author-banner
QueenShe
QueenShe
Author

Novels by QueenShe

Satu Kali Lagi, Mas

Satu Kali Lagi, Mas

Terjebak selama lima tahun dalam pernikahan patriarki yang menyesakkan, Shanum tak lebih dari sekadar alat pemuas nafsu bagi suaminya yang egois menggunakan tubuhnya tanpa pernah peduli pada kepuasan atau rasa sakit istrinya. Hingga Prana—mantan kekasih masa kuliah yang kini menjadi dokter spesialis kesuburan muncul sebagai penyewa di lantai dua rumahnya. Haruskah aku menunjukkan caranya?” Jari Prana menekan titik paling sensitif Shanum. “Inilah yang seharusnya dilakukan suamimu sebelum menyentuhmu,” bisik Prana parau.
Read
Chapter: Bab 241
“Mau dimana sayang?” Tangan Prana terus membelai paha dan menyusup lebih dalam pada area sensitif Shanum. Sensasi panas yang dihantarkan oleh gerakan tangan Prana seketika meruntuhkan seluruh sisa logika yang melekat di kepala Shanum.“Euh… dimana… saja,” jawab Shanum sudah tak mampu berpikir.“Disini aja gimana?” gumam Prana sambil terus menggoda membelai milik Shanum di balik kain tipis penghalangnya, yang membuat napas Shanum terputus-putus.Tak bisa menjawab lagi, Shanum hanya bisa membenamkan wajahnya di ceruk leher Prana. Menggigit pelan kulit bahu pria itu untuk menahan lenguhan yang nyaris lolos dari bibirnya. Detak jantungnya berkejaran dengan belaian jemari Prana yang kian menuntut.Ia kembali meraup bibir Shanum, membawa mereka berdua tenggelam dalam gairah, tak memedulikan lagi batasan hukum dan peringatan Hendra di luar sana. Tangan Prana mulai menarik seluruh dress rumahan Shanum, meninggalkan bra dan celana dalam brokat merah.Prana melepaskan pagutan bibir mereka seje
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Bab 240
“Jika hakim pengadilan tinggi menerima alasan mereka, putusan cerai kalian bisa dibatalkan, dan status pernikahanmu dengan Fadil dinyatakan tetap sah dan belum putus.” Kalimat itu menolak pergi dari kepala Shanum.Sudah hampir satu jam ia berada di dapur apartemen Prana, tetapi pikirannya masih tertinggal di kantor Hendra. Air sup mendidih. Sayuran semakin layu. Bahkan Asap tipis mulai mengepul dari pinggiran panci, membawa bau gosong yang menyengat.“Gimana kalau semua itu sampai kejadian?” pikiran Shanum gelisah.“Mikirin apa?” Sebuah tangan kekar tiba-tiba melewati samping tubuh Shanum, memutar kenop kompor hingga mati.Detik berikutnya, tangan itu melingkar erat di pinggang Shanum, menarik punggungnya hingga menempel pas pada dada bidang di belakangnya. Shanum tersentak, mengerjapkan mata berulang kali baru menyadari kalau masakannya sudah hampir gosong.“Eh… gosong.”Prana menyandarkan dagunya di bahu Shanum, lalu mengecup sisi leher wanita itu dengan lembut, lama dan hangat.“J
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Bab 239
“Kalau soal Malik, aku gak akan memanggil kalian kemari.” Hendra mengangguk pelan ke arah map di tangan Prana. “Yang membuatku khawatir ada di lembar berikutnya. Coba lihat.”Dengan cepat Prana mengambil lembaran terakhir itu. Tubuhnya kaku, urat di lehernya menegang. Untuk pertama kalinya sejak masuk ruangan itu, ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Shanum perlahan mendekat. Matanya melebar begitu melihat foto tersebut. Tubuhnya langsung kehilangan tenaga."Mas..." Suaranya nyaris tak terdengar.Di lembar berkas yang lain, ada foto Prana dan Shanum tengah berjalan-jalan di toko antik. Mereka difoto dari kejauhan melalui celah jendela kaca toko. Di foto itu, Prana sedang menggengam tangan Shanum sambil tersenyum, sebuah gestur yang terlalu intim untuk disebut sebagai teman.“Ini kan waktu kita mencari pajangan untuk klinik baru, Mas?” tanya Shanum, suaranya bergetar.Prana tetap diam. Tatapannya justru tertuju pada uraian yang tercetak di bawah foto itu. Semakin jauh ia membaca,
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Bab 238
