author-banner
Amerta Klandestin
Amerta Klandestin
Author

Novels by Amerta Klandestin

Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Kedamaian dunia ciptaan Yggdrasil yang runtuh sejak terciptanya konsep kematian melahirkan ritual legendaris Pencarian Cawan Suci yang mempertemukan 13 Pencari Api demi menjadi Pahlawan sejati. Dante Alighieri, pemuda yang hanya ingin hidup sebagai penulis, justru terseret ke dalamnya dan dipaksa menghadapi kematian yang pernah merenggut orang yang ia cintai. Namun ketika kebenaran kelam di balik ritual itu terungkap, Dante memilih berbalik dan bertekad mengakhiri Pencarian Cawan Suci—atau begitulah seharusnya.
Read
Chapter: #Bab 63: Pengagum Orion Sang Pemburu
Pulau Artemis, Kalender Bintang – 14 April 2149Trang! Trang! Trang!“Ayo, ayo, ayo, ayo, Dante!! Jangan lengah!!!”“T—Tunggu, pelan-pelan, Tuan Muramasa!”Beberapa hari telah berlalu sejak kru Argonauts tiba di Pulau Artemis dan menerima tawaran Gadjah Mada untuk melatih diri demi pemulihan Francois, saat ini pun latihan intens itu terus berlanjut. Kalian saja bisa melihat Dante dibantai oleh Muramasa. Kakek itu benar-benar tidak memberi ampun.Trang!!“Tidak ada tunggu!” seru Muramasa tegas sembari sekali lagi memberi tebasan berat yang secara ajaib masih bisa ditangkis Dante, “Kalau dari cerita-cerita Dumas, kau di garis waktu satunya harusnya sudah sangat kuat hingga mendapat pengakuanku!!” serunya lagi tanpa mengendur.“Pak Dumas cerita apa saja, sih?!” keluh Dante berseru demi mendengar seruan Muramasa.Sayang mengeluh begitu pun tidak membuat Muramasa berhenti barang sejenak. Kakek tua itu terus mengayunkan katana, mengincar setiap sisi tubuh Dante yang masih kesulitan menyesua
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: #Bab 62: Langkah Berikutnya
“Rasi bintang Orion dikatakan berasal dari pemburu legendaris bernama Orion yang terbunuh secara tidak sengaja oleh Dewi Artemis dan diangkat di langit untuk diabadikan. Begitulah yang kutahu.”Demi mendengar pernyataan Gadjah Mada barusan, Dumas dibuat terbelalak. Saking terkejutnya, ia mencoba menelaah kembali Legenda Orion si Pemburu, mencari keselarasan meski nihil. Pun tidak hanya dia sebenarnya—Marie, Muramasa, dan bahkan Florence sama terkejutnya.“Tak pernah kusangka pengagum legenda macam itu akan menjadikannya motivasi untuk membantu kita,” Dumas lanjut mengeluh, menyerah mencari keselarasan Orion dengan Gadjah Mada—karena memang tidak ada, “Teman minummu, tuh, Kek,” ia menggoda Muramasa.“Kau ada benarnya,” bahkan walau sudah sempat minum bersama, Muramasa ikut mengeluh, “Tapi bukankah kau juga Pencari Api, Gaja? Apa yang coba kau katakan, sih?” ujarnya mempertanyakan.“Justru karena beta adalah Pencari Api—ah, sebutannya tidak enak diucap,” Gadjah Mada berdehem, “Beta adal
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: #Bab 61: Reuni yang Tak Pernah Ada
Hahahahahahahaha!!!!“Maaf, ya, sambutan beta tadi memang agak kasar!!”“Sialan memang, padahal kau, kan, sudah tahu selemah apa kru kami?!”Tawa Gadjah Mada dan Muramasa benar-benar memenuhi Pulau Artemis siang itu. Sebagai taruhan, Dumas di kapal agaknya masih bisa mendengar tawa itu, saking kerasnya. Aneh memang, meski belum lama ini mereka harusnya bertarung, keduanya malah minum-minum santai bak kawan lama.“Florence, ini ...?” Dante bahkan kehabisan kata-kata melihat keseruan Muramasa dan Gadjah Mada.Florence menggeleng, “Jangan tanya. Aku juga kehabisan kata-kata saat baru tiba di sini,” ujarnya.“Begitu, ya ....” balas Dante.“Meski begitu, bukankah sudah saatnya kita memanggil kru lain?” Florence mengembalikan fokus, “Kau yang menawarkan mereka perawatan medis, kan, Gaja?” ujarnya mempertanyakan.“Ah, benar juga!!” Gadjah Mada langsung berseru demi mendengar pengingat Florence.“Kalau begitu akan kupanggilkan mereka, ya,” sahut Muramasa sembari membuka jendela Sistem.Singka
