Pewaris yang Tak Diinginkan.

Pewaris yang Tak Diinginkan.

last updateHuling Na-update : 2026-07-28
By:  MochiIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
9Mga Kabanata
5views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Suliwa hanyalah seorang murid luar berkemampuan rendah yang bertugas sebagai pelayan logistik di perbatasan sekte. Saat mencari tanaman obat di malam hari, dia terperosok ke dalam jurang dan menemukan seorang Tetua Agung dari sekte musuh yang sedang sekarat karena dikhianati. Dalam kondisi sekarat dan pandangan yang kabur, Tetua tersebut mengira Suliwa adalah murid kesayangannya, lalu mentransfer seluruh inti jiwa, sebuah ilmu kultivasi yang disegel, dan cincinnya ke tubuh Suliwa sebelum akhirnya tewas.

view more

Kabanata 1

Bab 1

Kabut tipis menyelimuti Lembah Gunung Hitam sejak subuh. Suliwa sudah terbiasa dengan udara dingin yang menusuk tulang ini, sedingin apa pun cuacanya, tugas hariannya tidak pernah berkurang.

Ia memanggul keranjang bambu berisi kayu bakar di punggungnya, melangkah menyusuri jalan setapak berbatu menuju gudang logistik di kaki tebing.

Setiap langkahnya menimbulkan bunyi gemeretak dari sepatu bot kulit murah yang solnya sudah menipis, hampir tidak mampu lagi menahan dinginnya tanah berbatu di bawah kakinya.

"Cepat sedikit, Liwa! Jatah makan murid senior belum kau antar!"

Suara itu datang dari Bata, murid logistik lain yang lebih senior tiga tahun darinya.

Suliwa hanya mengangguk singkat tanpa membalas.

Ia tahu percuma berdebat dengan orang-orang seperti Bata, semakin banyak bicara, semakin banyak alasan mereka memotong jatahnya bulan ini.

"Iya, sebentar lagi selesai," jawabnya pendek.

Bata mendengus, lalu berlalu sambil menendang kerikil ke arah kaki Suliwa. Suliwa tidak bereaksi.

Wajahnya tetap datar, matanya yang hitam pekat menatap lurus ke depan seolah tidak ada yang terjadi. Hanya kilat tajam sesaat di sudut matanya yang menunjukkan bahwa ia sebenarnya mencatat semua penghinaan itu diam-diam.

"Dasar murid sampah," gumam Bata sambil berlalu, sengaja cukup keras agar terdengar. "Untung saja masih berguna buat angkut-angkut barang."

Suliwa mengepalkan tangannya sejenak di balik jubah lusuhnya, lalu melepaskannya perlahan.

Ia sudah belajar sejak lama bahwa kemarahan hanya akan mendatangkan masalah baru bagi orang seperti dirinya, murid luar tanpa keluarga, tanpa bakat kultivasi yang menonjol, dan tanpa seorang pun yang akan membelanya jika terjadi sesuatu.

Sejak kecil, Suliwa dibesarkan tanpa keluarga, dititipkan ke Sekte Gunung Hitam oleh seseorang yang tidak pernah ia ketahui identitasnya.

Statusnya sebagai murid luar bagian logistik membuatnya berada di dasar hierarki sekte, jauh dari murid faksi utama yang mendapat pelatihan kultivasi resmi.

Tubuhnya kurus karena jatah makan yang sering dipotong, tapi bertahun-tahun kerja fisik membuat ototnya mengeras seperti kawat baja di balik jubah linen abu-abu yang sudah robek di bagian ketiak.

Ketika akhirnya seluruh tugas hariannya selesai, matahari sudah lama tenggelam di balik puncak tebing.

Suliwa duduk sejenak di depan gudang logistik, mengunyah sepotong roti keras yang menjadi jatah makannya malam itu. Perutnya masih terasa lapar, tapi ia sudah terbiasa menahan rasa itu.

"Liwa," panggil seorang murid muda lain yang bertugas sebagai penjaga gerbang, "kau masih harus ke tebing dalam malam ini? Sendirian?"

"Iya. Tidak ada pilihan lain," jawab Suliwa singkat sambil bangkit berdiri. "Persediaan jamur es untuk faksi medis sudah hampir habis. Kalau tidak diantar besok pagi, aku yang akan disalahkan."

"Hati-hati. Daerah gua terlarang itu katanya sering ada suara aneh belakangan ini. Angker."

Suliwa hanya mengangguk singkat, tidak terlalu menghiraukan peringatan itu.

Bagi murid faksi utama, gua terlarang mungkin terdengar menakutkan. Namun bagi Suliwa yang sudah terbiasa menghadapi binatang buas dan medan berbahaya seorang diri, itu hanya satu lagi tugas yang harus diselesaikan.

