author-banner
Elva Larissa
Author

Novels by Elva Larissa

Kuli Panggul Kesayangan Nyonya

Kuli Panggul Kesayangan Nyonya

“Kalau suamiku berhubungan sama wanita lain, kenapa aku harus menahan diri?” Gila sekali! Tawaran untuk bermain dengan majikannya sendiri, terus menghantui pikiran Arnol. Pun saat ini, saat dia sedang berdua saja di ruangan pribadi majikannya. Namun, Arnol terpaksa melakukan itu, demi kesembuhan ibunya. Terlebih, ketika majikannya itu selalu mengingatkan, "Kamu mau membiarkan ibumu mati menahan sakit cuma karena kamu mau sok suci menolak tawaran untuk jadi priaku?"
อ่าน
Chapter: Bab 15 Perhatian kecil
Keduanya melangkah masuk ke dalam lift. Keheningan yang pekat seketika menyelimuti ruang sempit itu. Arnol, yang pada dasarnya memang seorang pria pendiam, hanya bisa mengikuti situasi dengan cermat.Namun, benaknya tidak bisa tenang. Satu pertanyaan besar terus berputar di kepala Arnol: apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh sang nyonya setelah melihat suaminya sendiri bermesraan dengan wanita lain? Tidakkah ada secuil saja rasa marah, kecewa, atau cemburu yang bergejolak di dada wanita itu?"Nyonya, Anda baik-baik saja?" tanya Arnol akhirnya, memecah kesunyian.Ia menatap punggung tegap sang nyonya. Namun, tidak ada respons sedikit pun dari wanita itu. Mengerti bahwa keheningan itu adalah isyarat bahwa sang nyonya sedang tidak ingin diganggu atau berbagi cerita, Arnol memilih untuk kembali mengunci mulutnya.Ting! Suara lift terdengar, disusul pintu yang mendenting terbuka."Nanti akan kuhubungi lagi," jawab Liliana dingin tanpa menoleh, lalu melangkah cepat keluar dari lift dan
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-15
Chapter: Bab 14 Ketahuan?
Pakaian mereka telah kembali rapi dan sempurna seperti semula. Sama sekali tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa beberapa menit lalu, keduanya baru saja terlibat dalam pergumulan yang intim dan panas. Liliana sendiri tampak sibuk merapikan tatanan pakaiannya, atau bahkan sibuk melihat riasannya. Setelah merasa cukup ia menatap Arnol yang kini sudah rapi berdiri tak jauh dari Liliana."Aku yang akan menghubungi jika ada keperluan. Kamu dilarang keras menghubungiku lebih dulu. Terlalu rawan," ujar Liliana dingin sembari menyampirkan tasnya di bahu, kembali menatap penampilannya di cermin.Arnol yang berdiri tak jauh dari wanita itu mengangguk mengerti. Lagipula, ia tidak punya alasan untuk menghubungi Liliana. Waktunya terlalu berharga, dan ia lebih memilih menghabiskan waktu luangnya untuk menjaga ibunya. Karena itu Arnol hanya bisa mengiyakan dalam hati diiringi sebuah anggukan."Baiklah untuk hari ini selesai. Ingat untuk mengkomsumsi makanan yang bergisi, aku tak mau bibit ya
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-12
Chapter: Bab 13 Puas nyonya
Di bawah siraman cahaya lampu temaram yang hangat, keheningan di antara Liliana dan Arnol melebur menjadi atmosfer yang sarat akan gairah, memang mereka menjalankan kontrak bisnis, tapi ada hasrat pribadi yag diluar dari kendali kontrak. Ada dahaga yang Liliana ingin tuntaskan.Gengsi yang selama ini Liliana pertahankan runtuh begitu saja di hadapan pesona maskulin sang kuli. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Arnol menundukkan wajahnya dan langsung mengunci bibir Liliana dalam sebuah ciuman yang mendalam.Liliana refleks terpejam, tubuhnya berdesir hebat saat belahan bibirnya disapu oleh pria di hadapannya. Semula itu hanya berupa pagutan lembut, namun lama-kelamaan Arnol mulai mengubah ritmenya menjadi lebih agresif. Lidahnya bergerak menjelajahi rongga mulut Liliana, memarkirkan dominasi mutlak yang membuat seluruh persendian wanita itu seketika terasa lemas.Liliana terdiam, kenapa lelaki ini berubah jadi lebih ahli dari sebelumnya, apakah Arnol memang ahli dalam hal ini, tapi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-07