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: #Bab 60: Penunggu Pulau Artemis
Syuu! Syuu! Syuu! Syuu!Trang! Trang! Trang! Trang!Sejak meluncur pertama kali beberapa saat lalu, sesuatu yang Muramasa duga sebagai panah cahaya yang serupa dengan yang menghancurkan Si Janggut Biru di Pulau Dionysus, panah itu kini meluncur tak habis-habisnya—siapa pun penembaknya berusaha membombardir Argonauts.Meski begitu, Muramasa pun dengan sigap menangkis semua panah cahaya yang meluncur dengan katana miliknya, seakan tubuhnya bereaksi penuh tepat saat serangan tiba.[Kemampuan Teraktivasi – Muramasa Sengo: Zona Muasal]Ah, begitu. Ternyata Muramasa memang mengaktivasi satu Kemampuan miliknya untuk menangkis semua panah cahaya itu. Dante segera menyadarinya begitu notifikasi barusan muncul di hadapan matanya. Meski begitu, ia tak punya waktu untuk kagum.Grakk!Kapal akhirnya berlabuh di pesisir Pulau Artemis setelah Muramasa cukup lama menangkis panah-panah cahaya yang datang. Pun seakan tak menunggu posisi kapal lebih stabil, kakek tua itu segera melompat turun dari kapal
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: #Bab 59: Tamu Tak Diundang
Di sekitar perairan Pulau Artemis, Kalender Bintang – 30 Maret 2149Kriiieeett ...!“Marie, kau tidak apa-apa? Kau belum istirahat sejak kita kembali dari Pulau Dionysus.”Dante memasuki kamar yang sejak 12 Maret lalu menjadi tempat Francois dirawat oleh Marie. Iya, sejak mereka kembali dari Pulau Dionysus, Marie selalu berada di sana—keluar hanya saat malam dan ingin melihat bintang. Siapa pun akan khawatir dengan baik kondisinya maupun Francois.“Aku tidak apa-apa,” balas Marie simpel, mencoba melebarkan senyum tipis meski terpaksa.“Kau tampak lelah,” Dante mendapati kantung mata Marie yang semakin tebal.Namun Marie hanya menggeleng, “Ini tidak seberapa demi teman,” ujarnya.Dante mengembuskan napas, melapisi pundak Marie dengan selimut yang sudah dibawanya, “Kau tidak bisa merawat temanmu kalau kau sendiri tumbang, kan,” ujarnya.“Dante ....” Marie sejenak terkejut dilapisi selimut seperti itu. Hangat.“Lagian kau juga bilang, kan,” ujar Dante lagi, “Ada batasan untuk berbuat bai
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: #Bab 58: Yang Tersisa di Sana
“Aku sudah menduga hasilnya akan parah. Tapi tidak kuduga akan separah ini ....”Beberapa jam telah berlalu sejak kengerian Si Janggut Biru di Pulau Dionysus berakhir. Disinari mentari yang entah berasal dari mana, pulau itu kini tak ubahnya pulau tak berpenghuni biasa. Namun pagi itu, kalian justru bisa melihat wujud laki-laki Francois berjalan-jalan santai di sana.“Apa pun itu, aku tetap punya data bagus untuk diserahkan kepada Qin Shi Huang, sih,” Francois mengangkat bahu setelah cukup lama berjalan-jalan di Pulau Dionysus, lantas menoleh, “Bagaimana denganmu, apa yang akan kau lakukan mulai sekarang, Obyek Penelitian Tak Terpakai?”“Kalau menghina ada batasannya juga, Bajingan,” balas sosok yang dimaksud Francois—sosok gadis berzirah hitam lengkap, tatapan sinis, dan kulit pucat: Jeanne d’Arc.Iya, Jeanne selamat dari kehancuran wujud kolosal Si Janggut Biru meski berada di area ledakan. Entah itu kabar baik atau buruk, tapi salah satu alasannya mungkin karena ia sudah pernah mat
Last Updated: 2026-06-12
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status