LOGINTerjebak di dunia novel reverse harem sebagai tokoh yang ditakdirkan mati tragis, Scarlett, seorang aktris yang cerdas, harus menjadi penjahat sejati demi mengumpulkan "poin penderitaan" agar bisa pulang ke dunia nyata. Namun, taktik kejamnya dalam menyiksa lima pria beastman penguasa—mulai dari menebas sayap panglima elang hingga meracuni suara sang raja duyung—justru disalahartikan sebagai aksi penyelamatan yang penuh cinta, hingga membuat mereka berbalik jatuh cinta setengah mati padanya. Di tengah kepungan intrik politik dan ancaman ritual monster kuno dari rivalnya, Rosalie, Scarlett dipaksa memilih antara ambisinya untuk kembali ke dunianya sendiri atau menetap demi melindungi lima monster yang siap memberikan segalanya untuknya.
View MorePixie mengerjapkan matanya yang bulat, lalu tertawa kecil sambil menutup mulut kecilnya dengan tangannya. "Ya, aku mengerti." Suara Pixie terdengar seperti sedang menyindir Scarlett. Scarlett mendengus kasar, lalu segera beranjak keluar kamar. Pixie setia mengikuti Scarlett. Walaupun itu tak selalu ada, kadang menghilang dan kadang muncul. Bunyi klik pintu terdengar, saat itu juga Caspian membuka matanya. Manik abunya mengerjap pelan, menyesuaikan cahaya kamar. Yang pertama kali dilihat adalah langit-langit kamar mewah dengan nuansa ungu dan hitam. Dilihat nuansa dan bau parfum mawar yang khas tertinggal, Caspian tahu bahwa dirinya sedang berada di kamar Scarlett. Menyebut nama Scarlett dalam hatinya, pikiran Caspian kembali tertuju ke Allar Gereja Suci. Nyawamu adalah milikku. Kalimat Scarlett itu terus berputar di otak Caspian. Caspian merasakan detak jantungnya berdetak kencang. Tangannya menyentuh dada kirinya. Dan disaat itu dia merasakan sesuatu yang leng
Iris ungu milik Scarlett berkilat karena cahaya matahari pagi yang menembus jendela besar Gereja Suci. Wajahnya masih menampilkan ketenangan mutlak sebelum suara denting sistem memecahnya. TING! Monitor transparan menampilkan grafik yang melonjak naik drastis. "Kematian anggota Gereja Suci: poin penderitaan + 1000. Iman Caspian telah hancur sepenuhnya: poin penderitaan mental + 5000. Daftar penjahat naik ke peringkat 88." Suara Pixie penuh dengan nada kegembiraan saat menjelaskan. Mata Scarlett berbinar mendengar dan melihat poin yang dia dapatkan. Matanya menatap grafik itu layaknya melihat kontrak film yang menghasilkan untung besar. Tak bisa terus menahan, tawa Scarlett pecah. Tawanya yang penuh kesenangan sangat kontras dengan kekacauan yang terjadi di bawah provokasinya. Scarlett melangkah melewati jasad Pendeta Agung menuju pintu keluar altar. Namun sebelum pergi dirinya memerintahkan dua pengawal miliknya untuk mengurus jasad Pendeta Agung dan membawa Caspian menuju
Caspian tak bisa menahan teriakannya, saat melihat binar menjijikkan dari mata Scarlett.Scarlett tak marah, justru dirinya tertawa kecil. Akhirnya sang pendeta suci menunjukkan sisi ekspresi duniawinya. Scarlett berjongkok di depan Caspian, jari tangannya yang ramping menyentuh wajah Caspian."Oh pendeta yang angkuh, wajahmu ini akhirnya menunjukkan ekspresi yang hidup."Scarlett memajukan wajahnya, menempatkan bibirnya tepat di depan daun telinga Caspian. Membisikkan satu hal ambigu yang tak dimaksud Caspian."Aku jadi semakin menantikan reaksimu selanjutnya."Tanpa memberi kesempatan Caspian menjawab, Scarlett menarik tangan Caspian, memaksanya berdiri dan berjalan ke arah Pendeta Agung. Langkah Caspian goyah, karena efek alkohol dan tarikan paksa dari Scarlett. Namun, otaknya memaksanya untuk tetap fokus.Tepat saat langkah mereka sampai di depan Pendeta Agung yang sedang berlutut. Scarlett mengambil pedang Pendeta Agung dari lantai, menempatkan di telapak tangan Caspian."
Rosalie mengira skandal ini akan menjadi akhir dari hidup Scarlett, tanpa menyadari bahwa provokasi gila yang akan dilakukan Scarlett, akan memicu sesuatu yang mengerikan. Di atas altar, Scarlett masih mencumbu Caspian dengan intens. Menikmati setiap detik keputusasaan dan frustasi Caspian. Hingga dia tak mendegar suara engsel pintu altar gereja berbunyi. Sang Pendeta Agung berjalan tenang, hingga ia melihat di meja persembahan terdapat dua orang yang sedang dalam posisi memalukan. Mata Pendeta Agung melebar sempurna saat melihat siapa yang berada disana. "CASPIAN!" Suara Pendeta Agung menggelegar diantara pilar gereja yang tinggi. Caspian tersentak mendengar namanya di teriakan dengar kasar. Mata abunya menangkap sosok pria berjubah hitam bergaya cappa magna dengan topi kamilavka senada. 'Pendeta Agung?' batin Caspian panik. "Dasar pendosa, beraninya kau menodai Tuhan di Altar Suci!" PRANG! Pendeta Agung menjatuhkan nampan emas berisi persembahan. Lalu diri












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.