author-banner
Addarayuli
Addarayuli
Author

Novels by Addarayuli

Gairah Sahabatku

Gairah Sahabatku

William dan Nozela merupakan sahabat sejak kecil, mereka dibesarkan ilingkungan yang sama namun harus terpisah saat mereka masuk SMA karena William ikut kedua orang tuanya ke luar negeri. William dan Nozela kembali bertemu saat memasuki perkuliahaan. Hingga suatu saat ada kejadian tak terduga dimana Nozela melihat sang sahabat tengah menonton film terlarang. Membuat mereka terjebak dalam hubungan yang tak sepantasnya. Akankah mereka bertahan meski sudah memiliki pasangan? Atau mereka rela meninggalkan pasangan mereka?
อ่าน
Chapter: Note!
Halo semua pembaca setia novel Gairah Sahabatku, gimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat ya.Kisah NOZELLA x WILLIAM akan dilanjut di novel selanjutnya ya, judulnya "Pengasuh Polos untuk CEO Dingin" dengan mereka yang akan muncul di pertengahan cerita + mengambil porsi besar di sana.Buat teman-teman yang sudah mendukung novel ini, author mau ucapin banyak terima kasih buat kalian. Dan maaf kalau novel dan endingnya nggak sesuai sama selera atau keinginan kalian.Kisah ini memang fokus di tokoh lain, tapi Nozella dan William akan ambil peran besar karena mereka juga jadi tokoh sampingan di sana. Author sudah nulis naskahnya sampai bab 20 dan Nozella sudah muncul di sana, kok ~^Jadi, stay tune ya, mereka bakal happy ending, kok ~Terima kasih.....
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-30
Chapter: Extra Chapter
Bruk!Nozela menatap tumpukan kertas pada mejanya, dia menghela nafas panajang sambil menatap sekretarisnya dengan datar."Maafkan saya nona, ini dari tuan Andito."Ctak!Nozela meletakan pulpennya dengan kasar ke meja kerjanya, dia melepaskan kacamatanya kemudian menyandarkan tubuhnya ke kursi. Seharian ini dia sangat tak bisa menikamati waktunya karena terus berkerja, bahkan untuk makan siang saja dia berada diruanganya karena saking banyaknya pekerjaan.Ana, sekretaris Nozela merasa kasihan pada bosnya yang terus-terusan bekerja tanpa henti selama seminggu ini. Mereka bahkan sampai lembur karena harus segera menyelesaikan berkas yang harus diberikan pada Andito."Nona mau saya belikan kopi?" tanya Ana.Nozela menggelengkan kepalanya, dia memejamkan matanya sebentar lalu menghela nafasnya kasar dan berdiri dari duduknya."Anda mau kemana nona?""Jangan halangi aku Ana, aku mau menghadap tuan Andito yang terhormat itu." jawab Nozela sambil berjalan keluar dari ruanganya."Tapi nona, t
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-28
Chapter: bab 250
1 Tahun kemudian..."Enghh."Nozela membuka matanya, dia terkejut dan seketika bangkit dari tidurnya. Dia menatap jam di ponselnya yang sudah menunjukkan hampir jam tujuh pagi. Nozel membelakan matanya, dia lekas menyingkap selimutnya kemudian turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.Nozela mandi dengan cepat lalu masuk ke walk-in closet lalu memakai baju yang sudah dari semalam dia siapkan. Nozela memakainya dengan cepat lalu segera keluar dari ruangan itu dan mulai mengeringkan rambutnya. Dia melakukan semuanya dengan buru-buru karena waktu terus berjalan, di tak ingin terlambat di acara penting ini.Selesai mengeringkan rabutnya, Nozela kemudian merias wajahnya dan mencatok rambutnya yang sudah panjang. Selesai merias wajahnya dia tersenyum menatap pantulan wajahnya yang di depan cermin, Nozela berdiri dari duduknya kemudian berputar-butar untuk mengecek penampilannya."Selesai."Nozela tampak cantik dengan balutan d
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-27
Chapter: bab 249
