Chapter: Belum sehari sudah rinduMalam hari pun akhirnya tiba. Keira kini tinggal sendirian di rumah mereka yang terasa begitu sepi dan lengang tanpa kehadiran Arkana. Sebelum berangkat tadi, Arkana sebenarnya sudah berulang kali menyuruhnya untuk menginap di rumah orang tua Keira saja agar tidak sendirian, namun Keira menolak mentah-mentah usulan itu. Dengan percaya diri, Keira berkata bahwa ia sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri dengan sangat baik selama tiga hari ke depan.Lagipula, setelah Arkana berpamitan dan pergi bersama rombongan kampus siang tadi, Keira memang tidak langsung pulang ke rumah. Untuk menghilangkan rasa sepi dan menyalurkan rasa kesalnya, ia memilih untuk pergi bersama teman-teman kampusnya. Mereka nongkrong dan menghabiskan waktu di sebuah kafe hits hingga tak terasa hari sudah berganti gelap.Sekitar jam tujuh malam, barulah Keira melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Sepanjang sore di kafe tadi, Keira bahkan sengaja mengabaikan beberapa pesan masuk dari Arkana di ponselnya. Pikir
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Mau ikut...Akhirnya esok hari yang penuh kecemasan bagi Keira pun tiba. Pagi itu, matahari baru saja muncul ketika mereka berdua berangkat ke kampus bersama. Sebelum pergi tadi, Arkana sudah menyiapkan semua keperluannya untuk tiga hari ke depan dengan sangat rapi dan cekatan, memasukkan pakaian serta dokumen penting ke dalam sebuah tas travel berukuran sedang.Sesampainya di ruang kerja Arkana di gedung dosen, Keira memilih untuk langsung duduk di mejanya sendiri. Pandangannya tak lepas, terus menatap lurus ke arah tas travel milik suaminya yang tergeletak di sudut meja kerja Arkana. Keira duduk bersandar dengan raut wajah yang sangat sedih dan bibir yang mengerucut pasrah. Bayangan harus berpisah selama tiga hari—terutama mengetahui ada Sarah di dalam rombongan dinas tersebut—benar-benar membuat suasana hatinya hancur sejak pagi.Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka. Arkana yang baru saja selesai menghadiri rapat singkat bersama jajaran dekanat melangkah masuk. Begitu ia menutup pintu, pan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-26
Chapter: Percaya pada suamimu iniAkhirnya waktu kepulangan yang ditunggu-tunggu pun tiba. Begitu mereka berdua melangkah masuk ke dalam mobil sedan hitam milik Arkana dan pintu terkunci rapat, Arkana sudah tidak sanggup lagi menahan rasa gemas yang membuncah di dadanya sejak sore tadi. Tanpa membuang waktu satu detik pun, ia langsung memajukan tubuhnya dan memeluk Keira dengan sangat erat, menenggelamkan tubuh mungil istrinya ke dalam dekapannya yang hangat dan posesif. "Aduh, Mas! Lepas! Sesak tahu!" protes Keira dengan nada kesal, tangannya menepuk-nepuk lengan tegap suaminya yang melingkar kuat di dadanya. "Nanti kemejaku kusut lagi!" Arkana hanya tersenyum lebar melihat Keira mengomel dengan wajah yang memerah. Bukannya melepaskan, ia justru makin gemas. Dengan tangan kanannya, Arkana mencubit hidung dan kedua pipi Keira yang sedikit bengkak itu secara bergantian. "Aww! Sakit, Mas Arkana!" pekik Keira sambil mengusap pipinya. Muach! Tanpa aba-aba, Arkana mendaratkan sebuah kecupan manis dan sedikit lama di b
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: SayangKeira menarik napas dalam-dalam, berusaha menguasai detak jantungnya yang sempat berdegup kencang. Ia memantapkan langkah kakinya, kembali berjalan menyusuri koridor dengan pandangan lurus ke depan. Ia sama sekali tidak memedulikan keberadaan Sarah yang kini sudah membalikkan badan dan sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat dingin dan menusuk. Keira juga menolak keras untuk mengingat kembali kejadian menyakitkan beberapa waktu lalu saat ia dan Sarah terlibat pembicaraan tegang di koridor ini. Baginya, Sarah adalah masa lalu yang tidak perlu diberi panggung lagi. Dengan dagu terangkat, Keira berjalan melewati Sarah begitu saja, menganggap wanita modis itu tak lebih dari embusan angin lalu. Beruntung bagi Keira, kelas siang itu dimulai dengan sangat tenang. Dosen pengganti yang masuk langsung memberikan materi tanpa membahas desas-desus yang sempat heboh pagi tadi. Keira bisa sedikit bernapas lega dan fokus mencatat penjelasan di papan tulis. Begitu jam kuliah selesai dan kelas
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Rahasia KeiraTok! Tok! Tok!Mendengar ketukan keras yang kedua kalinya, kepanikan Keira langsung memuncak. Tanpa memikirkan apapun lagi, Keira langsung mendorong kuat dada tegap Arkana yang sedang berada di atasnya. Dorongan mendadak yang sangat bertenaga itu sukses membuat keseimbangan Arkana goyah, hingga tubuh tegap sang dosen langsung terjungkal mundur dan jatuh terjerambab ke atas lantai karpet."Aww..." Arkana mengerang pelan sambil memegangi punggungnya yang sedikit membentur kaki meja.Keira tidak mempedulikan suaminya yang sedang meringis kesakitan di lantai. Dengan gerakan secepat kilat, ia langsung bangkit dari sofa, menyusupkan tangannya ke balik kemeja untuk membetulkan kembali posisi pengait bra-nya yang sempat lepas, lalu merapikan kancing-kancing kemejanya yang sedikit bergeser. Jari-jemarinya bergerak super cepat menyisir rambut panjangnya yang berantakan agar terlihat lebih rapi.Setelah merasa penampilannya cukup aman, Keira bergegas melangkah kembali ke meja kerjanya sendiri di
Terakhir Diperbarui: 2026-07-19
Chapter: Mas... jangan disiniArkana langsung melangkah maju, menarik tubuh mungil Keira ke dalam dekapannya yang sangat hangat dan posesif. Ia memeluk istrinya dengan sangat erat, mengusap punggung Keira perlahan untuk menyalurkan rasa aman yang ia miliki. "Dengar aku, Keira. Tidak akan terjadi apa pun sama kamu, mengerti?" bisik Arkana dengan suara baritonnya yang sangat dalam dan penuh keyakinan di dekat telinga Keira. "Aku sudah menjamin semuanya di depan Pak Rektor tadi. Selama aku masih berdiri di sini, tidak akan ada satu orang pun yang bisa mengeluarkanmu dari kampus ini. Kamu aman bersamaku, Sayang." Keira terus menangis sesenggukan di dalam pelukan hangat suaminya, melampiaskan seluruh rasa takut, lelah, dan stres yang menumpuk di dadanya sejak pagi hari tadi. Arkana dengan sabar terus memeluknya erat, membiarkan kemeja kerjanya sedikit basah oleh air mata istrinya. Setelah beberapa saat berlalu dan tangisan Keira mulai mereda menjadi sesenggukan kecil, Arkana perlahan melonggarkan pelukannya. I
Terakhir Diperbarui: 2026-07-18