai sejak matahari bahkan belum sepenuhnya tinggi. “Mommy, ayo cepat!” seru Naren dari ruang tengah. Bocah itu sudah mengenakan mantel tebal berwarna navy, lengkap dengan syal yang melilit di lehernya. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku mantel, meniru gaya orang dewasa yang sering ia lihat di sekitarnya. “Aku udah siap dari tadi,” lanjutnya tidak sabar. “Padahal tadi masih nyari kaus kaki,” timpal Regan santai. “Aku cuma lupa taruhnya.” “Lupa atau berantakan?” Naren langsung mendecih. Regan hanya terkekeh pelan. Di lantai atas, Djiwa sedang membantu Ratu mengenakan mantel wol berwarna krem yang serasi dengan topi rajut kecil di kepalanya. “Mommy … Ratu cantik, gak?” tanya bocah itu sambil berputar kecil. “Cantik sekali.” “Kayak princess Belanda?” “Lebih cantik dari princess Belanda.” Ratu langsung tersenyum lebar. “Daddy pasti setuju.” Benar saja. Saat mereka turun ke ruang tengah, Radja yang sudah m
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: BAB 648
“HAH?!” seru Naren paling keras. Ratu sampai membulatkan matanya. “Pindah?” Regan ikut menatap ayahnya tak percaya. “Beneran, Dad?” Radja mengangguk tenang. “Kalau kalian mau.” Naren langsung berdiri dari kursinya. “Aku mau!” “Naren, duduk dulu,” tegur Djiwa dengan nada lembut. Bocah itu kembali duduk, tetapi senyum lebarnya tak hilang. “Kalau pindah ke sini berarti aku bisa belajar pesawat setiap hari?” “Belum tentu setiap hari.” “Tapi bisa?” “Bisa.” “AKU MAU!” Regan tertawa kecil melihat adiknya. Sementara Djiwa masih memandang suaminya dengan ekspresi sulit dipercaya. “Mas serius?” “Serius.” “Pekerjaan kamu bagaimana?” “Bisa saya urus.” “Rumah kita?” “Masih ada.” “Keluarga kita?” “Pesawat pribadi kita tidak akan hilang. Kita bisa pulang kalau rindu mereka.” Jawaban santai itu membuat Djiwa kehilangan kata-kata. Radja kemudian meraih gelasnya dan menyesap air minum seolah baru saja mengucapkan sesuatu yang sangat biasa. Padahal bagi Djiw
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: BAB 647
“Daddy, nanti Ratu mau vidio call sama Rara, ya,” ucap Ratu begitu Radja menurunkannya perlahan ke atas kasur. “Vidio call?” Radja mengangkat sebelah alisnya. “Tapi Rara tidak bisa bicara, Nak.” “Gak apa-apa.” Ratu menggeleng cepat. “Biar Ratu aja yang ngomong. Kasihan, dia pasti sedih ditinggal di rumah. Riri diajak jalan-jalan, tapi Rara nggak.” Radja terkekeh pelan mendengar logika putrinya. “Baiklah. Tapi sekarang mandi dulu sama Mommy. Setelah itu makan, baru vidio call sama Rara.” Ratu langsung mengangguk antusias. “Oke!” Lalu tiba-tiba wajahnya berubah serius. “Daddy ....” “Hm?” “Ratu punya rahasia.” Ucap bocah itu serius. Radja menyipitkan mata penuh rasa ingin tahu. “Rahasia?” “Iya.” Sahutnya antusias. “Rahasia apa?” Ratu segera menggeser tubuhnya hingga duduk tegak di atas kasur. “Tapi Daddy gak boleh bilang siapa-siapa.” “Siapa saja?” “Mommy. Mas Regan. Mas Naren.” Radja tersenyum tipis. “Kalau begitu Daddy harus tahu dulu rahasianya. Baru Daddy bi
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: BAB 646
