Istri Kontrak Sang Miliarder Terkutuk
DewasaDunia SihirBos / CEOPenyihirNikah KontrakDiam-diam PerhatianKutukan
Adrian Montclair, miliarder terkutuk, punya waktu hingga ulang tahunnya yang ke-30 sebelum maut menjemput.
Satu-satunya cara untuk mengalahkan kutukan adalah menikahi seorang penyihir.
Marigold Vale setuju, tapi hanya dengan klausul tambahan yang melarang sentuhan, cinta, dan delusi romantis.
Tapi yang lebih berbahaya bukan kutukan, melainkan perasaan yang tumbuh diam-diam.
閱讀
Chapter: Bab 120Lampu sorot berderet di depan podium. Deretan kamera dan kilatan flash memenuhi ruangan ballroom hotel yang disulap jadi ruangan konferensi pers. Suara riuh wartawan terdengar, semua berebut tempat untuk dapat angle terbaik.Pintu samping terbuka. Adrian Montclair melangkah masuk dengan setelan hitam yang rapi, dasi warna biru gelap, wajahnya dingin tapi mantap. Di sampingnya, Meri berjalan anggun, sederhana tapi elegan, langkahnya selaras dengan Adrian. Begitu mereka muncul, riuh suara ruangan langsung mereda—seolah semua orang menahan napas.Adrian berdiri di podium, menatap barisan kamera dengan tatapan yang tajam. Ia tidak langsung bicara. Hening beberapa detik, cukup lama untuk menegaskan bahwa dialah yang mengendalikan panggung.“Keluarga Montclair telah melalui badai,” suaranya dalam, menggema di ruangan. “Tapi malam ini, saya berdiri di sini untuk mengatakan satu hal sederhana: badai itu telah berakhir.”Flash kamera kembali menyala. Wartawan mulai berbisik.Adrian mengangkat
最後更新: 2025-09-16
Chapter: Bab 119 Rapat Luar Biasa Adrian berdiri di ujung meja. “Aku tahu siapa saja yang menjual Montclair pada Julian. Hari ini, aku bersihkan meja ini.” Lucien membuka map, menaruh di tengah. Bukti terpampang jelas. Salah satu eksekutif tergagap. “Tuan Montclair… saya—” Adrian memotong dingin. “Diam. Kau duduk di sini karena aku masih izinkan. Satu langkah salah, pintu keluar ada di belakangmu.” Ia menyapu pandangan ke seluruh ruangan. “Montclair bukan milik pengkhianat. Siapa yang mau bertahan, buktikan dengan kerja. Siapa yang ragu… jangan buang waktuku.” Seorang eksekutif lain memberanikan diri. “Dan kalau kami memilih keluar?” Adrian mencondongkan badan, tatapannya menusuk. “Maka kalian akan keluar dengan tangan kosong—dan nama kalian hancur di luar sana.” Keheningan. Tak ada yang berani bergerak. Adrian menutup map dengan satu hentakan. “Mulai hari ini, aku pimpin dengan caraku. Julian sudah jatuh. Sekarang giliran siapa pun yang masih coba bermain dua sisi.” Adrian berdiri, kursinya bergeser pelan
最後更新: 2025-09-15
Chapter: Bab 118 PengungkapanPenthouse itu sunyi. Hanya jam dinding di ruang tamu yang berdetak pelan, mengisi kekosongan malam. Meri duduk di sofa, kedua tangannya menggenggam erat mug teh yang sudah lama dingin. Ia menatap pintu lift pribadi, menunggu tanpa berkedip, seperti kalau ia mengalihkan pandangan sebentar saja, Adrian mungkin tidak akan benar-benar kembali.Ting!Denting lift terdengar. Jantung Meri berdegup kencang. Pintu terbuka, dan Adrian muncul—jasnya kusut, dasi longgar, wajahnya lelah tapi matanya tetap sama.“Adrian…” suara Meri hampir bergetar.Ia melangkah masuk, menutup pintu lift dengan satu dorongan. Pandangannya langsung jatuh pada Meri. Ada jeda singkat sebelum akhirnya ia berkata pelan, “Semua selesai.”Meri bangkit, menghampirinya dengan langkah cepat. “Kau… baik-baik saja?”Adrian mengangguk kecil, lalu meraih tangan Meri, seakan hanya itu yang menahannya tetap berdiri. “Julian sudah ditangkap. Tapi, Meri…” ia menarik napas panjang, “…ada hal lain yang harus kau tahu.”“Duduklah. Aku
