author-banner
Dayatsa
Dayatsa
Author

Novel-novel oleh Dayatsa

Dekapan Panas Kakak Ipar

Dekapan Panas Kakak Ipar

Alena sering berfantasi sendiri dalam menuntaskan hasratnya. Suaminya~Tama, pria itu selalu acuh, bahkan jarang sekali menyenangkan Alena jika menyangkut urusan ranjang. Hingga pada akhirnya, Alena memutuskan untuk menceritakan semua masalah rumah tangganya, bahkan urusan ranjang sekali pun kepada Kakak Iparnya. Dan kebetulan, sosok Aston ini adalah Dokter SpOG. "Kak, jangan! Nanti ketahuan Mas Tama."
Baca
Chapter: Bab 24. Pagi yang panas
Alena sudah tidak dapat lagi menahan gejolak yang hampir meledakan emosionalnya saat ini. Sentuhan panas itu membuat dadanya lebih membusung naik ketika bibir Aston berhasil mencapai pucuk kemerahan dibalik daster tipisnya. Sensasi memutar dari lidah Aston diluar kain satin -menusuk pucuk gundukannya, Alena merasakan gigitan kecil yang membuat sekujur tubuhnya terasa lemas bersamaan. Aston memainkan dua aset kembar Alena beberapa menit, hingga remasan lembut itu serasa membuat tubuh Alena terbang menembus nirwana. Shhh... Lenguhan bercampur suara kecapan mulut Asto yang terus menyesap dua aset sang Ipar, kini menusuk setiap sudut kamar -membuat sensasi ke-intiman lebih hidup. Aston menarik kain segitiga yang menutupi aset berharga Alena. Dengan bersamaan itu, tangan Alena juga sibuk membantu sang Ipar menurunkan boxer yang masih membungkus pusat inti Aston. Di balik kabut gairah yang sudah mencapai ubun-ubun, Aston bersiap menerobos pusat pertahanan Ale
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Bab 23. I love you, Kak Aston
Aston merebahkan tubuh Alena. Senyum mengayun menyelimuti suasana intim di dalam kamar itu. Ada perasaan tenang yang menyelinap masuk. Alena tersenyum malu, rona pipinya bersemu merah. "Kak... Terimakasih, ya. Aku bahagia sekali masih ada Kak Aston yang peduli sama Alena."Aston yang masih mengukung tubuh Alena, kini satu tanganya membelai lembut wajah sang Ipar, lalu menyingkirkan anak rambut yang bebas menyapu wajah Alena. Aston tersenyum. Sekilas, ia berikan ciuman beberapa detik sebagai rasa kenyamanan yang tersisa. "Apapun akan saya lakukan demi kamu, Alena!" Ada sebuah penegasan yang di bungkus rasa cinta. Aston akui, akhir-akhir ini hidupnya berantakan jika tidak ada sang Ipar. "Bertahanlah lebih lama lagi disini, karena saya sangat membutuhkanmu untuk masa depan saya kelak."Alena tersenyum lembut. Kedua tanganya membingka rahang tegas sang Dokter. "I love you, Kak Aston."Cup!Alena menempelkan bibirnya sejenak pada bibir Aston, merasaka
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: Bab 22. Sentuhan panas Aston.
Malam itu, Alena memutuskan keluar dari kamar Aston, sebab Tama sudah memutuskan menjaga Kakaknya disana. Dan beberapa menit itu, disaat Tama tengah mengontrol selang infus sang Kakak, mata Aston perlahan mengerjab. Kepalanya masih menyisakan denyut nyeri, namun setelah ia berhasil bangkit menyeret tubuhnya ke belakang, wajahnya syok -menegak ke samping disaat melihat sang Adik berdiri antusias tengah fokus menstabilkan infus yang keluar. "Tama? Kamu ada disini?" Suara bass bercampur serak itu menarik wajah Tama hingga menoleh kearah sang Kakak. Tama masih bersikap santai, melepaskan tanganya dari selang infus, lalu berjalan mendekat. "Iya, Mas. Aku kesini tadi sore sama Ben, setelah Alena telfon," katanya. Tama kini duduk di sofa single, menatap wajah sang Kakak yang sudah lebih segar daripada sebelumnya. "Bagaimana perasaan Mas Aston? Sudah enakan? Kenapa bisa sampai demam tinggi sekali? Nggak biasanya kamu capek." Aston menghela nap
