author-banner
Justme
Justme
Author

Novels by Justme

Ibu Menjualku Demi Satu Milyar

Ibu Menjualku Demi Satu Milyar

Elsa sudah delapan tahun diperas menjadi LC dan tulang punggung keluarga, tetapi ibunya melarang keras dia berhenti. Di tengah rasa muak itu, sang ayah justru kalah judi satu miliar rupiah hingga menyeret Elsa ke dalam jeratan Bram—pria kaya raya dengan fetish seksual sadis yang suka mencambuk dan memasung tubuhnya. Demi menyelamatkan rumah dari lintah darat, Elsa terpaksa pasrah menjadi budak nafsu demi menghidupi keluarga yang tidak tahu diri.  "Jangan bertingkah seolah kamu paling menderita, Elsa! Bram memenuhi semua permintaan Mamah, dia bahkan berniat menikahi kamu." 
Read
Chapter: 8. Lebih Baik Kamu Menjauh, Mas!
"Kamu nggak perlu takut, jelaskan semua pada saya, Elsa! Ada yang menganiaya kamu? Katakan pada saya siapa orangnya." Sahut Landy, berusaha membuat Elsa percaya maksudnya.Elsa menggeleng tegas. Landy mungkin akan merasa jijik padanya jika dia jujur. Dia wanita kotor yang penuh masalah, rela menjual dirinya demi sejumlah uang yang bahkan dia tidak pernah melihat atau memegang wujudnya."Enggak ada yang nyakitin aku, Mas. Aku tidak dianiaya siapapun." Kilah Elsa lagi, matanya beralih ke lantai, menghindari tatapan Landy."Apa Mamah kamu melakukan kekerasan kali ini? Atau Papah? Rian? Atau orang lain yang enggak saya kenal?" Cecar Landy dengan wajah serius, menuntut kejujuran dari Elsa. Matanya terus berupaya mencari kebenaran dari kalimat wanita itu.Elsa menggeleng lebih keras. Wajahnya frustasi melihat kegigihan Landy yang terus berusaha melindunginya, namun dia merasa sangat tidak layak menerima ketulusan pria itu. "Kamu enggak perlu ikut campur
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: 7. Pertanyaan besar Landy!
"Lalu sekarang... Mamah juga mau menyerahkan seluruh sisa hidupku pada bajingan itu?" Sejak kemarin, badai seolah tanpa henti menghantam hidupnya. Dan pagi ini, sebuah petir kembali menyambar tepat di atas kepalanya di saat dia baru saja ingin bernapas. "Jaga mulut kamu, Elsa! dia bilang mau menikahi kamu. Itu sudah cukup, mamah setuju. Dia mampu memberikan semua yang kita butuh, hidup kita akan terjamin jika itu terjadi, dan kita bisa hidup bergelimang harta." Elsa meradang. Ibu sampai hati menjadikan anaknya sendiri budak nafsu orang lain demi ambisi materi. Wanita itu memijat pelipisnya yang terasa berdenyut sakit. "Bram sudah punya istri, Mah! Usianya empat puluh tahun, jauh lebih tua dari aku. Aku juga nggak mungkin jadi istri kedua. Aku nggak mau, udah cukup dengan uang satu milyar. Aku udah menyerahkan separuh hidupku buat dia. Aku nggak mau menumpuk dosa lagi, Mah!" tolak Elsa dengan suara parau. Dia tidak ingin semakin tenggelam
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: 6. Dimana Hatimu, Mah?
Dadanya terasa makin terhimpit sesak. Dia merasa telah mengkhianati dirinya sendiri. Kotor, hina, dan tidak pantas lagi disebut manusia terhormat. Dia baru saja menjual kebebasannya demi uang, mengubur dalam-dalam tawaran Landy untuk hidup normal. Elsa merasa hampir gila dengan keputusan di luar nalar ini. Malamnya, Elsa kembali ke rumah. Dia turun dari mobil dengan langkah gontai dan tubuh yang teramat lelah. Perasaannya hancur, harapannya resmi sirna. Bram menepati janji dengan mengirimkan uang satu milyar itu langsung ke rekening ibunya. Elsa setidaknya merasa beruntung karena malam ini Bram harus pergi ke luar kota karena urusan mendadak. Jika tidak, dia mungkin sudah berada di dalam neraka jahanam itu sekarang. "Kamu sudah pulang?" Suara Landy tiba-tiba memecah lamunannya. Pria itu berdiri di depan pagar rumah dengan pakaian kerja yang masih lengkap, menandakan dia mungkin sudah menunggu sejak petang. Seketika hati Elsa mencelos miris. Rasa bersalah yang teramat besar la