最後更新: 2025-09-14
Chapter: Bab 117 Jatuhnya Sang PemburuAsap hitam masih membubung dari reruntuhan gudang. Api yang belum padam memberikan cahaya merah di langit, seolah kota sendiri sedang terbakar oleh amarah yang tidak terlihat.Julian Vale berdiri di balkon gedung kosong, setinggi enam lantai, menatap kobaran api dengan senyum tipis di bibirnya. Rokok menyala di ujung jarinya, abu jatuh berhamburan ke bawah.“Lihat itu,” katanya pelan, suaranya bercampur dengan dengung sirene pemadam. “Adrian pikir dia bisa menjebakku. Sekarang pasukannya jadi arang.”Dua pengawal di belakangnya saling melirik, ikut menyeringai seakan kemenangan itu juga milik mereka.Julian mengembuskan asap rokok ke udara, lalu mendesis, “Kematian ayahku tidak akan sia-sia. Aku akan membuat Adrian berlutut. Satu per satu, semua yang dia cintai akan hancur.”Ia berbalik, menepuk bahu salah satu pengawal. “Siapkan kendaraan. Kita pindah malam ini. Jangan sampai jejak ini mengikat kita lebih lama dari yang perlu.”Pengawal itu mengangguk cepat. “Ya, Tuan.”Julian berjal
最後更新: 2025-09-13
Chapter: Bab 116 EksekusiPagi itu, kantor pusat Montclair Group tidak berbeda dari biasanya—ramai, sibuk, para eksekutif bergegas masuk ruang kerja. Tapi di ruang tertutup paling atas, suasananya justru hening mencekam.Adrian berdiri di depan jendela kaca besar, menatap kota yang masih diselimuti kabut tipis. Di tangannya, secangkir kopi yang nyaris tak tersentuh.“Semalam Anderson berhasil,” suara Lucien memecah diam, tablet di tangannya memuat rekaman transkrip percakapan yang sudah diteruskan tim mereka. “Julian percaya. Dia bahkan menyuruh orang-orangnya bergerak cepat.”Adrian menurunkan cangkirnya ke meja, lalu berbalik. Sorot matanya tajam, penuh konsentrasi. “Bagus. Itu berarti kita tidak perlu menunggu lebih lama. Hari ini kita mulai menggerakkan pion.”
最後更新: 2025-09-12
Chapter: Bab 115 KenaRuang rapat eksekutif Montclair Group siang itu kosong kecuali tiga orang. Lampu putih menyorot meja panjang dari marmer hitam, menciptakan bayangan dingin di dinding kaca yang menghadap kota.Tuan Anderson duduk di ujung meja, jasnya sedikit kusut, keringat dingin membasahi pelipisnya. Ia jelas lebih gugup dari yang ingin ia tunjukkan.Di sisi lain, Adrian bersandar tenang pada kursinya. Lengannya terlipat di dada, matanya tajam seperti sedang menakar angka di neraca keuangan—hanya saja kali ini yang ia timbang adalah nasib seorang manusia. Lucien berdiri di dekat layar, laptopnya terbuka dengan deretan kode dan jaringan komunikasi yang sedang dipantau.“Kenapa kau terlihat seperti terdakwa di pengadilan, Anderson?” suara Adrian tenang tapi menekan. “Aku sudah bilang, aku tidak berniat menja
最後更新: 2025-09-11
Kaisar, Jangan Meminta Lebih
Fantasi TimurDewasaPetualanganIdentitas TersembunyiPria DominanObsesifKultivasiCinta TerlarangKerajaan
Dibuang oleh Ibu tirinya ke hutan, Cailin bertemu dengan pria yang terluka parah. Saat ia menolongnya, justru tubuhnya menyerap energi hingga nyaris merenggut jiwanya. Yang ia tidak tahu, pria itu adalah Kaisar Spiritual, Shangkara, yang kekuatannya termasyhur.
