Home / Fantasi / Sang Villainess Yang Disayang / 6. Rencana Tersembunyi

Share

6. Rencana Tersembunyi

Author: Hydragea
last update publish date: 2026-06-06 02:02:42

"Tuan pendeta, dimana letak kesucianmu itu?" ucap Scarlett sambil melempar guci bekas alkohol ke lantai.

Caspian menatap Scarlett dengan tatapan sayu, tak ada lagi kemarahan, tak ada lagi kebencian, yang ada hanya sesuatu yang tak pernah dia rasakan sebelumnya dan dirinya tak tahu pasti apa itu, dan apa yang terjadi pada dirinya.

"A-Aku... Aku tidak... Aku tidak melakukannya." Capian berusaha meyakinkan dirinya, bahwa dirinya belum melanggar sumpah sucinya sebagai pendeta. Ini adalah ulah Scarlett, Scarlett yang melakukannya, jadi Tuhan tak boleh marah padanya karena dirinya tak melakukan apapun. Dirinya belum melanggar sumpah suci pendeta sedikit pun.

Scarlett menyeringai sinis melihat kesimpulan Caspian. Dirinya menarik kerah kemeja Caspian, mendekat padanya. Membisikkan kata sensual di telinga Caspian.

"Karena sumpah suci telah dilanggar, mengapa tidak tenggelam sepenuhnya?"

Caspian ingin menjawab ucapan Scarlett, namun kalah cepat dari tindakan gila Scarlett. Mata abunya melebar terkejut, karena dengan tiba-tiba Scarlett mencium bibirnya.

Wangi parfum beraromakan mawar dan nafas Scarlett yang berbau mint menyeruak di indera penciuman Caspian. Tubuhnya menegang, otaknya kosong, tak tahu harus bereaksi bagaimana.

Scarlett tak memperdulikan kebinggungan Caspian, dirinya mulai menggerakan bibirnya, tangannya mulai bergerak menyusuri tubuh Caspian, dari rahang turun ke leher, lalu bergerak ke dada bidang Caspian yang masih terbalut pakaian pendeta dan jubahnya.

Ciuman itu tak berlangsung lama, Scarlett menarik diri, dan mengusap sensual bibir Caspian yang basah akan saliva miliknya.

Caspian menelan ludah kasar, telinganya memerah akibat salah tingkah.

"Hentikan... saya mohon..." Caspian memalingkan wajahnya, memejamkan mata erat-erat. Air mata frustrasi mulai menggenang di sudut matanya.

Sentuhan Scarlett terasa seperti api yang membakar kulitnya, sementara kata-kata wanita itu meremukkan harga diri dan keyakinan yang selama ini dia agungkan. Dia merasa kotor, ternoda, dan berdosa di hadapan altarnya sendiri.

TING!

"Poin Penderitaan meningkat pesat! Caspian mengalami guncangan batin dan krisis iman! +1.000 Poin!" Pixie berseru dengan semangat. "Inang, kau memang luar biasa!"

Melihat grafik merah di layar transparan Pixie melonjak tajam, Scarlett tersenyum puas di dalam hati. Aktingnya sebagai antagonis tak berhati terbukti sangat sukses memanen penderitaan sang budha malam itu dan berhasil membelokan alur cerita dirinya dan Caspian.

Scarlett kembali melakukan pelecehan pada Caspian. Caspian tak memiliki tenaga lagi, fokusnya mulai terkikis efek alkohol yang Scarlett berikan. Jadi, dirinya membiarkan Scarlett melakukan apapun sesuka hatinya, dirinya hanya mampu meneteskan air mata keputusasaan.

Tanpa mereka sadari, dari celah pintu gereja sepasang mata sedang mengintip menyaksikan setiap detail dari adegan penuh dosa di atas altar tersebut. Pemilik mata itu tidak lain adalah Rosalie.

Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat, napasnya memburu menahan amarah yang meledak-ledak di dalam dada.

"Scarlett, seleksi pemilihan 'Gadis Murni dari Surga' sudah dekat. Berani-beraninya wanita jalang itu menodai Pendeta Caspian di Altar Gejere Suci," desis Rosalie dengan suara yang sangat lirih, hampir tenggelam oleh kesunyian malam.

'Jika hal ini tersebar luas, posisi Gadis Murni dari Surga pasti akan menjadi milikku,' batin Rosalie tersenyum licik.

Rosalie berjalan menjauh dari sana, dan telah menyusun rencana matang untuk membawa Pendeta Agung ke Altar malam ini. Tujuannya adalah untuk membongkar aib dan menggagalkan kandidat Scarlett sebagai "Gadis Murni Dari Surga".

