author-banner
Xiaofeng
Xiaofeng
Author

Novel-novel oleh Xiaofeng

Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Zhu Yu, seorang wanita modern berprofesi sebagai guru SD masuk ke novel setelah kecelakaan bus yang dialaminya dan menjadi Xie Ruyu–tokoh antagonis yang ditakdirkan mati karena tamak akan kekuasaan. Berbekal pengetahuan alur cerita, ia berusaha menghindari takdir tragis itu. Namun, masalah terus datang dan menyeretnya ke konflik yang memberatkan saat para pria dengan latar: pangeran yang juga transmigrator, calon penguasa yang obsesif, hingga pejabat muda yang setia datang ke hidupnya.
Baca
Chapter: Bab 103 – Pemakaman Selir Agung dan Serangan
Gerimis tipis turun tanpa henti bersama awan kelabu menyelimuti sejak fajar menyingsing.Di halaman utama istana, peti jenazah Selir Agung Cui telah diletakkan di atas tandu kayu yang dihiasi kain putih. Asap dupa mengepul perlahan, bercampur dengan aroma kayu cendana yang memenuhi udara.Puluhan pejabat, anggota keluarga kekaisaran, serta para pelayan berdiri berjajar mengenakan pakaian berkabung berwarna putih.Setelah keluarga Cui jatuh dan Selir Agung kehilangan kedudukannya, internal istana sudah tidak lagi stabil. Kabar mengenai Selir Agung terdengar oleh Kaisar dan membuat penyakit jantungnya kambuh seketika. Syok yang begitu hebat langsung membuatnya tak sadarkan diri.Oleh karena itu, ia tidak bisa menghadiri pemakamannya kali ini, kesempatan untuk melihat wajah istri yang paling dicintainya terakhir kalinya.Para pelayat yang menemani kepergian mendiang langsung ke makam segera bersiap berbaris. Di barisan paling depan, Jin Zhen sudah berdiri. Pakaian berkabung putih yang
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Bab 102 – 20 Tahun Lalu
Jin Zhen turun dari kereta kuda sederhana yang berhenti di depan kompleks penjara kekaisaran. Bangunan itu berdiri kokoh dengan dinding batu abu-abu yang tinggi, dipenuhi lumut akibat usia. Jejak kaki Jin Zhen di atas halaman berpasir berhenti tepat di akses masuk yang dihalangi oleh dua penjaga dengan tombak di genggaman yang tengah berdiri tegak. Salah seorang penjaga mengambil selangkah maju seraya mengulurkan telapak tangan ke depan.“Sesuai aturan, kami harus memeriksa setiap orang yang ingin menjenguk tahanan beserta barang bawaannya,” kata penjaga itu dengan tegas namun tetap sopan.Jin Zhen langsung menyetujuinya.Salah seorang penjaga mulai bergerak untuk memeriksa seluruh tubuhnya secara sopan, meraba lengan, pinggang, dan punggung, memastikan tidak ada senjata tersembunyi.Sedangkan, penjaga lainnya membuka kotak kayu yang merupakan rantang makanan dibawanya sedari tadi.Di dalamnya hanya terdapat beberapa roti kukus hangat, semangkuk sup ayam, sayuran rebus, acar lobak,
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Bab 101 – Penyesalan dan Kekecewaan
Setelah meninggalkan perpustakaan, Jin Zhen dan Xie Ruyu membawa langkah keduanya menuju sebuah taman kecil yang berada di sisi timur kompleks istana. Tempat yang jarang didatangi orang karena letaknya cukup tersembunyi di balik rumpun bambu dan pepohonan tua.Begitu sampai di tepi kolam, barulah mereka berhenti. Jin Zhen langsung berbalik menghadap Ruyu. Sorot matanya yang sejak tadi dipenuhi kegelisahan akhirnya bertemu dengan mata gadis itu.“Kau tidak apa-apa?” tanya Jin Zhen. Tanpa sadar kedua tangannya terangkat dan mendarat perlahan di atas kedua bahu Ruyu. Tangannya menggenggam dengan hati-hati.Ruyu memandang wajah pria itu beberapa saat. Untuk pertama kalinya sejak keluar dari perpustakaan, ia benar-benar menyadari betapa pucat wajah Jin Zhen. Sorot matanya dipenuhi rasa bersalah.Ruyu memahami kekhawatiran yang disembunyikan di balik tatapan itu. Ia hanya menganggukkan kepala pelan dan sebuah senyum tipis muncul di wajahnya. Senyum yang sengaja ia tunjukkan agar pria itu t
