author-banner
goresan pena amatir
goresan pena amatir
Author

Novels by goresan pena amatir

Janda Cantik, Ibu Kosku

Janda Cantik, Ibu Kosku

Bimo mahasiswa yang baru pindah kos, tidak menyangka akan bertemu dengan Rara, ibu kosnya yang cantik dan penuh pesona . awalnya hanya hubungan ibu kos dan penghuni kos saja, tapi perlahan-lahan mereka terjebak dalam pesona satu sama lain, terlibat dalam hubungan rahasia yang penuh dengan gairah dan drama dibawah atap kos yang sama.
Read
Chapter: Kerja Keras Tidak Akan Pernah Mengkhianati Hasil
Pagi itu udara terasa sejuk dan segar, embun masih menempel di ujung daun-daun di halaman rumah. Di teras, Bima duduk bersila di atas tikar anyaman dengan wajah yang cemberut serius. Di depannya terbentang bilah-bilah bambu yang sudah dibelah tipis, bersama alat pengait kecil. Ia sedang berusaha membuat anyaman tikar kecil untuk tugas keterampilan di sekolah, tapi sudah hampir satu jam mencoba, hasilnya selalu miring, tidak rapi, atau malah lepas di tengah jalan.“Ah, susah sekali!” gerutu Bima kesal sambil membanting bilah bambu itu ke lantai dengan kasar. “Saya sudah coba berkali-kali tapi tetap saja jelek. Lebih baik tidak usah dikerjakan, biar saja nilai saya jelek. Saya memang tidak pandai begini!”Aku dan Rara yang sedang menyiram tanaman di dekatnya segera mendekat pelan. Rara meletakkan gayungnya, lalu duduk di samping cucu kami itu dengan wajah tenang tanpa sedikit pun marah melihat tingkahnya. Ia mengusap punggung Bima pelan sambil menatap hasil anyaman yang berantakan di la
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bersyukur Membuka Pintu Rezeki yang Lebih Luas
Sore itu suasana di ruang tengah terasa sedikit lebih hening dari biasanya. Arka duduk membungkuk di atas meja kayu tua, tangannya sibuk menggoreskan angka di buku catatan kas, sementara istrinya duduk di samping sambil memegang daftar belanjaan bulanan. Keduanya sesekali menghela napas panjang, saling berpandangan lalu kembali menunduk lesu. Tak lama kemudian Bima masuk dari luar dengan wajah bersemangat, tapi segera mematikan langkahnya saat melihat raut wajah orang tuanya.“Ada apa, Yah, Bu? Kenapa kelihatan berat sekali?” tanyanya pelan sambil mendekat perlahan.Arka menutup bukunya pelan, lalu mengusap wajahnya yang tampak lelah. “Tidak apa-apa, Nak. Hanya… bulan ini keuangan kita agak sempit. Tiga penghuni kos terlambat membayar sewa karena pekerjaan mereka belum cair, biaya perawatan tanaman di kebun juga naik cukup banyak. Akibatnya, rencana untuk membelikanmu sepeda baru yang sudah kamu tunggu-tunggu itu… harus kita tunda dulu beberapa bulan lagi. Maafkan Ayah dan Ibu ya.”Wa
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Kesabaran adalah Kunci Membuka Segala Kunci
Pagi itu wajah Arka tampak cemas dan gelisah. Ia baru saja pulang dari kota dengan langkah tergesa-gesa, lalu duduk di meja kayu tua sambil memegang kertas yang tangannya sedikit gemetar. Rara segera membawakan segelas air hangat dan duduk di sampingnya dengan tenang, tak memburu-buru meminta penjelasan.“Ada apa, Nak? Ceritakanlah pelan-pelan, jangan dipendam sendiri,” ucap Rara lembut.Arka menghela napas panjang, lalu menatap kami satu per satu. “Barang pesanan untuk kos-kosan dan kebutuhan kebun seharusnya sampai hari ini. Tapi pengangkutnya mengalami kerusakan di tengah jalan, dan baru bisa dikirim lagi paling cepat dua minggu lagi. Padahal kalau terlambat, beberapa penghuni mungkin akan pindah, dan tanaman muda di kebun bisa terhambat pertumbuhannya karena pupuk belum datang. Saya sudah cemas sekali, rasanya ingin lari ke sana sekarang juga dan memaksanya segera dikirim.”Bima yang mendengarnya ikut tampak bingung. “Kenapa harus menunggu dua minggu? Kan Ayah bisa marah-marah sup
