AETHERITH: Perang Planet Astarhea
Di Planet Astarhea, empat Kekuatan Negara Besar terperangkap dalam Perang Dingin yang mematikan. Namun semua berubah saat Republik Serigala Putih yang terobsesi dengan teknologi siber dan sains ilmiah, merobek dimensi dan melepaskan Raja Iblis Naga, Zaltarax Sang Penelan Cahaya, dari Gerbang Abyss.
Konflik di antara mereka harus segera usai, digantikan oleh persatuan epik melawan Pasukan Kegelapan.
Empat musuh bebuyutan—Ratu Aruna Laksmi, Panglima Jae-won, Presiden Wei Shen, dan Putri Akari—akhirnya terpaksa untuk bersekutu. Mereka harus segera membentuk legiun aliansi serta merekrut 150 pahlawan demi membangun kekuatan melawan Zaltarax.
Mampukah para pemimpin ini benar-benar bersatu? atau adakah intrik yang tersimpan di antara mereka yang jauh lebih berbahaya daripada Zaltarax?
Read
Chapter: Chapter 54: Jantung Kekaisaran Phoenix.- Kantor Kepresidenan, Republik Serigala Putih -Ruangan itu steril dan kedap suara. Presiden Wei-Shen berdiri di depan proyektor hologram yang memetakan geografi Kekaisaran Phoenix dengan presisi milimeter. Cahaya biru dari peta itu memantul di matanya yang tajam."Kalian akan menuju pusat peradaban serta ilmu pengetahuan terhebat di dunia," suara Wei-Shen memecah keheningan. "Kekaisaran Phoenix memiliki struktur hierarki geografis yang unik. Kalian harus menembus lapisan demi lapisan."Ia menunjuk pada peta tiga dimensi yang menunjukkan tumpukan kota tersebut. "Setelah melewati gerbang utama, kalian akan menginjakkan kaki di Kota Sayap Phoenix yang terletak di dasar lembah. Setelah itu, kalian harus menaiki Phoenix-Link menuju Kota Partikel Langit yang bertengger di puncak bukit tertinggi. Tepat di atas sana, melayang bebas di angkasa dengan teknologi antigravitasi, terdapat Kota Bulu Phoenix—daratan lingkaran melayang yang menggantung di langit."
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Chapter 53: Fenomena Tanpa NamaLangit di atas Gerbang Luminion tidak lagi berwarna biru. Ruang udara di sana kini menjadi kanvas kelam yang terlukis oleh garis-garis proyektil plasma dan kobaran api dari armada udara Veridia yang beradu dengan barisan pesawat tempur Celestia. Namun, di tengah kekacauan yang merobek atmosfer Planet Astarhea, terdapat satu titik hening yang berdiri kukuh. Sebuah objek logam raksasa yang tampak seolah membeku di ruang hampa, menyerap setiap hantaman energi tanpa sedikit pun getaran. Di dalam helikopter berita milik Astarhea Global News (AGN) yang bergetar hebat di ambang batas zona tempur, reporter Arin menggenggam mikrofon dengan jemari yang memutih. Di belakangnya, layar hologram menyiarkan kekacauan global. "Pemirsa, ini adalah laporan langsung dari zona perbatasan Gerbang Luminion! Kekacauan benar-benar tak terkendali!" Suara Arin melengking, berusaha memecah desing energi yang meruntuhkan kesunyian. Kamera drone yang mengikuti helikopter tersebut tidak menyorot pesawat pe
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Chapter 52: Sanctuarium Keheningan- Istana Bulu Phoenix, Kota Bulu Phoenix -Sementara itu, di Kekaisaran Phoenix. Takumi Jupiter menelusuri koridor megah Istana Bulu Phoenix dengan langkah yang terukur dan tampak lunglai. Bahunya sedikit merosot; wajahnya dirias dengan ekspresi duka yang mendalam—sebuah pertunjukan aristokratis yang sempurna bagi setiap pelayan atau pengawal yang berpapasan dengannya. Berita perihal kondisi Ratu Aruna dan Putri Akari yang kritis memberikan justifikasi yang cukup kuat untuk menunjukkan keterpurukan emosionalnya di hadapan publik.Begitu ia mencapai pintu kayu cendana di kediaman pribadinya dan memastikan pintu tersebut terkunci rapat, topeng duka itu seketika luruh. Sorot matanya yang tadi tampak sayu berubah drastis menjadi tajam, dingin, dan sarat dengan kalkulasi strategis.Ia melangkah menuju cermin besar berbingkai emas di sudut ruangan. Dengan satu sentuhan biometrik pada ukiran bingkai, dinding di belakang cermin bergeser tanpa suara, menyingkap akses menuju Sanctuarium—ruang
