
Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin
Yiran mempunyai rencana sempurna. Ia tahu kondisi bossnya sedang tidak sehat, sehingga ia menyiapkan obat yang sesuai, lalu ia bisa menghabiskan malam bersama agar bisa menjerat pria berkuasa itu selamanya. Namun, rencana itu hancur saat pacar Yiran yang posesif tiba-tiba muncul di depan pintu hotel.
Demi menyelematkan mukanya, ia segera menelpon Meilin dengan kata ajaibnya "tolong"maka Melin akan segera hadir. Yiran pun mengatakan pada pacarnya bahwa Melin yang sudah mengatur itu semuanya dan Melin hanya mengangguk menyetujuinya.
Melin pun ditinggal di kamar hotel itu, dan di tempat tidur ia melihat sosok pria yang mempunyai tatapan sangat tajam sehingga membuatnya bergidik ketakutan. Namun tiba-tiba pria iitu tersenyum dengan sinis dan tertidur.
Pagi harinya, Melin bangun dan melihat ia hanya sendirian di tempat tidur tersebut namun sama-samar terdengar beberapa obrolan di ruangan lain. Ia pun berjalan dan membuka pintu. Dan ia pun terkejut, ternyata di ruangan tersebut ada pria yang tadi malam sedang duduk bersama dengan beberapa pria lain termasuk ia melihat kakaknya.
Dengan reflek, ia pun kembali menutup kamar tersebut dan mulai berkata. "oh tidak, sepertinya lebih baik aku mati sekarang daripada bertemu kakakku di sini".
Read
Chapter: Bab 18Pernyataan lugas Hanzhen tentang rencana pengumuman pernikahan mereka yang kian dekat, justru melempar Meilin ke dalam pusaran kebingungan yang semakin pekat. Rencana ini terasa kian tak terkendali."Hanzhen, aku tahu betul kamu tidak menyetujui rencana pernikahan ini. Tapi kenapa kamu justru sengaja memperpanjang skenario konyol ini?" hardik Meilin, menuntut penjelasan."Kamu belum pernah memikul tanggung jawab besar yang melibatkan hajat hidup orang banyak," sahut Hanzhen tenang, berusaha keras menjaga intonasi suaranya agar tetap stabil di tempat umum. "Sejak insiden malam itu di hotel, beberapa pemegang saham utama mulai mengendus desas-desus. Begitu pula dengan media yang terus mengintai."Meilin terdiam, mencoba mencerna badai situasi yang tengah mengepungnya."Rumor itu berpotensi mengacaukan stabilitas harga saham perusahaan. Sementara di pundakku, ada lebih dari sepuluh ribu kepala keluarga yang nasibnya harus kuamankan agar tetap bisa bekerja," lanjut Hanzhen. Kali ini, ada
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 17Hanzhen menunggu di lobi dengan arloji yang terus ia lirik. Baginya, waktu adalah komoditas paling berharga, dan keterlambatan Meilin selama lima belas menit adalah pemborosan yang tidak efisien.Saat Meilin akhirnya muncul, Hanzhen memindai penampilannya dengan tatapan datar. Hanzhen pikir 15 menit keterlambatan Meilin digunakan mempercantik diri. Namun Meilin sama sekali tak ada usaha untuk memoles wajah, bahkan lipstik yang memudar itu dibiarkan begitu saja.‘Bahkan dia tidak merasa perlu menjaga citra di depanku,’ batin Hanzhen sinis.Harapannya bahwa Meilin setidaknya menghargai pertemuan ini luruh seketika. "Maaf aku terlambat. Bagaimana perjalanan dinasmu?" tanya Meilin.Hanzhen hanya mengulas senyum tipis—senyum yang menyembunyikan badai.Meilin selalu merasa terintimidasi oleh keheningan pria itu. Baginya, suara Hanzhen adalah belati; parau, berat, dan setiap katanya terdengar seperti titah yang tak boleh dibantah. Tetapi diamnya, malah seperti memasuki wahana hantu yang kit
