author-banner
Pita
Pita
Author

روايات بقلم Pita

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Dikhianati keluarga. Ditinggalkan oleh orang tua. Disingkirkan dari takhta. Dan tetap berdiri demi cinta serta balas dendam. Pangeran Mahkota Jagatra Eduardo Batistuta adalah pewaris sah Kerajaan Aethelgard Silvanus. Namun tujuh saudaranya, bahkan Raja dan Ratu sendiri, merencanakan segala cara untuk menyingkirkannya. Mereka ingin Kaesar, anak kesayangan, menjadi raja berikutnya. Selama bertahun-tahun Jagatra buta akan kebencian keluarganya. Sampai akhirnya, di usianya yang ke-25, semua topeng tersingkap dan darah pertama tertumpah. Saat balas dendam mulai ia jalankan, hidupnya dipenuhi dilema. Ia jatuh cinta pada Audina, gadis sederhana dari rakyat jelata. Namun cinta mereka dipenuhi duri fitnah, perbedaan kasta, hingga hadirnya putri dan pangeran lain yang mencoba merebut hatinya. Mampukah Jagatra bertahan dari pengkhianatan demi pengkhianatan? Akankah ia berhasil membalaskan dendam, merebut takhta, sekaligus mempertahankan cintanya? Satu hal yang pasti hanya darah dan cinta sejati yang akan menobatkannya sebagai Raja.
قراءة
Chapter: bab 268 justin yang terlupakan.
Malam semakin dalam di Aethelgard.Hujan di luar perlahan mereda, meninggalkan suara tetesan air dari atap batu istana. Ruang pengobatan mulai sedikit tenang setelah Lucas akhirnya sadar kembali.Para tabib masih sibuk mengganti ramuan dan membersihkan racun dari tubuhnya.Namun ketegangan yang tadi memenuhi ruangan…belum benar-benar hilang.Rionaldo duduk di lantai dekat dinding sambil menundukkan kepala. Rafka berdiri diam di dekat jendela. Jagatra masih berada di sisi ranjang Lucas tanpa banyak bicara.Sementara Justin…perlahan berjalan keluar ruangan sendiri.Tidak ada yang menghentikannya.Karena semua orang mengira ia hanya butuh udara.Koridor istana terasa panjang dan dingin malam itu.Langkah Justin bergema pelan melewati obor-obor redup.Tatapannya kosong lurus ke depan.Isi kepalanya masih dipenuhi Michael.Cristian.Lucas.Dan semua orang yang hampir hilang satu per satu.Namun semakin lama ia berjalan
آخر تحديث: 2026-06-15
Chapter: bab 267 Michael yang diingat sebagai iblis.
saat Lucas dibawa menuju ruang pengobatan kerajaan. Para tabib berjalan cepat melewati koridor sambil membawa ramuan dan kain hangat.Sementara di belakang mereka…tidak ada satu pun yang bicara.Jagatra berjalan paling depan.Tatapannya lurus.Dingin.Rionaldo mengepalkan tangannya sejak tadi. Justin menunduk sambil mengusap wajah kasar berkali-kali. Dan Rafka terus menatap bercak darah kecil yang tertinggal di lantai batu tempat Lucas jatuh tadi.Semuanya terasa terlalu mirip.Terlalu dekat dengan kehilangan lain yang belum sempat mereka kubur.Pintu ruang pengobatan terbuka keras.BRAKK!Tabib segera membaringkan Lucas di atas ranjang besar.“Cepat, siapkan penawar!”“Air panas!”“Bersihkan lukanya lagi!”Suara para tabib memenuhi ruangan.Namun Lucas sendiri hanya memejamkan mata sambil menahan napas berat.Racun hitam samar mulai terlihat jelas di bawah kulit lehernya sekarang.Dan itu membuat suasana ruang
آخر تحديث: 2026-06-14
Chapter: bab 266 Lucas tersungkur.
Hujan kecil belum berhenti sejak ruangan penghormatan itu ditinggalkan. Lorong-lorong istana dipenuhi cahaya obor redup dan langkah pelan para pelayan yang berbicara nyaris berbisik.Namun setelah keluar dari ruangan Cristian…tidak ada seorang pun yang benar-benar merasa bisa bernapas lega.Jagatra berjalan paling depan di koridor utama.Tatapannya lurus.Diam.Sementara di belakangnya, Justin menunduk sambil memasukkan tangan ke saku jubah. Rafka berjalan pelan dengan wajah pucat. Rionaldo masih memegang gelas kecil kosong sejak tadi.Dan Lucas…langkahnya mulai terasa berat.Sangat berat.Awalnya tidak ada yang sadar.Sampai....BRUKK!Tubuh Lucas tiba-tiba oleng keras menghantam dinding batu.“Lucas!”Rafka langsung bergerak cepat menangkap bahunya sebelum pria itu jatuh sepenuhnya ke lantai.Rionaldo membeku.Justin langsung mendecak panik.“Anjir.!”Lucas tertawa kecil sambil menahan napas kasar.“
آخر تحديث: 2026-06-13
Chapter: bab 265 Mengantar Cristian ke peristirahatan terakhir.