Untuk menyelamatkannya, Shangkara melakukan hal terlarang dengan memberikannya darah-nya. Tindakan itu menyelamatkan nyawa Cailin, tetapi sekaligus mengikat mereka dalam ikatan jiwa-raga yang misterius. Kini, rasa sakit, kelemahan, dan bahkan perasaan mereka saling terpengaruh. Satu-satunya cara menyelamatkannya adalah melalui Ritual Penyatuan Yin-Yang—sebuah ritual sakral yang tak pernah ada berani menggunakannya.
“Ritual apa?”
“Ritual Penyatuan. Tidurlah denganku. Sekali saja. Maka kau akan selamat… sekaligus menjadi milikku.”
閱讀
Chapter: 254 - AnginBeberapa tahun kemudian. Kota Angin selalu lebih sejuk daripada ibu kota Vermilion. Di sini, angin tidak membawa bau logam panas atau suara rapat dewan. Ia membawa aroma rumput liar, kayu basah, sup hangat dari dapur-dapur kecil, dan tawa anak-anak yang berlarian di antara rumah. Di lereng bukit yang menghadap lembah hijau, sebuah rumah kayu berdiri kokoh, jauh dari kemegahan emas istana. Ren berdiri di halaman luas, mengenakan pakaian linen sederhana yang memudahkan geraknya. Di depannya, sekelompok remaja lokal berusaha mengikuti gerakan pedang kayunya. Ren berteriak memberi instruksi, namun ada senyum yang sering menghiasi wajahnya—sesuatu yang dulu hampir mustahil terlihat. “Pegang pedangmu dengan keyakinan,” katanya, suaranya tegas tapi hangat. “Bukan dengan ketakutan. Pedang hanya sebatas alat. Yang menentukan baik atau jahat adalah hati yang menggerakkannya.” Seorang anak laki-laki bertanya, “Guru Ren, Guru Ren, benarkah dulu Guru adalah pengawal Kaisar?” Ren terta
最後更新: 2026-02-26
Chapter: 253 - AltarDi altar utama, Guru Fen berdiri dengan jubah putih upacara. Api suci dinyalakan.Di depan Guru Fen, Shangkara dan Cailin berdiri berhadapan. Guru Fen mengangkat kedua tangannya. ”Dengan restu langit dan bumi, dengan izin para leluhur Vermilion, hari ini kita menyaksikan penyatuan dua jiwa.”Guru Fen membuka gulungan besar. Suaranya bergema di aula hening.“Shangkara dari Klan Vermilion, Kaisar Api Abadi, pewaris takhta yang sah—”Ia membaca panjang. Silsilah. Gelar. Janji-janji formal yang sudah ditulis ratusan tahun lalu.“Apakah kau bersedia menerima Cailin dari Klan Bulan sebagai permaisurimu, mendampingimu dalam suka dan duka, dalam perang dan damai, hingga ajal memisahkan?”Shangkara menatap Cailin.“Aku tidak butuh sumpah panjang.”Guru Fen tertegun. Para bangsawan mulai berbisik.Shangkara melanjutkan, suaranya rendah tapi jelas di seluruh aula. “Aku sudah memilihmu. Sebelum perang. Saat perang. Setelah perang. Itu sumpahku.”Cailin tersenyum.Guru Fen juga tersenyum, kemudi
最後更新: 2026-02-26
