LOGINDikhianati keluarga. Ditinggalkan oleh orang tua. Disingkirkan dari takhta. Dan tetap berdiri demi cinta serta balas dendam. Pangeran Mahkota Jagatra Eduardo Batistuta adalah pewaris sah Kerajaan Aethelgard Silvanus. Namun tujuh saudaranya, bahkan Raja dan Ratu sendiri, merencanakan segala cara untuk menyingkirkannya. Mereka ingin Kaesar, anak kesayangan, menjadi raja berikutnya. Selama bertahun-tahun Jagatra buta akan kebencian keluarganya. Sampai akhirnya, di usianya yang ke-25, semua topeng tersingkap dan darah pertama tertumpah. Saat balas dendam mulai ia jalankan, hidupnya dipenuhi dilema. Ia jatuh cinta pada Audina, gadis sederhana dari rakyat jelata. Namun cinta mereka dipenuhi duri fitnah, perbedaan kasta, hingga hadirnya putri dan pangeran lain yang mencoba merebut hatinya. Mampukah Jagatra bertahan dari pengkhianatan demi pengkhianatan? Akankah ia berhasil membalaskan dendam, merebut takhta, sekaligus mempertahankan cintanya? Satu hal yang pasti hanya darah dan cinta sejati yang akan menobatkannya sebagai Raja.
View MoreBUM... BUM... BUM... Langkah makhluk itu semakin dekat. Setiap pijakannya... membuat dinding lorong dipenuhi retakan baru. Kabut hitam berputar mengelilinginya. Namun... wujudnya masih tertutup kegelapan. Hanya... sepasang mata merah yang tampak jelas. Jagatra mengangkat pedangnya. "Jangan lengah." Lucas berdiri di sisi kirinya. Justin di kanan. Audina dan Nara berada beberapa langkah di belakang. Sedangkan... Rafka dan Rionaldo saling berpandangan. Entah mengapa... keduanya merasakan sesuatu yang sama. Pria tua berjubah hitam berkata pelan, "Ia mulai memilih." Lucas mengernyit. "Memilih apa?" "Nama berikutnya." Sunyi. Mendadak... dua sinar merah keluar dari mata Penghapus. Bukan menuju Jagatra. Bu
Lorong terdalam kembali bergetar.DUUUM...DUUUM...Kabut hitam yang memenuhi celah-celah batu perlahan bergerak.Tidak lagi berputar tanpa arah.Kini...kabut itu seperti sedang mencari sesuatu.Jagatra mengangkat pedangnya."Semua tetap waspada."Lucas mengangguk.Justin mengembuskan napas panjang.Sedangkan Rafka mulai mampu berdiri tanpa bantuan.Pria tua berjubah hitam memandang ke ujung lorong."Waktunya sudah tiba."Belum sempat siapa pun bertanya...kabut di depan mereka perlahan membelah.Namun...yang muncul bukan makhluk bermata merah.Melainkan...sebuah aula lain.Sangat luas.Di tengahnya berdiri cermin hitam raksasa.Permukaannya tidak memantulkan bayangan.Melainkan...kenangan.Pria tua itu berkata pelan,"Penghapus selalu menyerang melalui luka yang belum selesai."Tatapannya beralih kepada Justin."Dan kau...""...akan menjadi yang pertama."Just
Lorong terdalam kembali diliputi keheningan.Namun...keheningan itu tidak lagi terasa kosong.Getaran pelan masih merambat di sepanjang dinding batu.DUUUM...DUUUM...Kabut putih berputar perlahan.Jagatra tetap berdiri di depan Lucas.Justin memandang lorong yang gelap.Sedangkan Rafka...masih berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya.Pria tua berjubah hitam memandang jauh ke dalam kegelapan.Wajahnya berubah serius."Ia telah bangun."Jagatra mengangkat pedangnya."Siapa?"Belum sempat pria tua itu menjawab...udara di seluruh lorong mendadak menjadi sangat dingin.Obor-obor batu padam.Satu demi satu.FUSSH...FUSSH...FUSSH...Hanya cahaya putih dari kabut yang masih menerangi ruangan.Audina merapat ke sisi Jagatra."Aku merasakan sesuatu..."Nara menggigil."Bukan manusia."Rionaldo menggenggam pedangnya semakin erat."Lalu apa?"Sunyi.Kemudian...
Lorong kuno kembali dipenuhi keheningan.Kabut putih masih mengelilingi Lucas.Justin.Dan Rafka.Meski doa Ellisha sempat memperlambat kutukan...retakan pada dinding batu belum benar-benar berhenti.KREK...KREK...Suara retakan kembali terdengar.Jagatra langsung menoleh.Tatapannya tertuju pada nama Lucas.Retakan kecil kembali muncul.Pria tua berjubah hitam menghela napas."Kutukan mulai bergerak lagi."Audina menggenggam tangan Jagatra."Kita harus melakukan sesuatu."Jagatra melangkah mendekati dinding batu."Lalu bagaimana caranya?"Pria tua itu menatap Lucas."Kutukan ini...""...akan selalu menguji orang yang paling kuat mengingat."Sunyi.Lucas mengangkat wajahnya perlahan.Tatapannya mulai kembali jernih.Namun...ia merasakan sesuatu.Tubuhnya terasa semakin ringan.Sangat ringan.Ia menatap kedua tangannya."...kenapa?"Justin ikut menoleh."Luca
Malam itu, ibu kota kerajaan tampak hidup lebih dari biasanya. Jalanan dipenuhi lentera warna-warni, suara musik rakyat bercampur dengan tawa anak-anak, dan aroma manis roti madu menguar di udara. Festival panen selalu jadi malam paling ditunggu semua orang bahkan para bangsawan pun turun ke jalan
Saat ini Ratu Elean duduk di ruang pribadinya, jemarinya memainkan cangkir teh yang sudah dingin. Tatapannya kosong.Langkah kaki terdengar dari luar membuat tatapan Ratu Elean langsung berubah menjadi tajam.“Masuk,” ujarnya datar.Pintu terbuka. Putri Ellisha masuk dengan kepala tertunduk, membaw
Langit pagi di Kerajaan Aethelgard Silvanus berwarna keemasan, Kabut tipis melingkupi taman kerajaan yang luas, dan di taman itulah Pangeran Mahkota Jagatra duduk diam di bangku batu, mengenakan jubah abu-abu sederhana tanpa lambang kerajaan. Ia tidak ingin dikenali hari ini.Suara langkah lembut t
Saat ini Ratu Elean berdiri di depan cermin besar berhias ukiran naga emas. Di balik bayangan pantulan kaca itu, wajahnya terlihat seperti seorang perempuan yang anggun namun dingin seperti es yang tak pernah mencair. Tangannya menggenggam kalung berliontin safir biru, benda yang sudah lama disimpa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.