"Selamat sore Nozela, gimana perasaan kamu hari ini?""Sore dok, saya seharian ini agak nggak mood dok." jawab Nozela."Loh, kenapa? Ada sesuatu yang menganggu kamu?"Nozela melemahkan bahunya. "Saya pengen kuliah lagi dok, saya jenuh dan bosen di rumah terus. Saya kangen main sama temen-temen, padahal saya udah baik-baik aja dok saya juga udah bisa bersentuhan lagi sama orang-orang." jelas Nozela.Dokter perempuan yang memiliki name tag bernama Teresa itu tersenyum, dia pun tiba-tiba menyentuh tangan Nozela membuat Nozela menoleh ke arahnya."Bagaimana ketika saya menyentuh kamu tiba-tiba?"Nozela menggelengkan kepalanya. "Saya tidak merasakan apa-apa lagi dok.""Benarkah?" tanya dokter dengan senyum merekah."Iya dok, itu berarti saya sudah sembuh kan dok?"Dokter melepaskan cekalan tangannya dari tangan Nozela, dia merasa senang karena salah satu pasiennya sudah sembuh. Dia pun segera menuliskan resep o
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-26
Chapter: bab 248
"Menyatakan terdakwa, saudara Drake Alexander dan saudari Naomi Clarissa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pelecehan seksual berencana sebagaimana dalam dakwaan primair."Tok!Tok!Tok!Palu diketuk tiga kali setelah putusan hakim selesai diucapkan, sidang dinyatakan selesai.Cleo, Marisa dan Fahmi segera menghampiri Clarissa yang sedang m
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-25
Chapter: bab 247
"Hari ini sidang putusan atas kasus Nozela akan dilaksanakan, apa kamu mau datang?" tanya Jimmy pada putranya.William mengelengkan kepalanya pelan. "Tidak, selesai kualiah nanti Liam mau nemenin Ojel terapi, kebetulan hari ini jadwal dia terapi.""Baiklah, nanti biar Robi yang urus semuanya."William menganggukkan kepalanya, alasan dia tak mau hadir disana adalah tak ingin melihat para pelaku yang sudah menyebabkan Nozela trauma. Dia takut kehilangan kendali saat melihat mereka apa lagi ada Clarissa juga disana.Meski Clarissa sudah melakukan kesalahan yang fatal, namun mereka sudah bersama cukup lama hingga tak mudah begitu saja dia melupakan kenangan itu. Masih ada sedikit rasa iba dihati William jika dia melihat Clarissa di persidangan, dan itu bisa membuatnya ragu.Sambil menghabiskan makanannya, Jimmy melihat wajah putaranya yang tampak murung, dia melirik istrinya yang juga saat ini sedang menatap ke arahnya."Mau tambah lagi?"
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-24
Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar

Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar

Florensia harus mengalami masalah rumah tangga yang rumit dimana dia harus menyaksikan sendiri perselingkuhan suami dan mantan kekadihnya. kesalahpahaman membuat rumah tangga Florensia dan Ren hancur secara perlahan hingga Florensia memutuskan menceraikan sang suami. Ditengah ketepurukannya, ada uluran tangan dan dekapan hangat dari sang adik ipar hingga membuat Florensia memutuskan memafaatkan sang adik ipar untuk membalas perbuatan sang suami. Akankan rencana balas dendam Florensia berhasil? atau justru dia terjebak dengan rencananya sendiri?
อ่าน
Chapter: bab 66
Ting.Pintu lift terbuka, Florensia keluar dari lift kemudian berjalan menuju dapur. Disana dia melihat beberapa asisten rumah tangga tengah sibuk mempersiapkan bahan makanan untuk mereka masak untuk menu makan malam nanti."Selamat sore nyontya Flo." sapa para asisten rumah tangga bergantian."Sore bik, ada yang bisa Flo bantu?"Asisten rumah tangga saling tatap saat nyonya muda mereka menanyakan pekerjaan yang bisa nyonya mereka bantu, mereka hanya diam dan saling menatap.Florensia yang tak emndapatkan jawaban apapun mengerutkan keningnya, dia berniat membantu karena memang tak memiliki pekerjaan."Maaf nyonya, lebih baik anda menungggu di luar saja.""Loh, memangnya kenapa bik?" tanya Florensia bingug."Biarkan kami saja yang memasak ini nyonya, nanti tangan anda kotor."Florensia tertawa kecil menengar jawaban asiaten ruma tangganya. "Tidak papa bik, saya di rumah mama juga sering membantu mama memasak."