“Kenapa kita ke sini, Mas?” Shanum terkejut begitu mobil Prana terparkir di depan kantor Hendra.Kantor hukum milik Hendra—pengacara Shanum sekaligus sahabat Prana—berdiri megah di hadapan mereka. Shanum tak menyangka bahwa pelarian mereka dari kafe dan mampir sejenak di minimarket akan berujung ke tempat ini.“Ada yang perlu dibicarakan,” jawab Prana singkat sambil mematikan mesin mobil, membiarkan keheningan kembali merayap di antara mereka.Shanum mengingat kembali pesan yang dikirimkan Fadil sebelumnya. Perasaan tenang yang tercipta beberapa lalu di minimarket mendadak jadi terasa tegang kembali. Dadanya bergemuruh, mengingat foto dokumen gugatan pembatalan cerai yang dikirimkan mantan suaminya itu.“Apa ini soal pengajuan banding perceraian aku?” tanya Shanum, mencoba menebak dengan nada sangsi.Prana menghentikan gerakannya yang hendak membuka sabuk pengaman. Ia memutar tubuh, kembali memfokuskan pandangan pada Shanum. Dahinya berkerut dalam, menatap Shanum dengan sorot mata men
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Bab 237
“Ada apa sebenarnya semalam, setelah aku pergi ke rumah sakit?”Prana melontarkan pertanyaan itu begitu mobilnya keluar dari area kafe, jari-jarinya mengeratkan setir dengan nada bicaranya lebih keras dari biasanya. Shanum duduk di sampingnya, mata Prana tajam tetap fokus pada jalanan depan, rahangnya mengeras.Shanum terdiam sebentar memperhatikan wajah Prana. Mata pria itu menyipit, otot pipi yang berkedut halus. Prana sedang marah.“Kamu ketemu dia?” lanjut Prana tanpa menunggu jawaban. “Gandi? Adik bajingan itu?”“Iya,” jawab Shanum tenang.“Sendirian?”“Enggak. Dia—”"Apa itu alasan kamu gak angkat telepon?" Prana memotong terdengar kesal."Kenapa kamu gak bilang mau menemui adik bajingan itu?" tanya Prana lagi, tanpa menunggu Shanum menjawab rentetan pertanyaan sebelumnya. "Apa yang kalian bahas?""Mas..." panggil Shanum lembut. Ia memberanikan diri memegang lengan Prana yang kaku saat mencengkeram setir. "Aku harus jawab yang mana dulu?"Shanum bertanya tanpa merasa terintimida
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Bab 236
“Mas Prana?” gumam Shanum hampir tak percaya melihat pria itu kini berdiri di depannya.Pria itu mengenakan kemeja kasual yang sudah tak terlalu rapi. Wajah pria itu tak memancarkan kehangatan yang biasa ia tunjukkan pada Shanum hari ini. Pandangannya lurus, menusuk, dan rahangnya mengeras kokoh menatap kedua netra Shanum yang masih berdiri kaku.Tadi pagi Prana mewanti-wanti Shanum agar tak pergi kemana pun, karena Prana khawatir keluarga Fadil masih mencari keberadaan Shanum, begitu pun orang tua Shanum sendiri. Tapi ternyata Shanum malah menemui adik dari pria yang sudah menghancurkan hidupnya sendiri.“Sudah aku bilang, kalau mau kemana-mana bilang!” Suaranya begitu tegas penuh peringatan.Gandi memutar tubuhnya jadi berhadapan dengan Prana. Ia sempat terlihat sedikit terkejut, tapi langsung ia tepis dengan berdiri menghalangi Shanum dari Prana. “Siapa Anda?”Prana tak memedulikan pertanyaan Gandi. Ia melangkah maju melewati tubuh Gandi, dan memosisikan tubuhnya tepat di depan Sha
Last Updated: 2026-06-28
Terjebak Dendam dan Gairah

Terjebak Dendam dan Gairah

Riri mendapati suaminya Kana, berselingkuh dengan Sabrina, sepupunya. Mereka berdua berhubungan intim di ranjang Riri dan Kana tepat di ulang tahun pernikahan mereka yang kelima. Bahkan Riri belum pernah di sentuh Kana dari awal menikah karena perjodohan. Riri merasa patah hati, ia melarikan diri ke Bar, berrtemu pria bernama Damian. Riri mabuk, dan dia menyerahkan ke perawanannya pada pria itu. Tanpa Riri ketahui Damian memiliki dendam pada Kana. Damian pun sudah mengenal Riri sejak lama. Riri bimbang, hatinya sudah goyah sejak.malam bergairah dengan Damian. Ia merindukan sentuhan jemari Damiam di tubuhnya. Apakah Riri akan melanjutkan hubungannya dengan Damian? membalasa perselingkuhan Kana dengan hal yang sama. Berselingkuh dengan Damian.
