Chapter: Bab 153 Aku suka SeiraRaka langsung menatap Zidan setelah mendengar kalimat itu. "Dia... mau ngilangin perasaan dia buat gue?" ulangnya, mencoba mencerna ucapan dari sahabatnya itu. Zidan mengangguk pelan. "Iya, bukannya dari ucapannya udah kelihatan jelas." Raka kembali melihat ke arah Seira. Gadis itu masih membaca buku, tetapi kali ini Raka bisa melihat sesuatu yang berbeda. Seira mencoba menghindari tatapan matanya, bahkan gadis itu terlihat mencoba mengabaikan kehadirannya. Dan entah kenapa, hal kecil itu membuat dada Raka terasa semakin sesak. "Kenapa dia harus ngelakuin itu?" tanya Raka pelan. Zidan menatapnya datar. "Karena dia capek, Rak." Raka terdiam. Ia paham akan maksud dari Zidan, setiap manusia pasti punya titik lelahnya sendiri. Ia menatap Zidan, mencoba mendengar lanjutan dari perkataan sahabatnya. "Bayangin aja. Selama ini dia selalu ada buat lo. Dia tahu lo masih cinta sama Reina. Dia tahu lo masih berharap hubungan kalian kembali seperti dulu. Tapi dia tetap bertahan di
Última atualização: 2026-07-21
Chapter: Bab 152 Kejar diaRaka terdiam mendengar ucapan Zidan. Untuk beberapa saat, ia masih tidak mengatakan apa pun. Ia hanya menatap pulpen di tangannya, memutarnya perlahan. "Gue cuma..." Raka berhenti sebentar. Zidan menunggu jawaban dari sahabatnya. Raka segera menoleh ke arah Zidan. "Gue cuma merasa aneh." "Aneh gimana?" Raka menghela napasnya sejenak, pikirannya kembali melayang saat Seira memintanya untuk menetapkan batasan di hubungan mereka. "Seira kemarin bilang kalau hubungan kita harus dibatasin, gue ga paham maksudnya sampai gue lihat Seira mulai menjauh dari gue." Zidan mengangkat alisnya, ia mulai paham dengan masalah yang dialami oleh sahabatnya itu. "Terus?" "Terus..." Raka menggigit bibir bawahnya sebentar. "Gue nggak tahu harus gimana." Zidan menatapnya tidak percaya. "Serius? Lo nggak tahu harus gimana?" Raka mengangguk kecil. "Iya, gue gatau harus ngelakuin apa biar Seira ga jaga batasan sama gue." Zidan tertawa pelan sambil menggelengkan kepala. "Rak, se
Última atualização: 2026-07-21
Chapter: Bab 151 Jaga jarakRaka menatap ibunya beberapa detik. Ia tidak menyangka bahwa Wulan sudah memikirkan semuanya sedetail itu. "Mama sengaja melakukan ini?" tanyanya. Wulan hanya tersenyum kecil sambil merapikan rambutnya yang terurai di bahu. "Mama tidak sedang menjebak Reina." Raka mengangkat alisnya sedikit. "Lalu?" "Mama hanya ingin kamu melihat sendiri," jawab Wulan. "Kadang seseorang bisa berkata apa saja ketika tidak ada yang mereka inginkan. Tapi ketika sesuatu yang mereka suka kembali ada di depan mata, barulah kamu bisa melihat niat sebenarnya. Mungkin saat ini Reina mencoba membuatmu kembali, tetapi ia tidak memaksamu. Tapi, saat ia tahu bahwa kekayaanmu telah kembali apakah gadis itu akan biasa saja? Atau dia akan terus memaksamu? " Raka terdiam. Ia tahu apa yang dimaksud ibunya. Selama ini, ia selalu membela Reina karena percaya bahwa gadis itu mencintainya. Namun sekarang, untuk pertama kalinya, ia ingin melihat dengan matanya sendiri. Bukan karena ingin membuktikan Reina sa
Última atualização: 2026-07-21
