Sentuhan Lembut Om Duda
Rara Hestelia, seorang mahasiswa tingkat akhir yang terjebak hubungan toxic dengan Satrio Ricardo, tidak sengaja menceritakan kemalangannya kepada ayah dari sahabatnya, Jefri Nicelson. Rara yang selalu disakiti Satrio tiap berhubungan intim berpikir kalau berhubungan intim akan selalu menyakitkan.
Tapi, Jefri dengan lembut membantahnya, "Hubungan yang baik itu dilakukan untuk menyenangkan pasangan, bukan menyakiti."
Mendengar hal itu, Rara menantang Jefri, "Kalau gitu, om coba ajarin aku cara melakukannya yang benar!"
Leer
Chapter: CHAPTER 256: Hani?Jefri dan Rara masih berdiam diri hingga di perjalanan pulang. Keduanya sudah berada di dalam mobil. Duduk bersisian dengan Jefri di kursi pengemudi dan Rara di sebelahnya.Suasana di antara mereka dingin. Berbeda dengan biasanya yang penuh kehangatan. Rara bahkan mengalihkan pandangannya ke jendela.Pasalnya setelah Hani pergi tadi, mereka tidak langsung menyelesaikan pertengkaran. Suasana masih panas dan Rara tahu pertengkaran tidak akan berakhir sebelum mereka mendinginkan kepala.Jadilah, ia mengajak Jefri untuk pulang terlebih dahulu. Siapa tahu mereka bisa lebih tenang setelah istirahat. Jefri menyetujuinya dan berakhirlah mereka dalam situasi ini.Rara memainkan jari-jemarinya di pangkuan. Ia sebenarnya merasa tidak nyaman dengan situasi canggung ini. Mungkin Hani benar kalau memang aneh untuk mereka bertengkar.Kapan terakhir kali mereka bertengkar? Sepertinya saat Rara bersikeras ingin melawan Rachel sendiri.
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: CHAPTER 255: Kebimbangan“Kenapa mas bilang seperti itu ke bibi Tiara tadi? Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak meladeninya?”Jefri mendengus. Pria itu menyedekapkan tangannya lalu membalas, “Dia terang-terangan mengolokmu. Bagaimana mungkin mas diam saja?”“Tapi, tetap saja …” Rara mendesah. Ia memijat pangkal hidungnya lelah, tak habis pikir karena Jefri tidak menurutinya.Sebelum berangkat meeting tadi, Rara memang sudah mewanti-wanti Jefri agar tidak tersulut emosi apa pun ucapan Tiara nanti. Ia tahu Tiara pasti akan memancing suasana dan itu bisa buruk jika Jefri meladeninya.Jefri menyepakati itu. Dan Rara mempercayai kalau Jefri akan memenuhi ucapannya.
Última actualización: 2026-06-12
Chapter: CHAPTER 254: Anda Tertarik Dengannya?Penampilan Rara sukses. Hani yakin itu.Karena sekarang, ia bisa melihat raut masam Tiara di wajahnya setelah sebelumnya memasang wajah cemooh. Dan hal itu membuat Hani hampir tertawa di tempat.Respons para tamu juga terlihat baik. Tatapan mereka yang awalnya ragu saat Rara maju, kini terlihat lebih menghargai. Hani bahkan bisa mendengar beberapa bisikan kecil yang memuji Rara.Ia menghela napas lega.“Tuan Jefri benar-benar ketat,” komentar Merphilus mengagetkan Hani lagi. Ia menoleh ke Merphilus yang kini menyeringai dengan wajah mengerut.“Sepertinya anda benar soal profesionalitas Tuan Jefri. Ia masih tetap membombardir Nyonya Rara, padahal itu istrinya sendiri.”Hani tidak tahu makna dari tatapan dan seringai Merphilus sekarang. Tapi, hal itu memunculkan debar tak nyaman di dadanya. Ia mengalihkan pandangan darinya. Berdehem pelan karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kering lalu menjawab,“Begitulah ayah. Tapi, paling nanti dia akan berlutut meminta maaf ke Rara,” Hani terkeke
Última actualización: 2026-06-11
Chapter: CHAPTER 253: Menahan Diri“Tempat yang bagus,” ucap Merphilus begitu mereka sudah duduk. Matanya memantau bagian depan.“Saya jadi bisa melihatnya dengan jelas.”Tubuh Hani sontak menegang. Ia menatap Merphilus dan berubah risau begitu melihat wajah puasnya.Yang dia maksud … soal presentasinya, kan? Ia jadi bisa melihat jelas presentasinya.Bukan melihat jelas Rara.Hani menghela napas pelan. Lagi-lagi ia terlalu berpikir berlebihan.‘Tahan dirimu, Hani. Sebentar lagi kamu akan tahu kebenarannya!’ batin Hani meneguhkan dirinya.
