
PERNIKAHAN DADAKAN DENGAN MANTAN
Menikah dengan mantan sendiri bukan sesuatu yang pernah Karuna Respadi Atmaja tulis dalam daftar keinginannya.
Apalagi jika mantan itu adalah Rajendra Keenan Witjaksana; pria yang tujuh tahun lalu pergi dengan cara paling kejam, lalu kembali dengan wajah terlalu tenang dan satu alasan yang membuat dada Karuna terasa ditikam.
“Saya harus menjadi pimpinan Witavest Group.”
Karuna nyaris tertawa.
Jadi, begitu?
Pernikahan mereka hanya jalan lain agar Rajendra berdiri di puncak rantai keluarga Witjaksana?
“Pernikahan bukan mainan, Rajendra!”
Namun, Rajendra tetap berdiri di sana; dingin, stabil, dengan sorot mata yang jelas membuatnya muak.
“Kalaupun kita menikah,” tanyanya, “apa kamu bisa mencintai saya–lagi?”
Dua tahun.
Satu rumah.
Satu pernikahan yang katanya hanya kewajiban.
Karuna pernah mencintai Rajendra. Pernah juga membencinya dengan seluruh tenaga yang ia punya. Naasnya, ketika keluarganya nyaris bangkrut, kebencian saja tidak cukup untuk membuatnya menolak pernikahannya.
Maka ia harus berbagi hidup pria yang dulu menghancurkannya; terikat oleh kepentingan keluarga, luka lama, dan keintiman yang datang tanpa sempat ia duga. Karena mungkin, ada satu hal yang jauh lebih menakutkan daripada masa lalu mereka.
Bukan pernikahan dadakan ini.
Melainkan fakta bahwa jatuh cinta pada orang yang sama… bisa terjadi dua kali.
Read
Chapter: BAB 131 - HADIAH DARI BANDUNGMereka kini duduk berdampingan di sofa kamar–Karuna yang membawanya. Ia tidak mungkin melanjutkan topik yang dibawa sang adam untuk dihabiskan di dalam kamar mandi tertutup.Setidaknya mereka perlu udara segar untuk bisa berpikir jernih.“Memaafkan… kesalahan keluarga kamu?” ulang Karuna pelan, suaranya nyaris hilang.Rajendra mengangguk pelan. Matanya yang biasanya tajam kini dipenuhi badai yang kelam.“Kamu sempat ketemu Ayah kemarin?”“Iya,” jawab Rajendra, suaranya rendah. “Saya tidak bisa menahan diri.”Karuna merasakan dadanya sesak. Ada rasa takut yang pelan merayap, seolah ia sudah tahu bahwa apa yang akan didengarnya akan mengguncang damai yang baru ia bangun kembali.“Terus Ayah bilang apa?”Rajendra menarik napas dalam-dalam, seolah bahkan udara lepas di sekitarnya tiba-tiba menipis. Ia menatap bola mata Karuna cukup lama, ada luka, amarah, dan kelelahan yang begitu kental di netranya.“Ayah meminta maaf,” katanya getir. “Beserta semua alasan yang dia bawa. Tapi saya belum b
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: BAB 130 - BERCUKUR DAN SATU TANYAKaruna bangun perlahan, matanya menyipit menyesuaikan diri dengan cahaya pagi yang menyusup lembut melalui celah tirai. Saat ia menoleh ke samping, napasnya tertahan.Lengan Rajendra menjadi bantalan kepalanya. Tubuh mereka begitu dekat–berhadapan, nyaris saling menempel. Telapak tangan Karuna tanpa sadar berada di dada bidang pria itu, merasakan naik-turun napasnya yang teratur. Di pucuk kepalanya, ia bisa merasakan hembusan napas hangat Rajendra yang pelan dan dalam.Sejak kapan mereka tidur seperti ini?Karuna mengerjapkan netranya lambat, membiarkan kesadarannya kembali satu demi satu. Posisi ini terlalu intim–dan hangat. Lengan Rajendra melingkar longgar di pinggangnya, seolah sepanjang malam tubuh mereka saling mencari tanpa disadari.Ketika ia bergerak sedikit, lengan Rajendra yang tadinya berada di pinggangnya ikut bergerak, seolah enggan melepaskan. Setelahnya barulah lengannya naik–pria itu mengucek matanya pelan, suaranya serak khas bangun tidur.Karuna spontan menjauh, memi