Chapter: Bab 150 Aku paham ma"Aku..." Raka menggenggam tangannya pelan. "Aku cuma ingin membuat dia bahagia." Wulan menatap putranya dengan tatapan lebih lembut. Tangannya menepuk bahu putranya yang tengah menunduk. "Mama tahu." "Karena itu mama marah," lanjutnya. "Bukan karena kamu memberikan sesuatu. Tapi karena kamu sampai lupa melihat apakah orang itu juga memberikan hal yang sama kepadamu." Raka terdiam, ia masih menunduk mendengar ucapan dari mamanya. "Selama hubungan kalian, apa yang Reina berikan untukmu selain meminta maaf saat bertengkar?" Pertanyaan itu membuat Raka membeku. Ia mencoba mengingat momen momen saat ia berpacaran dengan gadis itu. Reina memang selalu mengatakan mencintainya. Reina juga sering mengatakan bahwa Raka adalah pria terbaik yang pernah ia temui. Tapi ketika Raka sedang lelah, ketika Raka memiliki masalah, ketika Raka membutuhkan seseorang untuk mendengarkan Reina jarang ada. "Kamu bahkan tidak bisa menjawab," ujar Wulan pelan. Raka menarik napas panjang. "Ma
Última atualização: 2026-07-21
Chapter: Bab 149 Cinta bukan hanya memberiSilva ya g mendengar jawaban Raka kembali menatap pria itu dengan tatapan kesal. "Terserah lo anjir, gue mau pulang." Silva yang malas menanggapi kebodohan dari Raka segera pergi meninggalkannya. Raka masih berdiri dengan tatapan penuh kebingungan. Ia memilih untuk mendekat ke arah mobil Zidan dan membawanya untuk bekerja part time di cafe. Namun, saat mendengar dering dari ponselnya. Raka menghentikan langkahnya, ia merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Terlihat satu pesan singkat dari ibunya. "Raka, cepat pulang." Membaca pesan itu Raka terdiam sejenak, sejujurnya ia sangat malas untuk kembali ke rumah besar itu. Namun, entah kenapa kakinya tiba tiba melangkah menuju ke arah mobil milik Zidan. "Aku akan pulang," ujarnya, akhirnya. Raka segera melajukan mobil itu keluar dari gedung sekolah. Selama beberapa menit berkendara, Raka akhirnya sampai di depan villa mewah milik keluarganya. Ia segera masuk ke dalam gerbang dan memarkirkan mobil itu di parkiran. Saat ia tu
Última atualização: 2026-07-20
Chapter: Bab 148 Menjaga batasRaka terdiam. Kalimat Seira terdengar sederhana, tetapi entah kenapa terasa seperti sesuatu yang menghantam dadanya. Bersikap seperti teman. Dua kata itu seharusnya mudah ia terima, karena selama ini memang itulah hubungan mereka. Teman. Namun entah sejak kapan, Raka mulai merasa bahwa hubungan mereka bukan hanya sebatas itu. "Teman?" ulang Raka pelan. Seira mengangguk kecil. "Iya. Kita sudah dewasa, Raka. Aku tahu kamu peduli sama aku, dan aku juga menghargai itu. Tapi bukan berarti kamu harus selalu mengatur siapa yang boleh dekat denganku." Raka menatapnya tanpa berkedip. "Aku nggak mengatur," bantahnya cepat. Seira menatapnya lembut. "Tapi tadi kamu melakukannya." Raka terdiam. Ia tidak bisa menyangkalnya. Tangannya yang menarik Seira pergi, tatapannya pada Julian, bahkan caranya berbicara tadi memang terlihat seperti seseorang yang sedang melarang. "Aku cuma takut," ucap Raka akhirnya. Seira sedikit terkejut mendengar pengakuan itu.. Raka menundukkan kepalanya
Última atualização: 2026-07-20