Terakhir Diperbarui: 2026-07-27
Chapter: Bab 100 – Sebuah Tamparan Jera
Tangan kirinya bergerak ke pinggang Ruyu, meremasnya dengan lembut namun dominan, seolah ingin menegaskan bahwa tubuh gadis itu sudah menjadi miliknya. Ia mendorong Ruyu mundur perlahan hingga punggung gadis itu menempel ke dinding perpustakaan. Rak buku di samping mereka bergoyang sedikit karena benturan.“Kau milikku, Ruyu,” bisik Jin Guang pada telinga gadis di hadapannya. Napasnya menyapu kulit leher Ruyu, membuat bulu kuduknya meremang. “Bukan karena kekuasaan Keluarga Xie, tetapi karena aku menginginkanmu. Seluruh dirimu harus menjadi milikku.”Ruyu mencoba mendorong dada Jin Guang dengan tangan kirinya yang bebas, namun pria itu terlalu kuat. Tubuhnya telah menekan lebih erat, mengurung Ruyu sepenuhnya di antara dinding dan dadanya yang bidang. Wajah di antara mereka hanya berjarak beberapa. Matanya menatap bibir gadis itu dengan tatapan hasrat yang tidak bisa disembunyikan lagi.Ruyu merasa napasnya tersengal. Jantungnya berdegup kencang karena campuran amarah dan rasa takut
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Bab 99 – Bujukan dan Jeratan
Keluar dari kediaman Permaisuri, Xie Ruyu berjalan tanpa tujuan yang jelas. Langkahnya bergema pelan di lorong batu yang membelah kompleks istana. Di kanan dan kirinya menjulang tembok-tembok tinggi berwarna merah tua, memisahkan satu halaman dengan halaman lainnya. Pertemuan dengan Permaisuri Li barusan masih terus berputar di kepalanya. Semakin dipikirkan, semakin sulit ia mempercayainya."Apa yang kucurigai selama ini ternyata benar…" gumamnya lirih.Tanpa sadar langkahnya membawanya menuju kebun istana. Hamparan bunga krisan dan peony bermekaran di sepanjang jalan setapak, sementara kolam teratai memantulkan cahaya matahari sore yang mulai menguning.Ruyu berhenti di tepi kolam. Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan.Saat itulah, sebuah bola kertas kecil menggelinding pelan hingga berhenti tepat di dekat ujung sepatunya.Ruyu menunduk. Ia memungutnya tanpa ragu, lalu membuka lipatan kertas itu.“Perpustakaan Istana.”Hanya ada dua kata yang tertulis di kertas
Terakhir Diperbarui: 2026-07-21
Chapter: Bab 98 – Mengungkap Transmigrator Lain II
“Apa maksudmu?” tanya Permaisuri meminta penjelasan.“Sudah cukup. Tidak ada yang perlu lagi disembunyikan di antara kita. Aku tahu, kau bukan Permaisuri Li yang asli.”“Karena… kita berasal dari dunia yang sama.” Ruyu menyunggingkan sudut bibirnya.Berkebalikan dengan permaisuri, bibirnya mendatar begitu juga sorot matanya. Wajah Permaisuri Li tertunduk sebentar sebelum menyandarkan kepalanya ke telapak tangan yang tengah bertengger di lengan kursi. Ia mengibaskan tangannya pelan, mengisyaratkan para pelayan yang berada di dekat mereka untuk keluar. “Sial. Benar-benar tidak bisa dipercaya. Kupikir hanya aku sendiri yang datang di dunia ini,” desisnya.Ia mengangkat pandangannya, bertemu dengan pupil mata hitam jernih milik Ruyu. “Sejak kapan kau mengetahui kalau aku dan kau adalah sama?”“Menara Jatuh. Kau pernah menyanyikannya saat di perjamuan musim semi. Yah… awalnya aku juga ragu menganggapmu sebagai transmigrator. Akan tetapi…”Ruyu menyilangkan tangan saat ucapannya sengaja d
Terakhir Diperbarui: 2026-07-19
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status