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: 5. Kita Butuh Satu Milyar, Elsa!
"Hiks! Kamu lebih baik bunuh aku daripada seperti ini! Kenapa kamu enggak berhenti bikin masalah, Mas? Kenapa?!" Ibu meringkuk di atas lantai dengan kertas-kertas yang bertebaran di sekitarnya. Riasan di wajah paruh bayanya hancur total tersapu air mata. Di depannya, Ayah memegangi dahi dengan raut frustrasi dan penuh rasa bersalah. Elsa melangkah mendekat dengan dada berdebar kencang. Drama atau malapetaka apa lagi yang harus dia saksikan kali ini? "Elsa, kamu tahu? Papahmu ini sudah kalah judi! Dia punya utang besar yang harus kita bayar dalam waktu dekat! Dari mana kita bisa dapat uang sebesar itu, Pah?!" Ibu memekik nyaring, suaranya parau karena tangis yang pecah. Ayah tertunduk lesu tanpa berani menatap putrinya. "Ma-maafin Papah, Mah. Papah benar-benar enggak tahu kalau akan kalah sebanyak itu." "Hiks… Sudah gila kamu, Mas! Di mana kita bisa dapat uang satu miliar dalam satu hari?!" Ibu terisak, m
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: 4. Secercah harapan di Tengah Badai.
Ibu menarik rambut panjang Elsa dengan kasar, membuat wanita itu meringis kesakitan. "Ah!" Elsa berusaha memegangi tangan ibunya demi mengurangi rasa sakit di kulit kepala, sementara air mata kembali membanjiri wajahnya yang memanas. "Mamah enggak pernah merasa cukup sama semua yang Elsa kasih... Elsa enggak akan lupa sama semua kebaikan Mamah, jasa-jasa Mamah karena sudah membesarkan Elsa sampai detik ini, hiks..." Elsa tercekat, suaranya patah oleh isak tangis. "Tapi enggak gini caranya, Mah." Ibu melepaskan cengkeramannya dengan sentakan kasar. Dia menegakkan tubuh, lalu menyilangkan tangan di depan dada dengan angkuh, seolah kekerasan yang baru saja dia lakukan adalah hal yang wajar. "Transfer uang yang Mamah minta, berhenti menangis, dan jangan banyak ngeluh." Elsa terpekur dengan lelehan air mata yang membasahi wajah. Semua pengorbanan yang dia lakukan selama delapan tahun ini ternyata tidak ada artinya. Tidak ter
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: 3. Siksaan dari Ibu.
"Maksud kamu?" Dua kata dari ibu yang membuat jantung Elsa terasa melompat keluar. Dia hampir merasa gila karena berani melawan. Namun, rasa sakit dan lelah atas keadaan ini membuat adrenalinnya terpacu untuk keluar dari tekanan. "Elsa ingin berhenti kerja, Mah. Elsa capek! Elsa akan kasih apapun yang Mamah mau, Mamah boleh ambil apa aja. Asal Elsa bisa berhenti dari pekerjaan itu. Elsa udah nggak kuat, Mah," Dia berujar lirih, penuh permohonan. Kalimat sama yang selalu terucap dari bibirnya yang masih terlihat memar. Ibu berkacak pinggang dengan gigi bergemeletuk menahan kesal. "Memang kamu punya apa? Apa yang bisa Mama ambil dari kamu? Uang kamu? Berapa banyak uang yang kamu punya? Cukup nggak buat menghidupi keluarga kita setahun kedepan?" Tanya ibu, suaranya terdengar dingin. Sarat akan kemarahan yang tertahan. Lagi-lagi Wanita itu mengabaikan keadaan putrinya sendiri yang jelas-jelas terluka.
Last Updated: 2026-07-07
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status