Jet pribadi keluarga Reinard akhirnya mendarat dengan mulus di bandara Belanda. Hanya Radja dan Djiwa yang masih terjaga selama proses pendaratan. Sementara itu, Regan, Naren, dan Ratu tertidur pulas di kursi masing-masing setelah perjalanan panjang. “Mau turun sekarang, Mas?” tanya Djiwa pelan. Radja tersenyum tipis sembari melepaskan sabuk pengamannya. “Memangnya kita mau menginap di pesawat?” balasnya santai. Djiwa terkekeh kecil. “Jadi anak-anak dibangunin?” “Iya. Regan sama Naren saja yang dibangunkan. Ratu biar saya yang gendong.” Djiwa mengangguk pelan, lalu menghampiri kedua putranya. “Regan ... Naren ... bangun, sayang. Kita udah sampai.” Regan membuka mata lebih dulu. Ia mengucek wajahnya pelan sebelum melihat keluar jendela. “Kita udah sampai, Mom?” “Iya, Nak.” Djiwa tersenyum lembut. “Pakai jaket dulu, ya. Di luar dingin.” Naren yang baru terbangun langsung duduk tegak. “Hah? Dingin?” suaranya masih serak. “Salju?” “Bukan begitu,” jawab Djiwa sambil t
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: BAB 645
Malam itu, area bandara khusus tampak jauh lebih tenang dibanding terminal umum. Sebuah jet pribadi berwarna putih dengan lambang keluarga Reinard terparkir megah di landasan, menunggu keberangkatan mereka menuju Belanda. Ketiga anak Radja berdiri mematung di bawah tangga pesawat. Mulut mereka kompak terbuka. "Woooow ...." seru Naren paling keras. Ratu bahkan sampai mendongakkan kepala begitu tinggi hingga hampir kehilangan keseimbangan. "Ini pesawat kita?" tanyanya tidak percaya. Radja yang berdiri di samping putrinya mengangguk tenang. "Iya." "Segede ini?" Ratu membulatkan matanya. "Iya." Radja menjawab singkat. "Ini punya Daddy?" "Iya." "Yeayyyy!" Ratu langsung memeluk kaki ayahnya dengan antusias. Sementara itu Naren berlari kecil mengelilingi area yang masih diizinkan untuk dilewati. "Mas Regan! Ini lebih gede dari yang di TV!" Regan yang biasanya tenang pun tak mampu menyembunyikan kekagumannya. "Iya." "Daddy kaya banget, ya." Naren menatap ayahnya s
Last Updated: 2026-06-25
Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku

Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku

Memiliki suami narsistik yang gemar mabuk dan kerap melakukan KDRT adalah neraka tak berujung bagi Yessa. Ia bertahan bukan untuk dirinya, melainkan demi sang ibu yang sudah memantapkan pilihannya pada Kaveer sebagai menantu. Tekanan semakin mencekik ketika dua keluarga terus menuntutnya hamil, sementara sudah dua tahun berlalu pernikahan, tak ada secuil janin di rahimnya. Di tengah kehampaan itu, hadir Isandro—sahabat Kaveer yang ternyata adalah senior Yessa di rumah sakit. Isandro menyimpan tatapan penuh rahasia—tatapan yang menelanjangi Yessa tanpa sentuhan, membakar darahnya setiap kali mereka berduaan. Yessa mencoba menjaga jarak, namun Isandro tak pernah mundur. Semakin ia menolak, semakin Isandro mendekat—mencuri waktu, perhatian, hingga akhirnya mencuri tubuhnya. Di antara dinginnya pelukan suami, Yessa menemukan panas yang memabukkan di pelukan lelaki lain. Sebuah rahasia yang menjadi candu—dan jika terbongkar, akan menghancurkan segalanya.