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: BAB 129 - SELAMAT PULANGKaruna keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan piyama sutra tipis berwarna krem. Bau semerbak sabun khas miliknya langsung tercium, perpaduan aroma buah segar dan mawar lembut yang selalu melekat di kulitnya. Rambutnya masih basah, dan handuk putih melilit kepalanya sambil sesekali digosok pelan dengan kedua tangan.“Tuh, mandi kamu,” ujar Karuna.Rajendra yang sudah duduk di tepi ranjang langsung bangkit begitu melihat istrinya. Tanpa banyak bicara, ia mengambil handuk bersih dan celana bahan panjang dari lemari, kemudian melangkah masuk ke kamar mandi. Meski di lantai bawah ada kamar mandi lain, entah mengapa Rajendra memilih tetap menggunakan kamar mandi utama ini.Karuna menghentikan gosokan rambutnya, kemudian melilitkan handuk itu di kepala seperti turban agar rambutnya kering lebih merata. Ia naik ke ranjang, duduk bersandar di kepala ranjang dengan kaki selonjor santai, kemudian meraih ponselnya.“Udah sampe juga dia,” gumamnya sendiri melihat deretan pesan pribadi yang Rh
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: BAB 128 - SUP DAGING BUATAN RAJENDRA“Berhenti tertawa.”“Nggak–ahahaha, kamu–hahaha.”Rajendra segera berbalik ke counter dapur, menyerahkan spatula pada Natri sebelum mencuci tangannya di wastafel dengan gerakan kasar. Ia membuka celemeknya dengan cepat, hendak membawanya ke keranjang kotor, namun Natri langsung menghentikannya.“Sini, Den. Saya yang cuci saja, digantung dulu.”Rajendra hanya mengangguk pelan, napasnya terdengar berat. Karuna yang masih berdiri di sana semakin penasaran. Senyum di bibirnya belum mau hilang, justru semakin lebar melihat wajah suaminya.“Bikin apa dia, Bi?” tanya Karuna, suaranya masih bergetar karena menahan tawa.Natri melirik majikannya dengan senyum kecil yang penuh arti. “Mau buat kejutan buat–”“Saya sedang luang, jadi coba memasak. Apa salah?” potong Rajendra dengan nada datar, presensinya leakes keluar dari area dapur tanpa menoleh lagi.Ia duduk di meja makan dengan punggung yang kaku, berusaha terlihat tenang. Karuna mengikuti dan duduk di sampingnya, masih sesekali terkikik gel
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: BAB 127 - CELEMEK YANG TAK MASUK AKALTernyata kunjungan ke vendor ketiga itu berlangsung jauh lebih cepat dari yang mereka duga. Catatan-catatan yang semula Karuna kira akan memakan waktu panjang, nyatanya terselesaikan dalam hitungan jam saja. Para pengrajin begitu sigap menjelaskan segala detail produksi, bahan, hingga penyesuaian warna yang sempat menjadi kekhawatiran tim mereka.Langit Bandung berpayung semburat keemasan yang hangat, seolah ikut melepas lelah. Beberapa rekan Karuna masih berbincang santai dengan pihak vendor, suara tawa ringan mereka sesekali terbawa angin. Karena sudah check out dari hotel sejak sore tadi, rencana pun berubah–mereka akan lekas pulang setelah ini.Karuna berdiri di antara Rhea dan seorang staf vendor ketika ponselnya bergetar pelan di dalam tas. Ia menunduk, dan begitu melihat nama yang terpampang di layar, napasnya tanpa sadar tertahan.Rajendra.Rhea melirik sekilas, alisnya terangkat tipis, namun tak mengatakan apa-apa. Karuna buru-buru memalingkan wajah, jantungnya berdegup sediki
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: BAB 126 - DOSA BESARNYA“Agung adalah satu-satunya orang yang mengundang Ayah datang ke rumahnya untuk bercerita. Tanpa syarat,” lanjutnya dengan emosi yang kian pudar, bagai nyala lilin yang kehabisan sumbu.Suara Hartono tak lagi tegas seperti semula. Ada sesuatu yang luruh di dalamnya, seperti dinding tanah yang lama menahan beban rahasia hingga akhirnya runtuh pelan-pelan. Ia menunduk sejenak, memandangi kedua tangannya yang saling bertaut di atas lutut, seolah di sana tersimpan seluruh dosa yang tak terucap.Sebuah kilatan ingatan melintas, membuat wajahnya melembut, “Di rumahnya, Ayah bertemu dengan Serena,” katanya.Rajendra menatap sang ayah dengan dada naik-turun dengan napas yang tertahan. Nama itu masih terasa asing sekaligus akrab di lidahnya. “Dan kalian merencanakan ini semua?”Hartono menggeleng pelan. “Serena saat itu masih menyelesaikan studi strata pertamanya. Mendengar itu, Ayah langsung teringat kamu–kamu yang juga sedang menempuh pendidikan yang sama. Sementara Serena, anak itu memang sed
Last Updated: 2026-06-06