Rosalie bergegas menemui Pendeta Agung, tujuannya jelas namun tetap dia bungkus dengan cara yang paling bersih dan murni. Rosalie memberikan sekantong koin emas kepada sang Pendeta Agung, dan tersenyum manis, menampilkan sifat lugu dan polos yang biasa dia perankan.

"Pendeta Agung, akhir-akhir ini banyak warga yang menderita penyakit. Jadi belilah beberapa persembahan dan kirimkan ke Altar Suci malam ini untuk mendoakan kesembuhan mereka." Suara manis Rosalie begitu merdu di telinga siapapun yang mendengarnya. "Sisa uangnya, anggap saja sebagi upah kerja keras kalian."

Binar mata sang Pendeta Agung menunjukkan kegembiraan. Bagaimana tidak? Pendeta Agung ini memang gila harta, disegala kondisi apapun dia akan melakukan korupsi, menimbun semua kekayaan untuk dirinya sendiri.

"Nona Kedua memang benar-benar baik hati, kami akan segera melakukannya. Kami akan berdoa dengan tulus dan tak akan mengecewakan niat baik Nona Kedua." Pendeta Agung berucap sambil menunduk hormat kepada Rosalie.

"Terimakasih atas bantuan Anda, Pendeta Agung."

Lantas sang Pendeta Agung bergegas pergi melaksanakan apa yang Rosalie perintahkan. Rosalie tersenyum licik melihat kepergian Pendeta Agung itu.

"Scarlett bersiaplah untuk hancur!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sang Villainess Yang Disayang   10. Feromon Jantan

    Pixie mengerjapkan matanya yang bulat, lalu tertawa kecil sambil menutup mulut kecilnya dengan tangannya. "Ya, aku mengerti." Suara Pixie terdengar seperti sedang menyindir Scarlett. Scarlett mendengus kasar, lalu segera beranjak keluar kamar. Pixie setia mengikuti Scarlett. Walaupun itu tak selalu ada, kadang menghilang dan kadang muncul. Bunyi klik pintu terdengar, saat itu juga Caspian membuka matanya. Manik abunya mengerjap pelan, menyesuaikan cahaya kamar. Yang pertama kali dilihat adalah langit-langit kamar mewah dengan nuansa ungu dan hitam. Dilihat nuansa dan bau parfum mawar yang khas tertinggal, Caspian tahu bahwa dirinya sedang berada di kamar Scarlett. Menyebut nama Scarlett dalam hatinya, pikiran Caspian kembali tertuju ke Allar Gereja Suci. Nyawamu adalah milikku. Kalimat Scarlett itu terus berputar di otak Caspian. Caspian merasakan detak jantungnya berdetak kencang. Tangannya menyentuh dada kirinya. Dan disaat itu dia merasakan sesuatu yang leng

  • Sang Villainess Yang Disayang   9. Poin Penderitaan

    Iris ungu milik Scarlett berkilat karena cahaya matahari pagi yang menembus jendela besar Gereja Suci. Wajahnya masih menampilkan ketenangan mutlak sebelum suara denting sistem memecahnya. TING! Monitor transparan menampilkan grafik yang melonjak naik drastis. "Kematian anggota Gereja Suci: poin penderitaan + 1000. Iman Caspian telah hancur sepenuhnya: poin penderitaan mental + 5000. Daftar penjahat naik ke peringkat 88." Suara Pixie penuh dengan nada kegembiraan saat menjelaskan. Mata Scarlett berbinar mendengar dan melihat poin yang dia dapatkan. Matanya menatap grafik itu layaknya melihat kontrak film yang menghasilkan untung besar. Tak bisa terus menahan, tawa Scarlett pecah. Tawanya yang penuh kesenangan sangat kontras dengan kekacauan yang terjadi di bawah provokasinya. Scarlett melangkah melewati jasad Pendeta Agung menuju pintu keluar altar. Namun sebelum pergi dirinya memerintahkan dua pengawal miliknya untuk mengurus jasad Pendeta Agung dan membawa Caspian menuju

