author-banner
Nyai@15
Author

Novelas de Nyai@15

Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

Warning! Bacaan untuk dewasa. Fatih tidak punya pilihan. Demi biaya pengobatan ibunya, pemuda miskin itu menerima tawaran Bu Rosa, pemilik pabrik gula terkaya di kota, untuk menikahi Laras—putri bisunya. Namun, malam pertama mereka menjadi awal petaka. Di tengah malam, suara gamelan menggema dari gudang pabrik gula. Seorang wanita menari di antara aroma tebu dan darah. Fatih dibawa masuk ke istana gaib milik bangsa siluman ular. Sejak malam itu, Fatih dinyatakan mati. Namanya bahkan telah terukir di batu nisan. Tetapi sesuatu bangkit dalam dirinya. Tanda lahir berbentuk bulan sabit di bahunya memunculkan kekuatan yang ditakuti sekaligus diinginkan para siluman. Dan ketika Laras akhirnya mampu berbicara, semuanya terungkap. Rahasia mengerikan di balik kesuksesan usaha ibunya. Dan Fatih bukan satu-satunya pemuda yang menjadi korban.
Leer
Chapter: 25. Pembalasan Fatih
"Heh! Siapa kamu?" bentak pria paruh baya itu, sambil berdiri.Namun Fatih tidak menjawab. Ia justru melesat menyerang pria itu.Bugh!Bugh!Bugh!Pria itu terjengkang ke belakang dan terduduk kasar di kursinya.Sedangkan Fatih berdiri dengan dada naik turun. Tatapannya dingin dan tajam seperti pisau.Pria itu mengernyit. "Tunggu ... kamu Fatih, kan? Anak Asmah?"Sreeeettt!Tanpa peringatan lagi, Fatih langsung menerjang kembali pria itu."Rasakan itu, Januar ...!" Bugh!Tinju kanannya menghantam wajah pria itu yang ternyata Bapak tirinya Fatimah."Aaargh!"Pria bernama Januar terjengkang bersama kursinya.Belum sempat bangkit, Fatih kembali menghajarnya.Bugh!Bugh!Bugh!Darah segar langsung mengucur dari sudut bibir dan hidung Januar."Apa-apaan ini?! Gila kamu?!" teriaknya sambil berusaha melindungi wajah.Namun Fatih sudah kehilangan kesabarannya.Ia menarik dan mencengkeram kerah baju pria itu, lalu mengangkatnya hingga kaki Januar nyaris tidak menyentuh lantai."Berani sekali
Última actualización: 2026-06-16
Chapter: 24. Tidak rela
Fatimah masih terisak di dalam pelukan Fatih. Bahunya bergetar hebat, sementara air mata terus membasahi dada Fatih.Di sela-sela tangisnya, samar-samar terdengar sebuah nama keluar dari bibirnya."Ja-Januar, A." Suaranya nyaris tak terdengar. "Bapak tiriku. Hu hu hu hu hu ..." Degh!Rahang Fatih langsung mengeras. Kedua tangannya mengepal begitu kuat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol.Matanya memerah menahan amarah yang mendidih di dalam dada.Ia tidak pernah menyangka bahwa luka yang selama ini disimpan Fatimah berasal dari orang yang seharusnya melindunginya.Seorang ayah tiri.Seseorang yang dipercaya untuk menjaga keluarga setelah ayah kandung Fatimah meninggal dunia.Namun kenyataannya, lelaki itu justru menjadi sumber penderitaan yang menghancurkan masa depan gadis itu.Fatih menarik napas panjang untuk menahan emosinya. Lalu ia bertanya dengan suara yang jauh lebih pelan."Apa ibumu tidak tahu apa pun tentang perbuatan suami barunya?"Fatimah menggeleng pelan da
Última actualización: 2026-06-15
Chapter: 23. Kesucian yang sudah terenggut
Hati Fatimah berdebar kencang saat merasakan pelukan Fatih. Dengan perlahan, ia menggenggam tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya.Fatimah memejamkan mata sejenak. Pikirannya kembali melayang pada pertanyaan yang sejak pagi menghantuinya.Mengapa Fatih belum mau menyentuhnya? Padahal, mereka sudah sah menjadi suami istri?Apakah benar ada wanita lain yang telah lebih dulu mengisi hati suaminya?Pertanyaan itu terus berputar di benaknya tanpa menemukan jawaban.Namun, Fatimah kembali teringat ucapan Bu Asmah yang ingin segera menggendong cucu dari Fatih. Perlahan, keberanian muncul di dalam hatinya. Untuk tidak mengalah pada siapa pun gadis yang sudah mengisi hati Fatih. Ia akan merebut hati Fatih sepenuhnya, karena dia adalah istrinya. Fatimah perlahan membalikkan tubuhnya, hingga wajahnya berhadapan dengan Fatih. Napas keduanya menyapu wajah masing-masing.Tatapan mereka kembali bertemu untuk sesaat, sebelum Fatimah menyambar bibir suaminya. Fatimah menghilangkan rasa malun