Read
Chapter: CHAPTER 400 |
Paris menjadi salah satu negara yang dikunjungi oleh Isandro bersama keluarganya. Dan ini adalah pertama kalinya ketiga anak mereka menjejakkan kaki di luar negeri. Penampilan Arby, Yessy, dan Arbil tampak menggemaskan dengan jaket tebal, topi rajut, serta syal yang melingkar rapi di leher masing-masing. Udara dingin Paris membuat pipi mereka sedikit memerah, kontras dengan wajah polos yang penuh rasa penasaran. “Kenapa kita jalan kaki, Pa?” tanya Yessy sambil mendongak ke arah sang ayah yang menggendong Arbil. “Emang Papa gak punya mobil di sini?” Isandro tersenyum kecil. “Lebih seru jalan kaki, Nak. Biar sehat. Lihat tuh, orang-orang Eropa pada jalan kaki semua.” Yessy menoleh ke sekitar, memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang dengan santai. “Oh iya,” gumamnya pelan. “Sini,” Arby mengulurkan tangannya ke arah sang adik. “Jalan sama kakak, biar kamu gak ilang.” Yessy menatap tangan kakaknya sejenak, lalu menggenggamnya erat dengan jari-jari kecilnya. “Nah, gitu,
Last Updated: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 399 |
“Senyum kalau kamu mau nambah anak,” bisik Yessa pelan, tepat di telinga sang suami. Isandro bukan tersenyum—ia justru tertawa lepas, bahunya sedikit bergetar. “Mas?” Yessa membulatkan matanya sambil ikut tertawa kecil. “Aku bilang senyum, bukan ketawa. Kamu gak mau nambah anak, ya?” Isandro menyipitkan mata, menatap istrinya penuh arti. “Emangnya kamu mau?” Yessa menyengir lebar, senyum kuda khasnya muncul. “Enggak, sih. Cukup tiga aja, ya?” “Tiga?” Isandro mengangkat sebelah alis. Tangannya refleks menarik pinggang ramping Yessa, membuat wanita itu duduk di pangkuannya. “Berarti kurang satu lagi. Arby kan anak aku dari istri sebelumnya.” “Tapi Arby itu anak aku juga,” balas Yessa tanpa ragu. Tatapannya lembut, dalam. “Aku udah anggap dia kayak anak kandung sendiri, Mas. Tiga anak cukup.” Isandro terdiam sejenak, lalu mengangguk singkat. “Oke. Terserah kamu, sayang. Kamu yang punya tubuh, aku gak akan maksa. Tiga anak udah cukup. Yang penting, kita kasih mereka kasih sa
Last Updated: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 398 |
“Jalan, Nak. Kan kamu udah bisa jalan,” ucap Isandro sambil berjongkok, menepuk pelan karpet di depannya. Arbil yang semula merangkak berhenti sejenak. Ia menatap sang ayah ragu-ragu, lalu kembali menumpukan kedua telapak tangannya ke karpet, memilih merangkak pelan. Yessa tersenyum kecil melihatnya. “Dia takut jatuh, Mas. Keseimbangannya belum stabil.” Isandro terkekeh pelan. “Penakut kayak Mamanya,” godanya ringan. Yessa melirik tajam, tapi sudut bibirnya justru terangkat. Ia kemudian menatap sang suami lebih lama, rautnya melunak. “Nanti sore ikut aku, gak?” Isandro langsung menoleh penuh perhatian. “Ke mana?” “Kamu gak ke rumah sakit hari ini?” alis Yessa terangkat. “Bisa aku atur. Ke mana dulu?” balas Isandro cepat. “Kalau memang sore kita pergi, sekarang aku berangkat ke rumah sakit.” “Hari ini Fika keluar dari rumah sakit, Mas. Aku mau jenguk dia. Sekalian ajak anak-anak.” “Fika?” dahi Isandro berkerut sesaat. “Sakit apa?” “Habis lahiran.” “Oh,” Isandro me
Last Updated: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 397 |