Chapter: 252 - MahkotaIstana Vermilion tidak pernah sesibuk ini.Aroma dupa pembersih ruangan bercampur dengan harum bunga-bunga pegunungan yang didatangkan khusus dari berbagai wilayah di Vermilion.Para pelayan bergerak cepat di sepanjang koridor, membawa gulungan sutra merah setinggi dada mereka. Di sudut lain, para pelayan sibuk memoles pilar-pilar aula utama hingga permukaannya bisa memantulkan cahaya spiritual seperti cermin.Di tengah hiruk-pikuk itu, Cailin berdiri mematung di dalam kamarnya.Enam pelayan senior mengelilinginya, memasangkan lapis demi lapis sutra merah berat yang disulam benang emas murni. Berat mahkota perak di kepalanya mulai terasa menekan pangkal lehernya.“Punggung harus tetap tegak, Calon Permaisuri,” bisik salah satu pelayan dengan suara tanpa ekspresi. “Dagu tidak boleh terlalu rendah, mata tidak boleh terlalu liar. Anda adalah wajah Vermilion sekarang.”Cailin menarik napas panjang, namun kain korset yang ketat membuatnya merasa seolah oksigen di ruangan itu menipis. Ia men
最後更新: 2026-02-26
Chapter: 251 - PilihanHalaman Istana Timur yang belakangan selalu sunyi, kini riuh oleh suara roda kereta yang beradu dengan batu jalanan. Puluhan kereta dengan lambang keluarga bangsawan berjajar di luar gerbang. Para gadis bangsawan berdiri dalam barisan rapi, masing-masing mengenakan jubah keluarga mereka.Dekret itu telah dibacakan pagi tadi. Istana Timur dibubarkan.Semua calon selir dipulangkan dengan kehormatan. Tidak akan ada selir di bawah pemerintahan Kaisar Vermilion yang baru.Beberapa keluarga menerima dengan wajah tegang. Beberapa terlihat lega. Beberapa tidak bisa menyembunyikan kekecewaan.Lian tidak ikut dalam rombongan yang berangkat hari itu.Ia berdiri di tangga batu, memandang halaman yang perlahan kosong. Tidak ada kereta yang menjemputnya.Langkah lembut mendekat. Cailin berhenti di sisinya.“Kau tidak pulang hari ini?” tanyanya.Lian menggeleng pelan. “Tidak. Aku akan menunggu kabar berikutnya sebelum berangkat. Atau mungkin aku akan pulang sendiri.”Nada suaranya tenang. Ini bukan
最後更新: 2026-02-25
Chapter: 250 - TitahAula utama Istana Vermilion telah disiapkan.Meja panjang dari kayu hitam membentuk setengah lingkaran menghadap singgasana. Para tetua duduk dengan jubah kebesaran mereka, cincin keluarga berkilau di jari-jari yang keriput namun masih berkuasa.Di tengah meja besar, gulungan-gulungan silsilah keluarga terhampar.Tetua Hong memimpin sidang.“Kerajaan tidak boleh kosong terlalu lama,” ucapnya tenang. “Perang di barat telah usai. Justru saat seperti inilah fondasi harus diperkuat.”Ia membuka gulungan pertama. “Keluarga Wei menawarkan putri sulung mereka. Bakat elemen apinya murni, sangat cocok untuk menjaga garis keturunan kekaisaran.”Beberapa tetua mengangguk pelan. Bisik-bisik setuju mulai terdengar.Seorang tetua lain mengangguk. “Aliansi keluarga Lin akan membuka jalur tambang utara. Putri mereka sudah ada di Istana Timur sejak lama. Garis darahnya murni.”“Dan keluarga Zhen menjanjikan tiga ribu pasukan tambahan untuk pertahanan perbatasan,” timpal yang lain.Nama-nama disebut.