Read
Chapter: Spesial part 9
Saat fajar menyingsing di Jakarta, menandai keberhasilan misi penyelamatan di Spanyol, Abimanyu bergerak. Ia telah menerima konfirmasi dari Aldrich bahwa Damian dan Riri selamat, dan Dimitri telah dilumpuhkan. Kini saatnya menutup simpul di Indonesia.Tim pengawasan Abimanyu memastikan Budi Santoso masih berada di apartemen Menteng, tampak gelisah, mungkin karena komunikasinya dengan Dimitri terputus.Abimanyu memimpin tim kecil, terdiri dari agen keamanannya yang paling tepercaya, termasuk beberapa personel dari tim Adiwangsa Balian yang dipanggil kembali. Aurelia ada di dalam mobil di lokasi tersembunyi, seperti yang ia janjikan, hatinya dipenuhi campuran ketakutan dan tekad baja.Tim Abimanyu bergerak cepat dan senyap. Mereka mematikan aliran listrik di lantai apartemen Budi sebelum mendobrak pintu.Budi Santoso terkejut saat melihat beberapa pria berpakaian hitam bersenjata mengepung ruang tamunya. Ia mencoba meraih telepon, tetapi Abimanyu sudah berdiri di hadapannya, tatapannya
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Spesial part 8
Malam telah tiba di pegunungan terpencil dekat Granada. Dinginnya angin malam menusuk, tetapi Aldrich dan Arkana tidak merasakannya. Mereka memarkir mobil mereka beberapa kilometer dari cortijo tua itu dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Aldrich memimpin, gerakannya senyap dan efisien, sepenuhnya kembali pada keahliannya sebagai Rayzen yang terlatih. Arkana mengikutinya, meskipun ia seorang pengusaha, adrenalin dan amarah telah mengasah insting lamanya. Aldrich memegang perangkat komunikasi yang terhubung langsung dengan tim pengintai ABG yang sudah berada di perimeter. "Status?" bisik Aldrich melalui earpiece. "Lima pria bersenjata di perimeter, Tuan Aldrich. Dua di gerbang depan, satu di belakang, dua melakukan patroli di halaman. Ada tiga mobil di gudang samping. Satu mobil di antaranya adalah van pengangkut," lapor suara operator ABG. "Target di dalam. Kami mengamati ada dua sosok yang terlihat melalui jendela lantai atas; kemungkinan mereka Tuan Damian dan Nyonya
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Spesial part 7
Setibanya di Barcelona, energi kota yang ramai terasa kontras dengan ketegangan yang menyelimuti Aldrich dan Arkana. Mereka tidak membuang waktu. Marcus, kontak Aldrich, sudah mengatur pertemuan di sebuah klub malam yang sepi di kawasan Gothic Quarter—tempat pertemuan yang sempurna untuk urusan yang membutuhkan kerahasiaan dan bayangan. Di sudut tersembunyi, diterangi cahaya remang-remang dari lilin di atas meja, mereka bertemu dengan Diego. Pria itu bertubuh besar, dengan mata yang tajam dan sikap yang angkuh. "Tuan Rayzen," sapa Diego dengan sedikit senyum mengejek, mengacu pada nama lama Aldrich. "Saya dengar Anda sudah pensiun. Saya tidak tahu kalau operasi pencarian orang hilang termasuk dalam daftar layanan pensiunan Anda." Aldrich tidak tersenyum. Ia mendorong amplop tebal berisi uang tunai Euro yang telah disiapkan Arkana. "Nama saya Aldrich Wira. Pria ini adalah kakak saya, Arkana. Kami mencari dua pria: Budi Santoso dan Nobel. Mereka beroperasi di Spanyol, mungkin terkait
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Special part 6
