author-banner
Min Ye-Rin
Min Ye-Rin
Author

Novels by Min Ye-Rin

Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

Demi melunasi hutang ibu tirinya, Elowen Virelle dijual di rumah bordil dan melayani seorang pria misterius. Setelah diusir dari desa karena dianggap aib, ia hampir menyerah sebelum diberi kesempatan kedua untuk hidup lebih baik; yaitu bekerja sebagai pelayan di kerajaan. Namun hidupnya tak berjalan mulus begitu saja, ia berhadapan langsung dengan Aisar Leonel, sang pangeran yang diasingkan. Dan Elowen menyadari satu hal mengejutkan—sang pangeran adalah pria yang membelinya malam itu!
Read
Chapter: Bab 166. Apa Kita Akan Bahagia?
“Sedang apa kau disini?” Tangan Elowen yang semula meremas semak di sampingnya, kini jatuh ke bawah. Dia menoleh cepat, dan langsung bertemu tatap dengan Aisar yang sudah berdiri tepat di belakangnya. Pria itu penuh dengan keringat dan juga wajah yang lusuh. Elowen buru-buru menarik Aisar untuk ikut bersembunyi di sampingnya. “Eh–ada apa, Elowen—” Elowen menutup mulut Aisar dengan tangannya. Matanya kembali melirik Aurelia dan juga Elisabeth yang masih ada di sana. “Jangan keras-keras, Tuan… nanti mereka semua dengar,” bisik Elowen. Gadis itu terus mengendap, sampai membuat Aisar terkekeh tanpa sadar. Elowen melirik Aisar dengan kening berkerut kesal. “Tuan,” katanya dengan suara penuh penekanan. “Jangan keras-keras—” Mata Elowen membulat dengan napas yang tertahan ketika Aisar tiba-tiba mencium bibirnya. Pria itu tersenyum, sambil memiringkan wajahnya begitu melepas ciuman dan melihat wajah Elowen yang sudah merah padam. “Tu-Tuan…” “Kau bilang aku harus diam,” kata Aisa
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 165. Rencana
“Ini obatnya, Elowen.” Lagi-lagi Silas yang datang. Sudah tiga hari semenjak kejadian itu, Aisar benar-benar hilang dari hidupnya. Pria itu hanya mengirim Silas dan Lady Seraphine untuk mengobati dan memastikan kondisinya. Elowen meremas gaunnya. Rasa bersalah dan rasa rindunya semakin membuatnya gelisah. “Apa aku keterlaluan?” tanya Elowen lirih. Dia menatap pantulan dirinya yang kini tampak semakin kurus dan pucat. “Tapi… tapi aku melihat Tuan Aisar berciuman dengan Putri Aurelia—” “Siapa, Elowen?” potong Silas, membuat Elowen tersadar kalau masih ada orang lain di kamarnya. Gadis itu menoleh dengan leher yang terasa kaku. Dia menatap Silas yang kini sudah mengernyit. “Siapa yang berciuman dengan Putri Aurelia?” ulang Silas, seolah memastikan. “Aku tidak salah dengar?” Elowen meremas jemarinya hingga memutih. Dia mundur satu langkah, saat Silas melangkah mendekat. “Katakan, Elowen. Tuan Silas mencium Putri Aurelia? Kau melihatnya sendiri?” tanya Silas lagi
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bah 164. Kesalahpahaman
“Apa ini yang Tuan katakan cinta?” tanya Elowen dengan suara serak. Matanya kini tertuju pada Aurelia yang sudah kembali berdiri. “Maafkan saya, seharusnya saya sadar diri, dan tidak sampai melangkah sejauh ini.” Aisar mengernyitkan keningnya. Dia mengikuti arah pandangan Elowen, kemudian berhenti saat menemukan sosok Aurelia. Aisar buru-buru menggenggam tangan Elowen, membuat gadis itu tersentak seketika. “Kau melihatnya?” tanya Aisar panik. “E-Elowen, aku bisa menjelaskan semuanya. Aurelia, dia mabuk. Dia datang, dan hanya menceritakan semua keluhannya setelah tahu identitas ayahnya. Sungguh hanya itu—” “Sambil menerima kecupan dan cumbuan, Tuan?” tanya Elowen. Aisar buru-buru menggeleng. Dia menyibak rambutnya frustasi. “Elowen, dengar. Aku hanya milikmu. Hanya untukmu. A-Aurelia itu saudaraku. Aku tidak mungkin—” “Tidak apa-apa, Tuan. Anda berhak atas semua ini.” Elowen tersenyum getir. Dia berusaha bangkit dari tidurnya dan menyingkap selimut yang menutupi sebagian tub
