author-banner
suki_luxu
suki_luxu
Author

Novels by suki_luxu

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Lola, Lulu, dan Lala telah terjebak di Tanah Kebahagiaan selama sembilan tahun. Tanah Kebahagiaan adalah sebuah dunia yang dipenuhi oleh Ramuan, Grimoire, dan Oraclis yang dapat membuat seseorang menjadi Penyihir Oracle. Inilah kisah petualangan mereka di dunia yang diikat oleh: "Hukum Trinitas Sihir Tua dari Awal Zaman."
Read
Chapter: Bab 35 - Mimpi Buruk
Beberapa jam berlalu tanpa terasa. Matahari sudah bergeser cukup jauh, tetapi Lola, Lulu, dan Lala tetap duduk di tempat mereka. Waktu seperti berjalan cepat karena perhatian mereka tidak pernah benar-benar lepas dari arena. Berbeda dengan tes ketiga yang terasa membosankan dan membuat mereka hampir mengantuk, tes keempat ini justru membuat mereka sulit berkedip. Kali ini mereka tidak hanya duduk dan menunggu giliran. Mereka bisa melihat langsung bagaimana calon murid lain menggunakan sihir mereka dalam pertempuran melawan monster yang telah disiapkan oleh Akademi. Selama ini, satu-satunya lawan latihan mereka hanyalah Tn. Apel. Dan itu pun terasa berbeda. Tn. Apel sangat jarang menggunakan sihirnya secara serius saat melatih mereka. Dia lebih sering mengandalkan teknik dasar, gerakan tubuh, atau hanya sedikit manipulasi energi. Dulu mereka mengira itu karena dia ingin mereka fokus pada dasar-dasar. Sekarang mereka mulai menyadari kemungkinan lain, mungkin karena sihirnya memang ter
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Bab 34 - Lala VS Penjahit Kulit Kepala
Lala yang mendengar penjelasan sahabatnya itu hanya mengangguk-angguk, dia menunduk dan menatap tangannya sendiri, saling menggosok satu sama lain. Lulu yang menyadari perilaku Lala segera bertanya, "Lala, apa kau tidak apa-apa?" Lala hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah mereka, dia melirik ke arah tengah lapangan dan berkata, "Aku baik-baik saja. Hanya merasa sedikit gugup, setelah dirimu adalah diriku untuk dipanggil. Aku sendiri tidak yakin dengan kekuatanku. Entahlah, melihat monster-monster mengerikan seperti itu dan melihat cara kelian bertarung membuatku pesimis. Kalian tahu, kan? Kekuatan fisikku jauh lebih lemah dibandingkan kalian bahkan setelah latihan bersama. Ya, memang meminum Ramuan juga meningkatkan kekuatan fisik, tapi tetap saja aku merasa gugup." Mendengar hal itu Lola melunakkan wajahnya dan memeluk sahabatnya itu sambil berkata dengan nada manja, "Ah, sahabatku yang satu ini sepertinya sangat mengkhawatirkan tentang tesnya. Lala, bukankah Tn. Apel sudah menje
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Bab 33 - Lulu VS Laba-laba Wajah Terbalik
Para penonton hanya membelalak, mulut mereka terbuka lebar, terkejut melihat pertarungan yang bisa dibilang singkat itu. Tak perlu memakan waktu banyak, kurang lebih hanya satu menit, Lola berhasil menyelesaikan tes keempat dalam kurang dari satu menit! Para penonton kemudian bertepuk tangan kepadanya dan saling berbisik seperti biasanya, bersamaan dengan itu tubuhnya bercahaya dan kemudian cahaya itu berpencar. Sementara itu Lola, dia hanya berdiam diri selama beberapa detik, bukan untuk menikmati sorakan penonton, melainkan karena dia gugup. Dia tidak bisa menikmati sorakan penonton dalam keadaan seperti ini, dia mengingat bagaimana dia hampir tertusuk oleh monster itu. Dia menghela napas dan setelah tenang, dia kembali, berjalan ke lorong dan naik kembali ke bangkunya. Saat dia melewati calon murid yang sedang duduk, dia tahu mereka sedang menatapnya secara diam-diam, entah mereka merasa kagum, takut, atau malah jengkel, merasa diri mereka lebih baik. Saat jaraknya hanya tingga
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Bab 32 - Lola VS Sipir Lidah
