author-banner
Celoteh Asta
Celoteh Asta
Author

Novels by Celoteh Asta

Dibuang Suami, Dicintai Ipar

Dibuang Suami, Dicintai Ipar

Sudah satu tahun Tsabita humayrah atau yang biasa di sapa Humey merasa frustrasi dengan dunia yang dijalaninya. Suami yang harusnya menjadi rumah malah menjadi neraka bagi dirinya. Ia kerap mendapatkan tamparan, makian, hinaan, bahkan diperlakukan layaknya pembatu padahal suaminya ada seorang yang dikenal sangat patuh dalam beragama. Ia masih bertahan karena berharap masih ada sedikit cahaya dari perjodohan dia dengan suaminya Zayyan faisal yang dulu telah menolong keluarganya keluar dari kegelapan, tapi sampai sekarang cahaya itu masih tenggelam seperti tak pernah muncul di permukaan. Di balik setahun penderitaannya hadirlah Eyman Ashar— ipar yang baru kembali dari penugasan selalu menatapnya dengan kelemah lembutan di setiap perjumpaan. Eyman selalu memberikan sapaan manis dan senyuman hangat yang mampu menggetarkan jiwa Humey. Dari balik tatapan neraka sang suami Humey menemukan tatapan yang berbalik 180 derajat dari iparnya sendiri yang mampu memporak-porandakan jiwa dan dunia Humey.
Read
Chapter: Pergi
Humey melajukan mobilnya tanpa tujuan yang pasti, membiarkan kemudi membawanya menjauh dari bayang-bayang masa lalu.Di balik lingkar kemudi, ia memeluk luka batin yang menganga dan memar fisik yang mulai mendingin, menjadi pengingat bisu atas apa yang baru saja ia tinggalkan.Ia tidak memiliki apa-apa; dompet tertinggal, identitas tak lagi berarti, dan dunia seakan mendadak asing.“Aku harus ke mana, ya Allah?” gumamnya lirih, suaranya pecah di antara deru mesin yang mulai terasa lelah.Tepat saat keputusasaan hampir melumpuhkan jiwanya, sayup-sayup suara adzan subuh membelah kesunyian pagi, memanggil dengan nada yang menenangkan di tengah pekatnya gelap.Humey menepikan mobil di pelataran sebuah masjid yang tampak sunyi. Dengan langkah gontai, ia menyeret beban hidupnya masuk ke tempat suci itu.Setelah membersihkan diri dengan air wudhu yang terasa dingin menyentuh kulitnya seolah membasuh sebagian rasa sakit yang melekat,Humey berdiri di atas sajadah. Begitu takbiratul ihram teru
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Secercah Harapan
Di balik pintu besi yang membeku oleh karat, Humey meringkuk.Aroma apek tanah lembap bercampur dengan bau debu tua menusuk hidungnya, menciptakan sensasi mual yang tak tertahankan.Ia memeluk lututnya yang gemetar hebat, berusaha meredam suara isakan yang bisa saja memancing iblis di luar sana kembali beraksi.Rasa sakit di perutnya, sisa dari tendangan brutal Zayyan beberapa saat lalu, terasa seperti robekan di bagian dalam tubuhnya.Namun, sesak di dadanya jauh lebih menyiksa daripada luka fisik mana pun.Di luar sana, langkah kaki Zayyan yang tenang dan berirama terdengar menjauh, menyisakan keheningan yang menyesakkan."Nikmatilah kesunyian ini, Sayang," gumam Zayyan dengan nada dingin sebelum langkahnya menghilang sepenuhnya.Pria itu sengaja membiarkan kesunyian menjadi instrumen siksaan bagi istrinya, sebuah taktik psikologis untuk mematahkan mental Humey hingga ke titik nadir.Humey mencoba meraba lantai beton yang dingin, berharap menemukan celah atau benda tajam untuk membu
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Wanita Itu
