author-banner
Senja
Senja
Author

Novels by Senja

Pengganti yang Tak Dicintai

Pengganti yang Tak Dicintai

Selama tiga tahun pernikahan, Alina hidup dalam kesepian. Darman, pria yang menjadi suaminya, tidak pernah mencintainya, bahkan tak pernah menyentuhnya sekalipun. Hati Darman hanya milik Alisa—saudara kembar Alina yang seharusnya menjadi istrinya. Namun takdir berkata lain. Setelah Alisa meninggal dunia, Alina dipaksa menggantikan posisi saudara kembarnya karena wajah mereka yang sangat mirip. Sayangnya, kehadiran Alina tidak pernah mampu menggantikan Alisa di hati Darman. Tak hanya kehilangan cinta, Alina juga tidak pernah mendapatkan nafkah yang layak dari suaminya. Hingga pada tahun ketiga pernikahan mereka, Alina memutuskan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhannya sendiri. Takdir membawanya ke Andara Group, perusahaan tempat Darman bekerja. Di sana, Alina bertemu dengan James, pemilik Andara Group yang dikenal dingin, berkuasa, dan sulit didekati. Pertemuan yang awalnya biasa saja perlahan mengubah hidup Alina. Di saat Darman terus mengabaikannya, James justru menjadi orang yang melihat dan menghargai keberadaannya. Ketika cinta, pengkhianatan, dan rahasia masa lalu mulai terungkap, mampukah Alina mempertahankan pernikahannya? Atau justru menemukan kebahagiaan bersama pria lain yang benar-benar mencintainya?
Read
Chapter: Pembelaan james
Mobil sedan hitam itu melaju mulus membelah jalanan kota.Alina duduk di balik kemudi, fokus memperhatikan lalu lintas di depannya.Sementara itu, James duduk di kursi belakang.Pria itu memangku sebuah tablet, sesekali mengusap layar untuk membaca laporan yang harus ia selesaikan sebelum bertemu klien.Di dalam mobil, alunan musik klasik diputar dengan volume rendah.Suasananya begitu tenang.Sesekali James tanpa sadar menganggukkan kepalanya mengikuti irama musik, meski kedua matanya tetap fokus pada layar tablet.Beberapa menit kemudian..."Alina."Suara berat James memecah keheningan.Alina langsung melirik melalui kaca spion."Iya, Pak?""Di depan ada toko roti."James menunjuk ke arah sebuah bangunan di seberang jalan."Tolong mampir sebentar.""Baik, Pak."Alina segera menyalakan lampu sein lalu memarkirkan mobil di depan toko roti tersebut.James kembali menatap tabletnya."Klien kita, Bu Vella, sangat menyukai kue kering dari toko ini."Pria itu kemudian menyerahkan sebuah ka
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bertemu ibu james
Pukul enam tepat.Mobil hitam Andara Group perlahan memasuki kawasan perumahan elite di pusat kota.Alina melirik alamat yang tertera di ponselnya."Rumah Pak James..."Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan sebuah rumah bergaya modern yang megah namun tetap terasa hangat.Alina mematikan mesin mobil.Ia turun, lalu berjalan menuju gerbang.Tok.Tok.Beberapa detik kemudian, pintu rumah terbuka.Seorang wanita paruh baya dengan senyum lembut menyambutnya."Selamat pagi."Alina sedikit membungkukkan badan."Selamat pagi, Bu. Saya Alina, asisten pribadi Pak James. Saya diminta menjemput beliau.""Oh..."Senyum wanita itu semakin lebar."Jadi kamu Alina."Alina sedikit heran."Ibu mengenal saya?""Tentu."Wanita itu tertawa kecil."James semalam bercerita kalau akhirnya dia menemukan asisten pribadi yang sangat dia percaya."Pipi Alina memerah."Pak James terlalu berlebihan, Bu.""Masuklah dulu.""Tapi saya takut mengganggu.""Tidak mengganggu sama sekali."Wanita itu membuka pintu l
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Darman Cemburu
Keesokan paginya...Sinar matahari menembus celah tirai ruang makan.Tidak ada aroma capcay.Tidak ada ayam goreng.Tidak ada secangkir kopi hangat yang biasanya selalu tersedia di atas meja.Alina hanya menyiapkan dua lembar roti panggang dan segelas susu untuk dirinya sendiri.Hari ini ia harus berangkat lebih pagi.Sebagai asisten pribadi James, ia tidak boleh terlambat.Tak lama kemudian...Darman turun dari lantai atas sambil merapikan dasinya.Begitu memasuki ruang makan, langkahnya langsung terhenti.Keningnya berkerut."Mana sarapannya?"Alina tetap mengoleskan selai ke atas rotinya.Tanpa menoleh, ia menjawab pelan."Hari ini aku tidak memasak."Darman menatap meja makan yang kosong."Kenapa kamu tidak memasak?"Baru kali ini Alina mengangkat wajahnya.Tatapannya tenang."Selama ini aku memasak hanya untuk diriku sendiri."Darman mengernyit."Maksudmu?""Kamu tidak pernah memakannya."Alina tersenyum tipis.Senyum yang terasa begitu pahit."Setiap pagi aku bangun lebih awal.