Malam turun perlahan di Aethelgard.Hujan tipis kembali membasahi halaman istana. Cahaya obor memantul di lantai batu yang masih menyisakan retakan perang. Dan di tengah kerajaan yang sedang mencoba bangkit kembali…nama Cristian kembali memenuhi udara.Karena besok pagi… pemakamannya akan dilaksanakan.Di ruang persiapan kerajaan, beberapa pelayan berjalan pelan sambil membawa kain putih dan lambang bahrasta.Tidak ada suara keras.Tidak ada percakapan panjang.Semua orang bergerak hati-hati…seolah takut merusak kesunyian yang menyelimuti istana malam itu.Di ruangan paling ujung…tubuh Cristian terbaring tenang.Pakaiannya sudah diganti dengan jubah kerajaan berwarna hitam dan emas. Luka di dadanya ditutupi kain kehormatan perang.Dan untuk pertama kalinya sejak perang dimulai…wajah pria itu terlihat benar-benar damai.Pintu ruangan terbuka perlahan.KREEKK…Jagatra masuk lebih dulu.Di belakangnya ada Lucas, Ju
آخر تحديث: 2026-06-12
Chapter: bab 263 Ellisha memberi jalan.
Balai Agung Aethelgard berubah sunyi.Namun sunyi itu… bukan ketenangan,Melainkan tekanan yang membuat udara terasa berat.Jagatra masih berdiri di tengah aula.Tatapannya dingin mengarah lurus ke depan.Prajurit yang tadi melapor bahkan tidak berani mengangkat kepala lagi.Lucas mengusap wajahnya kasar.“…dewan bangsawan mulai gerak.”Justin mendecakkan lidah keras.“Mereka takut kehilangan kuasa.”Rafka mengepalkan tangannya kecil.“Dan mereka pakai Audina.”Rionaldo langsung berbalik menuju pintu aula.“Gue ambil dia sekarang.”Namun...“Berhenti.”Langkah Rionaldo langsung terhenti.Semua mata berpindah ke Jagatra.Pangeran mahkota itu perlahan berjalan turun dari tangga aula.Langkahnya tenang.Terlalu tenang.Dan justru itu yang membuat semua orang semakin waspada.Lucas menyipitkan mata kecil.“…lo mau apa?”Jagatra berhenti beberapa langkah dari mereka.Tatapannya tidak berubah.
آخر تحديث: 2026-06-11
Chapter: bab 262 Audina menjadi tawanan.
Pagi di Aethelgard mulai bergerak perlahan.Balai Agung kembali dibuka.Para pelayan membersihkan sisa reruntuhan. Prajurit berjaga di setiap lorong utama. Dan untuk pertama kalinya sejak perang saudara pecah…kerajaan mulai terlihat hidup kembali.Namun kedamaian itu… tidak bertahan lama.Di sayap utara istana, Audina sedang duduk di ruang pemulihan kecilnya.Lukanya masih belum benar-benar sembuh. Bahunya masih diperban tebal. Namun dibanding beberapa hari lalu…warnanya sudah jauh lebih baik.Di dekat jendela, sinar matahari pagi masuk lembut menyinari ruangan.Nara berdiri di samping meja sambil menuangkan air hangat.Meskipun Putri Ellisha sudah meninggalkan Aethelgard… Nara masih tinggal sementara untuk membantu pemulihan para korban perang.“Audina, kau harus istirahat lebih lama,” katanya pelan.Audina tersenyum kecil.“Aku bosan terus di kamar.”Nara menghela napas kecil pasrah.Namun sebelum ia sempat menjawab—
آخر تحديث: 2026-06-10
Cinta Di Balik Tanda Tangan

Cinta Di Balik Tanda Tangan

Baginya,Aluna hanya alat. Bagi Aluna, Leonard adalah kutukan. Tapi siapa sangka, tanda tangan yang dipaksakan justru membuka pintu menuju cinta tak terduga. Saat hidup Aluna yang sederhana berubah drastis karena harus menikah dengan Leonard Alvaro — seorang CEO muda yang dingin, arogan, dan menyimpan luka masa lalu — ia tak pernah menyangka akan terseret ke dunia penuh intrik, penghinaan, dan rahasia keluarga yang gelap. Leonard tidak menginginkannya. Bagi Leonard, Aluna hanyalah gadis miskin yang terpaksa ia nikahi demi menyelamatkan warisan dan reputasi keluarga. Ia memperlakukannya tanpa hati, tanpa simpati. Tapi, di balik sikap dinginnya, tersembunyi luka lama yang belum sembuh. Aluna mencoba bertahan. Ia tak meminta cinta, hanya sedikit penghargaan. Namun, semakin ia mencoba menjauh, semakin kuat ikatan yang tanpa sadar tumbuh di antara mereka. Ketika kebencian perlahan berubah menjadi perhatian... Ketika pernikahan palsu mulai terasa nyata... Dan ketika kebenaran masa lalu terbongkar, apakah cinta bisa menjadi penyelamat... atau justru penghancur?