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-03
Chapter: bab 65
Florensia terdiam sambil menatap ke luar jendela mobil, saat ini dia sedang dalam perjalanan pulang dari kafe setelah bertemu dengan sahabatnya. Sejak pembicaraannya dengan Noela tadi, dia jadi lebih banyak diam bahkan sampai membuat Karina bingung.Sesekali Karina melihat kebelakang melewati kaca spion, dia memperhatikan Florensia yang semakin murung dan banyak diam. Dia menghela nafas pelan, dia sama sekali tidak tahu pembicaraan bos dan sahabatny tadi karena dia sengaja memberi ruang agar tidak terlalu tahu masalah yang dibahas oelh Florensia.Karina sedikit khawatir melihat Florensia, dia takut masalah yang dihadapinya cukup berat."Nona, anda melamun?"Florensia menoleh ke depan saat Karina menegurnya. "Tidak, aku hanya sedikit banyak pikiran saja.""Anda bisa bercerita dengan saya nona, jangan terlalu dipendam sendiri.""Nanti aku ceritakan."Karina mengangguk, dia paham mungkin saat ini Florensia belum siap untuk mencerit
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-02
Chapter: bab 64
Megan dan Ren berjalan bersama meninggalkan rumah sakir menuju mobil mereka, keduanya tampak terlihat mengobrol ringan sambil sesekali tersenyum bersama. Dibelakang mereka, asisten mereka hanya terdiam sambil sesekali memperhatikan interaksi bos mereka, terutama Vegas. Vegas melirik Tania yang biasa saja melihat kedekatan Ren dan Megan seolah sama sekali tidakmerasa was-was. Berbeda dengan dirinya yang sedikit cemas karena takut ada yang melihat mereka dan melaporkannya pada nyonya muda Louhan alias Florensia."Ehem."Tania menoleh ke arah Vegas yang berdehem pelan. "Ada apa?"Vegas menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, tenggorokanku sedikit sakit saja."Sampai di tempat parkir, Megan menghentikan langkahnya didekat mobilnya yang kebetulan bersebelahan dengan mobil Ren."Kamu masih ingat makam Maki kan?"Ren mengangguk. "Masih.""Kalau begitu alku duluan ya, kita bertemu disana nanti.""Iya."Megan lekas masuk kedalam mobil bersama dengan Tania kemudian pergi ke lebih dulu meninggalk
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-01
Chapter: bab 63
"Terima kasih kak.""Sama-sama nona."Florensia keluar dari salon kemudian menghampiri asistennya yang sudah menunggunya di lobi sambil meminum kopi. Melihat Florensia sudah datang buru-buru Karina bangkit dari duduknya."Bagaimana nona? Sudah lebih baik?"Floensia mengangguk mengiyakan, tubuhnya sudah lebih ringan dari sebelumnya, dia merasa lebih fresh dan kembali besemangat lagi."Ayo kita ke kafe, Noela dan Angel sudah menunggu." ajak Florenisa.Karina mengangguk. "Mari nona."Florensia berjalan lebih dulu, dia sudah tidak sabar bertemu dengan para sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu. Mereka berdua lekas masuk ke dalam mobil kemudian menuju lokasi tempat biasa Florensia dan dua sahabatnya nongkrong.Namun yang membuat Florenisa penasaran adalah topik pembahasan mereka yang akan Noela sampaikan nanti. Enath apa yang diketahui oleh sahabatnya tentang Ren hingga Noela mengajaknya bertemu untuk membahas Ren.Florens
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-31
Chapter: bab 62
Drrtt..Drrtt..Ponsel milik Ren kembali bergetar, dia mengambil ponselnya kemudian melihat nama Megan yang tertera pada layar ponselnya. Tanpa menangkatnya, Ren langsung pergi begitu saja.Ceklek.Dua bodyguard sedikit menyingkir dari depan pintu saat pintunya terbuka."Ren, aku tidak boleh masuk." adu Megan.Kedua bodyguard itu menundukkan kepala mereka takut."Maafkan kami tuan." ucap mereka kompak."Masuk." ucap Ren datar.Megan segera masuk ke dalam sambil mengukuti Ren dari belakang, mereka berdiri tak jauh dari ranjang pasien. Megan mendekati ranjang pasien itu kemudian menatap priayang sedang terbaring lemah."Bagaimana keadaan bapak....""Desta, nama saya Desta." lirih pria bernama Desta.Megan mengangguk. "Bagaimana keadaan bapak? Saya minta maaf atas tindakan saya kemarin, tadi saya sudha diberi tahu Ren tentang semuanya.""Tidakpapa nona, semua ini juga salah saya.""Tidak, ba
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-30
Chapter: bab 61
"Ada apa Vegas?" tanya Ren saat keduanya sudah berada didalam ruang kerja Ren."Saya baru saja mendapat kabar jika pria yang saat ini dimarkas jatuh sakit tuan." jawab Vegas.Ren memberlakan matanya terkejut. "Apa, sakit? Bagaimana bisa?""Menurut laporan, pria itu sama sekali tidak makan dan minum selama disana tuan. Dan saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit terdekat."Ren menghembuskan nafasnya kasar, dia masih kesal lantaran salah mendapat target dan sekarang pria itu malah sakit. Ren masih pusing dengan masalah ini karena sampai saat ini masih belum juga menemukan titik terang terkait pelaku utama kecelakaan Maki. Ren menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil meraup wajahnya kasar."Bagaimana ini?""Anda tidak perlu khawatir tuan, sebelum pria itu pingsan dia sempat memberikan keterangan terkait kepemilikan mobilnya."Mendengar ucapan Vegas barusan membuat Ren menegakkan duduknya, dia menatap asistennya dengan tatapan tak percaya
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-30
Pengasuh Polos untuk CEO Dingin

Pengasuh Polos untuk CEO Dingin

Bagaimana kisah hidup Meysa Olinda yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga dan harus bekerja sebagai pengasuh disebuah keluarga terpandang? Hidupnya berubah drastis ketika terpaksa harus menikah dengan cucu dari orang yang memperkerjakannya. Adrian Lysander, pria dingin yang menunjuk Meysa sebagai pengantin dadakan demi memenuhi keinginan sang Oma. Namun kisah keduanya tidak semulus yang Adrian pikirkan, ada sebuah rahasia besar dibalik istri polos yang sama sekali tak dia ketahui. *Sequel Nozela dan William dari novel "Gairah Sahabatku" ada disini..