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Cemburu atau Benci?
Malam mulai menyelimuti kota.Jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam ketika Alina akhirnya tiba di rumah.Tubuhnya terasa lelah setelah seharian menjalani hari pertamanya sebagai asisten pribadi James.Brak!Pintu rumah baru saja ditutup saat terdengar suara langkah kaki dari ruang tamu.Darman.Pria itu baru saja pulang.Dasi di lehernya masih tergantung longgar, sementara sorot matanya dipenuhi amarah."Dari mana saja kamu?"Alina menoleh."Dari kantor, Mas. Pak James meminta—"Belum sempat kalimatnya selesai.Plak!Tamparan keras kembali mendarat di pipi Alina.Tubuhnya terdorong hingga membentur dinding.Rasa perih langsung menjalar di wajahnya."Mas..."Air mata langsung menggenang.Darman mencengkeram lengan Alina dengan kasar."Dengar baik-baik!"Suaranya penuh tekanan."Jangan berani-berani menyakiti Melinda!"Alina mengernyit kesakitan."Aku tidak pernah menyakitinya.""Juga jangan pernah mencoba mendekati Pak James!"Deg.Alina menatap suaminya tak percaya."Maksud Mas a
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Fasilitas
Dua jam kemudian..."Baik, rapat kita akhiri sampai di sini."James menutup map di hadapannya."Terima kasih atas kerja samanya."Para peserta rapat serempak berdiri.Satu per satu mulai meninggalkan ruang rapat sambil masih membahas hasil diskusi malam itu.Alina mengembuskan napas lega.Akhirnya selesai.Baru saja ia hendak membereskan dokumen, beberapa manajer dan staf lebih dulu menghampirinya."Nona Alina."Alina menoleh.Seorang manajer wanita tersenyum ramah."Perkenalkan, saya Rina dari Divisi Keuangan.""Saya Maya dari Divisi SDM.""Dan saya Kevin dari Divisi Marketing."Alina membalas senyum mereka."Senang berkenalan.""Kami juga."Rina tertawa kecil."Jujur saja, tadi kami mengira Anda akan gugup.""Ternyata kemampuan public speaking Anda luar biasa.""Iya," sahut Kevin."Bahasa Inggris Anda juga sangat bagus.""Saya sampai mengira Anda lulusan luar negeri."Alina menggeleng pelan."Tidak. Saya hanya belajar sendiri.""Hebat sekali."Beberapa karyawan lain mulai ikut mende
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Tak di remehkan lagi
Pintu ruang rapat terbuka.James melangkah masuk lebih dulu dengan langkah tenang.Di belakangnya, Alina membawa tablet dan beberapa map berisi dokumen rapat.Ruangan yang semula ramai mendadak hening.Beberapa direktur dan manajer menoleh bersamaan."Selamat malam, Pak James."James hanya mengangguk singkat."Silakan lanjutkan."Saat itulah perhatian mereka beralih kepada wanita yang berdiri di samping James.Alina.Dengan setelan blazer berwarna krem, rambut yang ditata sederhana, dan riasan tipis, penampilannya benar-benar berbeda dari sore tadi."Siapa wanita itu?""Bukankah itu karyawan baru?""Yang tadi sore pakai baju biasa?""Astaga... ternyata secantik itu.""Dia asisten baru Pak James?"Bisikan demi bisikan memenuhi ruangan.Alina berusaha tetap tenang meski pipinya mulai memanas.Ia tidak terbiasa menjadi pusat perhatian.Di sudut ruangan, Darman yang baru saja masuk menghentikan langkahnya.Tatapannya langsung tertuju pada Alina.Untuk sesaat, ia bahkan tidak mengenali wan
Last Updated: 2026-07-06
Istri Kontrak Sang Miliarder

Istri Kontrak Sang Miliarder

Diusir dari rumah bibinya dan dipecat dari pekerjaan, Clara Anindita nekat mengadu nasib ke Jakarta. Namun, hari pertamanya berakhir bencana saat ia tidak sengaja menabrak seorang pria angkuh di sebuah lobi mewah. Karena sedang kalut, Clara menolak minta maaf dan justru memarahi pria itu habis-habisan. ​Keesokan harinya, jantung Clara hampir copot saat melamar kerja di perusahaan raksasa, AXW Group. Pria yang ia semprot kemarin ternyata adalah Adrian Xavier Wijaya, CEO miliarder penguasa gedung tersebut. ​Bukannya memecat Clara, Adrian justru menyodorkan sebuah dokumen gila yaitu Kontrak Pernikahan. "Kau butuh uang, dan aku butuh istri pajangan. Satu tahun, dan kau bebas." ​Mampukah Clara bertahan menjadi istri kontrak dari bos paling dingin dan posesif? Atau justru kontrak itu yang akan menjerat hatinya selamanya?