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Berbagi Membuat Hidup Semakin Luas
Siang itu matahari bersinar terik menyengat kulit, membuat udara di sekitar teras terasa hangat. Kami sedang berhitung hasil panen singkong dan pisang dari kebun belakang, yang jumlahnya ternyata jauh lebih banyak dari perkiraan. Keranjang demi keranjang tersusun rapi, siap untuk dijual ke pasar atau dibagikan kepada tetangga.Bima berdiri di samping tumpukan hasil panen, wajahnya tampak sedikit keberatan saat mendengar rencana kami. “Kakek, kenapa harus dibagi-bagi ke tetangga? Kan kita bisa jual semuanya, uangnya bisa ditabung atau dibeli barang yang lebih berguna. Ini kan hasil kerja keras kita semua selama berbulan-bulan merawat tanamannya.”Rara tersenyum lembut, lalu mengajaknya duduk di bangku kayu yang teduh. “Dengar dulu ya penjelasan Nenek, Nak. Memang benar ini hasil keringat dan waktu yang kita luangkan. Tapi coba kamu perhatikan satu hal: singkong dan pisang ini kalau disimpan terlalu lama saja akan busuk dan terbuang percuma. Tapi kalau kita bagikan, nilainya tidak akan
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Menghormati Orang Lain Membawa Kehormatan Diri Sendiri
Sore itu kami sedang duduk santai di teras sambil mengupas buah nangka matang hasil panen dari kebun belakang. Tiba-tiba lewatlah Pak Kasan, petugas kebersihan desa yang setiap hari berjalan berkeliling membawa sapu lidi dan keranjang sampah. Pakaiannya lusuh dan penuh bercak debu, wajahnya tampak lelah namun tetap tersenyum ramah pada siapa saja yang ia temui.Saat ia melewati depan rumah kami, Bima yang sedang memegang sepotong nangka manis tiba-tiba berucap dengan suara cukup keras, “Ih, kotor sekali bajunya. Kenapa harus jadi tukang sapu sih? Pasti tidak punya uang untuk kerja yang bagus.”Kami semua terdiam sejenak. Rara segera meletakkan pisau di tangannya, lalu memanggil Bima mendekat dengan lembut namun tegas. Arka segera bangkit, menyapa Pak Kasan dengan sopan, mempersilakannya berhenti sebentar untuk minum dan beristirahat sejenak.“Bima, nak, kemarilah sebentar,” panggil Rara pelan. Matanya tidak marah, tapi meminta perhatian penuh. “Tadi apa yang kamu katakan? Coba ulangi
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Sederhana itu Indah dan Penuh Berkah
Pagi itu terdengar suara riuh rendah dari arah jalan desa. Sebuah mobil berwarna mengkilap berhenti di depan rumah tetangga yang baru saja direnovasi besar-besaran. Banyak orang berkumpul melihat tembok baru yang tinggi, pintu berukir mewah, dan atap yang berkilau terkena sinar matahari. Bima berlari kecil mendekat ke arah kami yang sedang menyiram tanaman di halaman.“Kakek! Nenek! Rumah Pak RT baru selesai dibangun sangat besar dan indah sekali! Pintunya mengkilap, jendelanya banyak, dan halamannya dipasangi ubin yang berwarna-warni!” serunya dengan mata berbinar kagum. “Kenapa rumah kita tidak dibuat seperti itu juga ya? Kalau besar dan megah pasti semua orang akan kagum.”Rara menutup keran air perlahan, lalu mengelap keringat di dahi sambil tersenyum lembut. Ia mengajak Bima duduk sebentar di pinggir parit kecil tempat tanaman kangkung tumbuh subur.“Memang rumah Pak RT terlihat sangat indah dan megah ya, Nak. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi coba lihatlah rumah kita ini. Di
Last Updated: 2026-07-15
Ibu Kost yang menggoda

Ibu Kost yang menggoda