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: Bab 21. Aku cantik, aku seorang model.
Alena mengangguk. Tanganya bergerilya turun mengusap dada bidang Aston yang terbuka tiga kancing piyamanya. "Alena melihat bagaimana tubuh Kak Aston berekasi saat menginginkan Alena. Padahal... Jika Kak Aston bilang saja, Alena akan lebih bahagia dan ter-miliki seutuhnya." Aston mulai menurunkan cardigan tadi pada bahu mulus Alena. Dan setelah kain tebal itu luruh diatas ranjang, Aston mulai menyingkirkan rambut Alena ke samping. Pria itu membelai bahu mulus sang Ipar, hingga Alena hanya mampu memejamkan mata dengan jantung yang mulai berpacu kuat. Aston menarik tubuh Alena untuk dirinya dekap. Antara dinginya AC, panasnya tubuh Aston, serta desakan gairah yang mencapai ujung, Alena dapat merasakan betapa inginnya sang Ipar untuk menyentuhnya lebih dalam. "Alena... Malam ini saya menginginkanmu," bisik Aston dibalik ceruk leher sang Ipar. Alena menarik tubuhnya sejenak. Bagaimana mungkin dalam keada
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Bab 20. Ciuman di tengah demam
Deg! Deg! Mata Alena terbuka. Bukan untuk mengekspresikan keterkejutannya. Melainkan, darimana Mamanya tahu semua itu. Siang itu waktu seolah merambat lebih pelan. Kenyataan pahit itu bukan lagi menghantam dirinya, tapi orang tuanya juga. Alena terdiam beberapa detik. Foto dalam gawai itu menunjukan kedekatan Tama dan juga Dinda ketika tengah menikmati serial film terbaru di bioskop. "Ma, darimana Mama dapat foto ini?" Suara Alena bukan lagi bergetar, namun sudah dalam level -mati rasa. Kedua mata Mama Lusy sudah memanas. Wajahnya berubah merah sebab saking putihnya. Dalam keheningan yang tercipta, kedua tangan itu memeluk tangan putrinya bukan hanya sebagai bentuk kasih sayang orang tua. Mama Lusy melakukannya atas rasa empatinya sebagai sesama wanita. Apalagi orang terdekat sendiri yang tega menebar duri di sepanjang jalan kehidupan Alena. "Kenapa? Kenapa harus kuat sendiri? Kamu punya Mama, sayang... Kamu masih punya
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Bab 19. Tamparan untuk Gundik
Setelah memutuskan kontrak kerja sama, dan sedikit bertukar cerita: membahas kerjaan dan benefit yang akan Alena peroleh, akhirnya meting siang itu berjalan dengan lancar. Alena berjabat tangan dengan Danu begitu rekannya Hansel, dan langsung bergegas keluar lebih dulu. Perjalanan Alena selanjutnya menuju kediaman Mama Lusy. Tapi sebelum pulang, siang itu Alena ingin mampir ke toko roti terlebih dulu, karena memang Ibunya menyukai brownies pisang. Tak jauh dari cafe tadi, kini mobil Alena sudah menepi di pinggir jalan. Tepat bersamaan itu, langkah kaki jenjangnya mengendur ragu, melihat mobil Tama terparkir tepat berada di depan mobilnya. Tatapan Alena beralih ke toko kue itu sekilas. Mungkinkah, suaminya itu datang dengan gundiknya -Dinda. Sebelum benar-benar melangkahkan kakinya, Alena meraup napas cukup dalam, mengangkat wajahnya, mencoba bersikap tenang, barulah ia melangkah dengan teratur. "Mas... Aku mau yang itu saja, sepertinya
Terakhir Diperbarui: 2026-06-11
Anda juga akan menyukai
Sad Boy
Sad Boy
Romansa · Nila Zulkifli
5.7K Dibaca
My Arrogant : Sterious Love
My Arrogant : Sterious Love
Romansa · Lioramy93
5.7K Dibaca
Istri Cantik Penguasa Dingin
Istri Cantik Penguasa Dingin
Romansa · Komalasari
5.7K Dibaca
Suami Lansiaku Ternyata CEO
Suami Lansiaku Ternyata CEO
Romansa · Haifa Dinantee
5.7K Dibaca
Biro Jodoh Pangkalan Hati
Biro Jodoh Pangkalan Hati
Romansa · Eneng Susanti
5.7K Dibaca
Sekretaris Kesayangan Tuan Tristan
Sekretaris Kesayangan Tuan Tristan
Romansa · Vanilla_Nilla
5.7K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status