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bab 163. Satu Kali saja Aisar
“Apa yang kau lakukan Aurel!” Aisar mendorong Aurel hingga gadis itu terjerembab tepat di bawah kakinya. Dia menyeka bibirnya yang baru saja dilumat oleh Aurelia. “Kau gila, Aurel!” pekik Aisar dengan amarah yang menyala di mata birunya. Dadanya membusung dengan napas yang semakin kasar. “Kenapa, Aisar? Bukankah aku lebih cantik dari pelayan itu? Bukankah aku lebih menggoda darinya?” tanya Aurelia masih dengan air mata yang membasahi kedua pipi. “Ada apa dengan tatapanmu itu, Aisar? Kau begitu jijik seolah aku adalah kotoran yang tidak pantas ada di dekatmu.”Aisar menyibak rambutnya kasar. Dia memejamkan matanya sejenak, sebelum akhirnya kembali menatap Aurelia dengan tatapan dingin. “Kembalilah ke kamarmu. Aku akan memanggil Silas untuk mengantarmu—”“Aku tidak mau,” potong Aurelia. Dia kembali berdiri dan merapikan gaunnya. Langkahnya yang sempoyongan membuat tubuhnya hampir jatuh setiap kali dia hendak melangkah. “Kau mabuk, Aurel,” ujar Aisar dengan suara lelah. “Pergilah. A
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 162. Aurelia
“Aisar, aku ingin bicara denganmu.”Sura itu berhasil membuat Aisar mengangkat kepalanya yang bersandar di tangan Elowen. Pria itu menoleh dengan mata yang masih merah karena baru bangun tidur. “Aurelia,” gumam Aisar pelan. Aisar sedikit mengernyit melihat Aurelia yang tidak pernah menemuinya, kini justru masuk ke dalam kamarnya dengan kondisi yang tidak bagus. Wajah merah, mata sembab dan bau alkohol yang sangat menyengat. “Aisar,” katanya lirih. Air mata kembali mengalir. Dia menangkup wajah dengan kedua tangannya, lalu bersimpuh di lantai marmer yang dingin. Aisar tidak langsung beranjak dari tempatnya. Tangannya bahkan masih menggenggam tangan Elowen yang belum bergerak sejak lima hari yang lalu. Bahkan gadis itu tidak bereaksi ketika Lady Seraphine menyuapinya obat. “Apa yang kau inginkan? Aku tidak ingat kapan terakhir kali kau datang ke tempatku,” ujar Aisar dingin, seolah tangisan Aurelia tidak berhasil mengetuk hatinya yang sekeras baja.Bagaimana tidak, melihat Aurelia,
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 161. Pada Siapa Kau Berpihak?
“Kerajaan ini selalu mengambil semua orang yang ku sayangi.”Aisar menatap Elowen sekali lagi, sebelum akhirnya dia beranjak dari tepi ranjang. Dia berjalan menuju jendela kamar yang masih terbuka. Menatap menara istana yang terlihat begitu kokoh lengkap dengan kepalsuannya. “Sudahlah, yang terpenting sekarang tangkap Adrien,” ujar Aisar dingin. “Sejauh mana perkembangannya?” Aisar sudah meremas pinggiran jendela hingga buku jarinya memutih. “Belum ada kepastian, Tuan. Prajurit kita masih mencari keberadaan Pangeran dan Rowan—pengawalnya—”“Berhenti memanggilnya Pangeran, Silas. Atau aku akan merobek mulutmu,” ujar Aisar dingin. Dia memejamkan matanya sebentar, lalu kembali menatap menara tinggi itu lebih dalam. “M-maafkan hamba, Tuan… maaf…” Silas menunduk patuh. Keduanya menoleh ketika pintu kamar terbuka. Lady Seraphine datang dengan wajahnya yang pucat. Dia menatap Elowen yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur. “Untuk apa kau kesini?” tanya Aisar dingin. “Bukankah k
Last Updated: 2026-06-30
Takdir Kedua Istri Sang Kapten

Takdir Kedua Istri Sang Kapten

Setelah masuk ke dunia novel yang dia baca, Aluna menjadi salah satu tokoh protagonis—istri dari seorang kapten militer bernama Raka. Karena tahu nasibnya akan mati tragis, Aluan berusaha untuk mengubah alur cerita. Dia menentang takdir penulis yang sudah dituliskan, dan bertekad untuk membuat cerita happy ending. Tanpa dia sadari, ada satu orang yang ternyata ikut masuk bersamanya ke dalam cerita itu.