Ravika adalah seorang janda muda berparas cantik dan mempesona yang tinggal sendiri dan mengelola rumah kos sederhana peninggalan suaminya. Di balik senyum tipis dan sikap tenangnya, Ravika menyimpan luka masa lalu yang belum sembuh—dan rahasia gelap yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun. Hingga suatu hari, datanglah Arven, anak kos baru yang tampan, dingin, dan cerdas. Kehadirannya membawa angin segar sekaligus badai yang tak terduga. Perlahan, interaksi antara Ravika dan Arven mulai melintasi batas antara ibu kos dan penyewa. Ketegangan semakin terasa di balik dinding kamar kos yang sempit—tatapan yang terlalu lama, sentuhan yang tak sengaja, dan percakapan yang terlalu dalam. Namun Arven tak datang hanya untuk menyewa kamar. Ia punya tujuan tersembunyi... dan masa lalu Ravika mungkin lebih berbahaya dari yang terlihat. Mampukah mereka menahan godaan yang terus membara? Ataukah semuanya akan berakhir dengan kehancuran yang tak terhindarkan? ---
Read
Chapter: Awal Dari Selamanya
Pagi itu, matahari bersinar lebih hangat dari biasanya.Udara yang masuk melalui jendela membawa aroma bunga melati dari halaman kos.Ravika membuka pintu depan lebih awal dari biasanya.Ia menyapu teras seperti yang selalu ia lakukan setiap pagi.Tidak ada yang berbeda.Namun kini, setiap kali ia menoleh ke arah halaman, selalu ada seseorang yang sedang membantunya.Arven."Biar aku saja."katanya sambil mengambil sapu dari tangan Ravika.Ravika tersenyum."Kalau semua kamu yang kerjakan, aku ngapain?""Duduk.""Temenin aku."Ravika tertawa kecil."Kamu ya..."Hari-hari kembali berjalan seperti semula.Arven kembali bekerja di kantor cabang di kota mereka.Ravika kembali mengurus kos dengan semangat.Namun ada satu perbedaan besar.Kini mereka tidak lagi dipisahkan oleh jarak.Tidak ada lagi panggilan video hingga larut malam.Tidak ada lagi hitungan mundur menuju kepulangan.Setiap pagi mereka bisa menikmati sarapan bersama.Setiap sore mereka duduk di teras sambil berbincang.Dan s
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Langkah Baru Bersama
Pagi pertama setelah Arven kembali terasa begitu berbeda.Tidak ada lagi suara alarm yang terburu-buru.Tidak ada lagi jadwal panggilan video sebelum berangkat kerja.Yang terdengar hanyalah kicauan burung dari halaman kos dan aroma teh hangat yang dibuat Ravika di dapur.Arven membuka jendela kamarnya.Sinar matahari pagi masuk perlahan, menerangi ruangan yang sudah sangat ia rindukan.Ia menarik napas panjang.Untuk pertama kalinya setelah tiga bulan, ia benar-benar bangun di tempat yang ia anggap sebagai rumah.Di dapur, Ravika sedang menyiapkan sarapan."Nasi gorengnya jangan gosong, ya."godanya ketika melihat Arven masuk.Arven tertawa."Tenang.""Aku kan sudah belajar masak selama di luar kota.""Oh ya?""Iya.""Lihat nanti hasilnya."Tak lama kemudian Bima muncul sambil menguap lebar."Wah...""Hari pertama Mas Arven pulang udah langsung pamer.""Aku cuma bantu masak.""Boleh."kata Bima."Asal jangan lupa jatah tester."Suasana dapur kembali dipenuhi tawa.Setelah sarapan ber
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Surat Untuk Masadepan
Malam mulai turun perlahan.Suasana kos yang sejak pagi dipenuhi tawa akhirnya kembali tenang.Lampu-lampu hias yang dipasang para penghuni masih menyala, memberikan cahaya hangat di sepanjang teras. Bekas acara penyambutan mulai dirapikan bersama-sama. Piring-piring kotor dibawa ke dapur, kursi dikembalikan ke tempat semula, sementara balon-balon yang masih utuh dibiarkan menghiasi ruang tengah.Arven ikut membantu membereskan semuanya."Udah, istirahat aja."kata Bima."Baru sampai juga.""Nggak apa-apa."jawab Arven sambil mengangkat kardus bekas."Kalau semuanya kerja, aku masa cuma nonton.""Masih aja nggak enakan."celetuk Bima."Tiga bulan di luar kota ternyata nggak ngubah sifatmu."Semua orang tertawa.Setelah semuanya selesai, para penghuni satu per satu berpamitan kembali ke kamar masing-masing."Mas Arven, besok ngobrol lagi ya.""Siap.""Jangan kabur lagi.""Insyaallah nggak."Tak lama kemudian halaman kembali lengang.Hanya tersisa Arven, Ravika, Bima, Pak Hendra, dan Bu