Última actualización: 2026-06-11
Chapter: CHAPTER 252: Keraguan“Om kurang tidur ya akhir-akhir ini?”Leo tersentak. Mengalihkan pandangan ke Hani yang menatapnya khawatir. Ia berdehem sejenak dan tersenyum.“Kenapa tiba-tiba bertanya, nona?”“Soalnya kantong mata om keliatan tambah gelap,” balas Hani, “Terus wajah om juga keliatan lelah dan ngantuk banget! Jadi, aku rasa itu karena kurang tidur?”Leo meringis. Anak bosnya itu memang jeli seperti ayahnya. Ia memutar otak, mencari alasan yang tidak akan membocorkan rahasianya.“Saya dari kemarin sibuk mengecek dokumen proyek kita. Memastikan semuanya aman karena sebentar lagi waktunya peresmian.”Hani membulatkan mulutnya. Berkata oh panjang sambil mengangguk-angguk. Ia tidak lagi bertanya setelah itu, membuat Leo menghela napas lega.Alasan sebenarnya adalah karena ia sedang menjalankan misi rahasianya. Memantau hotel Amarose untuk memergoki keberadaan Merphilus dan Hani di sana. Leo akhirnya membulatkan tekad untuk mengikuti firasatnya. Bagaimana pun, ia merasa janggal karena Hani berubah muram s
Última actualización: 2026-06-10
Chapter: CHAPTER 251: Kembali Curiga“Ada apa? Kamu terlihat muram.”Rara mengangkat pandangannya ke Jefri. Pria itu menatapnya dengan satu alis terangkat, terlihat penasaran. Tangannya sibuk melepaskan kancing jasnya.Jefri baru pulang beberapa menit lalu. Sejam setelah Hani naik ke kamarnya, pria itu pulang ke rumah.Rara menghela napas pelan. Tangannya terulur untuk membantu Jefri membuka jasnya. Dari jarak sedekat ini, Jefri bisa melihat kantung mata istrinya semakin tebal.Ia mengelusnya pelan. “Sepertinya tidurmu semakin tidak teratur,” ucapnya, “Kamu khawatir dengan meeting besar nanti?”“Hm. Ya, lumayan.”
Última actualización: 2026-06-09
Chapter: CHAPTER 33: Fakta yang TerungkapTubuh Hana menegang. Sangat, sangat tegang. Lebih tegang daripada saat ia menghadiri acara-acara pesta Mahendra. Meski jantungnya kini berdebar-debar kencang, ia berusaha memasang wajah setenang mungkin. Gadis itu hanya mengerjapkan mata dan mengerutkan alis untuk bereaksi atas pertanyaan Rendry. “Saya tidak paham maksud tuan,” jawabnya tenang, “Pernikahan kontrak? Saya rasa hal itu sudah tidak ada di dunia modern ini,”“Maafkan kelancangan saya,”Rendry melepas genggamannya yang membuat Hana seketika menarik napas lega. Pasalnya, ia bisa merasakan tangannya mulai berkeringat karena perasaan tegangnya sekarang. “Saya hanya tidak percaya kalau Hendra benar-benar sudah menikah sekarang,”Kali ini, kebingungan benar-benar membanjiri pikiran Hana. Alisnya semakin tertekuk dalam. Mengapa pria itu berbicara seolah hubungannya dengan Mahendra sangat dekat?“Apa hubungan kalian sangat dekat, tuan?” tanya Hana. “Oh, dia tidak cerita?” balas Rendry retoris. Seringainya tertarik semakin leba
Última actualización: 2025-11-12
Chapter: CHAPTER 32: Ketahuan?“Kamu sedang menjauhi saya ya akhir-akhir ini?”Tubuh Hana menegang seketika. Ia menelan ludah melihat tatapan tajam Mahendra kemudian menggeleng kaku. “Mana ada saya menjauhi bapak. Kan saya masih suka ikut ke acara bapak,” bantah Hana dengan nada senormal mungkin. Perkataan Mahendra tak salah. Hana memang benar-benar menjauhi pria itu! Walaupun tentu saja ia tak melakukannya terang-terangan, hanya mengurangi frekuensi pembicaraan mereka dengan tidak menanggapi ejekan Mahendra. Meski sebenarnya itu langkah yang cukup terlihat karena selama ini Hana suka menanggapi ejekan bosnya, tapi tetap saja hanya sebatas itu! Ia pun juga tidak berusaha menolak tiap Mahendra menyentuhnya saat mereka berada di sebuah acara, meski dia sangat enggan melakukannya karena teringat dengan waktu itu. Lagipula, sudah sebulan berlalu dari family gathering itu. Ia tidak menyangka Mahendra tiba-tiba akan bertanya seperti itu karena pria itu selalu terlihat biasa saja selama ini. Mahendra masih menatapnya