Read
Chapter: Bab 189. Akhir Cerita Ini
“Arga,” gumam Raka pelan. Arga hanya mengulas senyum. Dia mengulurkan tangannya dengan begitu ramah. “Pasti Kapten Raka ya?” tanya Arga pelan. Namun Raka tidak langsung menjawab. Matanya terus menatap Arga dengan tajam. “Saya Arga, editor yang membantu Bu Aluna.” raka buru-buru menoleh pada Aluna yang masih bergeming. “Editor?” tanya Raka dengan suara tercekat. “Maksudnya?” Arga menarik kembali uluran tangannya. “Sudah lama, Bu Aluna tidak memberi kabar,” katanya ringan. “Katanya mau ngajuin naskah baru, tapi saya hubungi tidak bisa.” “Aku?” tanya Aluna, nyaris berteriak. Arga mengangguk samar. “Bukankah setelah kisah Kapten Raka berakhir, Bu Aluna berencana mengajukan naskah baru?” tanya Arga lagi. “Dulu sempat membahas tentang cerita yang berjudul Diary Penulis Fiksi.” “A-aku penulis?” tanya Aluna pelan. Arga tidak langsung menjawab. Matanya menyipit tanpa sadar. Perlahan tangannya meraih sesuatu di dalam tasnya. Sebuah buku bercetak tebal dengan judul Kapten Raka karya Al
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 188. Kembali Ke Dunia Nyata
Suasana hening dalam sekejap. Tangan Aluna masih memegang tangan Raka. Bahkan jauh lebih erat dari sebelumnya. Lampu jalan yang bersinar temaram, menyorot tepat di wajah Aluna. Dia sedikit mengerjap. Mereka kini sudah berada di depan rumah sakit tempat Aluna bekerja. “Ini—” kalimat itu menggantung. Matanya mengedar memperhatikan setiap sisi. Aluna melirik Raka yang juga belum sepenuhnya sadar. “Raka… kita udah bener-bener keluar dari dunia itu?” Raka tidak langsung menjawab. Dia melepaskan tangan Aluna, lalu maju beberapa langkah. Dunia yang sama seperti yang ia tinggali sebelumnya. “Aku nggak tahu, Luna,” katanya nyaris seperti bisikan. “Semuanya sama. Aku nggak bisa membedakanya.” Aluna ikut melangkah maju. Angin malam menyentuh wajahnya pelan. Tidak ada retakan di langit, tidak ada kalimat-kalimat aneh yang muncul tiba-tiba, dan tidak ada juga perasaan seperti sedang diawasi. Semuanya terlalu normal. Aluna menggenggam tangan Raka, membuat pria itu menoleh ke arahnya. “Raka,
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 187. Perpisahan
Tidak ada yang langsung menjawab. Baik Aluna ataupun Raka, mereka justru saling bertemu tatap dan tak percaya apa yang Rengganis katakan. “Dr. Aluna,” ujar Rengganis. Gadis itu maju satu langkah. Dia meraih kedua tangan Aluna. “Bahagia, ya…” katanya. Aluna menggeleng tanpa sadar. Dia melepaskan tangan Rengganis dari tangannya. “Jangan ngomong kayak orang yang mau pergi,” bisiknya lirih. Kedua matanya sudah memanas. “Aku nggak suka. Kita bisa pikirin jalan keluar lain.” Senyum Rengganis perlahan memudar. Namun gadis itu tidak terlihat terkejut. Seolah dia memang sudah menduga Aluna akan mengatakan hal itu. “Aku cuma pengen lihat akhir cerita ini,” katanya pelan. “Aku udah banyak bikin kalian menderita. Sekarang, aku bakal nepatin janji aku—” “Nggak!” potong Aluna tegas. Dadanya sudah naik turun dengan sangat cepat. Dia mundur satu langkah. “Kamu pikir semuanya sesederhana itu? Lihat! Sindi, orang tua aku bahkan ada di dunia ini. Terus kamu minta aku balik ke dunia sama Raka,
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 186. Aku suka Dunia ini