قراءة
Chapter: bab 150 Ending:Tempat pulang yang menetap.
Pagi datang dengan cahaya yang lembut, tidak menyilaukan. Leonard bangun lebih dulu,karena kebiasaan baru: memastikan hari dimulai tanpa tergesa. Ia menoleh. Aluna masih tidur, napasnya teratur, wajahnya damai. Leonard tersenyum kecil.Beberapa bulan terakhir berjalan seperti itu. Tidak ada lompatan besar, tidak ada perayaan yang direncanakan. Hanya hari-hari yang dipilih untuk tinggal. Hingga suatu pagi, Aluna memanggilnya dari dapur dengan suara yang berbeda.“Leonard,” katanya pelan, “kita perlu bicara.”Leonard datang dengan tenang. Di meja, ada secangkir teh yang sudah mendingin dan selembar kertas kecil. Aluna tidak menunggu lama untuk menjelaskan. Ia hanya menggeser kertas itu ke arah Leonard.Dua garis tipis,Leonard menatapnya beberapa detik,cukup lama untuk memahami, cukup singkat untuk yakin. Ia mengangkat wajahnya, mata mereka bertemu, dan di sana tidak ada ketakutan yang dulu sering muncul. Yang ada hanya rasa hadir yang utuh.
آخر تحديث: 2026-02-18
Chapter: bab 149 hari yang dipilih untuk tinggal.
Pagi setelah itu tidak membawa pengumuman apa pun,tidak ada perubahan besar yang bisa ditunjuk dan disebut sebagai awal. Leonard bersiap seperti biasa, Aluna merapikan hal-hal kecil yang sempat tertinggal. Namun ada satu perbedaan yang tidak perlu dicari,keduanya bergerak tanpa beban yang dulu tak pernah benar-benar pergi.Leonard berangkat ke kantor dengan langkah yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Bedanya, ia tidak lagi memeriksa ulang pikiran sendiri di sepanjang jalan,tidak ada dialog batin yang menimbang kemungkinan terburuk. Ia tiba, bekerja, berbicara seperlunya, dan menyelesaikan apa yang perlu diselesaikan.Di tengah hari, Leonard berhenti sejenak di depan jendela ruangannya. Kota bergerak seperti biasa. Orang-orang berjalan dengan tujuan masing- masing,ia tidak merasa harus mengatur semuanya agar tetap berada di jalur aman. Ia membiarkan hidup berjalan dan ikut berjalan di dalamnya.Sore datang tanpa drama. Leonard pulang tepat waktu, membaw
آخر تحديث: 2026-02-17
Chapter: bab 148 yang tidak lagi ragu
Pagi datang dengan cahaya yang lebih bersih. Hujan semalam menyisakan udara dingin yang menenangkan, seolah dunia baru saja dibasuh tanpa diminta. Leonard bangun lebih awal, kali ini tanpa jeda panjang,karena tubuhnya siap. Di dapur, Aluna sudah lebih dulu terjaga. Ia menata dua piring sarapan sederhana,tidak ada menu khusus,tidak ada usaha untuk membuat pagi terasa istimewa,namun justru di sanalah keistimewaannya tinggal. “Kamu kelihatan lebih ringan,” kata Aluna sambil menuang air hangat. Leonard duduk. “Karena aku tidak membawa apa pun dari kemarin.” Aluna mengangguk. Mereka makan tanpa terburu, tanpa percakapan panjang. Sendok bertemu piring, pagi berjalan apa adanya. Hari itu, Leonard tidak langsung ke kantor. Ia mengambil waktu setengah hari,keputusan yang dulu selalu ia timbang berulang kali. Kini, keputusan itu hadir tanpa debat di dalam kepala. Ia dan Aluna berjalan keluar rumah, menyu
آخر تحديث: 2026-02-16
Chapter: bab 147 hal yang mulai mengakar.