Setelah menutup telepon, Aldrich dan Arkana duduk berhadapan. Di antara mereka, laptop masih menampilkan wajah Budi Santoso dari foto lama. Pria berusia lima puluhan dengan wajah keras dan mata yang licik."Kita harus ke Barcelona," kata Aldrich tiba-tiba. "Marcus punya kontak di sana yang mengelola pasar informasi gelap. Jika Nobel ada di Spanyol, orang-orang itu pasti tahu."Arkana mengangguk. "Polisi Madrid akan tiba siang ini untuk mengambil alih investigasi resmi. Tapi kita tidak bisa menunggu birokrasi mereka. Kita bergerak sekarang, dengan cara kita sendiri.""Kakak yakin?" tanya Aldrich, menatap kakaknya tajam. "Cara kita berarti cara yang tidak bersih. Ini caraku sebagai Rayzen."Arkana menatap balik adiknya dengan mata yang berkilat dingin. Sesuatu yang jarang terlihat di wajah pengusaha tenang ini. "Mereka mengambil Papa dan Mama, Al. Mereka menyeret keluarga kita ke dalam permainan kotor mereka. Jika mereka mau bermain kotor, kita akan bermain lebih kotor."Aldrich terseny
Last Updated: 2025-11-25
Chapter: Spesial part 5
Pagi itu, matahari baru saja menyingsing di langit Málaga ketika ponsel Aldrich berdering keras. Ia yang baru tertidur sebentar langsung terbangun, meraih ponsel dengan refleks yang terlatih."Rayzen," suara Kenzie terdengar tegang di seberang. "Kami menemukan sesuatu. Sesuatu yang sangat tidak kami harapkan."Aldrich langsung bangkit, berjalan ke meja kerja sambil menyalakan laptop. "Bicara.""Kami berhasil melacak perpindahan uang mencurigakan yang masuk ke Spanyol tiga minggu sebelum orangtua anda tiba di sana. Jumlahnya besar, hampir dua juta euro. Uang itu ditransfer melalui serangkaian perusahaan cangkang, tapi kami berhasil menelusuri sumbernya.""Darimana?" tanya Aldrich, jantungnya mulai berdegup kencang."Jakarta, Rayzen. Dan yang lebih mengejutkan, uang itu berasal dari rekening yang terhubung dengan nama lama. Budi Santoso."Aldrich membeku. Nama itu seperti pukulan langsung ke ulu hatinya. Budi Santoso. Teman satu sel Candra di penjara dulu. Pria yang seharusnya sudah tid
Last Updated: 2025-11-25
Chapter: Special.part 4
Di kamar sebelah, Aldrich duduk di meja kerjanya, laptop terbuka, menghubungi satu per satu jaringan yang pernah ia bangun saat masih menjadi Rayzen. Kini, jaringan itu telah ia transformasikan menjadi bagian dari Adiwangsa Balian Group, perusahaan keamanan swasta warisan dari Candra yang telah ia ambil alih dan kelola dengan cara yang lebih legal, setidaknya di permukaan. Layar laptopnya menampilkan wajah seorang pria Asia berusia empat puluhan dengan bekas luka di pipi kiri. Namanya Kenji, mantan anggota yakuza Jepang yang kini menjadi kepala operasional Adiwangsa Balian Group di Asia. "Rayzen," sapa Kenji dengan hormat. "Sudah lama anda tidak menghubungi kami dengan nada seperti ini." "Ini darurat, Kenji. Orangtuaku diculik di Spanyol. Aku butuh semua intelijen yang kalian punya tentang jaringan kriminal yang beroperasi di Eropa Barat, khususnya yang memiliki motif balas dendam terhadapku atau keluargaku." Haruto mengangguk, wajahnya serius. "Kami akan langsung mengaktifkan jar
Last Updated: 2025-11-24
Baginda, Tuan Putri Merayumu

Baginda, Tuan Putri Merayumu

Dikhianati dan diusir suaminya, Yasmin mengalami kecelakaan—namun bukannya mati, ia terbangun dalam tubuh Yasmina Sofia Vasnel, putri tiran paling dibenci dalam sebuah novel yang ditakdirkan dieksekusi oleh tunangannya sendiri, Panglima Erion. Demi bertahan hidup dan menemukan jalan pulang, ia berusaha mengubah citra sang putri, tetapi kecurigaan Erion terus membayanginya. "Bukannya kau meminta bukti," bisik Yasmin tenang sambil membuka kancing gaunnya. "Bukti itu ada di balik gaunku!"
