author-banner
OTHOR CENTIL
OTHOR CENTIL
Author

روايات بقلم OTHOR CENTIL

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

“Tiduri suamiku. Lahirkan anak untuknya, dan uang setengah miliar jadi milikmu.” Aurin ingin menolak permintaan Dea—majikannya. Tapi, kebutuhan memaksanya mengangguk. Ia mengira semuanya akan selesai dalam satu malam tanpa perasaan. Namun saat pintu kamar terbuka dan Rayden menatapnya dengan dingin, Aurin sadar ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar perjanjian rahasia. Ketika dua garis merah muncul di testpack, semuanya menjadi kacau. Aurin mulai sadar, sejak awal dirinya memang tidak pernah benar-benar ‘aman’ berada di dekat Rayden.
قراءة
Chapter: 368. Dua Putra Istimewa
“Dok, kenapa rambut putra saya … terlihat aneh?” tanya Rayden spontan, matanya tak lepas memandang bayi yang baru saja dibersihkan.Meskipun di atasnya menyala lampu operasi yang terang menyilaukan, Rayden sangat yakin bahwa kilauan warna keemasan itu bukan sekadar pantulan cahaya. Itu adalah warna asli yang tumbuh pada helai rambut halus di kepala sang bayi.Bukan, bukan berarti ia tidak bersyukur. Justru rasa syukur itu meluap-luap di hatinya melihat anaknya lahir dengan selamat.Namun, rasa penasaran yang bercampur kekhawatiran tak bisa ia tahan. Mengapa putra pertamanya memiliki ciri yang terlihat berbeda dari kebanyakan bayi baru lahir? Apalagi, ia dan Aurin terlihat normal. Apakah putranya ….Tidak, tidak. Rayden tak mau berspekulasi. Dia lantas menanyakannya dengan cermat. Perbedaan sekecil apapun harus ia diskusikan dengan dokter yang menangani Aurin.“Apakah putra saya mengidap albino, Dok?” sambungnya lagi dengan nada yang makin serius, sambil terus mengamati dengan teliti
آخر تحديث: 2026-06-15
Chapter: 367. First Baby Boy
“Hoeeeek! Hoeeeek!”Pemandangan itu terasa begitu mengerikan. Seketika, rasa mual melonjak naik dari ulu hatinya, pun mendesak naik ke kerongkongan.“Hoekkkk!”Suara tersedak kedua kalinya terdengar. Namun, tak ada apapun yang dimuntahkan oleh Rayden. Pria itu hanya merasa kan perih dan asam yang memenuhi tenggorokanny.Kepalanya pun terasa berputar, pandangannya ikut berkunang-kunang. Dan tanpa ia sadari, kedua lututnya terasa lemasbtak bertulang, seolah tubuhnya ingin rubuh begitu saja.Tangan yang tadinya erat menggenggam tangan Aurin, kini mulai mengendur bersamaan dengan keringat dingin yang membasahi seluruh tubuhnya. Meski ruangan cukup sejuk—bahkan terlalu sejuk, namun ia merasa begitu panas.Sang dokter utama yang menangani Aurin, tidak ingin terganggu konsentrasinya. Ia lantas menyampaikan perintah dengan nada tegas namun tetap lembut dan sopan agar tidak terdengar menyinggung pria berkuasa di depannya itu.“Tuan, jika Anda memang tidak sanggup menyaksikan prosesnya, lebih b
آخر تحديث: 2026-06-15
Chapter: 366. Gangguan Di Meja Operasi