Última actualización: 2025-11-11
Chapter: CHAPTER 31: Yang Patah dan Tumbuh“Kemarin seru perjalanannya, kak?”“Seru, kok,” Hana tersenyum kecil, “Kita main di pantai. Sayang banget kemarin kamu nggak ikut,”Alex menggerutu kecewa sementara Annette dan David saling bertatapan. Entah kenapa, raut wajah sahabatnya terlihat ganjil. Seolah ada yang sedang ditutupi oleh gadis itu. Hari ini, keduanya datang untuk membantu membawakan barang-barang Alex di rumah sakit karena ini hari terakhirnya. Hana yang meminta keduanya dan mumpung sedang weekend, mereka menyanggupi untuk membantu. “Nggak ada kejadian apa gitu, Han?” tanya Annette berusaha memancing. Walaupun ia tahu hal itu tak akan segera memancing Hana untuk bercerita karena gadis itu lebih suka memendam. “Nggak ada kejadian yang spesial, sih,” balas Hana berbohong yang membuat Annette memicingkan matanya. Hana yang menyadari pandangan sahabatnya tersenyum semakin lebar. “Emang kejadian kayak gimana?”“Apa gitu. Orang kaya kan banyak gosipnya!”David mendelik kepada Annette yang cengengesan. Ia mendengus pe
Última actualización: 2025-11-10
Chapter: CHAPTER 30: Orang Lain di MatanyaHana berusaha mendorong tubuh besar Mahendra. Tapi, tentu saja tenaganya kalah kuat sehingga alih-alih Mahendra yang mundur, ia malah terdorong ke belakang dan berakhir di atas kasur.Mahendra tak henti-hentinya menyatukan bibir mereka hingga Hana tak sempat berbicara lagi. Ia tersentak ketika Mahendra mulai menaruh bibirnya di leher Hana.“Pak Mahendra! Sadar!” seru Hana sambil mendorong bahu Mahendra.Ciuman Mahendra terlepas. Pria itu menggeram kesal. Tangannya terangkat dan menyingkap kerah piyama Hana hingga bahunya terekspos.PLAK!Gerakan Mahendra seketika terhenti. Hana terengah-engah. Ia buru-buru mendorong tubuh
Última actualización: 2025-11-09
Chapter: CHAPTER 29: Harapan yang Tumbuh SebentarHana pikir, acara family gathering yang dia hadiri sekarang akan berbeda dengan family gathering yang ia datangi sebelumnya ketika di kantor lama. Berbeda yang dia maksud adalah family gathering tersebut akan lebih kaku dan tidak seseru sebelumnya.Tapi, pemikirannya ternyata salah.Ia tidak menyangka orang-orang akan sangat ‘lepas’ di acara ini. Mereka saling berguyon ketika berkompetisi, menyanyikan yel-yel, dan keseruan lainnya yang sama seperti family gathering di kantor lama Hana.Bahkan, Mahendra yang terkenal dengan ekspresi datarnya, juga terlihat lepas meski sedikit saja. Dia hanya tersenyum kecil dan tertawa pelan saja setiap ada melihat tingkah para koleganya. Tapi, hal itu sudah cukup bagi Hana untuk memotret ekspresi berbeda itu dal
Última actualización: 2025-11-08
Chapter: CHAPTER 28: Berubah“Pak Mahendra, bangun. Sudah sampai,”Mata hitam itu terbuka pelan. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Hana yang begitu dekat. Mahendra segera bangkit dari posisinya. Ia menoleh keluar dan melihat bis sudah berhenti di depan villa. Ia kembali menoleh ke Hana.“Apa tadi saya–?”Hana mengangguk pelan. Mahendra menghela napas. Ia merapihkan rambutnya yang berantakan dan berkata, “Maaf yang tadi,”Hana menggeleng. Ia tidak merasa keberatan sama sekali. Malah itu menjadi kesempatan yang sangat langka untuknya karena mereka jarang berada sedekat itu. Atau bisa dibilang memang hanya sekali saat mereka memakai masker bersama.
Última actualización: 2025-11-07