Read
Chapter: Ekstra Part
Dua tahun setelahnya, kedamaian menyelimuti seluruh Istana Odissian. Sore itu, matahari bersinar hangat di atas langit kerajaan. Erion dan Yasmin tengah duduk di bangku panjang di taman istana, menikmati semilir angin yang menerpa wajah mereka. Pandangan keduanya tertuju pada halaman rumput hijau di depan mereka, melihat putra mereka yang kini sudah bisa berjalan.Erion tidak lepas menggenggam jemari istrinya, ibu jarinya mengusap punggung tangan Yasmin dengan kelembutan. Sesekali mereka tertawa melihat tingkah lucu putra mereka, dan tiba-tiba Erion melemparkan pertanyaan yang selama ini tersimpan rapat di lubuk hatinya."Apa kau pernah merindukan duniamu, Yasmin?" tanya Erion pelan dan berhati-hati.Yasmin menoleh, menatap wajah suaminya yang mendadak berubah serius. Ia mengulas senyum lembut dan tidak langsung menjawab, melainkan membawa tangan Erion yang menggenggamnya dalam dekapannya."Iya. Terkadang aku merindukannya," jawab Yasmin jujur, matanya menerawang menatap langit sore.
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: Epilog: Hadiah Terindah Odissian
Erion bergerak cemas, berjalan mondar-mandir di depan kamar utama Istana Odissian. Jubah kebesarannya sudah ditanggalkan, menyisakan kemeja linen yang kini tampak kusut karena ia terus-menerus meremas tangannya sendiri.“Apa sudah selesai?” tanya Erion pada pelayan yang keluar membawa baskom berisi air yang sudah berubah merah karena darah.“Ampun, Baginda. Ratu masih berjuang,” jawab pelayan itu sedikit ketakutan.Di dalam kamar itu, Yasmin tengah berjuang melahirkan buah hati mereka. Suara rintihan dan napas memburu sang permaisuri sesekali menembus pintu kayu yang tertutup rapat, membuat jantung Erion berdegup dua kali lebih cepat.“Baginda, duduklah terlebih dahulu. Anda bisa kelelahan jika terus begini,” tegur Marib yang berdiri berjaga tidak jauh dari sana bersama istrinya, Linead—wanita yang diselamatkan di istana Galee.“Bagaimana aku bisa duduk tenang, Marib?” sahut Erion, nadanya meninggi karena luapan rasa panik yang tidak bisa ditahan lagi. Ia menatap pintu kamar dengan pa
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: Bab 332: Malam Pertama
Rangkaian pesta agung yang melelahkan akhirnya selesai, meninggalkan dua pasang pengantin baru di kamar pengantin di istana tamu milik Erion.Yasmin duduk di tepi ranjang besar yang bertabur kelopak bunga mawar, hanya berbalut gaun tidur tipis berwarna putih gading. Meskipun ini adalah pernikahan kedua Yasmin, tapi ia merasa seperti baru pertama kali menikah. Rasa mendebarkan yang asing sekaligus manis menggelitik dadanya.Di sudut ranjang yang agak berjauhan, Erion duduk dengan posisi kaku. Pria yang biasanya tampak gagah dan berwibawa di medan perang itu kini terlihat sangat kikuk. Ia terus memperbaiki posisi duduknya, menatap ke arah lantai, sesekali mencuri pandang ke arah Yasmin sebelum buru-buru membuang muka saat mata mereka tidak sengaja bertemu.Yasmin yang menyadari kegugupan suaminya tersenyum tipis. Ia menggeser duduknya sedikit, mencoba mencairkan kecanggungan yang memenuhi ruangan. "Erion... mari kita tidur, hari sudah sangat larut," ajak Yasmin lembut.Erion tersentak k
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: Bab 331: Janji Setia
“Tuan Putri, Anda benar-benar cantik,” bisik Voya, matanya berkaca-kaca saat memasangkan tiara perak di rambut Yasmin. “Baginda Erion pasti tidak akan bisa memalingkan wajahnya.”Yasmin tersenyum, menatap pantulan dirinya di cermin. “Terima kasih, Voya, Fatim.”Hari ini sebelum fajar baru menyingsing ibu kota Pervane sudah bergemuruh oleh sukacita. Sesuai perintah Ohmad, seluruh pelataran agung istana telah disulap menjadi altar terbuka yang luar biasa megah.Ribuan rakyat berkumpul di balik pagar pembatas, bersorak-sorai merayakan pernikahan sang putri yang sempat dikabarkan hilang di perbatasan.Yasmin berdiri di dalam paviliunnya, membiarkan Fatim dan Voya menyelesaikan riasan terakhirnya. Gaun sutra putih gading berlapis brokat emas—hantaran dari Odissian—melekat sempurna di tubuhnya.“Akhirnya Anda akan menjadi permaisuri Baginda,” ucap Voya berderai air mata.Saat genderang istana bertalu, Yasmin melangkah keluar. Ohmad sudah menunggunya di ujung koridor dengan pakaian kebesaran