“Dok, ini tidak akan gagal, ‘kan?” tanya Rayden dengan suara yang sedikit bergetar, berusaha menahan kegelisahan yang membuncah di dadanya.“Tidak akan, Tuan. Kami sudah memiliki pengalaman yang cukup, dan Nyonya Wisesa ditangani oleh tim medis terbaik di rumah sakit ini,” jawab dokter itu tenang dan meyakinkan.“Bagus … baguslah kalau begitu.” Rayden mengangguk berulang kali, lalu kembali bertanya dengan nada cemas yang tak bisa disembunyikan, “Kalau begitu, apakah perut istri saya akan dibelah seluruhnya?”“Ehm?” Dokter itu terdiam sejenak, tampak sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. “Dibelah?”“Iya … operasi caesar kan memang dilakukan dengan cara membelah perutnya?” tanya Rayden lagi, polos dan penuh kekhawatiran. “Ada yang salah?”Pria yang selama ini dikenal gagah, berwibawa, dan tegas di hadapan siapa pun itu, kini terlihat begitu kaku dan terkesan konyol. Rasa takut dan khawatir yang mendalam telah melucuti segala kesombongannya, membuatnya bertanya hal-hal yang sebenar
آخر تحديث: 2026-06-15
Chapter: 365. Ketegangan Di Ruang Operasi
“Kalau kamu keberatan mengirimnya pergi ke luar negeri,” sela Rita dengan suara mendesis pelan, lirih namun tajam bagaikan desisan ular berbisa, “… biar Mama sendiri yang melakukannya!” Rayden paham—sangat paham bahwa ucapan ibunya itu bukan sekadar gertakan kosong. Jika Rita sudah mengucapkan kalimat sekeras itu, maka entah cepat atau lambat, niatnya pasti akan ia wujudkan. Tak ada yang bisa menghentikannya begitu ia sudah bertekad. Karena itu, Rayden sadar ia harus segera bersiap, menyusun langkah agar Aurin dan ketiga anaknya tetap aman dari rencana apa pun yang terlintas di benak ibunya. Setelah Rita pergi meninggalkan tempat itu, Rayden segera melangkah kembali masuk ke dalam ruangan perawatan. Ia melihat Aurin sedang duduk bersandar, berbicara lembut pada perutnya yang membulat, seolah sedang mengobrol dengan ketiga buah hatinya di dalam sana. Rayden mendekat, ikut berjongkok di sisi brankar, lalu turut meletakkan telapak tangannya di atas perut itu, menyertai istrinya men
آخر تحديث: 2026-06-15
Chapter: 364. Asingkan Ke Luar Negeri
“Menyingkirlah! Saya harus bertemu bayi-bayi itu sekarang juga!”Rita datang tanpa pemberitahuan sedikit pun, lalu mencoba menerobos masuk secara paksa. Para pengawal yang berjaga segera menghadang, mencegahnya melangkah lebih jauh. Jack, yang memimpin penjagaan di sana, melangkah maju dengan sikap tegas namun tetap sopan. “Nyonya, tolong tenang dan jangan membuat keributan di area rumah sakit,” ucapnya dengan nada rendah namun mantap.Merasa tersinggung, Rita langsung mengangkat kaki kanannya, lalu menendang keras tulang kering Jack.“Saya membuat keributan? Apakah saya berteriak-teriak seperti orang gila?!” bentaknya dengan nada tinggi, seolah dirinyalah yang paling benar.Jack meringis menahan sakit, tatapannya menatap wanita itu dengan rasa tak percaya. Padahal teriakannya saja sudah jelas menimbulkan kegaduhan. Ia tahu betul, jika sampai Rita berhasil menerobos masuk ke ruang perawatan, ketenangan Aurin yang sedang dijaga sedemikian rupa akan terganggu, tekanan darahnya bisa l
آخر تحديث: 2026-06-14
Chapter: 363. Kabar Baik
