Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-07-20
Oleh:  Min Ye-RinBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
7 Peringkat. 7 Ulasan-ulasan
190Bab
2.3KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Demi melunasi hutang ibu tirinya, Elowen Virelle dijual di rumah bordil dan melayani seorang pria misterius. Setelah diusir dari desa karena dianggap aib, ia hampir menyerah sebelum diberi kesempatan kedua untuk hidup lebih baik; yaitu bekerja sebagai pelayan di kerajaan. Namun hidupnya tak berjalan mulus begitu saja, ia berhadapan langsung dengan Aisar Leonel, sang pangeran yang diasingkan. Dan Elowen menyadari satu hal mengejutkan—sang pangeran adalah pria yang membelinya malam itu!

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1. Malam Mencekam

“Lepaskan aku! Kumohon… lepaskan!”

Suara tangis Elowen Virelle pecah di tengah ruangan mewah yang dipenuhi tawa menjijikkan.

Air matanya merusak riasan tebal yang dipaksakan ke wajahnya—bedak pucat dan lipstik merah yang terasa asing di bibirnya. Tubuh kecil itu berusaha memberontak, namun cengkeraman tangan yang menahannya jauh lebih kuat.

Entah mimpi apa dia semalam, sampai harus dipermalukan dan dijadikan bahan tontonan seperti ini.

“Berhenti melolong, Gadis Kecil.”

Suara itu datang dari wanita paruh baya dengan bedak tebal dan hiasan rambut yang begitu rumit menjulang tinggi–pemilik rumah bordil mendekat. Ia mencengkeram dagu Elowen dengan kasar, memaksa wajah bulat itu untuk menatap ke arah barisan pria hidung belang di bawah panggung.

“Ibu tirimu sudah menerima setiap keping emas yang kupunya. Baginya kau hanya aset pelunas hutang. Aku sudah membelimu secara sah. Sekarang, majulah dan hasilkan keuntungan untukku!”

Elowen menggeleng lemah. Dia berusaha menolak kenyataan yang baru saja dia dengar. Tidak mungkin. Ibu tirinya selalu merawatnya dengan baik. Beliau menyayanginya sepenuh hati. Dan tidak mungkin sampai hati menjualkan di tempat ini.

Namun semuanya sirna. Di sudut ruangan, ia melihat ibu tirinya berlalu sambil menenteng pundi-pundi koin dengan senyum rakus, tanpa menoleh sedikit pun. Hati Elowen hancur. Kasih sayang yang selama ini ia berikan ternyata tidak berharga di mata wanita itu.

Belum sempat selesai dengan perasaannya, lengan Elowen diseret oleh wanita itu melangkah ke tengah panggung, menyebarkan aura kemewahan yang palsu.

Dia tidak ingin menatap pria-pria hidung belang itu. Belum lagi, baju yang ia kenakan jauh dari kata pantas. Gaun putih menerawang. Sampai ia harus menutupi bagian dada dan bawahnya dengan kedua tangan.

“Jauhkan tanganmu dari sana,” bisik sang wanita dengan nada penuh penekanan.

“Hadirin sekalian, permata malam ini! Masih murni, cantik, penurut dan penuh bakat. Kita buka harga mulai dari 50 keping emas!”

“60 keping!” teriak seorang pedagang perut buncit di barisan depan. Tawannya menyeringai, menampilkan kehausan akan gairahnya.

“75 keping!” sahut yang lain sembari tertawa mesum.

“100 keping emas!” timpal lagi pria kurus kering sambil tertawa menunjukkan gigi depannya yang ompong.

Elowen memejamkan mata rapat-rapat. Ia merasa seperti sepotong daging yang dilempar ke kandang serigala. Setiap tawaran yang naik bagaikan paku tambahan pada peti mati masa depannya.

“Satu juta keping emas. Dan dia milikku malam ini.”

Suasana riuh langsung mendadak senyap. Para penawar yang tadi bersemangat langsung bungkam. Angka itu bukan sekadar tinggi tapi juga penghinaan bagi siapapun yang mencoba bersaing.