“Raka, kamu jangan deket-deket terus,” keluh Yessy, matanya melirik dingin ke arah bocah laki-laki itu. Langkahnya diperlambat agar tetap sejajar dengan Arsy yang menggenggam tangannya erat. “Aku jalan biasa, gak deket-deket, Ci. Aku juga mau pulang,” balas Raka datar, tanpa mempercepat ataupun memperlambat langkahnya. “Ya udah sana,” Yessy mendorong lengan Raka pelan, memberi isyarat agar bocah itu berjalan lebih dulu. “Eci, gak boleh gitu,” tegur Arsy. Ia justru mengulurkan tangan kecilnya ke arah Raka. “Sini, Raka. Jalan di samping aku aja. Kita gandengan tangan bertiga.” Raka sempat terdiam sesaat, lalu tersenyum tipis sebelum menerima uluran tangan Arsy. Ketiganya pun berjalan beriringan, meninggalkan kelas menuju luar gedung sekolah, siap bertemu orang tua masing-masing yang masih tertib dalam menunggu. Di luar, Isandro dan Yessa masih setia menunggu sambil menemani Arbil. Bayi itu tampak tenang di gendongan, matanya sesekali bergerak ke sana kemari, sama sekali tak
Last Updated: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 396 |
Halaman Lumina Kids Academy pagi itu dipenuhi suara tawa dan langkah-langkah kecil yang berlarian. Warna-warni tas mungil dan seragam rapi membuat suasana terasa hidup. Yessy berdiri sedikit di belakang Isandro, jemarinya menggenggam ujung baju sang ayah. Matanya bergerak ke sana kemari, mengamati anak-anak lain yang tampak sebaya dengannya. Ada yang berlarian, ada yang saling pamer botol minum, pamer tas, pamer sepatu, ada pula yang sudah duduk manis menunggu guru mereka datang. “Eci masuk, ya, Pa,” ucapnya pelan. Isandro berlutut agar sejajar dengan tinggi sang anak. “Masuk. Papa nunggu di luar. Kamu kan anak hebat.” Yessy mengangguk kecil, lalu berjalan mendekat ke arah seorang guru perempuan yang tersenyum ramah. Di dekat pintu kelas, dua anak perempuan langsung memperhatikannya. “Hai,” sapa salah satu dari mereka, rambutnya dikuncir dua. “Nama kamu siapa?” “Yessy,” jawabnya
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: CHAPTER 395 |
Pukul sebelas malam, Isandro baru saja pulang dari rumah sakit. Hari ini lebih lama dari biasanya, karena ada operasi besar. Namun, siapa sangka ketika dia masuk kamar sudah menemukan istrinya duduk di tepi ranjang, mengenakan piyama satin yang tipis. “Ada apa? Kamu belum tidur nungguin aku, hm?” tanyanya sembari melangkah mendekati sang istri. Ia membungkuk, mensejejarkan tubuhnya dengan wajah Yessa. Cup. Satu kecupan lembut mendarat di kening wanita itu. Ia kemudian menegakkan punggungnya kembali, mengulurkan tangan mengusap rahang kecil Yessa. “Tumben? Mungkin mau ....” “Nggak,” Yessa buru-buru menggeleng sambil menahan senyum. Isandro menghela napas panjang. “Sampe kapan pabriknya tutup, sayang?” “Gak tahu,” balas Yessa asal. “Aku nungguin kamu karena mau cerita soal Eci di sekolah tadi, Mas. Mau denger, gak?” “Tentu mau,” sahut Isandro cepat. “T
Last Updated: 2026-01-29
Dekapan Hangat Tiga Pria

Dekapan Hangat Tiga Pria

"Suaramu saat menyapa penumpang di kabin sangat merdu, Sasqia. Tapi saya lebih penasaran, apakah suara desahanmu akan seindah itu saat kamu berada di bawah kungkunganku malam ini?" Sasqia Adhisty, seorang pramugari cantik yang tidak pernah bisa memilih. Ia terjebak di antara tiga bersaudara. Tubuhnya terikat skandal dengan Kaelix sang CEO maskapai EBA, hatinya luluh pada Tristan sang Pilot, sementara jiwanya terpasung hutang budi pada Jevier sang Dokter. Satu wanita untuk tiga pria berkuasa. Di balik pintu tertutup, mereka adalah predator yang tak mau berbagi mangsa. "Jadi, Sasqia ... ranjang siapa yang akan kamu pilih untuk mendesah malam ini?”