Setelah diberikan obat penurun tekanan darah yang aman bagi ibu maupun janin, kondisi Aurin mulai memantap dan terasa lebih stabil.Dokter kemudian menyampaikan perkembangan itu dengan nada tenang. Ada pancaran sedikit kelegaan di matanya.“Tuan, kami mendapat kabar baik.”“Apa dia?” tanya Rayden. Ia menatap dokter dengan seksama.“Detak jantung salah satu bayi yang tadi sempat tidak stabil kini sudah kembali membaik. Tekanan darah istri Anda juga sudah turun di batas normal,” papar dokter itu pelan. Ia juga turut melirik ke arah Aurin sambil memperlihatkan layar monitor saat sedang melakukan USG. “Oleh karena itu, kami memutuskan untuk tidak langsung melakukan operasi caesar sekarang juga. Kita akan mengamati kondisinya lebih lanjut sambil menjalani persiapan. Ibu diminta berpuasa terlebih dahulu.”Rayden ikut lega. “Iya, Dokter. Sejak tadi tiba di sini, istri saya belum makan apapun termasuk minum. Apa itu sudah termasuk puasa?”“Benar. Syukurlah kalau begitu, Tuan. Kalau sejak tadi
آخر تحديث: 2026-06-14
ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

“Apa yang bisa saya lakukan supaya nilai saya bagus, Pak?” Diana bersandar di kursinya, menatap penuh arti pada pria yang dikenal sebagai dosen killer itu. Dosen dengan reputasi dingin bernama Damar Setyawan itu menaikkan satu alis. Senyum tipis melintas di wajahnya yang lebih mirip ejekan daripada keramahan. “Kamu sudah gagal empat kali, Diana. Kamu tahu artinya? Gelar sarjanamu bisa lenyap. Masa depanmu habis.” Diana pura-pura menggigit bibir bawahnya, lalu mencondongkan tubuhnya pada pria itu. “Kalau begitu … saya harus cari jalan lain, ‘kan?” suaranya terdengar manja, sengaja dibuat lirih. “Saya tahu Bapak bisa bantu. Saya bisa … membalas dengan cara lain.” Diana berhenti sebentar, menahan senyum nakal di bibir. “Saya bisa kok jadi sugar baby Bapak,” lanjutnya, pelan tapi jelas. “Anggap saja … kompensasi tutup mulut atas malam itu.” Tatapan Damar mengeras, seakan menimbang keseriusannya. Tapi Diana tidak bergeming. Ia justru semakin berani, bibirnya mendekat ke telinga pria itu. “Saya serius, Pak,” bisiknya dengan mata berkilat menantang. “Kapan kita mulai?”
قراءة
Chapter: 585. Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
Damar menarik senyum tipis di wajahnya. Melihat sorot mata anak-anaknya yang begitu serius menyimak, ia tahu bahwa mereka bukan lagi anak kecil yang hanya bisa diberi perintah. Mereka sudah dewasa, dan di balik diamnya mereka, pastilah tersimpan banyak pertanyaan tentang bagaimana menavigasi masa depan mereka sendiri. “Kalian pasti bertanya-tanya, apakah semua ini semudah yang kami bicarakan, ‘kan?” tanya Damar seolah bisa membaca pikiran ketiga anaknya. Ia bersandar di kursinya, memandang cahaya lampu yang memantul pada cairan minuman di dalam gelas yang ia pegangi. “Kenyataannya, tidak ada resep yang benar-benar instan. Ayah dan Bunda pun pernah berada di titik di mana kami nyaris menyerah. Tapi, saat kalian melihat ke samping dan menyadari bahwa orang di sebelah kalian adalah satu-satunya orang yang paling mengerti perjuangan kalian dari nol, maka di situlah kalian akan menemukan alasan untuk bertahan.” Shanum dan Sagara mengangguk paham. Mereka mulai menyadari bahwasanya tida