  • Sang Villainess Yang Disayang   8. Provokasi Scarlett

    Caspian tak bisa menahan teriakannya, saat melihat binar menjijikkan dari mata Scarlett.Scarlett tak marah, justru dirinya tertawa kecil. Akhirnya sang pendeta suci menunjukkan sisi ekspresi duniawinya. Scarlett berjongkok di depan Caspian, jari tangannya yang ramping menyentuh wajah Caspian."Oh pendeta yang angkuh, wajahmu ini akhirnya menunjukkan ekspresi yang hidup."Scarlett memajukan wajahnya, menempatkan bibirnya tepat di depan daun telinga Caspian. Membisikkan satu hal ambigu yang tak dimaksud Caspian."Aku jadi semakin menantikan reaksimu selanjutnya."Tanpa memberi kesempatan Caspian menjawab, Scarlett menarik tangan Caspian, memaksanya berdiri dan berjalan ke arah Pendeta Agung. Langkah Caspian goyah, karena efek alkohol dan tarikan paksa dari Scarlett. Namun, otaknya memaksanya untuk tetap fokus.Tepat saat langkah mereka sampai di depan Pendeta Agung yang sedang berlutut. Scarlett mengambil pedang Pendeta Agung dari lantai, menempatkan di telapak tangan Caspian."

  • Sang Villainess Yang Disayang   7. Pendeta Agung

    Rosalie mengira skandal ini akan menjadi akhir dari hidup Scarlett, tanpa menyadari bahwa provokasi gila yang akan dilakukan Scarlett, akan memicu sesuatu yang mengerikan. Di atas altar, Scarlett masih mencumbu Caspian dengan intens. Menikmati setiap detik keputusasaan dan frustasi Caspian. Hingga dia tak mendegar suara engsel pintu altar gereja berbunyi. Sang Pendeta Agung berjalan tenang, hingga ia melihat di meja persembahan terdapat dua orang yang sedang dalam posisi memalukan. Mata Pendeta Agung melebar sempurna saat melihat siapa yang berada disana. "CASPIAN!" Suara Pendeta Agung menggelegar diantara pilar gereja yang tinggi. Caspian tersentak mendengar namanya di teriakan dengar kasar. Mata abunya menangkap sosok pria berjubah hitam bergaya cappa magna dengan topi kamilavka senada. 'Pendeta Agung?' batin Caspian panik. "Dasar pendosa, beraninya kau menodai Tuhan di Altar Suci!" PRANG! Pendeta Agung menjatuhkan nampan emas berisi persembahan. Lalu diri

  • Sang Villainess Yang Disayang   6. Rencana Tersembunyi

    "Tuan pendeta, dimana letak kesucianmu itu?" ucap Scarlett sambil melempar guci bekas alkohol ke lantai. Caspian menatap Scarlett dengan tatapan sayu, tak ada lagi kemarahan, tak ada lagi kebencian, yang ada hanya sesuatu yang tak pernah dia rasakan sebelumnya dan dirinya tak tahu pasti apa itu, dan apa yang terjadi pada dirinya. "A-Aku... Aku tidak... Aku tidak melakukannya." Capian berusaha meyakinkan dirinya, bahwa dirinya belum melanggar sumpah sucinya sebagai pendeta. Ini adalah ulah Scarlett, Scarlett yang melakukannya, jadi Tuhan tak boleh marah padanya karena dirinya tak melakukan apapun. Dirinya belum melanggar sumpah suci pendeta sedikit pun. Scarlett menyeringai sinis melihat kesimpulan Caspian. Dirinya menarik kerah kemeja Caspian, mendekat padanya. Membisikkan kata sensual di telinga Caspian. "Karena sumpah suci telah dilanggar, mengapa tidak tenggelam sepenuhnya?" Caspian ingin menjawab ucapan Scarlett, namun kalah cepat dari tindakan gila Scarlett. Mata a

  • Sang Villainess Yang Disayang   5. Penderitaan Caspian

    Scarlett tak langsung menjawab, hanya menampilkan smirk tipis yang menggoda. "Diam dan ikut aku, Pendeta Suci," bisik Scarlett dengan nada dingin yang sensual. Mata ungunya berkilat kejam. TING! "Target merasakan kepanikan batin. Poin Penderitaan awal terdeteksi: +50 Poin!" Mendengar suara Pixie di benaknya, keraguan Scarlett menguap. Dia tahu dia harus bertindak ekstrem. Dengan kekuatan spiritualnya, Scarlett menyentak Caspian bangun dan menyeret pria itu keluar dari ruang kurungan lewat jalan rahasia kediaman Penguasa Kota. Caspian mencoba memberontak, namun tubuhnya yang lemas akibat kurungan dan percobaan bunuh dirinya tak mampu menandingi cengkeraman magis Scarlett. Tujuan Scarlett hanya satu yaitu Altar Gereja Agung yang terletak di batas luar distrik. Malam itu, gereja kosong melompong, hanya menyisakan keheningan yang mencekam. BRAK! Scarlett menghempaskan tubuh Caspian ke atas altar batu dingin yang biasanya digunakan untuk persembahan suci. Casp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status