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: Bab 330: Meminang Permaisuri
Erion benar-benar menepati janjinya. Pria itu tidak hanya datang untuk menjemputnya, melainkan datang untuk menaklukkan pandangan seluruh penduduk Pervane dengan kemegahan yang tak tertandingi.Di barisan paling depan, ratusan prajurit berkuda Odissian berbaris dengan formasi yang sangat rapi. Di belakang mereka, puluhan kereta kayu berukir emas yang membawa hantaran pusaka kerajaan—mulai dari kain sutra langka, perhiasan permata, hingga senjata-senjata pusaka berlapis emas—berjalan beriringan memasuki pelataran istana.“Dia benar-benar datang,” bisik Yasmin terharu.Ohmad bersama para petinggi kerajaan Pervane sudah berdiri di tangga utama istana, menyambut kedatangan rombongan megah tersebut dengan wajah penuh kekaguman.Erion turun dari kudanya. Pria itu mengenakan jubah kebesaran Raja Odissian berwarna hitam pekat dengan sulaman benang emas berbentuk lambang singa di bahunya. Mahkota emas bertahtakan berlian hitam melingkar kokoh di kepalanya, menegaskan aura kepemimpinan yang mu
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: Bab 329: Menjemputmu
"Bagaimana, Tuan Putri? Apakah posisinya sudah pas?" tanya Voya penuh semangat seraya menaruh nampan berisi teh hangat di atas meja kecil dekat kanvas.Sesuai dengan status barunya, Yasmin ditempatkan di sebuah paviliun khusus yang terletak di sisi barat kompleks istana. Paviliun itu bukan bangunan sembarangan. Itu adalah tempat yang pernah ditempati Erion saat pria itu tinggal di Pervane dulu.Di bagian belakangnya, terdapat sebuah pendopo terbuka yang menghadap langsung ke taman bunga mawar. Di pendopo itulah, sebuah meja kayu besar, kanvas, dan deretan cat warna sudah tertata rapi—semuanya disiapkan oleh Erion bertahun-tahun lalu demi mendukung bakat melukis Yasmin.Yasmin membalikkan tubuhnya, menatap pelayan setianya itu dengan senyuman lebar. "Ini lebih dari cukup, Voya. Terima kasih karena kau mau bersusah payah pindah ke sini bersamaku."Voya membungkuk dalam-dalam dengan wajah berseri-seri. "Saya yang harus berterima kasih, Tuan Putri. Saya bahkan sampai memohon dan bersujud
Last Updated: 2026-06-16
Menggoda Ayah Mantan Kekasihku

Menggoda Ayah Mantan Kekasihku

Dikhianati kekasih depan umum, Naraya merasa kehilangan segalanya, harga diri, kepercayaan, dan hatinya. Pria yang dicintainya selama dua tahun, Kenzie, justru berselingkuh dengan sahabatnya sendiri Alicia. Lebih kejamnya lagi, mereka berciuman tepat di depan mata Naraya, sambil menertawakan dan merendahkannya, dengan alasan Naraya tak bisa memenuhi kebutuhan gairah Kenzie. Sebuah fakta mengejutkan terungkap, Kenzie ternyata anak dari Ares Mahardika, CEO tempat Naraya bekerja sekarang. Seorang duda tampan, dingin, karismatik dan terkenal sebagai playboy berbahaya. Dan Naraya melihat itu sebagai kesempatan membuat Kenzie menyesal dengan cara paling kejam dan berisiko, yaitu Naraya akan menggoda ayah Kenzie. Dengan penampilan baru yang lebih berani dan menggoda, Naraya mulai memainkan perannya. Bahkan memakai strategi "salah kirim" foto tanpa busana pada Ares. Raya berhasil menjerat Ares dalam jaringannya. Dari sanalah segalanya dimulai, hubungan bergairah, tanpa ikatan, tanpa janji. Ares memberinya segalanya, apartemen mewah, mobil, kemewahan yang tak pernah ia bayangkan. Namun di balik hubungan yang seharusnya hanya tentang tubuh, Ares juga memberi sesuatu yang lain, perhatian dan kehangatan. Membuat Naraya menjatuhkan hati pada pria yang tak bisa menjanjikan hubungan. Kenzie sendiri kembali dan bertekad merebut Naraya dari pelukan ayahnya. Apakah Ares benar mencintainya atau Naraya hanya alat pelampiasan di ranjang? Apakah Kenzie akan membongkar rahasia ayahnya demi merebut kembali Naraya?