آخر تحديث: 2026-02-22
Chapter: 584. Resep Pernikahan Harmonis
Biasanya, Damar akan langsung memasang wajah galak atau memberikan kuliah singkat tentang pentingnya mengelola keuangan pada anak-anaknya. Namun malam ini, ia hanya menanggapi dengan nada tenang yang tak terduga.“Hm, Ayah belum pikun, kok. Kalian tenang saja,” sahut Damar singkat sembari mengusap bahu Diana. Respon yang begitu santai itu justru membuat Sagara dan Darrel saling lirik kebingungan, seolah tidak percaya ayah mereka bisa se-presisi itu dalam memberi lampu hijau.“Kalau gitu, ayo duduk dulu di sana,” ajak Shanum pada semua orang. Ia menunjuk satu meja bundar besar di sudut ruangan yang memang sengaja belum dibereskan oleh staf hotel atas permintaan khusus. “Sejak sibuk dengan urusan masing-masing akhir-akhir ini, kita semua jarang berkumpul dan makan satu meja dalam suasana tenang begini.”“Ayo!” Darrel menyahut dengan semangat, langsung menarik kursi untuk bundanya.Mereka berlima akhirnya duduk melingkar di meja t
آخر تحديث: 2026-02-19
Chapter: 583. Cincin Berlian Mewah
Perlahan, pelukan itu terlepas satu sama lain. Diana, yang wajahnya masih basah oleh air mata haru, kini dikerumuni oleh anak-anaknya yang tampak begitu protektif dan menyayanginya.Sedangkan Sagara yang sejak tadi terlihat lebih tenang dibandingkan kedua saudaranya, merogoh kantong jasnya dengan gerakan mantap. Ia mengeluarkan sebuah benda, lalu berjalan ke dekat sang ayah dan menyodorkannya.“Yah, ambil ini. Kasih ke Bunda,” ucap Sagara pendek namun penuh arti.Damar tertegun saat telapak tangannya menerima sebuah kotak beludru kecil berwarna biru navy. Ketika ia membukanya, sebuah cincin berlian dengan potongan yang sangat indah berkilau tertimpa lampu ballroom. Sebagai orang yang paham barang mewah, Damar tahu persis bahwa cincin itu memiliki nilai yang fantastis.Damar hendak menolaknya karena merasa tak enak hati pada anak-anaknya. “Saga, apa maksudmu beli ini? Kamu bisa-bisanya menghamburkan uang sebanyak ini untuk membe
آخر تحديث: 2026-02-19
Chapter: 582. Surprise Dari Anak-anak
Damar justru semakin merapatkan dekapannya di pinggang sang istri untuk menjaga keseimbangan mereka.“Nggak masalah kali, Yang. Kejepit berulang kali aja aku nggak marah, apalagi cuma keinjek gini. Ya, nggak?” goda Damar dengan kerlingan nakal yang membuat Diana langsung mencubit pelan lengan suaminya.Diana cemberut, meski tak bisa menyembunyikan senyum yang tertahan. “Di saat-saat seperti ini, bisa-bisanya kamu mesum, Mas. Ingat umur, ingat cucu!”Tapi setelahnya, suasana berubah menjadi lebih teduh. Diana perlahan mengalungkan lengannya ke leher Damar, sementara Damar merapatkan tangannya di pinggang sang istri, membawa tubuh mereka bergerak dalam ayunan yang lebih harmonis.Lagu A Thousand Years masih mengalun lirih dari sisa playlist yang belum sempat dimatikan oleh operator suara. Di bawah temaram lampu ballroom yang mulai meredup, dunia seolah berhenti berputar hanya untuk mereka berdua. Mereka kembali menyatukan bibir, memagut lembut, dan benar-benar tak mempedulikan apa pun