最後更新: 2026-02-24
Chapter: 249 - KeputusanShangkara tidak menghadiri jamuan kemenangan.Saat rakyat Saharath mulai merayakan fajar baru mereka, ia sudah berjalan kembali menuju bunker bawah tanah.Bunker itu masih menyisakan aroma tajam obat-obatan dan sisa hawa dingin dari es Cailin saat Shangkara melangkah masuk. Langkahnya mantap, meski tubuhnya belum sepenuhnya pulih dari duel.Di dalam ruangan itu, Cailin duduk bersama Guan di samping ranjang sederhana tempat Yun terbaring.Es telah lama mencair. Hanya kain tipis yang menutup dada Yun, tempat bekas luka kecil menghitam namun bersih dari pasir.Yun membuka mata perlahan ketika pintu batu bergeser.Pandangan kaburnya menemukan siluet yang berdiri di ambang pintu.“Yang … Mulia …?”Suaranya nyaris tak terdengar.Shangkara melangkah mendekat.Ia hanya mengangguk.Yun mengembuskan napas tipis, seolah jawaban itu sudah cukup untuknya. Matanya kembali terpejam.Shangkara menoleh pada Guan.“Jaga dia.”Guan membungkuk. “Dengan nyawa saya, Yang Mulia.”Cailin bangkit perlahan. “
最後更新: 2026-02-24
Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!
DramaIdentitas TersembunyiBangsawanMahasiswaKampus/SekolahDiam-diam Perhatian
Masuk ke akademi pria demi menggantikan saudaranya yang sakit ternyata adalah mimpi buruk bagi Rosemary. Ia tidak hanya harus menyembunyikan identitasnya sebagai wanita, tapi juga bertahan di antara dua pria paling berbahaya di akademi.
Di satu sisi, teman sekamarnya, Lord Harrington, terlalu jeli dan selalu berada terlalu dekat. Di sisi lain, Pangeran Henry yang tersenyum penuh arti karena perlahan mulai menyadari rahasia terbesar Rosemary.
Suara yang terlalu lembut. Tatapan yang terlalu gugup. Dan rahasia di balik kemeja yang tidak pernah dilepas.
“Jauhi dia,” kata Benedict dingin.
Henry hanya tersenyum. “Kenapa? Karena dia berbahaya… atau karena kau mulai menginginkannya?”
閱讀
Chapter: 193 - Dua DukeRosemary tidak langsung menjawab. Dua pilihan yang baru saja diberikan Ratu terasa seperti dua jalan yang sama-sama menuntut sesuatu yang tidak sanggup ia lepaskan.Lalu ia teringat semua yang sudah ia lakukan selama ini. Arsip-arsip yang ia baca sampai larut, nama-nama yang ia tulis ulang berulang kali di kertas catatan, percakapan di koridor dan perpustakaan dan kamar 504. Bukti-bukti kecil yang belum cukup untuk menjatuhkan Ashworth, tapi cukup untuk membuatnya terus mencari.“Yang Mulia,” katanya pelan. “Bagaimana kalau keduanya?”Ratu mengangkat alis.“Aku bantu Yang Mulia memperjuangkan Kingsley. Aku bisa menjadi contoh yang Yang Mulia butuhkan—perempuan yang sudah membuktikan bahwa ia bisa melakukan apa yang dilakuka
最後更新: 2026-07-30
Chapter: 192 - PilihPintu tertutup di belakangnya, dan dunia berubah.Bukan karena ruangan ini lebih besar atau lebih megah dari aula. Justru sebaliknya, ruangan ini lebih kecil, lebih hangat, dengan perapian yang menyala di sudutnya dan hanya satu kursi yang dipersiapkan untuk tamunya. Tapi di aula, ada musik yang mulai dimainkan, ada lusinan pasang mata, ada bisik-bisik yang tidak pernah benar-benar berhenti. Di sini, tidak ada semua itu. Hanya sunyi. Hanya suara api yang berderak pelan. Hanya Ratu yang duduk di kursinya.Rosemary membungkuk. Gerakannya sedikit canggung, separuh ingatan tubuhnya masih mengikuti cara seorang pria memberi hormat, separuh lainnya mencoba mengingat kembali cara yang sudah lama tidak digunakan. Tapi otot-ototnya mengingat lebih banyak dari yang ia duga.“Angkat wajahmu,” kata Ratu. Suaranya te
