Chapter: 10. Feromon JantanPixie mengerjapkan matanya yang bulat, lalu tertawa kecil sambil menutup mulut kecilnya dengan tangannya. "Ya, aku mengerti." Suara Pixie terdengar seperti sedang menyindir Scarlett. Scarlett mendengus kasar, lalu segera beranjak keluar kamar. Pixie setia mengikuti Scarlett. Walaupun itu tak selalu ada, kadang menghilang dan kadang muncul. Bunyi klik pintu terdengar, saat itu juga Caspian membuka matanya. Manik abunya mengerjap pelan, menyesuaikan cahaya kamar. Yang pertama kali dilihat adalah langit-langit kamar mewah dengan nuansa ungu dan hitam. Dilihat nuansa dan bau parfum mawar yang khas tertinggal, Caspian tahu bahwa dirinya sedang berada di kamar Scarlett. Menyebut nama Scarlett dalam hatinya, pikiran Caspian kembali tertuju ke Allar Gereja Suci. Nyawamu adalah milikku. Kalimat Scarlett itu terus berputar di otak Caspian. Caspian merasakan detak jantungnya berdetak kencang. Tangannya menyentuh dada kirinya. Dan disaat itu dia merasakan sesuatu yang leng
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: 9. Poin PenderitaanIris ungu milik Scarlett berkilat karena cahaya matahari pagi yang menembus jendela besar Gereja Suci. Wajahnya masih menampilkan ketenangan mutlak sebelum suara denting sistem memecahnya. TING! Monitor transparan menampilkan grafik yang melonjak naik drastis. "Kematian anggota Gereja Suci: poin penderitaan + 1000. Iman Caspian telah hancur sepenuhnya: poin penderitaan mental + 5000. Daftar penjahat naik ke peringkat 88." Suara Pixie penuh dengan nada kegembiraan saat menjelaskan. Mata Scarlett berbinar mendengar dan melihat poin yang dia dapatkan. Matanya menatap grafik itu layaknya melihat kontrak film yang menghasilkan untung besar. Tak bisa terus menahan, tawa Scarlett pecah. Tawanya yang penuh kesenangan sangat kontras dengan kekacauan yang terjadi di bawah provokasinya. Scarlett melangkah melewati jasad Pendeta Agung menuju pintu keluar altar. Namun sebelum pergi dirinya memerintahkan dua pengawal miliknya untuk mengurus jasad Pendeta Agung dan membawa Caspian menuju
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: 8. Provokasi ScarlettCaspian tak bisa menahan teriakannya, saat melihat binar menjijikkan dari mata Scarlett.Scarlett tak marah, justru dirinya tertawa kecil. Akhirnya sang pendeta suci menunjukkan sisi ekspresi duniawinya. Scarlett berjongkok di depan Caspian, jari tangannya yang ramping menyentuh wajah Caspian."Oh pendeta yang angkuh, wajahmu ini akhirnya menunjukkan ekspresi yang hidup."Scarlett memajukan wajahnya, menempatkan bibirnya tepat di depan daun telinga Caspian. Membisikkan satu hal ambigu yang tak dimaksud Caspian."Aku jadi semakin menantikan reaksimu selanjutnya."Tanpa memberi kesempatan Caspian menjawab, Scarlett menarik tangan Caspian, memaksanya berdiri dan berjalan ke arah Pendeta Agung. Langkah Caspian goyah, karena efek alkohol dan tarikan paksa dari Scarlett. Namun, otaknya memaksanya untuk tetap fokus.Tepat saat langkah mereka sampai di depan Pendeta Agung yang sedang berlutut. Scarlett mengambil pedang Pendeta Agung dari lantai, menempatkan di telapak tangan Caspian."
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: 7. Pendeta AgungRosalie mengira skandal ini akan menjadi akhir dari hidup Scarlett, tanpa menyadari bahwa provokasi gila yang akan dilakukan Scarlett, akan memicu sesuatu yang mengerikan. Di atas altar, Scarlett masih mencumbu Caspian dengan intens. Menikmati setiap detik keputusasaan dan frustasi Caspian. Hingga dia tak mendegar suara engsel pintu altar gereja berbunyi. Sang Pendeta Agung berjalan tenang, hingga ia melihat di meja persembahan terdapat dua orang yang sedang dalam posisi memalukan. Mata Pendeta Agung melebar sempurna saat melihat siapa yang berada disana. "CASPIAN!" Suara Pendeta Agung menggelegar diantara pilar gereja yang tinggi. Caspian tersentak mendengar namanya di teriakan dengar kasar. Mata abunya menangkap sosok pria berjubah hitam bergaya cappa magna dengan topi kamilavka senada. 'Pendeta Agung?' batin Caspian panik. "Dasar pendosa, beraninya kau menodai Tuhan di Altar Suci!" PRANG! Pendeta Agung menjatuhkan nampan emas berisi persembahan. Lalu diri
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: 6. Rencana Tersembunyi"Tuan pendeta, dimana letak kesucianmu itu?" ucap Scarlett sambil melempar guci bekas alkohol ke lantai. Caspian menatap Scarlett dengan tatapan sayu, tak ada lagi kemarahan, tak ada lagi kebencian, yang ada hanya sesuatu yang tak pernah dia rasakan sebelumnya dan dirinya tak tahu pasti apa itu, dan apa yang terjadi pada dirinya. "A-Aku... Aku tidak... Aku tidak melakukannya." Capian berusaha meyakinkan dirinya, bahwa dirinya belum melanggar sumpah sucinya sebagai pendeta. Ini adalah ulah Scarlett, Scarlett yang melakukannya, jadi Tuhan tak boleh marah padanya karena dirinya tak melakukan apapun. Dirinya belum melanggar sumpah suci pendeta sedikit pun. Scarlett menyeringai sinis melihat kesimpulan Caspian. Dirinya menarik kerah kemeja Caspian, mendekat padanya. Membisikkan kata sensual di telinga Caspian. "Karena sumpah suci telah dilanggar, mengapa tidak tenggelam sepenuhnya?" Caspian ingin menjawab ucapan Scarlett, namun kalah cepat dari tindakan gila Scarlett. Mata a
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: 5. Penderitaan CaspianScarlett tak langsung menjawab, hanya menampilkan smirk tipis yang menggoda. "Diam dan ikut aku, Pendeta Suci," bisik Scarlett dengan nada dingin yang sensual. Mata ungunya berkilat kejam. TING! "Target merasakan kepanikan batin. Poin Penderitaan awal terdeteksi: +50 Poin!" Mendengar suara Pixie di benaknya, keraguan Scarlett menguap. Dia tahu dia harus bertindak ekstrem. Dengan kekuatan spiritualnya, Scarlett menyentak Caspian bangun dan menyeret pria itu keluar dari ruang kurungan lewat jalan rahasia kediaman Penguasa Kota. Caspian mencoba memberontak, namun tubuhnya yang lemas akibat kurungan dan percobaan bunuh dirinya tak mampu menandingi cengkeraman magis Scarlett. Tujuan Scarlett hanya satu yaitu Altar Gereja Agung yang terletak di batas luar distrik. Malam itu, gereja kosong melompong, hanya menyisakan keheningan yang mencekam. BRAK! Scarlett menghempaskan tubuh Caspian ke atas altar batu dingin yang biasanya digunakan untuk persembahan suci. Casp
Last Updated: 2026-06-06