Chapter: Bab 12 Hotel
Liliana menatap ke luar jendela. Tampak seorang lelaki tengah berdiri di dekat pintu mobilnya sembari sedikit menundukkan kepala dengan takzim.Liliana perlahan menurunkan kaca jendela mobilnya."Ada apa?" tanya Liliana dengan nada suara yang sengaja dibuat ketus."Mohon maaf karena telah membuat Nyonya menunggu terlalu lama," ucap lelaki itu dengan suara yang terdengar sopan.Liliana seketika terbungkam. Ia menatap syok ke arah lelaki yang baru saja mengajaknya bicara."Arnol?" tanya Liliana, memastikan pendengarannya tidak salah.Lelaki itu mengangguk pelan mengiyakan. "Benar, Nyonya."Liliana sendiri dibuat benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya. Lelaki yang biasanya selalu datang dengan penampilan kumal dan berantakan itu kini telah berubah drastis. Rambutnya yang biasa dibiarkan berantakan tanpa pernah disisir, kini terlihat pendek dan tersusun rapi.Tanpa penutup rambut yang acak-acakan seperti dulu, kini alisnya yang tegas, hidungnya yang mancung sempurna
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-06
Chapter: Bab 11 Berbelanja
Rentetan pekerjaan berat yang menguras fisik akhirnya selesai Arnol lakukan. Kini, seluruh tubuhnya dipenuhi oleh debu dan cucuran keringat yang membuat aroma tubuhnya menjadi tidak sedap. Keadaan ini membuat Arnol cemas, apalagi sebentar lagi ia harus bertemu dengan Liliana untuk membahas "bisnis pribadi" mereka."Sepertinya aku harus segera bersiap-siap. Tidak mungkin, kan, aku menemui Nyonya dengan aroma tubuh seperti tikus got begini?" batin Arnol.Ia sempat mengendus lengan bajunya sendiri sekilas. Detik itu juga, ekspresi wajahnya langsung berkerut masam. Bau keringat yang menyengat itu sukses membuat dirinya sendiri merasa agak risih, apalagi jika sampai terhirup oleh hidung sensitif Nyonya Liliana yang terbiasa dengan kemewahan."Nol, kenapa kau malah diam saja di sana?" tanya sang teman kuli, memecah lamunan Arnol yang sedari tadi hanya terdiam, hal itu membuat Arnol tersentak.Sore ini, mereka dijadwalkan harus kembali ke kantor pusat terlebih dahulu untuk setor absensi, se
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-04
Chapter: Bab 10 Kontak komunikasi
Informasi yang dijelaskan oleh dokter semalam sukses membuat Arnol tidak bisa memejamkan mata semalaman. Pikirannya terus berputar tanpa henti, menghitung nominal uang yang masih kurang untuk biaya pengobatan, serta memutar otak bagaimana caranya mencari tambahan dalam waktu dekat. Saat ini ia hanya mengantongi uang lebih dari delapan puluh juta, ia masih membutuhkan uang yang sangat banyak."Anak muda zaman sekarang... pagi-pagi begini kok sudah bengong saja," ledek seorang pria paruh baya yang merupakan sesama pekerja kuli di sana.Arnol menoleh, lalu menatap pria itu dengan tatapan ramah sembari memaksakan sebuah senyuman tipis di wajah lelahnya."Aku hanya sedang berpikir, Paman. Kenapa uang rasanya sulit sekali untuk didapatkan, ya?" ucap Arnol pelan sambil menepuk-nepuk barang yang ada di sampingnya."Ya karena uang itu istimewa, makanya sulit didapatkan," jawab lelaki itu santai sembari menyulut sebatang rokok. "Seandainya daun yang dianggap istimewa oleh manusia, aku yakin saa
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-03
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status