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: 22. Kesedihan Fatimah
Fatimah hanya bisa mengepalkan kedua tangannya sambil menahan tangis. Dadanya terasa sesak oleh berbagai pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.Namun, ia tidak ingin larut dalam kesedihan.Dengan gerakan pelan, Fatimah segera mengenakan pakaian yang rapi, lalu menyisir rambutnya di depan cermin.Ia mengusap sisa air mata di pipinya dengan cepat.Apa pun yang sedang terjadi, ia tidak ingin Bu Asmah mengetahui masalah itu.Setelah memastikan wajahnya terlihat normal, Fatimah keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur.Di sana, ia kembali berpapasan dengan Fatih yang baru selesai mandi.Untuk sesaat, tatapan mereka bertemu.Namun Fatimah segera memalingkan wajah dan memilih mendekati Bu Asmah yang sedang sibuk menyiapkan sarapan."Sini biar Fatimah saja yang mengerjakan, Bu," ujarnya sambil mengambil alih pekerjaan mertuanya. "Ibu duduk dan istirahat saja. Dokter bilang ibu tidak boleh terlalu capek."Bu Asmah tersenyum."Kamu ini ada-ada saja. Ibu sudah jauh lebih sehat.""Meski
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: 21. Penolakan Fatih
Saking rileksnya menikmati pijatan Fatimah, Fatih akhirnya tertidur pulas hingga pagi tiba.Sinar matahari yang menyelinap melalui celah jendela perlahan membangunkannya.Fatih menggeliat sambil mengucek kedua matanya. Setelah kesadarannya terkumpul, ia bangkit dari tempat tidur dan berniat turun dari ranjang.Namun tiba-tiba ...Kreeeet ...Pintu kamar terbuka.Degh!Fatih langsung menoleh.Fatimah berdiri di ambang pintu. Rambutnya masih basah sehabis mandi, sementara kain jarik yang dililitkan dengan rapi menutupi tubuhnya untuk sementara sebelum berganti pakaian.Tatapan mereka bertemu sesaat.Fatimah tampak sama terkejutnya. Dengan cepat ia melangkah masuk lalu menutup pintu kembali."Sudah bangun?" tanyanya, berusaha mencairkan suasana yang mendadak canggung.Fatih segera memalingkan wajah dan berdeham pelan."Iya."Fatimah tersenyum kecil."Aku kira Aa masih tidur."Fatih mengangguk singkat sambil berdiri dari ranjang."Aa mau mandi dulu," ujarnya sambil melangkah.Namun tiba-t
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: 20. Ungkapan cinta Nyai
Fatih mengumpat, dan dalam hatinya merutuki dirinya sendiri. Entah mengapa, setiap kali berhadapan dengan Nyai, tubuhnya seolah berkhianat pada akal sehatnya.Hatinya berteriak menolak, tetapi tubuhnya justru bereaksi sebaliknya. Terlebih lagi, kenangan akan segala kejadian yang pernah mereka lalui masih membekas jelas di benaknya. Kenikmatan itu. Kehangatan yang baru ia rasakan sebagai seorang pria dewasa."Aaaaarrrgghh!"Dengan geram, Fatih mendorong tubuh Nyai yang memeluknya erat. Ia berdiri dan menunjuk wajah cantik siluman wanita itu dengan jari yang sedikit bergetar."Aku peringatkan sekali lagi, jangan pernah datang dan menggangguku lagi, Nyai!" desisnya dengan suara tertahan. "Aku tidak ingin menjadi budak nafsumu."Nyai menggeleng pelan. Sorot matanya yang biasanya penuh kelicikan kini tampak berbeda. Ada kesungguhan yang sulit dijelaskan di dalamnya."Aku tidak pernah menganggapmu sebagai budak nafsuku, Fatih," ucapnya lirih. "Kamu ... manusia spesial bagiku. Seseorang yang
Última actualización: 2026-06-13
También te puede gustar
Akibat Uji Nyali
Akibat Uji Nyali
Horor · Aw safitry
2.2K vistas
Dendam Sang Tumbal
Dendam Sang Tumbal
Horor · Dinara Sofia
2.1K vistas
Numpang Memandikan Jenazah
Numpang Memandikan Jenazah
Horor · Maya Har
2.1K vistas
Sang Penunggu Pengantin
Sang Penunggu Pengantin
Horor · Liya liyana
2.1K vistas
RAHASIA DUNIA GAIB
RAHASIA DUNIA GAIB
Horor · Cerita Nyata
2.1K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status