อ่าน
Chapter: Bab 102
Brak!Sebuah map berkas tebal terlempar kasar, menghantam permukaan meja kaca hingga menimbulkan suara benturan yang memekakkan telinga. Beberapa lembar kertas di dalamnya bahkan sampai sedikit mencuat keluar.Di seberang meja, seorang pria muda tampak bergeming. Ia masih duduk dengan posisi santai, menyandarkan punggungnya ke sofa kulit. Jemarinya dengan tenang menjepit sebatang rokok yang asapnya mengepul tipis, mengaburkan pandangan di antara mereka berdua. Ia menyesap rokok itu sekali lagi, lalu mengembuskannya perlahan, seolah ketegangan di ruangan itu sama sekali tak memengaruhinya.Pria paruh baya yang berdiri di depan meja menatapnya dengan pandangan yang begitu tajam. Napasnya memburu, dan kilat amarah yang tertahan jelas terpancar dari kedua matanya. Pria muda di hadapannya ini bukanlah orang asing dia adalah putranya sendiri."Jika bukan karena koneksi yang papa miliki, kamu tidak akan semudah itu keluar," suara pria paruh baya itu terdengar berat dan penuh penekanan, menah
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-15
Chapter: Bab 101
Matahari siang itu bersinar terik, namun sama sekali tidak mengurangi binar kebahagiaan di wajah Adrian. Langkah kakinya keluar dari gedung pertemuan terasa begitu ringan. Kerja kerasnya berhari-hari di luar kota akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa.Adrian tidak hanya berhasil menyelesaikan proyek besarnya, tetapi ia juga sukses memikat hati seorang investor asing papan atas. Sang investor sangat terkesan dengan dedikasi dan visi Adrian, hingga tanpa ragu sepakat untuk menjalin kerja sama jangka panjang. Sebuah pencapaian besar yang akan membawa perusahaannya ke level berikutnya."Terima kasih atas kepercayaan anda Tuan, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik.""Terima kasih juga kembali untuk perusahaan Lysander."Adrian dan investor asing itu saling berjabat tangan, Adrian senang bukan main karena bisa kembali menjalin kerja sama dengan perusahaan asing.Tepat setelah rapat selesai, Adrian dan Evan memutuskan untuk kembali ke hotel."Segera pesankan tiket untuk pulang, saya
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-15
Chapter: Bab 100
Langkah kaki seseorang terdengar konstan di atas lantai keramik putih gedung polres yang sibuk siang itu. Pria itu berjalan dengan postur tegak, dibalut kemeja flanel berpotongan rapi yang disetrika kaku dan celana kain gelap. Tidak ada keraguan dalam geraknya. Tatapan matanya datar, lurus mengunci ke depan, mengabaikan lalu-lalang petugas berseragam dan aroma kopi instan yang bercampur dengan bau kertas arsip.Di sebelahnya, seorang pria paruh baya dengan setelan jas necis dan tas jinjing kulit berlogo firma hukum melangkah dengan tergesa, sesekali menyesuaikan letak kacamatanya. Dialah sang kuasa hukum, yang sejak tadi tampak lebih gelisah ketimbang kliennya sendiri.Mereka melewati lorong demi lorong hingga tiba di area khusus, ruang kunjungan tahanan. Setelah menyelesaikan administrasi dan pemeriksaan barang bawaan di meja piket, seorang petugas mengantarkan mereka ke sebuah ruangan berpagar besi dengan beberapa meja sekat di dalamnya.Pria itu menarik kursi besi secara perlahan.