آخر تحديث: 2026-02-18
Chapter: 581. Terinjak dan Terjepit
Damar ikut menimbrung pembicaraan antara Shanum dan Kim dengan binar mata yang mendadak jenaka, seolah baru saja menemukan sekutu untuk urusan yang satu ini. “Wah, cocok tuh! Shanum ini memang butuh laki-laki yang lebih muda biar hidupnya tidak terlalu serius, Jeng Kim,” celetuknya tanpa beban, yang langsung dihadiahi pelototan tajam dari putri sulungnya itu.Kim semakin bersemangat, ia merapatkan posisi duduknya lalu memegang telapak tangan Shanum dengan gerakan akrab seolah mereka sudah saling mengenal bertahun-tahun. “Tuh, ‘kan? Ayah kamu saja sudah setuju. Jadi, kapan nih kita agendakan besanan lagi? Biar enak kalau mengunjungi cucu, rumahnya pasti nggak jauhan dari kami nenek kakeknya,” todongnya dengan nada bicara yang penuh antusiasme seorang ibu-ibu pemburu menantu.Shanum hanya bisa meringis canggung, otot-otot wajahnya terasa kaku karena harus mempertahankan senyum sopan di tengah tekanan batin yang luar biasa. “Mungkin bisa kita pikirkan sambil jalan saja, Tante. Lagian,
آخر تحديث: 2026-02-18
Chapter: 580. Jadilah Menantuku
“Adik?”Damar, yang baru bergabung di meja keluarganya memekik cukup kencang. Ia mendengar sang putra berbicara mengenai adik untuk Gallen.Lalu ia dengan tegas memberitahu, “Tidak ada adik sampai beberapa tahun kedepan. Pokoknya, kami akan mengatur agar kalian tidak memproduksi anak terus setiap tahun!”Sagara mencebikkan bibirnya, sedikit cemberut sebab ia dilarang memberikan adik untuk Baby Gallen dalam waktu dekat. “Yah, Yah. Kok gak seru gitu, sih. Padahal enak loh kalau ngerawat anak dua. Gedenya bareng, ngurusnya enak. Ya gak?” Setelahnya, Sagara menaikkan turunkan alisnya ke arah sang ayah, dan alhasil, ia mendapat cubitan keras sekali dari damar yang berada tepat di sisinya.“Aaawh! Ayah kejam bener, deh!” gerutunya sembari mengusap paha yang panas akibat capitan keras tadi dari Damar.Saat Sagara menanggapi santai, Damar justru semakin emosi. “Kamu tuh ya! Apa di otak kamu gak ada yang lain selain buat itu? Apa kamu gak mikir konsekuensinya, huh? Ara baru aja habis SC, piki
آخر تحديث: 2026-02-14
JANGAN NAKAL, TUAN CEO!

JANGAN NAKAL, TUAN CEO!

Setelah diputuskan secara sepihak, sepulang kerja Shanum seharusnya langsung pulang. Namun, ia memilih menunda kepulangannya, mencoba mengalihkan pikirannya dengan minum. Tapi segalanya berubah ketika ia dihubungi bosnya untuk diambilkan barang. tanpa sengaja melihat barang ‘pribadi’ bosnya. Rasa ‘penasaran’ yang salah tempat mendorongnya melakukan hal konyol, yaitu membeli ‘pengaman’ ukuran besar hanya untuk membandingkan isi dibalik barang pribadi bosnya. Sayangnya, Michael, bosnya bukan tipe pria yang mudah dilewati begitu saja. Ia terlalu observatif untuk tidak menyadari perubahan sikap bawahannya. “Saya perhatikan, fokusmu dari tadi ke sini?” Michael menunjuk jari ke pangkal pahanya. “Yang ini ... ingin lihat?”