Melihat kejadian tersebut, para penonton terdiam. Calon murid yang awalnya semangat ingin menujukkan perkembangan mereka kepada para penonton terutama pengajar, kini wajah mereka secara perlahan menjadi lesu, sepertinya semangat mereka yang awalnya membara kini secara perlahan padam. Lola menarik tangannya, terkejut. Tentu saja, dia tidak menyangka akan memiliki Energi Sihir sebesar itu, dia masih mengingat bahwa saat dia pertama kali mengecek Energi Sihirnya, itu berjumlah 50, tapi saat ini itu bertambah menjadi 200. Lola menjadi bingung, dia tidak tahu apakah ini adalah sebuah keberuntungan, apakah dia harus berbahagia, atau apakah ini adalah sebuah kejanggalan. Di satu sisi dia merasa senang melihat perkembangannya, menganggap bahwa semua latihan yang dia jalani akhirnya terbayarkan, tapi di satu sisi dia juga merasa aneh, apakah dia memang "berbakat" hingga bisa mencapai angka itu? Lola sendiri tidak ingin memikirkannya terlalu jauh saat dia berharap bahwa itu semua adalah hasi
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Bab 31 - Tes Ketiga
Beberapa jam kemudian, semua calon murid telah menyelesaikan tes kedua. Kenapa langsung tes kedua? Karena sebenarnya tes pertama adalah memenuhi Hukum Trinitas Sihir Tua dari Awal Zaman. Karena yang mendaftar pastilah sudah memenuhi standar dan selama Akademi berdiri belum ada orang yang cukup bodoh untuk mendaftar tanpa memenuhi standar, maka Akademi memilih untuk langsung melakukan tes kedua tanpa pengecekan lebih lanjut. Itu juga bertujuan untuk menghemat waktu. Waktu dulu saat tes pertama masih dilaksanakan, yaitu melakukan pengecekan, para calon murid benar-benar bisa menyelesaikan kelima ujian tersebut paling lama adalah tengah malam, dan kini setelah tes pertama itu "dihilangkan", paling lama semua calon murid benar-benar menyelesaikan tesnya hanya sampai sore menjelang malam. Di depan bangunan itu, para calon murid berbaris dengan rapi, di sana sudah tertera empat papan kayu raksasa yang sudah dipenuhi oleh daftar nama calon murid. Tanpa berdesakan---karena dijaga oleh peng
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Bab 30 - Tes Kedua
Empat hari telah berlalu dengan cepat, tentu saja karena mereka---Lola, Lulu, dan Lala---hanya melakukan aktivitas yang monoton, kebanyakan adalah melatih kekuatan sihir mereka, berusaha untuk benar-benar mengendalikannya. Mereka bertiga berlatih, bertarung melawan Tn. Apel. Walaupun mereka selalu kalah, padahal Tn. Apel hanya menggunakan Oraclis Tingkat 4, tidak menggunakan Tingkat 3, tapi tetap saja mereka bertiga kalah melawannya. Memang benar kalau pengalaman adalah guru terbaik. Di dalam kamar, seperti biasanya, Lola sedang memilih pakaian. Dia bingung untuk memilih pakaian seperti apa, dia sebenarnya ingin memakai gaun sama yang dia pakai di hari senin, tapi menurutnya itu tidak keren dan tidak cocok dengan warna rambutnya yang berwarna keemasan. Juga, dia saat ini akan pergi ke Akademi Penyihir Oracle, mendaftar sebagai calon murid, mendaftar sebagai Penyihir Oracle Urutan 4, dalam benaknya dia harus memakai pakaian yang mencolok. Akhirnya setelah sepuluh menit, dia menemui p
Last Updated: 2026-04-18
Raja Hantu Kegelapan

Raja Hantu Kegelapan

Banyak orang menganggap pengetahuan adalah berkah. Di dunia ini, pengetahuan justru adalah kutukan. Setiap rahasia yang berhasil dipahami membawa manusia semakin dekat kepada kebenaran tentang dunia. Tapi semakin dekat seseorang pada kebenaran itu, semakin jauh pula kewarasannya. Ada rahasia yang memang tidak diciptakan untuk diketahui manusia. Bagas Pratama hanya ingin bertahan hidup setelah bereinkarnasi ke dunia yang dipenuhi gereja, makhluk misterius, dan dewa-dewa kuno. Tapi sebuah kebetulan membuatnya menjadi seorang Master Q, sosok yang mampu menjembatani manusia dengan makhluk yang seharusnya tidak pernah disentuh. Kini Bagas harus mempertahankan identitas palsunya di tengah para pemburu bidah, kultus pemuja kegelapan, dan bisikan entitas yang mengintai dari balik realitas. Karena di dunia ini, semakin banyak seseorang mengetahui, semakin dekat pula dia pada sesuatu yang tidak akan pernah membiarkannya pergi.