Read
Chapter: BAB 183
“Kita ke mana, Pak?” tanya Zidan saat Kaelix masuk ke kursi belakang mobil. “Butik,” balas Kaelix singkat. Zidan ragu sejenak sebelum menjawab hati-hati, “Nona Sasqia sudah pulang, Pak. Beliau meminta saya antar langsung ke rumah sakit. Pak Mahendra dilarang istrinya untuk dibawa ke apartemen yang sudah Tuan siapkan.” Kaelix memejamkan mata sejenak, rahangnya mengeras. “Jadi Pak Mahendra masih di rumah sakit?” “Saya kurang tahu pasti, Pak. Mungkin sudah dibawa pulang ke rumah mereka.” Kaelix diam beberapa saat, lalu berkata dingin, “Kembali ke perusahaan saja.” “Baik, Pak.” _____ Di rumah sakit, suasana di ruang rawat inap Mahendra kembali memanas. “Mama bener-bener mau Papa pulang ke rumah itu?” suara Sasqia tajam dan penuh amarah. “Rumah yang masih penuh jejak pengkhianatan Mama dengan Mas Raka? Mama mau Papa melihat lagi kamar itu? Kasur itu? Ruangan tempat Mama tidur dengan suami anaknya sendiri?!” Sasqia menatap Soraya dengan mata memerah, napasnya memburu. “Mama mau bi
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: BAB 182
“Tuan Kaelix meminta Anda untuk mencoba set perhiasan ini tanpa melepas gaunnya, Nona,” ucap karyawan butik dengan sopan sambil membawa kotak perhiasan mewah. “Hah?” Sasqia tercengang. Ia baru saja melepaskan gaun sebelumnya dan masih dalam proses berganti. “Harus banget, ya?” Karyawan itu mengangguk. “Permintaan langsung dari Tuan Kaelix.” Sasqia menghela napas panjang, wajahnya memerah. “Baiklah, saya pasang sendiri aja.” “Kalau kesulitan, silakan panggil saya, Nona,” kata karyawan itu sebelum meninggalkan ruang ganti. Sasqia berdiri di depan cermin full body sambil mencoba memasang kalung dan anting yang sangat indah. Ia fokus menunduk, berusaha mengaitkan resleting di punggung gaun yang agak sulit. Karena terlalu konsentrasi ke bawah, ia sama sekali tidak memperhatikan cermin di hadapannya. Tiba-tiba ia merasakan tangan hangat menyentuh punggungnya, perlahan menarik resleting ke atas dengan gerakan terampil. “Terima kasih,” gumam Sasqia pelan, masih menunduk. Tapi tangan
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: BAB 181
“Mas ... gimana ceritanya Sasqia bisa sampai akan menikah dengan Tuan Kaelix?” tanya Soraya sambil merapikan barang-barang milik suaminya yang sudah disusun rapi di atas sofa. Hari itu Mahendra dijadwalkan pulang dari rumah sakit. Kondisinya memang belum sepenuhnya pulih, tetapi sudah cukup stabil untuk menjalani perawatan lanjutan di rumah. Mahendra yang duduk bersandar di atas brankar menghela napas panjang. “Aku juga tidak tahu pasti,” jawabnya pelan. “Semuanya terjadi terlalu cepat.” Soraya menoleh. “Tapi keputusan itu datang dari Sasqia sendiri, kan?” Mahendra mengangguk singkat. “Iya.” Senyum tipis langsung terbit di wajah Soraya. “Kalau begitu bukannya bagus, Mas?” Mahendra mengernyit. “Bagus bagaimana?” Soraya duduk di tepi sofa. “Ya ... menurutku Tuan Kaelix memang lebih cocok untuk Sasqia.” “Apa yang membuat kamu berpikir begitu?” tanya Mahendra. Soraya mengangkat bahu pelan. “Beliau membantu keluarga kita tanpa banyak bicara. Waktu Mas sakit, beliau juga yang meny
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: BAB 180