最後更新: 2026-07-30
Chapter: 191 - Nona Rosemary SterlingPintu besar di belakang mereka tertutup. Suara kayu berat yang bertemu dengan rangkanya menggema pelan di seluruh aula, dan bersamaan dengan itu, semua suara di ruangan itu perlahan mereda. Satu demi satu. Seperti gelombang yang surut.Mereka yang tadinya tertawa, mengobrol, menyesap anggur—kini menoleh. Melihat. Menunggu.Lord Benedict Harrington berjalan masuk dengan seorang perempuan di lengannya. Gaun biru tua. Rambut cokelat sebahu. Kalung perak dengan liontin kecil berbentuk bunga. Wajah yang asing bagi hampir semua orang di ruangan ini.Tapi tidak bagi semua orang.Di sudut aula, Vane menegakkan punggungnya. Gelas di tangannya berhenti di udara. Hanya sesaat. Lalu sudut bibirnya perlahan kembali terangkat. “Berani juga.” Vane memutar gelas di tan
最後更新: 2026-07-29
Chapter: 190 - RosemaryBenedict tidak langsung menjawab pertanyaannya. Rosemary sudah cukup lama mengenalnya untuk tahu bahwa diam itu bukan berarti tidak peduli. Diam itu berarti ia sedang berpikir.“Kau serius,” kata Benedict akhirnya.“Aku serius.”“Mereka akan menatapmu. Semua orang. Bukan hanya Ratu.”“Aku tahu.”“Vane dan Ashworth mungkin sedang menunggu momen seperti ini.”Rosemary berhenti berjalan. Di sekitar mereka, festival terus bergerak, tapi ia tidak memperhatikannya. “Aku tahu. Tapi selama ini aku terus bersembunyi. Untuk apa? Ratu sudah tahu. Ayahmu tahu. Kingsley tahu. Kamu tahu. Henry tahu. Oliver tahu. Bahkan Alic
最後更新: 2026-07-29
Chapter: 189 - HadiahEleanor melepaskan gandengan dari lengan Benedict begitu mereka berbelok di tikungan, menjauh dari pandangan Duchess.“Kau bisa pergi sekarang.”Benedict menoleh. “Kenapa?”“Karena kau terus terlihat seperti sedang mencari seseorang sejak kita berjalan.” Eleanor mengambil permen lain dari kios terdekat, membayar pada pedagang dengan senyum yang sudah sangat terlatih. “Aku tidak keberatan ditemani, tapi aku tidak suka berada di samping seseorang yang kepalanya jelas ada di tempat lain.”“Aku tidak—”“Pergilah.” Eleanor menatapnya. “Aku akan bilang pada ibumu kau dipanggil oleh seseorang. Atau tersesat. Atau apa pun yang masuk akal.”
最後更新: 2026-07-28
Chapter: 188 - Tak TerucapVane melangkah.Tangan Henry tanpa sadar bergeser, siap berdiri di depan Rosemary kalau pria itu mendekat. Tapi Vane bahkan tidak melirik mereka lagi.Ia berjalan melewati Rosemary begitu saja, seolah keberadaannya sama sekali tidak penting.“Ashworth.”Cedric Ashworth, yang entah sejak kapan sudah berdiri beberapa langkah di belakang mereka, mengangkat kepalanya. “Kau membuatku menunggu.”Keduanya berjalan pergi berdampingan.Tepat sebelum menghilang di antara kerumunan, Vane menoleh sekilas. Seringai kecil itu kembali muncul. Bukan ancaman. Bukan pula peringatan. Lebih seperti seseorang yang menikmati kenyataan bahwa kehadirannya saja sudah cukup membuat
最後更新: 2026-07-28