Read
Chapter: 1.26 - Siapa Sebenarnya Aku?
"Yah, memang beginilah kapal ini. Selama ini aku berlayar hanya mengandalkan dorongan angin. Tak heran kecepatannya begitu lambat," ujar Rostav sambil menggulung kembali peta.Dia terdiam sejenak, merenungkan ucapannya sendiri. Memang, jauh di dalam hati, dia merasa kesal dengan lambannya kapal ini. Ukurannya pun tidak besar, di atas dek hanya berdiri dua layar yang menopang perjalanan mereka. Ruang bagian dalamnya juga sempit dan jauh dari kata nyaman.Rostav mengembuskan napas panjang. Dengan rasa frustrasi yang semakin mengusik pikirannya, dia bergumam dalam hati, 'hah... andai saja aku tahu cara mengoperasikan mesin di ruang permesinan, mungkin perjalanan ini akan jauh lebih mudah. Atau setidaknya, ada buku panduan yang bisa menjelaskan cara menyalakannya.'Hari masih pagi tapi Rostav sudah dibuat kesal dengan kapal ini. Selama ini dia tidak mempermasalahkan dengan kecepatan kapal yang lamban, karena memang dia sebenarnya masih asing dengan dunia ini, ditambah jarak dengan Hutan A
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: 1.25 - Q Kerang Hijau Pengering
Ketika dia memakainya, dia merasa sedikit aneh dengan pakaian ini. Pinggangnya seperti ditekan oleh pakaian, apalagi bagian roknya yang memiliki desain aneh, dengan bagian depan terbuka, memperlihatkan kakinya, sementara bagian belakangnya tertutup, menjuntai dengan ruffle bertingkat.Dia memutar tubuhnya, roknya berkibar ketika dia melakukannya. "Jadi seperti ini rasanya memakai pakaian bajak laut? Hm, rasanya sedikit aneh."Setelah itu, dia menundukkan kepalanya, melihat sepatu bot bertali berwarna coklat tua dengan aksen merah. Dia mengangkat sedikit salah satu kakinya untuk melihat sepatu itu lebih lanjut. "Rasanya sangat aneh memakai... em, sepatu, ya. Kakiku terasa sesak dan gerah. Dan ini juga membuatku sulit untuk berjalan. Aku sebenarnya ingin melepaskannya, tapi ini juga membantuku melatih menggunakan kaki manusia. Kurasa aku harus menahannya."Dia menurunkan kakinya dan kemudian melirik ke arah keranjang yang sudah penuh. Dia menghela napas dan mendekati keranjang itu, dia
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: 1.24 - Pakaian Bajak Laut
Rostav mendengarkan dengan seksama sambil memakan makanannya. Dia kini menganggap bahwa Cia adalah buku berjalan, karena informasi yang dia berikan sangat-sangat berguna. Dengan informasi tersebut, dia semakin mengetahui tentang sistem kekuatan yang ada di dunia ini. 'Ternyata, jalan seorang Master Q jauh lebih berat daripada yang kubayangkan,' dia menelan makanannya dengan berat dan memikirkannya lebih lanjut. 'Dari semua informasi yang baru saja kudapatkan, aku akhirnya memahami satu hal, bahwa bakat memegang peranan yang sangat penting.'Tanpa bakat yang memadai, Master Q akan kesulitan berkembang. Kerja keras memang tetap diperlukan, tetapi bakat menentukan seberapa jauh dan seberapa cepat seseorang dapat melangkah.'Di dunia para Master Q, bakat bukanlah segalanya, tapi sering kali menjadi faktor yang menentukan batas atas pencapaian seseorang.'Mereka yang memiliki bakat tinggi seolah dilahirkan dengan jalan yang lebih lapang,' Rostav melanjutkan sam
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: 1.23 - Laut Primordial