Aluna mengangguk samar. Walau sulit, dia berusaha mengulas senyum.Keduanya langsung menuju UGD—dimana orang bernama Rengganis ada di sana. “Aluna!” Sindi langsung menarik tangan Aluna yang baru saja masuk ke dalam lobi. “Lama banget datangnya. Ayo buruan. Dia nunggu kamu di ruang istirahat staf.” Aluna mengernyit. Dia menahan dirinya. Membuat Sindi refleks ikut mundur selangkah. “Kenapa jadi di ruang istirahat?” tanya Aluna heran. Kedua alisnya sudah saling bertaut. “Bukannya dia sakit?” Sindi tidak langsung menjawab. Dia bahkan masih bingung dengan apa yang dia lihat. “Kenapa malah ngelamun?” suara berat Raka membuat Sindi mengerjap pelan. Dia melirik Raka yang sudah melipat kedua tangannya di depan dada. “Kamu bilang tadi dia kritis, terus kenapa bukan di UGD atau ICU, malah di ruang istirahat staf.”“Aneh,” ujar Sindi pelan. “Aneh banget pokoknya. Pertama kali dia datang, mukanya pucat kayak nggak ada darah yang mengalir di tubuhnya. Tapi pas aku… pas aku…” Sindi menggantung
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: Bab 185. Dunia yang kembali berubah
Raka tidak memberi Aluna kesempatan untuk berpikir terlalu lama. Pria itu segera mengambil kunci mobil dan jaketnya. Wajahnya masih tegang. Bahkan sejak mendengar nama Rengganis beberapa menit yang lalu, Raka belum benar-benar bisa berpikir jernih. Mobil melaju dengan cepat tanpa banyak bicara. Raka sesekali melirik Aluna yang sudah pucat pasi. “Luna…” Raka menggenggam tangan Aluna yang sudah dingin. Wanita itu menoleh perlahan. “Tenang, ya. Kita kan belum tahu dia Rengganis yang kamu kenal atau bukan.” Aluna tidak langsung menjawab. Namun matanya tiba-tiba memicing saat melihat jalanan di depan mereka yang tampak transparan. “Ra-Raka…” tangan Aluna menunjuk ke arah depan dengan gemetar. “Itu apa? Kenapa jalannya jadi gitu?” Raka buru-buru memalingkan wajahnya. Alih-alih menghentikan laju mobil, dia justru menancap gas semakin dalam. “Pegangan, Aluna!” seru Raka. Aluna refleks mencengkeram dashboard mobil. Napasnya tercekat ketika jalan raya di depan mereka mulai berubah. A
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 184. Orang Yang Ingin Berkorban
Raka menatap Aluna dengan mata yang sudah merah. Rasa bersalah yang ia tanggung akibat melenyapkan Aisar masih menghantui. Dia tidak ingin menambah lagi, dengan mengorbankan Rengganis. “Apa lagi dia manusia dari awal,” ujar Raka lirih. Kening yang berkerut, kini mulai mengendur. Raka menunduk dalam. “Mana mungkin aku tega mengurungnya di tempat ini.” Aluna tidak langsung menjawab. Rencana Rengganis memang gila. Dia bahkan sempat menolaknya, tapi saat bertemu dengan Raka lagi, perasaannya untuk ingin tetap bersamanya semakin besar. “Aku tahu,” gumam Aluna lirih. “Aku juga tahu ini salah, Raka. Tapi mau sampai kapan? Mau sampai kapan kita terus dihantui rasa takut?”Belum sempat Raka menjawab, tiba-tiba ponsel Aluna berdering. Keduanya refleks menoleh ke arah nakas, dimana ponsel itu tergeletak dengan layar menyala. “Sindi,” ujar Aluna sambil memperlihatkan layar ponselnya. “Kayaknya penting, udah ada banyak panggilan masuk dari dia ternyata.”Raka mengangguk. “Angkat aja,” katanya.
Last Updated: 2026-06-04
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status