Read
Chapter: Datang di waktu yang salah
"Jangan pernah ikut campur lagi dalam rumah tangga saya." Suara Adrian terdengar dingin dari balik sambungan telepon. Di seberang sana, Victoria hanya terkekeh pelan. "Rumah tangga?" ulangnya santai. "Adrian, kalian hanya menikah karena kontrak. Ibu hanya mengembalikan semuanya ke jalur yang seharusnya." Rahang Adrian mengeras. "Kontrak atau bukan, Clara tetap istri saya." Victoria terdiam beberapa detik. "Lalu sampai kapan kamu mau mempertahankan pernikahan itu? Satu tahun? Setelah itu dia tetap akan pergi." Kalimat itu membuat Adrian terdiam. Ia tahu. Itulah isi kontrak yang ia buat sendiri. Namun entah sejak kapan, ia tidak pernah lagi menginginkan kontrak itu berakhir. "Saya akan mengurus rumah tangga saya sendiri." "Tidak perlu Ibu ikut campur." Tanpa menunggu jawaban, Adrian langsung memutus sambungan telepon. Tut. Ia melempar ponselnya ke atas meja dengan kesal. Beberapa detik kemudian, ia mengusap wajahnya kasar. "Pak..." Sekretarisnya kembali bersuara hati
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Melanjutkan pertunangan
Sinar matahari pagi menembus celah tirai kamar, menyinari ruangan yang sejak semalam dipenuhi keheningan.Clara masih terduduk di atas ranjang.Tatapannya kosong mengarah ke dinding.Semalaman ia hampir tidak memejamkan mata.Perkataan dokter.Sikap Adrian.Semuanya terus berputar di dalam kepalanya.Perlahan ia menoleh ke arah jam digital di atas nakas.08.00."Sudah pagi..."Clara mengusap wajahnya pelan.Ia mengira semua orang masih berada di bawah.Dengan langkah pelan, ia turun dari ranjang dan berniat keluar kamar untuk sarapan.Namun baru saja tangannya menyentuh gagang pintu...Tok... tok..."Permisi, Nyonya."Seorang pelayan mendorong troli makanan masuk ke dalam kamar.Di atasnya tersaji sarapan hangat lengkap dengan teh dan buah potong.Clara tampak bingung."Untukku?"Pelayan itu mengangguk sambil tersenyum sopan."Ya, Nyonya.""Nyonya Clara, Tuan Adrian sudah berangkat ke kantor sejak pagi."Clara terdiam.Pelayan itu melanjutkan,"Dan Nyonya Besar juga sedang pergi kelua
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Kecewa nya Adrian
Sambungan adegannya bisa dibuat seperti ini:Pintu kamar perlahan terbuka.Klik.Clara yang masih terduduk di atas ranjang spontan mengangkat kepalanya.Adrian berdiri di ambang pintu.Raut wajah pria itu sulit dibaca.Tidak marah.Namun juga tidak setenang biasanya.Tatapannya lurus mengarah kepada Clara.Pelayan yang berjaga segera menundukkan kepala."Tuan.""Kalian keluar.""Baik, Tuan."Tak lama kemudian, kamar itu hanya menyisakan mereka berdua.Keheningan terasa begitu menyesakkan.Adrian melangkah perlahan mendekati ranjang.Ia berhenti tepat beberapa langkah di depan Clara."Seharusnya kamu sudah tahu kabar itu, Clara."Suaranya pelan.Namun terdengar sangat berat.Clara menundukkan kepala.Jemarinya saling menggenggam erat di atas selimut."A-Adrian... tunggu."Ia mengangkat wajah dengan mata yang dipenuhi kebingungan."Ini tidak seperti yang kamu pikir."Tatapan Adrian berubah."Lalu seperti apa?"Suara itu tetap tenang, tetapi menyimpan begitu banyak pertanyaan.Clara memb
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Clara hamil dan kecurigaan Adrian