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: Chapter 51: Di Antara Omegafort dan Misi Bunuh DiriGerbang Luminion tidak lagi seperti sedia kala. Di pusat pusaran kehancuran itu, Omegafort berdiri sebagai sosok Titan Katedral yang masif. Sosoknya bukan lagi sekadar struktur logam, melainkan perwujudan teknologi kuno yang menghidupkan kembali mitos Klan Kolosus. Di dalam ruang kendali, Luviel memejamkan mata. Holy Rune yang terukir di dahinya berdenyut dengan ritme keemasan, selaras dengan detak resonansi inti Titan tersebut.Di hadapannya, Hydraphoon sedang memusatkan delapan elemen dasar yang bergejolak di sekitar—api, air, tanah, udara, cahaya, kegelapan, petir, dan kehampaan—semuanya tersedot paksa ke dalam inti di dadanya. Delapan aliran energi purba itu melebur, memadat menjadi sebuah proyektil elementalis yang berdenyut tidak stabil. Serapan energi itu melahap sisa-sisa cahaya di medan tempur, menciptakan dengung frekuensi rendah yang membuat udara di sekitar Omegafort bergetar hebat. Ancaman itu kian nyata—sebuah proyektil kehancuran mutlak yang siap dilepaskan untuk melen
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: Chapter 50: Teror HydraphoonTing. Suara logam itu menghantam tepat ke dalam celah kristal. Dalam sekejap, energi biru meledak hebat. Megafort Judgement berguncang keras hingga lantai geladak terbelah. Dari pusaran air di bawah, sembilan kepala Hydraphoon melesat keluar, menabrak lambung kapal dengan kekuatan yang menghancurkan. Lambung Benteng Terbang itu menjerit, terkelupas, dan jatuh berserakan sebagai puing panas yang menimpa geladak. Semburan elemen dari kepala naga itu menghantam instalasi pipa bahan bakar, menyulut kobaran api yang langsung melahap koridor-koridor kapal. "Brengsek! Obeng itu benar-benar membangunkan monster kiamat!" teriak Pedang Bayangan sambil menancapkan Eclipse Blade-nya ke geladak untuk menjaga keseimbangan. Kageyama tidak menyia-nyiakan waktu. Ia melesat, menyalurkan chakra ke Tekno-Kote—pelindung pergelangan tangan berteknologi tinggi—yang ia kenakan. "Skill: Katon — Steel-Grinder Flare!" Aliran energi plasma terpancar dari telapak tangannya, membungkus tinjunya dengan a
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Chapter 49: Gerbang LuminionDi hadapan Megafort Judgement, berdiri sisa-sisa keangkuhan dari era Kekaisaran Luminion yang telah hilang: Gerbang Luminion. Struktur jam raksasa itu kini terbelah dua secara vertikal, meninggalkan celah menganga selebar ratusan meter tepat di pusatnya. Retakan besar itu adalah luka mematikan; sebuah kehancuran fatal yang melumpuhkan fungsi utamanya sebagai Bendungan Raksasa Kekaisaran. Akibatnya, triliunan ton air yang dulunya dikelola sempurna, kini tumpah ruah secara liar. Air itu terjun bebas melalui celah retakan gerbang, menciptakan air terjun raksasa yang gemuruhnya mengguncang langit, seolah kemurkaan para dewa yang tak lagi terbendung. Uap air yang membubung menciptakan kabut abadi yang menyelimuti bagian dasar struktur logam purba tersebut. Di tengah pekatnya kabut uap itu, sebuah pelangi abadi melengkung pucat—hasil pembiasan cahaya putih-keemasan kristal AEC (Aether-Engine Crystals) yang terpecah oleh jutaan butiran air. Dua pahatan wajah kolosal yang menyangga lin
Last Updated: 2026-04-23