“Saya tunggu di bawah, sekarang,” ucap Kaelix singkat sebelum langsung memutus panggilan. Ia menyandarkan punggungnya ke jok belakang mobil, hendak memejamkan mata sejenak ketika kaca jendela di sampingnya diketuk pelan dari luar. Di balik kaca gelap itu, Sasqia berdiri sambil mencondongkan tubuhnya, wajahnya tampak lelah namun gelisah. Kaelix membuka pintu mobil dengan santai. “Masuk.” Sasqia menghela napas ringan sebelum naik dan duduk di sampingnya. Bau parfum pria itu langsung memenuhi indranya. “Papa saya hari ini boleh pulang, jadi saya tidak bisa ikut ke tempat yang Anda rencanakan,” katanya pelan. Kaelix menatapnya sekilas, suaranya tajam tapi tenang. “Biarkan Mama kamu yang mengurus. Apa gunanya dia ada di sana kalau bukan untuk itu?” Sasqia menggeleng, tatapannya lurus ke depan. “Mama saya bukan sosok istri yang seharusnya. Kalau bukan saya yang melakukannya, tidak ada yang akan peduli pada Papa.” “Saya akan meminta perawat pribadi membawa Papa kamu pulang ke apartem
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: BAB 179
“A-apa maksud Dokter mengatakan seperti itu?” tanya Sasqia, menatap Jevier lurus dengan mata membelalak. Jevier menghela napas pelan, tatapannya penuh keprihatinan yang dibuat-buat. “Awalnya saya memang tidak setuju kamu menikah dengan Kak Tristan, karena saya tahu dia masih terikat dengan masa lalunya. Saya takut kamu hanya akan jadi pelarian. Tapi sekarang …,” Ia menatap Sasqia lebih intens. “Dibandingkan Kak Kaelix, menikah dengan Kak Tristan jauh lebih baik.” Sasqia menelan ludah susah payah. “Dok ….” “Kak Kaelix itu,” Jevier melanjutkan dengan suara rendah, seolah sedang mengungkap rahasia gelap, “bukan orang yang terlihat. Dia licik, Sas.” “Selama ini dia membantu keluarga kamu bukan karena kebaikan hati, melainkan karena ada rencana besar di baliknya. Dia sengaja membuat kamu terjebak dalam hutang budi yang tidak akan pernah bisa dibayar.” Napas Sasqia tercekat. Jevier tersenyum pahit, lalu mencondongkan tubuhnya lebih dekat. “Dia sengaja menguasai kamu, membuatmu tidak
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: BAB 178
Kaelix baru saja kembali ke kantornya siang itu. Begitu membuka pintu ruang kerjanya, ia mendapati seorang wanita paruh baya duduk anggun di sofa tengah ruangan, kakinya menyilang dengan sempurna. “Akhirnya kamu datang juga, Kael,” sapa Miriam dengan senyum tipis, wajah cantiknya yang sudah mulai menua terlihat tegang. “Sejak malam itu, kamu tidak pulang ke mansion sama sekali.” “Saya punya tempat tinggal sendiri. Mansion hanya tempat persinggahan,” balas Kaelix datar sambil melangkah masuk. Ia duduk di single sofa di hadapan ibunya dengan gerakan santai namun penuh wibawa. Miriam menatap putra sulungnya lekat-lekat. “Ibu masih penasaran, dari mana kamu mendapatkan keyakinan untuk menikahi Sasqia? Dia kekasih adikmu sendiri, dan pernikahan mereka baru dibatalkan. Belum lagi latar belakang keluarganya yang sangat bermasalah.” Ia menghela napas dramatis. “Pernikahan itu sakral, Kael. Kamu hanya boleh menikah sekali seumur hidup. Ibu mohon, pikirkan kembali sebelum terlambat.” Kae
Last Updated: 2026-06-28
Dipaksa Nikah, Malah Kecanduan

Dipaksa Nikah, Malah Kecanduan

Di usianya yang baru delapan belas tahun, Savana Melati Wirajaya terpaksa menerima ajakan menikah Daryan Bumi Ardhanata—seorang CEO dingin dan dominan—demi biaya kuliah dan demi menyelamatkan ayahnya dari pemecatan. Walaupun begitu, pernikahan mereka berdua hanyalah pernikahan kontrak. Daryan hanya menggunakan Savana untuk melawan perjodohan sang ibu. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, batas-batas yang mereka bangun mulai runtuh dan tumbuh benih cinta di antara mereka.