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Bab 16Dua hari selanjutnya, ia jalani semakin berat. Meilin menyeret langkahnya masuk ke dalam rumah, seperti seseorang yang baru saja kehilangan arah hidupnya di tengah badai tanpa kompas. Pundaknya jatuh, lelah bukan karena tubuhnya, tapi karena pikirannya sendiri yang tak berhenti dihantam kenyataan.Namun rumah itu… sama sekali tidak ikut tenggelam bersamanya. "Aku Pulang" Kata Meilin dengan nada pelan.Aroma tumisan memenuhi udara, hangat, menggoda, seperti dunia ini masih baik-baik saja. Dari dapur, terdengar suara yang terlalu ceria untuk suasana hatinya.“Can marry your daughter… and make her my wife~”Lagu itu—Marry Your Daughter (Brian Micknight, Jr.)—dinyanyikan dengan penuh penghayatan oleh ibunya, meski nada dan liriknya sesekali melenceng jauh dari jalur kewarasan musikal.Ibunya berputar kecil di depan kompor, spatula di tangan seperti tongkat konduktor orkestra cinta."Meilin! Sini, Sayang! Mama masak Tumis Daging Hitam kesukaanmu! Spesial hari ini!” serunya, seolah baru sa
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Bab 15“Sebenarnya… apa yang ada di pikiran pria itu?”Meilin bergumam pelan.Suaranya bergetar, nyaris hilang di udara.Ciuman di mobil itu masih menempel di kepalanya seperti bayangan yang tidak mau pergi.Hangat.Tapi juga menyesakkan.Seperti sebuah tanda kepemilikan yang dipaksakan tanpa izin.Dan justru itu yang membuat Meilin merasa paling kacau. Ia tidak mengerti. Kenapa Hanzhen bersikap seperti itu…padahal di sisi lain, ada Yiran.Ada hubungan yang seharusnya jelas.Atau setidaknya… begitu yang ia pikirkan.Tanpa berfikir panjang, ia meraih Telepon Genggamnya. “Yiran… tolong aku.”Suara Meilin pecah begitu mereka duduk berhadapan di kafe kecil itu.Tangannya gemetar.Matanya merah, tapi ia menahannya agar tidak benar-benar menangis.“Nasibku… benar-benar sudah di ujung jurang.”Yiran terdiam, mencoba memahami kata-kata yang keluar dari Meilin.“Apa yang terjadi?”"Sebaiknya aku bertemu denganmu, akan aku ceritakan semua padamu" Jelas Meilin. "Ok, aku tunggu di kafe biasanya"Me
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 14Meilin sudah tahu.Badai itu datang.Dan ia berdiri tepat di tengah-tengahnya.Tatapan ayahnya—dingin, marah, penuh kehancuran—seolah merobek seluruh pertahanannya dalam satu detik.“Ayah… bukan seperti itu… dengarkan aku—!”Namun semuanya sudah terlambat. “MEILIN!”Tamparan itu hampir saja turun.Refleks Meilin membuatnya jatuh berlutut di lantai dingin hotel.“Ayah… maaf…”Ia meraih kaki ayahnya, menggenggamnya erat seperti anak kecil yang takut kehilangan segalanya.“Tolong… jangan seperti ini…”Namun amarah sudah tidak punya telinga.Tangan ayahnya terangkat lagi.Kali ini lebih tinggi.Lebih keras.Dan Meilin memejamkan mata.Siap menerima hukuman yang datang.Tapi—Brak!Suara hantaman terdengar.Namun bukan di tubuhnya.Hening.Tidak ada rasa sakit.Yang ada hanya suara napas berat… dan sesuatu yang tertahan di udara.Pelan-pelan Meilin membuka mata.Dan dunia langsung runtuh untuk kedua kalinya. “Hanzhen…”Pria itu berdiri di depannya.Menutupinya.Membelakangi ayahnya.Dan
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 13--Waktu malam ketika Hanzhen dan Meilin dalam satu kamar--Dering telepon di tengah malam itu terdengar begitu tajam, memecah keheningan kamar kerja yang gelap.Di layar ponsel, tertulis satu nama yang membuat Ayah Meilin langsung terjaga sepenuhnya.Nyonya Lee.Jantungnya langsung menegang.Dengan suara masih berat karena kantuk, ia mengangkat telepon itu.“Selamat malam, Nyonya.”Di seberang sana, suara dingin seorang wanita tua langsung masuk tanpa basa-basi.“Aku mendapat kabar.”“Ada yang melihat cucuku berada di hotel malam ini… dengan seorang wanita.”Ayah Meilin terdiam.“Besok pagi, kau harus ikut denganku ke sana.”Suara itu tidak memberi ruang untuk menolak.“Baik, Nyonya. Kita bertemu besok pagi di hotel itu.” “Aku akan mengirimkan nama hotel dan nomor kamarnya.”Klik.Telepon terputus.Keheningan kembali turun.Dari samping ranjang, Ibu Meilin yang terbangun ikut menatap suaminya dengan mata menyipit.“Ada apa?”Suaminya menghela napas pelan.“Nyonya Lee menelepon.”"Kat
Last Updated: 2026-07-12