قراءة
Chapter: 150. I Love You For Now, Tomorrow, And Forever (TAMAT)
“Sekarang, aku paham mengapa Allah mempertemukan kita, Shine. Itu karena... kita memang sudah ditakdirkan bersama, bahkan sejak kita belum dilahirkan.”Shanum mendongak, menatap lekat manik mata suaminya yang berkilat di bawah cahaya lampu kristal. “Dan apa kau bersyukur karena itu?” tanyanya dengan senyum tipis yang menggoda.“Tentu saja. Aku sangat bersyukur karena sekarang kamu resmi menjadi istriku. Kita akan bersama selamanya,” jawab Michael mantap.Seolah tak lagi memedulikan ribuan pasang mata yang memerhatikan mereka, Michael langsung menangkup wajah Shanum dengan kedua tangannya. Di atas lantai dansa yang megah itu, ia mendaratkan ciuman dalam yang penuh perasaan, menyalurkan seluruh emosi yang sempat tertahan sejak pagi tadi.Disaksikan oleh seluruh tamu undangan di tengah dekorasi biru muda yang magis, Michael tak ragu lagi menghujani istrinya dengan kecupan-kecupan hangat, merayakan kemenangan cinta mereka yang kini telah sah Kilat lampu blitz menyambar bertubi-tubi, men
آخر تحديث: 2026-03-11
Chapter: 149. Jodoh Lauhul Mahfudz
“Memberi cucu untuk Mama?” Shanum mengulang kalimat itu. Dia lantas tersenyum simpul ke arah Michael yang juga tersenyum malu-malu.Michael maka mendekati mamanya dan membisikkan sesuatu, pelan sekali, “Tentu saja kami akan memberikannya. Bukankah sejak dulu, kami sudah membuatnya? Jadi, potensi Mama memiliki cucu tahun depan akan terlaksana.”Lucy tersenyum bahagia mendengarkan itu. Kini, ia peluk anak dan menantunya itu dengan penuh kasih. “Ya sudah kalau begitu. Berbahagialah kalian berdua.”Usai pelukan itu terlepas, Shanum dan Michael mengambil tempat duduk di samping Damar, ayahnya Shanum.Tak lama berselang, penghulu pun tiba. Setelah mengecek kelengkapan berkas-berkas pernikahan dan memastikan tak ada yang salah, barulah penghulu itu memulai acara dengan cara menjabat tangan Michael dan mengucapkan ikrar ijab kabul.Dan dalam satu tarikan napas, Michael akhirnya mampu melakukannya. Lancar, dan tanpa hambatan. Begitu para saksi berkata ‘Sah’, ia menangis lantaran haru. Usai p
آخر تحديث: 2026-03-06
Chapter: 148. Berikan Mama Cucu Segera
“Mempelai wanita sudah siap, Tuan. Anda harus segera turun.”Suara ketukan di pintu itu memecah keheningan di dalam ruang ganti. Pukul 07.45, Michael sudah berdiri tegak di depan cermin besar. Ia tampil berbeda dengan setelan baju kurung putih lengkap dengan kopyah berwarna senada. Biasanya, ia lebih akrab dengan potongan jas atau tuksedo yang kaku, namun pagi ini, kesederhanaan pakaian tradisional itu justru membuatnya tampak jauh lebih tenang sekaligus berwibawa.Ia tersenyum tipis pada bayangannya sendiri, sembari sesekali membetulkan posisi kopyah yang sebenarnya sudah pas. Jemarinya sedikit bergetar saat ia mencoba mengatur napas yang mulai pendek. Tidak ada persiapan yang berlebihan, fokusnya hanya satu: kalimat ijab kabul nanti harus tuntas dalam satu tarikan napas.“Saya terima nikahnya Shanum ….”Kalimat itu terus ia tancapkan dalam memori, mengulanginya berulang kali di dalam hati. Ada ketakutan konyol yang membayangi. Jika ia sampai salah berucap ijab kabul sebanyak tiga
آخر تحديث: 2026-03-05
Chapter: 147. Butuh Kehangatanmu