Read
Chapter: BAB 500 : TAMAT SEASON - 2
Kini Elvano dan Amel sudah duduk di sebuah ruang private di restoran mahal yang ada di pusat kota. Makan malam sekaligus kencan pertama mereka setelah resmi berpacaran. “Ini ... apa gak terlalu berlebihan kita dinner di sini?” tanya Amel, pada Elvano yang duduk tenang di hadapannya. Mata Amel sesekali bergerak liar ke arah lain, mengamati setiap sudut ruangan mewah tersebut, bukan karena bosan, melainkan karena kegugupan. Meja mereka berada tepat di samping jendela full glass yang menjulang tinggi, memberikan pemandangan yang menakjubkan. Pemandangan dari sana langsung menghadap ke keindahan panorama kota saat malam hari. Gedung-gedung pencakar langit menjadi hamparan yang memanjakan mata, di mana lampu-lampu terang dari gedung-gedung perkantoran dan rumah-rumah di bawah sana berkelip layaknya bintang yang jatuh ke bumi. Suasana remang restoran dan gemerlap kota menciptakan kontras yang dramatis, menambah nuansa romantis namun sedikit mencekam bagi Amel yang pikirannya seda
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: BAB 499 : Season 2 - Kencan pertama
Amel menatap refleksinya di cermin kamar. Ia mengenakan dress santai yang sudah ia pilih dengan hati-hati. Pikirannya berkelana ke mana-mana, dipenuhi gejolak perasaan yang sulit diurai. Hari ini, Elvano akan menjemputnya untuk kencan resmi—sebuah langkah besar setelah mereka menghabiskan waktu pendekatan intens selama sebulan terakhir, lalu resmi berpacaran. "Aku pantes, gak, ya?" gumamnya pada bayangan di cermin. Perasaan ragu itu datang menyerbu, bukan karena Elvano, tapi karena dirinya sendiri. Usianya terpaut dua tahun lebih tua dari Elvano, dan ia pernah melalui serangkaian konflik besar yang melibatkan keluarga Elvano. Ia merasa terbebani oleh masa lalunya dan tidak yakin apakah ia layak menerima ketulusan pemuda itu setelah pernah membuat adiknya membencinya. "Dia terlalu baik. Sedangkan aku cuma ...," Amel menarik napas dalam. “Aku anak biasa, level kita beda jauh. Tapi aku udah nerima dia, gimana dong?” Ia memutar badannya, menilai penampilannya lagi. Amel tahu
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: BAB 498 : Season 2 - Permintaan maaf
Satu bulan berlalu pasca persalinan mendebarkan di rumah sakit. Kini, Elvara resmi menyandang gelar sebagai ibu muda di usianya yang sebentar lagi menginjak usia 21 tahun. Elvara duduk di tepi ranjangnya, wajahnya terlihat sedikit kelelahan tetapi memancarkan aura bahagia yang tak terbantahkan. Ia sedang mengamati putra kecilnya yang diberi nama Varrel yang diambil dari nama panggilannya dengan sang suami—Vara dan Darell. Varrel tengah tidur pulas di ranjang bayi di sampingnya. Sesekali bayi mungil menggemaskan itu menggeliat pelan, membuat senyum sang ibu merekah seperti bunga mawar. Kehidupan Elvara telah berubah total. Jadwal tidurnya kini diatur oleh jam menyusui dan tangisan putranya. Tugas kuliah dan tanggung jawab sebagai istri kini ditambah dengan peran sebagai seorang ibu dengan ilmu parenting seadanya. Meskipun ada saat-saat baby blues dan rasa frustrasi, kebahagiaan melihat Varel tumbuh sehat mengalahkan segalanya. “Dia tidur pulas sekali,” bisik Darell, yang
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: BAB 497 : Season 2 - Elvara siuman