Hari-hari berikutnya tidak membawa perubahan yang bisa ditunjuk dengan jelas, namun ada sesuatu yang mulai mengendap,seperti tanah yang perlahan memadat setelah lama diguyur hujan. Leonard merasakannya saat ia bangun pagi tanpa dorongan untuk segera berdiri. Aluna merasakannya ketika ia menata hari tanpa perlu memastikan apa pun pada siapa pun.Pagi itu, Aluna menyiapkan sarapan dengan menu yang sama seperti kemarin,tidak ada niat untuk variasi, dan tidak ada rasa bosan. Leonard memperhatikannya dari kursi makan, menyadari bahwa pengulangan kini terasa aman, bukan menjemukan.“Kita sudah beberapa hari begini,” kata Leonard, lebih seperti pengamatan.Aluna mengangguk. “Dan tidak ada yang terasa tertinggal.”Leonard tersenyum kecil. Ia berangkat kerja dengan pikiran yang tidak lagi memantul ke banyak arah. Di kantor, satu proyek lama akhirnya memasuki fase akhir,tanpa drama, tanpa perayaan besar. Ia menandatangani berkas terakhir dan menyerahkannya
آخر تحديث: 2026-02-15
Chapter: bab 146 arah yang dibiarkan tumbuh.
Pagi berikutnya terasa sama, namun tidak pernah benar-benar serupa. Leonard membuka mata dengan kesadaran yang pelan: hari tidak berulang, ia hanya bergerak dengan cara yang lebih lembut. Aluna sudah bangun lebih dulu, duduk di dekat jendela dengan selimut tipis di bahunya, menatap halaman yang masih basah oleh sisa embun.Leonard mendekat tanpa suara. Ia berdiri di belakang Aluna beberapa detik, lalu duduk di lantai, menyandarkan punggung pada sisi kursi. Tidak ada sapaan. Tidak ada kebutuhan menandai momen.“Ada hari-hari,” ucap Aluna akhirnya, “yang dulu akan membuatku gelisah.”Leonard mengangkat kepala. “Sekarang?”“Sekarang justru membuatku ingin diam lebih lama.”Leonard tersenyum kecil. Ia memahami pergeseran itu,dari ingin memastikan, menjadi ingin merasakan.Di kantor, Leonard menjalani hari tanpa agenda yang penuh. Beberapa hal diserahkan sepenuhnya pada tim. Ia hadir jika diminta, mundur jika tidak diperlukan. Tidak a
آخر تحديث: 2026-02-14
Chapter: bab 145 hari yang tidak ditahan.
Pagi itu datang dengan suara biasa,air mengalir di kamar mandi, langkah pelan di lantai, bunyi cangkir bertemu meja, Leonard dan Aluna bergerak seperti kemarin, dan entah bagaimana, itu terasa cukup.Leonard berangkat sedikit lebih siang, karena tidak ada alasan untuk berangkat lebih awal. Di perjalanan, lampu lalu lintas memaksanya berhenti lebih lama dari biasanya. Ia tidak mengeluh. Ia memandang keluar, melihat orang-orang menyeberang dengan langkah masing-masing. Tidak ada satu pun yang tampak salah.Di kantor, sebuah diskusi kecil berlangsung di ruang terbuka. Leonard ikut duduk, mendengar tanpa memotong. Ketika pendapatnya diminta, ia menjawab singkat, tidak menutup kemungkinan lain. Diskusi itu berakhir tanpa kesimpulan final dan tidak ada yang gelisah karenanya.“Besok kita lanjut,” kata salah satu dari mereka.Leonard mengangguk. “Baik.”Menjelang siang, Brayen mengirim pesan singkat: Makan bareng?Leonard membalas: Nant
آخر تحديث: 2026-02-13
قد تعجبك أيضًا
Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi
Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi
Historical · Afifah Maulida
3.6K وجهات النظر
Perjalanan Hidup Alvira
Perjalanan Hidup Alvira
Historical · alifiamch
3.5K وجهات النظر
Marga Kuromori
Marga Kuromori
Historical · Suci AD
3.4K وجهات النظر
Alegoria
Alegoria
Historical · Red Maira
3.4K وجهات النظر
Pendekar Tangan Dewa
Pendekar Tangan Dewa
Historical · Junn_Badranaya
3.4K وجهات النظر
Mungkinkah, Aku Gila
Mungkinkah, Aku Gila
Historical · Ria Taslim
3.3K وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status