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Akhir dari Penantian
Mobil yang dikendarai Pak Hendra melambat ketika memasuki jalan kecil menuju kos.Jalan itu tidak berubah sedikit pun.Warung kopi di sudut gang masih buka sejak pagi.Penjual gorengan yang dulu sering didatangi Arven masih sibuk melayani pembeli.Bahkan pohon mangga di depan rumah warga masih berdiri kokoh, hanya saja kini daunnya tampak lebih rimbun.Arven memandangi semuanya tanpa berkedip.Rasa rindu yang selama ini hanya menjadi bayangan kini benar-benar berubah menjadi kenyataan."Masih ingat semua?"tanya Pak Hendra sambil tersenyum."Masih, Pak.""Jangankan lupa.""Sampai lubang di jalan depan warung itu juga masih hafal."Pak Hendra dan Bu Sari tertawa."Berarti memang sudah seperti rumah sendiri."Arven mengangguk pelan."Iya.""Karena memang rumah."Beberapa meter sebelum gerbang kos, Pak Hendra sengaja menghentikan mobil."Kenapa berhenti, Pak?"Pak Hendra mematikan mesin mobil."Kita jalan kaki saja.""Biar lebih terasa."Arven tersenyum.Ia mengambil koper dari bagasi, s
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Pertemuan di Terminal
Langit masih diselimuti warna kebiruan ketika bus yang ditumpangi Arven mulai memasuki kota.Ia membuka tirai jendela perlahan.Jalan-jalan yang selama ini hanya bisa ia lihat melalui layar ponsel kini kembali berada tepat di depan matanya.Deretan toko yang sudah dikenalnya.Jembatan kecil yang selalu dilewati menuju kos.Warung nasi yang dulu sering menjadi tempat makan siang.Semuanya masih sama.Namun entah mengapa, semuanya terasa jauh lebih indah.Mungkin karena kali ini...ia pulang."Sepuluh menit lagi sampai terminal."Suara kondektur membuat beberapa penumpang mulai bersiap.Arven mengambil tas ranselnya, memastikan dompet, ponsel, dan amplop dari kantor pusat masih tersimpan rapi di dalamnya.Ia kemudian menarik napas panjang.Jantungnya mulai berdegup lebih cepat.Tiga bulan.Penantian selama tiga bulan akhirnya benar-benar berakhir.Bus berhenti perlahan di terminal.Pintu terbuka.Satu per satu penumpang turun.Arven ikut melangkah keluar sambil menarik kopernya.Udara p
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Selamat Datang Kembali
Fajar baru saja menyingsing ketika alarm di kamar Arven berbunyi.Ia langsung terbangun.Hari ini bukan lagi hari kerja.Hari ini adalah hari kepulangan.Beberapa detik ia hanya duduk di tepi tempat tidur, memandangi kamar apartemen yang kini nyaris kosong.Dinding yang dulu terasa asing kini menyimpan banyak kenangan.Di sinilah ia belajar hidup sendiri.Di sinilah ia melewati malam-malam ketika rasa rindu begitu berat.Di sinilah ia belajar bahwa sebuah hubungan tidak hanya membutuhkan cinta, tetapi juga kepercayaan dan komunikasi.Arven berdiri, menarik napas panjang, lalu tersenyum."Sudah waktunya pulang."Setelah mandi dan berpakaian rapi, ia memeriksa kamar untuk terakhir kalinya.Lemari sudah kosong.Laci meja tidak lagi berisi apa pun.Dapur kecil juga sudah dibersihkan.Ia tidak ingin meninggalkan pekerjaan tambahan bagi penghuni berikutnya.Sebelum keluar, Arven menoleh sekali lagi."Terima kasih."ucapnya pelan.Lalu ia menutup pintu apartemen.Bunyi klik dari kunci itu se
Last Updated: 2026-07-14
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status