“Kenapa dengan istri saya, Bu? Kenapa dia pingsan setelah melahirkan anak kami?” desak Darell pada bidan yang menangani istrinya. Bidan tersebut tersenyum mencoba menenangkan kepanikan Darell. “Tidak perlu khawatir, Pak. Itu sudah biasa dialami oleh ibu hamil setelah melahirkan. Karena kehilangan banyak tenaga.” “Anda yakin?” tatapan Darell menajam, menusuk dan meminta penjelasan. “Tentu saja, Pak. Jangan khawatir, serahkan pada tim medis. Anda silakan mendamping bayi Anda yang sedang dibersihkan darahnya oleh perawat,” kata bidan tersebut, lalu meninggalkan Darell menuju Elvara yang sedang ditangani. Darell berbalik, menatap ranjang pasien di mana sang istri tampak dipasangkan nasa kanul oleh dokter. Hatinya seperti diremas dari dalam, takut terjadi apa-apa pada sang istri. Oek. Oek. Di sisi lain, perawat tengah membersihkan tubuh sang anak sebelum membalutnya dengan selimut agar tidak kedinginan. Darell segera menghampiri dan mengambil alih dari perawat tersebut. “Te
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: BAB 496 : Season 2 - Tangani ibunya
“Mas, bukannya ... dokter bilang persalinannya kurang dua minggu lagi?” tanya Savana pada sang suami sambil berjalan menuju ruang VIP tempat Elvara melahirkan. “Gak harus pas, sayang. Kehamilannya sudah memasuki minggu ke tiga puluh tujuh. Bukannya sudah bisa lahiran?” “Iya, sih,” sahut Savana singkat. Di depan ruang VIP tersebut, Darell sudah menunggu di depan pintu ruangan. Dia memutuskan masuk ketika dokter sudah memanggil dan Elvara pembukaan terakhir. Karena tidak mungkin dia membiarkan keluarganya datang tanpa ada yang menyambut. Dan ketika telinganya menangkap langkah kaki di lorong, ia menemukan kedua mertuanya. “Gimana sama Elvara, Rell?” Savana bertanya dengan nada tak sabaran, hampir berlari menghampir menantunya. “Lagi di dalem, Ma. Dokter bilang mau panggil kalau sudah pembukaan terakhir,” tatapan Darell beralih ke lorong lagi. “Yang lain mana? Vano tidak datang ke sini?” “Vano lagi di jalan mungkin, tadi kita bareng berangkatnya. Tapi dia beda mobil. Kalau
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: BAB 495 : Season 2 - Meja bersalin
“Vara?” gumam Elvano terkejut, begitu juga dengan Amel. Amel dengan cepat menarik genggaman tangannya dari Elvano, dan mundur beberapa langkah untuk menjauh. Kedua tangannya langsung mengusap bahu, canggung. Elvara dengan langkahnya yang lumayan susah payah karena perutnya yang besar, terus menghampiri Elvano dan Amel berdiri. Lalu, berdiri diantara keduanya. “Mau ngapain kakak tadi?” celetuk Elvara sinis. “Nembak Amel?” “Vara, ini bukan urusan kamu,” tegur Elvano tak suka, merasa tak enak dengan Amel. “Udah sana, kamu masuk ke dalem. Di sini nanti kamu bisa masuk angin,” ucapnya lembut. Tapi Elvara tak mengindahkan ucapan sang kakak. Tatapannya lurus pada Amel, “Kamu licik juga ya, ternyata. Bisa-bisanya kamu pake cara licik kayak gini!” Amel membulatkan matanya kaget, terkejut dengan ucapan Elvara yang tak dia mengerti. “Maksud kamu apa, El?” “Gak usah pura-pura polos kamu, Mel. Dasar munafik!” ucapnya tajam. “Vara! Jangan bicara sembarangan!” Elvano kembali menegur.
Last Updated: 2025-11-28
You may also like
Belahan Jiwa
Belahan Jiwa
Romansa · Meni Bari
3.2K views
Pernikahan Tanpa Cinta
Pernikahan Tanpa Cinta
Romansa · Aksara Rindu
3.2K views
DIBALIK MASAKAN ASIN BUATAN IBUKU
DIBALIK MASAKAN ASIN BUATAN IBUKU
Romansa · Dacytta-Peach
3.2K views
Touch Your Heart
Touch Your Heart
Romansa · Agnisri
3.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status