Read
Chapter: Epilog : The Great Escape
Kapal pesiar mewah The Majestic Star membelah ombak dengan anggun. Di salah satu dek privat kelas VVIP, Ares Mahardika berdiri dengan setelan kasual linen, menyesap wine merahnya dengan ekspresi paling rileks yang pernah dilihat dunia. Di sampingnya, Raya tampil mempesona dengan dress sabrina putih, membiarkan angin laut mempermainkan rambutnya. "Ares, kamu yakin ini tidak keterlaluan?" Raya bertanya, meskipun tangannya dengan manja melingkar di lengan suaminya. "Kita benar-benar mematikan semua ponsel. Bagaimana kalau Karin menangis atau Kelana berkelahi dengan temannya?" Ares terkekeh, suara baritonnya menyatu dengan deru mesin kapal yang halus. Ia merogoh saku, mengeluarkan dua ponsel yang layarnya gelap gulita. "Biarkan saja, Sayang. Karin sudah SMP, dia harus belajar bahwa dunia tidak selalu berputar di sekitar tangisannya. Kelana sudah SMA, dia calon penerus Mahardika, harus bisa menyelesaikan masalah tanpa mengadu pada Daddynya." Ia menjeda, lalu tertawa licik. "Lagi pula
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: End Chapter (Penutup)
Di Villa pribadi keluarga Mahardika di Lombok. Ares duduk bersandar di kursi malas. Rambutnya kini telah memutih sempurna, menyisakan gurat-gurat ketampanan maskulin yang bertransformasi menjadi kewibawaan seorang pria senja yang matang. Di sampingnya, Raya sedang sibuk menyesap teh melati hangat. Meski kerutan halus mulai menghiasi sudut matanya, binar di sana tetap sama seperti tiga puluh tahun lalu saat ia masih menjadi sekretaris yang galak bagi Ares. "Ares, lihat itu," tunjuk Raya ke arah bibir pantai. Di sana, Kelana yang sudah menjadi CEO tangguh menggantikan ayahnya, sedang menggendong putra kecilnya. Tak jauh dari mereka, Karin tertawa lepas bersama suaminya, sementara Kenzie—si anak hilang yang akhirnya pulang—sedang asyik memanggang daging bersama David dan istrinya. Kenzie dan David juga sudah menua. "Sebahagia ini ya kita bisa kumpul semuanya," bisik Raya. Ares mengalihkan pandangannya dari anak-cucunya, lalu menatap Raya. Ia meraih tangan istrinya, menggenggam je
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Extrapart 9
Televisi masih menyala, menampilkan serial Netflix yang tadi ditonton Karin dan Gia, namun tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar fokus ke layar.Karin duduk di karpet dengan kaki ditekuk, jemarinya terus memutar-mutar ujung bantal sofa. Sesekali ia melirik jam dinding, lalu beralih menatap pintu depan yang masih tertutup rapat. Di sofa, Kelana tetap dengan laptopnya, namun jika diperhatikan lebih dekat, kursor di layarnya hanya bergerak berputar-putar tanpa mengetik satu kata pun. Gia, yang menyadari ketegangan itu, hanya diam sambil sesekali mengusap bahu Karin untuk menenangkan."Kak, kok lama banget sih?" gumam Karin, suaranya serak. "Dokter Indri kan biasanya cepat kalau periksa Mami. Jangan-jangan... jangan-jangan beneran ada bayi?"Kelana menghela napas, menutup laptopnya dengan suara klik yang tegas. Ia menatap adiknya dengan tatapan yang lebih lembut dari biasanya. "Karin, tenang. Mau ada bayi atau enggak, itu bukan kiamat. Yang paling penting itu kondisi Mami. Usi
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Extra part 8