Malam itu, setelah menyelesaikan seluruh tugasnya, Suliwa masih harus mencari jamur es, bahan obat langka yang hanya tumbuh di celah tebing terdalam dekat gua terlarang.

Tidak ada murid faksi utama yang mau mengambil tugas ini karena medannya terlalu berbahaya. Tapi bagi Suliwa, bahaya bukan hal baru.

Ia menyusuri jalan setapak sempit dengan obor kecil di tangan. Angin malam bertiup kencang, membawa aroma tanah basah dan lumut yang menempel di dinding batu.

Semakin dalam ia melangkah, semakin sunyi suasananya, hanya suara langkah kakinya sendiri yang terdengar di antara kabut tebal.

Sesekali terdengar lolongan binatang buas dari kejauhan, namun Suliwa sudah cukup hafal medan ini untuk tahu jarak amannya.

"Harusnya sih jamurnya ada di sekitar sini," gumamnya sambil mengangkat obornya lebih tinggi, menyusuri celah-celah batu yang mulai ditumbuhi jamur bercahaya kebiruan pucat.

DUAAARR!

Tiba-tiba, sebuah dentuman keras menggema dari dalam jurang, disusul getaran hebat yang membuat bebatuan di sekitarnya berjatuhan.

Suliwa refleks mundur, matanya menyipit menatap celah baru yang muncul di dinding tebing.

"Astaga! Suara ledakan apa itu?" gumamnya pelan sambil mendekat, waspada namun juga tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.

Ia mengintip ke dalam celah itu, dan tanpa peringatan, tanah di bawah kakinya runtuh. Suliwa terjatuh, tubuhnya berguling melewati lorong batu sempit sebelum akhirnya membentur lantai gua bawah tanah yang gelap.

Rasa sakit menjalar di punggungnya.

Ia bangkit perlahan, menahan nyeri sambil mengambil obornya yang masih menyala, untungnya belum padam meski sempat terlepas dari genggamannya saat terjatuh.

Cahaya remang itu memperlihatkan ruangan luas berukir simbol-simbol kuno, sebuah gua yang terlihat tersembunyi selama ribuan tahun, dindingnya dipenuhi ukiran yang belum pernah ia lihat sebelumnya di manapun.

Di tengah ruangan, seorang pria tua tergeletak bersimbah darah berwarna emas. Jubah putihnya yang bersih kini basah kuyup oleh darahnya sendiri. Suliwa mematung, jantungnya berdegup kencang.

"Siapa... di sana?" suara pria itu serak, nyaris tak terdengar.

Suliwa ragu sejenak sebelum mendekat, insting hati-hatinya bertarung dengan rasa ibanya melihat kondisi orang tua itu. "Saya hanya murid logistik yang tersesat, Tuan. Saya tidak bermaksud—"

Pria tua itu mengangkat kepalanya dengan susah payah. Matanya yang berkabut menatap ke arah Suliwa, namun sorot itu tidak benar-benar melihatnya. Sorot itu menatap sesuatu, atau seseorang, dari masa lalu.

"Kau... akhirnya kau datang," bisiknya, suaranya bergetar antara lega dan pilu. "Kanaka... anakku..."

"Tunggu, saya bukan—" Suliwa mencoba menjelaskan, tapi sang Tetua sudah tidak lagi mendengarkan.

"Dengarkan aku baik-baik," lanjutnya, tangannya yang gemetar terangkat perlahan. "Waktuku tidak banyak. Semua yang kumiliki, semua yang seharusnya menjadi milikmu, akan kuwariskan sekarang."

"Tuan, saya bukan orang yang Anda maksud! Anda salah orang!" Suliwa mencoba mundur, tapi kakinya seolah terpaku di tempat, tertahan oleh tekanan energi aneh yang mulai memenuhi udara di sekitarnya.

Sang Tetua tersenyum tipis, seolah tidak mendengar sepatah kata pun dari penolakan itu. "Maafkan aku karena tidak bisa mendampingimu lebih lama. Tapi mulai sekarang, kekuatan ini adalah milikmu."

Tangan pria tua itu mencengkeram ubun-ubun Suliwa dengan kekuatan yang jauh melampaui tubuhnya yang sekarat. Cahaya emas meledak dari titik pertemuan mereka, menyilaukan seisi gua.

"Aaarrghhh."

Suliwa membuka mulutnya untuk berteriak, tapi tidak ada suara yang keluar. Tubuhnya membeku, dipenuhi oleh sesuatu yang jauh lebih besar dari yang bisa ditampung oleh raganya yang lemah.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
9 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status