Suara langkah kaki Adrian menggema di sepanjang koridor mansion.Napasnya masih memburu setelah bergegas pulang dari kantor.Begitu tiba di depan kamar, ia langsung melihat dokter keluarga, beberapa pelayan, dan Victoria berdiri di luar dengan wajah yang sulit diartikan."Dokter."Suara Adrian terdengar tegang."Ada apa dengan Clara?"Dokter itu menoleh lalu mengangguk hormat."Tuan Adrian, kondisi Nyonya Clara sudah mulai stabil."Adrian mengembuskan napas lega."Syukurlah.""Namun..." Dokter berhenti sejenak."Ada kabar yang perlu saya sampaikan."Adrian mengernyit."Apa itu?"Dokter tersenyum tipis."Selamat, Tuan.""Nyonya Clara kemungkinan besar sedang hamil."Deg!Adrian membeku.Matanya membelalak."H-hamil?"Dokter mengangguk pelan."Hasil pemeriksaan awal mengarah ke sana. Besok kami perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan usia kehamilan dan kondisi janinnya."Namun Adrian seolah tidak lagi mendengar penjelasan dokter.Pikirannya mendadak kosong.Hamil...?Anak
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: Kabar mengejutkan
Ruang makan keluarga pagi itu terasa jauh lebih sunyi dibanding biasanya.Sudah satu minggu berlalu sejak insiden yang mengubah segalanya.Satu minggu penuh Adrian mencoba memperbaiki keadaan.Mengirim bunga.Membelikan makanan favoritnya.Bahkan pulang lebih awal hanya untuk makan malam bersama.Namun hasilnya tetap sama.Clara tidak lagi mengusirnya.Tidak lagi menangis saat melihatnya.Tetapi juga tidak memberinya kesempatan untuk mendekat.Sikap wanita itu sopan.Terlalu sopan.Dan justru itu yang membuat Adrian semakin tersiksa.Karena Clara memperlakukannya seperti orang asing.Seperti rekan kerja.Bukan suami.Di ujung meja makan, Victoria menyaksikan semuanya dalam diam.Selama seminggu ini ia memang tidak membuat masalah.Tidak ada sindiran.Tidak ada jebakan.Tidak ada pertengkaran.Namun bukan berarti kebenciannya terhadap Clara berkurang.Justru semakin besar.Setiap kali melihat Adrian yang selalu memperhatikan Clara, dadanya dipenuhi rasa tidak suka.Menurutnya, semua in
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: Kecewanya Adrian
Adrian membeku.Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia tidak tahu harus berkata apa. Semua penjelasan, semua permintaan maaf, terasa tidak berguna di hadapan tatapan Clara yang begitu asing.Wanita itu masih berada di hadapannya, namun terasa sangat jauh.Jauh lebih jauh dibandingkan saat mereka belum saling mengenal."Pak Adrian..."Panggilan itu kembali menghantamnya.Biasanya Clara memanggil namanya dengan lembut, kadang dengan nada kesal yang membuat Adrian diam-diam ingin mendengarnya lebih lama. Namun sekarang, dua kata sederhana itu terdengar seperti garis pemisah yang tidak bisa ia lewati.Adrian menelan ludah."Baik," ucapnya lirih.Clara tampak terkejut. Ia tidak menyangka Adrian akan menyerah semudah itu.Pria itu perlahan turun dari ranjang. Tatapannya jatuh pada bekas cambukan yang masih terlihat di lengan Clara.Dadanya kembali sesak.Ia adalah penyebab semua luka itu."Dokter akan datang sebentar lagi," katanya pelan. "Aku tidak akan masuk lagi tanpa izinmu."Clara ti
Last Updated: 2026-06-16
You may also like
Our Sweet Memory
Our Sweet Memory
Romansa · Griszella
2.6K views
Cinta Dua Sisi
Cinta Dua Sisi
Romansa · Cut Rizka Safrianti
2.6K views
CEO VISIT MY ROOM
CEO VISIT MY ROOM
Romansa · C R KHAN
2.6K views
From The Past
From The Past
Romansa · Ladyfii
2.6K views
Mengejar Cinta Alisa
Mengejar Cinta Alisa
Romansa · Leni Nuryani
2.6K views
Mencintai Istri Bos
Mencintai Istri Bos
Romansa · Mr. Ken
2.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status