Cia tidak langsung meminta Rostav untuk menyalakan kompornya, melainkan dia memilih untuk meletakkan panci itu di meja dan mengambil bahan-bahan dan alat-alat yang ada di lemari. Dia mengambil wadah yang berisi daging ikan, dan mengambil wadah kaca yang berisi bumbu seperti garam dan merica. Serta empat wadah kayu yang berisi bawang putih, bawang merah, mentega, dan daging ikan. Serta sebuah pisau, dan centong logam.Dia membuka wadahnya dan mengambil beberapa siung bawang putih dan bawang merah, lalu mencincangnya.Rostav hanya melihat dengan santai sambil bersandar di kusen pintu. Dia melihat bagaimana Cia mencincang bawang putih dan bawang merah, gerakan tangannya seperti seorang koki profesional. Tidak, membandingkannya dengan koki profesional sepertinya terlalu jauh. Yang pasti, gerakan tangannya dalam mencincang bawang putih dan merah sangat halus. Sepertinya dia sudah terbiasa melakukannya.Setelah itu, dia menatap ke arah Rostav dan berkata, "bagai
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: 1.22 - Persiapan Memasak
Dan, benar saja, bahkan saat Rostav tertidur sampai malam, bukan karena malas... mungkin iya, tapi alasan terbesarnya adalah karena dia tidak tahu harus melakukan aktivitas apa lagi untuk mengisi waktu. Olahraga? Hm, dia sudah malas melakukannya. Stok makanan masih cukup banyak, itu tidak membuatnya berniat untuk memancing. Kenapa dia harus memancing saat stok makanan masih ada? Walaupun memang sebenarnya lebih baik menyiapkannya terlebih dahulu. Seperti kata pepatah, "Bawa payung sebelum hujan." Pepatah tersebut pada dasarnya bermakna bahwa seseorang sebaiknya bersiap dan mengambil langkah pencegahan sebelum menghadapi suatu masalah atau keadaan yang tidak diinginkan.Secara harfiah, pepatah ini menggambarkan orang yang membawa payung sebelum hujan turun agar tidak kebasahan. Tapi, dalam kehidupan sehari-hari, maknanya lebih luas, yaitu mengajarkan pentingnya sikap waspada, perencanaan yang matang, dan persiapan sejak dini.Dengan mempersiapkan diri terlebih dahul
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: 1.21 - Perasaan Wanita Berubah Secepat Cuaca Musim Panas
Hari saat ini masih pagi, tapi Rostav bingung harus melakukan apa. Ditambah dia kedatangan seorang putri duyung, yang di dunia ini disebut Ras Athu. Dia duduk di kursi kuningan sambil meletakkan kedua tangannya di belakang kepala. Dia menatap langit-langit dan memikirkan kembali penjelasan Cia tentang Laut Primordial. 'Laut Primordial terbagi menjadi lima Tingkat Bakat. Bakat Tingkat E, D, C, B, dan A. Setiap 1% luas Laut Primordial sama dengan lima langkah. Aku pernah menjelajahi Laut Primordial sampai ujung, dan kalau tidak salah totalnya mencapai dua ratus empat puluh lima langkah, dibagi lima, totalnya 49%. Itu artinya, aku hanya memiliki Bakat Tingkat C, mendekati puncaknya, 50%.'Aku tidak tahu bagaimana sistem mengeluarkan kemampuan Q. Dari penjelasan Cia, semakin luas Laut Primordial, semakin bertahan pula Master Q saat bertarung. Itu artinya, untuk mengeluarkan kemampuan Q memerlukan energi Laut Primordial, mirip dengan mana dalam game RPG. Juga, bukankah sistem ke
Last Updated: 2026-07-08
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status