Setelah kejadian itu, Humey menutup rapat pintu hatinya dan juga harapannya untuk keluar dari sangkar emas ini. Ia enggan lagi bertemu Eyman, baik dalam acara keluarga maupun urusan pribadi.Suatu sore, Eyman datang untuk menjernihkan suasana. "Zayyan, maafin Abang ya. Malam itu Abang kalap karena melihat tangan Humey yang lebam," ujar Eyman menyesal.Zayyan membalas dengan senyum teduh. "Iya, Bang. Aku pun minta maaf karena sempat pergi begitu saja, membawa humey" jawabnya tenang.Melihat sandiwara itu, dada Humey berdesir nyeri. Ia ingin sekali berteriak mengungkapkan kebejatan pria di depannya.Namun, nyalinya menciut saat tatapan Zayyan beralih padanya. Ancaman dingin di mata itu membungkam suaranya.Humey mematung di ambang pintu. Ia merasa seperti burung bersayap patah di sangkar emas.Zayyan begitu sempurna dalam peran suami yang baik. Sementara Humey, ia hanya bisa memeluk traumanya sendiri.Ia menunduk, menyembunyikan air mata. Ia kini hanyalah tawanan di rumahnya sendiri.Ke
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Vonis Mati
Bu Nadia memecah keheningan dengan tawa kecil yang terdengar ganjil."Sudahlah, jangan bahas dapur terus. Eyman baru saja sampai, sebaiknya kita segera makan malam. Humey, siapkan Lamb Chop-nya di meja makan sekarang," perintah Bu Nadia lembut.Namun, matanya menatap Humey dengan peringatan yang tak terbaca.Humey mengangguk pelan. "Baik, Ma."Langkahnya terasa sangat berat saat berbalik menuju dapur.Ia merasa punggungnya seolah ditembus oleh tatapan tajam Eyman yang tak kunjung lepas.Di meja makan, Zayyan duduk dengan sombong di samping Humey.Di bawah meja, jemari Zayyan merayap ke paha istrinya. Ia mencengkeram kulit Humey dengan kuku yang menekan dalam.Rasa nyeri menyengat, namun Humey hanya bisa meringis dalam diam."Jangan berani menatapnya lagi," bisik Zayyan sangat pelan."Satu lirikan saja, aku pastikan malam ini akan menjadi malam terpanjang dalam hidupmu. Kamu tidak akan bisa keluar dari kamar untuk beberapa hari ke depan."Humey menunduk dalam, menyembunyikan kehancuran
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Kedatangan Surga Yang Mencekam
Satu minggu berlalu sejak kabar kepulangan Eyman Ashar mengguncang kediaman keluarga.Bagi Humey, waktu berjalan merayap. Beban kecemasannya kian menumpuk setiap hari.Rumah megah itu kini sibuk dengan persiapan penyambutan. Bagi Humey, ini justru menambah daftar pekerjaan yang tak ada habisnya.Zayyan semakin tidak terkendali. Kebenciannya seperti menemukan bahan bakar baru.Baginya, Humey bukan sekadar beban. Humey adalah pengingat harian akan mimpi masa mudanya yang hancur karena perjodohan."Jangan pernah berpikir kamu bisa menarik perhatian Eyman," bisik Zayyan suatu malam.Zayyan baru saja pulang dengan napas berbau alkohol—sesuatu yang ia sembunyikan rapat dari orang tuanya.Ia mencengkeram lengan Humey hingga meninggalkan bekas memar membiru."Kalau kamu berani mengadu, atau bertingkah seperti istri teraniaya di depan abangku, aku akan memastikan pesantren ayahmu gulung tikar."Zayyan menatapnya dingin. "Kamu tahu aku punya kuasa untuk melakukannya, Tsabita."Humey menahan nap
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Sangkar Emas
Suara deru mesin mobil milik mama mertuanya perlahan menjauh, membelah kesunyian kompleks perumahan mewah yang selama ini menjadi sangkar emas bagi seorang Tsabita Humayrah.Begitu bayangan mobil itu benar-benar hilang dari pandangan, suasana di ruang tamu yang tadinya terasa hangat dan penuh dengan tawa renyah, mendadak berubah menjadi sedingin es.Waktu seolah berhenti berdetak. Udara di sekitarnya terasa menipis, mencekik leher Humey perlahan-lahan.Klik.Pintu utama berderit pelan, lalu tertutup rapat dengan bunyi debuman yang memekakkan telinga.Kunci diputar. Dan bersamaan dengan dentuman logam itu, berputar pula kepribadian laki-laki yang berdiri di hadapan Humey.Zayyan Faisal.Di mata dunia, ia adalah sosok suami idaman, menantu kebanggaan, dan pemuda yang tampak begitu patuh pada agama. Laki-laki yang hanya beberapa menit lalu memeluk ibunya dengan penuh kasih, kini berbalik menatap Humey dengan sorot mata yang berbeda.Senyuman hangat yang sedari tadi menghiasi wajah tampan
Last Updated: 2026-06-30
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status