“Bajingan kamu, Mike! Mikeeee! Lepaskan aku! Lepaskan!”Di dalam jet pribadi, Felice diikat kencang oleh bawahan Michael. Ia meronta berulang kali meminta dilepaskan. Bahkan saat Michael mendekat, ia meludahi pria itu hingga membuatnya marah.Telapak tangan kanannya kemudian bergerak mencapit dagu wanita itu. “Kamu menyebutku bajingan, tetapi kamu sendiri brengsek, Sialan. Kalau kamu tidak membuatku marah—mengadu dombaku dengan Shanum, mungkin aku tidak akan begini.”Sebelum Felice meludahinya lagi, ia menambahkan, “Sekarang, kamu tahu kemarahanku, ‘kan? Aku bukan pria yang bisa kamu singgung, Felice. Sudahi kegilaanmu itu!”Michael segera mengempaskan wajah Felice. Dengan napas terengah, ia bersiap pergi dari kabin itu. Tapi, langkahnya melambat ketika ia mendengar rintihan wanita itu yang menyayat hati.“Bagaimana aku bisa menyudahi kegilaanku, sementara sejak dulu aku sangat-sangat menginginkanmu,” katanya getir. Felice kembali terisak dan dia berteriak-teriak, “Bahkan, kita sejak
آخر تحديث: 2026-03-04
Chapter: 146. Mencicil Buat Bayi
“Apa itu tidak akan mengganggu bayi kita?” tanya Michael dengan nada yang benar-benar khawatir. Ia kemudian menyentuh perut Shanum dengan telapak tangannya, lembut sekali. Takut kalau gerakannya akan membuat bayinya terkejut.“Hah?” Shanum sempat melongo selama beberapa detik, namun sedetik kemudian tawanya pecah. Ia tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Michael yang tampak sangat polos dan tulus mengkhawatirkan hal itu. Saking gelinya, ia sampai merebahkan diri di atas ranjang dan menatap langit-langit kamar. Tak lupa, ia juga sambil memegangi perutnya yang kaku karena tertawa.Michael sama sekali tidak ikut tertawa. Ia justru menegakkan punggungnya dan menatap Shanum dengan serius. “Apanya yang lucu? Bukannya itu larangan dokter, ya? Tidak boleh berhubungan saat kandungan masih muda. Jadi untuk beberapa bulan ke depan, aku akan menyimpan hasratku. Dan kumohon, jangan memancingku, Shine.”Mendengar permintaan serius itu, Shanum perla
آخر تحديث: 2026-03-03
Chapter: 145. Aku Hamil
“Bagaimana? Sanggup atau tidak? Kalau tidak, silakan keluar dan carilah istri baru.”Michael terpaku, lidahnya mendadak kelu. Ia terjebak dalam keheningan yang menyesakkan.Di dalam benaknya, gejolak batin sedang bertarung hebat. Tentu saja, ia sudah bersumpah dalam hati untuk menjaga Shanum seumur hidupnya. Ia tidak akan lagi membiarkan tangannya bertindak kasar atau hatinya berpaling.Namun, syarat yang diajukan Damar terasa seperti jerat yang mustahil. Bagaimana mungkin ia bisa menjamin Shanum tidak akan pernah menangis? Hidup tidak pernah selembut itu. Tangis bisa terjadi karena rindu, karena duka kehilangan, atau bahkan karena perselisihan kecil yang lumrah dalam sebuah pernikahan.Michael tahu, satu tetes air mata Shanum yang jatuh karena kesalahannya dan sekecil apa pun itu bisa berarti maut jika ia mengiyakan sumpah berdarah sang calon mertua.“Tuan Damar ....” Michael memulai dengan suara serak, mencoba mencar
آخر تحديث: 2026-03-03
قد تعجبك أيضًا
CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku
CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku
Romansa · Eliyen Author
30.8K وجهات النظر
My Favorit Servant
My Favorit Servant
Romansa · Ainin
30.8K وجهات النظر
LOVE is YOU, Ra!
LOVE is YOU, Ra!
Romansa · Dewi Purnamasari
30.8K وجهات النظر
Celine (Babysitter Kesayangan Tuan Aksara)
Celine (Babysitter Kesayangan Tuan Aksara)
Romansa · Fida Yaumil Fitri
30.8K وجهات النظر
Menikahi Calon Kakak Ipar
Menikahi Calon Kakak Ipar
Romansa · Meriatih Fadilah
30.8K وجهات النظر
Menantang Kasta
Menantang Kasta
Romansa · Erna Azura
30.7K وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status