Tak ada seorang pun di ruangan itu, yang mau mempertaruhkan kekayaan sebanyak itu hanya untuk satu malam. Rasa penasaran membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara di sudut paling gelap di balkon lantai dua.

“Si... siapa Anda, Tuan?” tanya sang wanita gemetaran, menyadari bahwa orang itu pasti bukanlah pria sembarang.

Elowen ikut mendongak. Rupanya dia juga penasaran dengan seseorang yang rela menguras kantong hanya untuk menikmati tubuhnya.

Di balik bayangan balkon, ia hanya bisa melihat siluet pria jangkung yang duduk menyilangkan kaki panjangnya dengan tenang. Matanya berkilat tajam seperti predator yang telah menemukan mangsanya.

“Bawa dia ke kamarku. Sekarang,” perintah pria itu tanpa nada, tapi otoritas yang tidak terbantahkan.

Tangannya bergerak memberi isyarat pada pengawal yang berdiri di sampingnya. Detik berikutnya, dua kantong berat berisi emas dilemparkan ke panggung, mendarat tepat di depan kaki Elowen.

Gadis itu terpaku dalam ketakutan yang mencekam. Ia tidak tahu siapa pria itu, namun satu hal yang pasti, hidupnya tidak akan pernah sama lagi setelah malam ini.

“Sisanya kau bisa ambil di pintu belakang,” ucapnya lagi.

Petugas keamanan bertubuh kekar itu tidak memberikan ruang lagi bagi Elowen untuk bernapas. Ia menyeret gadis malang itu melewati lorong-lorong remang-remang. Cengkeraman di lengannya begitu kuat hingga meninggalkan bekas kemerahan pada kulit pucatnya.

“Dengarkan baik-baik, Gadis Kecil,” bisik petugas tepat di telinga Elowen. “Tuan di dalam sana bukan orang sembarangan. Jika kau berani memberontak atau tidak melayaninya dengan baik, aku akan memastikan kau akan menjadi santapan bergilir para penjaga pintu. Mengerti?!”

Elowen hanya bisa mengangguk lemah, tenggorokannya tercekat oleh rasa takut yang luar biasa. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Harapannya untuk kabur musnah seketika. Dia sudah tidak bisa lagi bergerak.

Pintu kayu yang sudah usang terbuka, menampakkan sebuah ranjang besi yang terlihat mewah. Elowen didorong masuk. Begitu pintu di belakangnya tertutup kasar, baru lah hawa mengerikan dari ruangan itu ikut meluap bersama udara.

Dibanding ranjang, tempat ini sudah seperti are eksekusi untuknya.

Di sudut ruangan dekat perapian, pria misterius dari balkon tadi berdiri membelakangi Elowen. Ia telah melepas jubah luarnya, menyisakan kemeja hitam yang membalut bahu lebarnya dengan sempurna.

“Kemari,” perintahnya tanpa menoleh.

Elowen terpaksa melangkah maju dengan kaki gemetar.

“Buka pakaianmu,” ucap pria itu datar saat ia berbalik. Mata elangnya menatap Elowen dengan intensitas yang membuat lututnya lemas.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasanLebih banyak

Min Ye-Rin
Min Ye-Rin
Maaf banget ya, malam ini kurang fokus ...harusnya up 126 dulu, Eh malah 128 dulu yang ke-up.. tapi babnya dri 126-128 udh ku up semua ko, maaf kalo bikin nggak nyaman 🫂
2026-06-13 21:14:06
0
0
Razi Maulidi
Razi Maulidi
ceritanya bagus kk. alurnya juga keren. ini persis kisah yang aku lihat di drama Korea gitu kk. lanjut update terus kk. tetap semangat..
2026-05-22 17:55:05
1
0
Deemardani
Deemardani
Sukaaaa banget ceritanyaaa... jadi nagih bacanya kalo cowonya gentleman gitu
2026-05-22 02:13:32
1
0
sidonsky
sidonsky
Suka!! Gak sabar nextnyaaa<3!!!
2026-05-18 18:08:00
1
0
vrimerose
vrimerose
Seru banget ceritanya, penasaran dengan kisah Elowen dan Aisar gimana ... update yang banyak ya Thor.
2026-05-18 16:03:17
1
0
190 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status