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-15
Chapter: Bab 99
Mobil melaju perlahan, membelah jalanan pagi yang sudah cukup ramai oleh kendaraan. Maklum, hari libur akhir pekan seperti ini biasanya dipenuhi oleh orang-orang yang ingin berolahraga atau sekadar mencari sarapan di luar.Di kursi penumpang, Ibu Ningsih menatap ke arah luar jendela. Awalnya beliau hanya diam menikmati pemandangan kota, namun perlahan kedua alisnya bertaut. Dahinya mengerut dalam ketika menyadari gedung-gedung dan papan penunjuk jalan yang mereka lewati terasa asing."Lho, ini kan bukan jalan ke arah rumah Ibu?" gumam Ibu Ningsih, mulai merasa ada yang keliru.Tak ada yang menjawab. Keheningan yang canggung sempat menyelimuti kabin mobil hingga beberapa saat kemudian, mobil tersebut berbelok dan berhenti tepat di lobi sebuah kompleks apartemen mewah yang menjulang tinggi.Ibu Ningsih menatap bangunan megah di hadapannya, lalu menoleh ke kursi depan dengan tatapan penuh tanya."Kita ngapain ke sini? Meysa, Maya, kenapa kita ke apartemen ini?"Mendengar pertanyaan itu,
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
Chapter: Bab 98
Mentari pagi baru saja menyelinap di balik gorden kamar, membawa seberkas cahaya hangat yang perlahan mengusir remang. Di atas ranjangnya, Meysa menggeliat pelan. Kesadarannya belum pulih sepenuhnya, sampai sebuah suara yang sangat familiar memecah keheningan.Ting!Suara denting ponsel itu sukses membuat kelopak mata Meysa terbuka sedikit. Sambil menguap lebar dan mengucek matanya khas orang yang baru bangun tidur, ia meraba-raba nakas di samping tempat tidur untuk mencari sumber suara.Dengan nyawa yang belum terkumpul seutuhnya, Meysa menyalakan layar ponselnya. Begitu matanya menangkap sebuah notifikasi pesan baru, kantuknya mendadak hilang terbang entah ke mana.Pesan itu datang dari Adrian, suaminya.Adrian: Selamat pagi, Mey.Seketika, kedua pipi Meysa merona merah. Sebuah senyuman lebar langsung terukir di wajahnya. Ia memeluk ponselnya di dada sambil menahan salah tingkahnya. Tak pernah terbayang dalam benak Meysa jika dia akan mendapat pesan dari sang suami.Meysa tersenyum
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
Chapter: Bab 97
William memperhatikan Nozela dengan tatapan cemas. Dia tahu ada sesuatu yang menahan napas Nozela sejak kekasihnya mulai mengatakan apa yang dia lihat."William..." Suara Nozela nyaris berbisik, bergetar tipis."Aku... aku melihatnya lagi hari itu."William menegakkan tubuhnya, menatap Nozela lembut. "Melihat siapa, Jel?"Nozela menelan ludah, tenggorokannya terasa kering dan mencekat. Nama itu seperti duri yang enggan dia sebutkan, namun memori di kepalanya memaksa nama itu keluar."Drake."Mendengar nama itu, raut wajah William berubah serius. Dia tahu pria itu merupakan kenangan buruk dan dia tahu betul bagaimana nama itu berpotensi menghancurkan ketenangan yang selama ini mati-matian Nozela bangun."Beberapa hari lalu saat kita dari rumah sakit menjenguk Ibu Maya..." Nozela mulai bercerita, matanya menatap kosong ke permukaan kolam renang."Lampu merah di perempatan dekat taman kota. Saat kita terjebak lampu merah, ketika... ketika aku tidak sengaja menoleh ke arah bahu jalan."Na
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
บางทีคุณอาจจะชอบ
Old Fesbukers
Old Fesbukers
Romansa · gzoe4674
2.5K views
Jalan Bahagia
Jalan Bahagia
Romansa · Alfi riyatin
2.5K views
ASFHA ZIARA
ASFHA ZIARA
Romansa · Biba
2.5K views
Because You Are Mine
Because You Are Mine
Romansa · sansuris27
2.5K views
Cemburu Membawaku Kembali
Cemburu Membawaku Kembali
Romansa · Ayu novianti
2.5K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status