Setelah prosedur transvaginal dimulai, resolusi di layar monitor menjadi jauh lebih tajam. Dokter Indri menggerakkan alatnya dengan perlahan, mencari setiap sudut rahim Raya. "Nah, ini dia sumber kegelisahan kalian," ujar Dokter Indri pelan. Raya memejamkan mata rapat-rapat, jantungnya berdebar hingga ke telinga. Raya memejamkan mata rapat-rapat, jemarinya meremas sprei rumah sakit. "Dokter... katakan saja. Ada janin di sana? Apa saya benar-benar hamil di usia empat puluh lima tahun?" Sementara Ares mencondongkan tubuhnya, wajahnya hampir menempel pada monitor. "Itu dia kan, Dok? Titik hitam itu? Dia sedang bersembunyi?" Dokter Indri mematikan mesin USG, melepaskan sarung tangannya, kemudian memberikan tisu pada Raya untuk membersihkan diri. ​Raya bangkit dengan kaki yang terasa lemas. Ares merangkul pinggang istrinya, menuntunnya seolah Raya adalah porselen retak yang bisa hancur kapan saja. Begitu mereka duduk, Dokter Indri memutar layar monitor ke arah mereka. "Ibu Raya, Pak
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Extra part 7
"Silakan duduk, Pak Ares, Ibu Raya," sapa dr. Indri ramah. Ia telah mengenal pasangan ini sejak kehamilan Karin dua puluh tahun yang lalu. "Wah, sudah lama sekali ya. Ada keluhan apa hari ini?" Ares berdehem, mencoba menetralkan suaranya yang mendadak sedikit serak. "Istri saya. Dia... yah, telat datang bulan. Sudah dua bulan." Dokter Indri mengangkat alisnya, lalu tersenyum simpul sambil mencatat di rekam medis. "Dua bulan?" "Iya, Dok. Biasanya gak pernah telat. Tadi sempet tespack, garisnya dua tapi samar banget," jawab Raya lirih. Wajahnya memerah. Ia merasa seperti remaja yang tertangkap basah melakukan kesalahan, padahal ia sedang duduk bersama suaminya yang sah. "Baik, usia empat puluh lima ya. Kita periksa dulu. Silakan berbaring di bed, kita lihat lewat USG," ujar dr. Indri sambil memakai sarung tangan lateksnya. Raya merebahkan diri dengan perasaan campur aduk. Ares berdiri tepat di samping kepala Raya, menggenggam tangannya seolah-olah istrinya sedang akan menjala
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Extra part 6
Ares dan Raya menuruni tangga. Ares tampak gagah dengan kaos polo dan celana bahan, sementara Raya terlihat anggun dengan dress kuning meski wajahnya menyiratkan kegelisahan yang tak bisa disembunyikan.Karin sedang asyik bersandar di karpet bulu bersama Gia, pacar Kelana di ruang keluarga menonton film di netflix. Iamenoleh pertama kali. "Loh, Daddy sama Mami mau ke mana? Rapi banget, mau kondangan?" tanya Karin heran.Dahinya mengernyit melihat orang tuanya sudah rapi seperti hendak menghadiri jamuan penting. Di sofa, Kelana yang sedang fokus dengan laptop di pangkuannya—postur tubuh dan tatapan matanya yang tajam benar-benar duplikat Ares di masa muda—turut mendongak."Mau ke dokter," jawabnya dengan nada penuh semangat yang tidak biasa.Ares menyunggingkan senyum lebar, seolah baru saja memenangkan tender proyek raksasa. Kelana seketika menghentikan jarinya yang sedang menari di atas keyboard. Ia menutup setengah layar laptopnya. "Ke dokter? Siapa yang sakit? Daddy tensinya nai
Last Updated: 2026-03-27
You may also like
Another Marriage
Another Marriage
Romansa · Qeqe Sunarya
605.0K views
My Arrogant Lawyer
My Arrogant Lawyer
Romansa · Kanietha
596.9K views
My Crazy Boss (Indonesia)
My Crazy Boss (Indonesia)
Romansa · Selfie Hurtness
590.5K views
Pengantin Tuan Haidar
Pengantin Tuan Haidar
Romansa · Nyi Ratu
587.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status