Aku menolak ending novel ini!
Nara terbangun sebagai Veronica Ashbourne, tokoh utama tragis dari novel Aku yang Tak Pernah Dipilih—putri sah keluarga bangsawan yang sepanjang hidupnya selalu kalah dari adik tirinya sendiri. Kasih sayang ayahnya dirampas, warisan ibunya direbut, dan pria yang paling dicintai Veronica ternyata hanya menjadikannya batu loncatan untuk mendekati Arabella.
Nara mengetahui bagaimana cerita itu akan berakhir: penyesalan yang datang terlambat, cinta yang seharusnya tidak lagi berarti, dan ending palsu yang disebut bahagia. Namun kali ini, Veronica tidak akan hidup demi dipilih siapa pun. Nara akan merebut kembali hidup Veronica, keluar dari keluarga toxic itu, dan menolak ending novel yang seharusnya terjadi.
Read
Chapter: BAB 37: Bara di Istana 2Setelah merasa cukup bersih, Nara bangkit. Ia mengeringkan tubuhnya dengan handuk lembut, lalu mengenakan jubah mandi sutra tipis berwarna putih gading. Jubah itu sangat ringan, hampir tidak terasa di kulitnya yang masih lembap, dan memberikan efek transparan yang samar di bawah pencahayaan lampu kristal yang temaram. Nara berdiri di depan wastafel marmer, mencoba merapikan rambut hitamnya yang basah, ketika tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka tanpa peringatan. Killian masuk dengan langkah yang penuh otoritas. Pria itu kini hanya mengenakan sehelai handuk putih yang melilit pinggangnya yang rendah. Tubuh bagian atasnya terekspos sepenuhnya, memperlihatkan otot-otot dada yang bidang dan perut yang terpahat sempurna seperti patung dewa perang. Rambut peraknya yang basah berantakan, meneteskan air ke bahunya yang pucat namun kuat. Nara tersentak, tangannya refleks memegang kerah jubah mandinya. "Killian! Aku belum selesai... kau harusnya menunggu di luar ruangan." Killian tidak ber
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: BAB 36: Bara di Istana 1Harap like dan follow akun sebelum lanjut membaca ----- Setelah ketegangan di balkon dan ciuman yang membakar di bawah rembulan, Killian tidak membiarkan Nara berlama-lama di aula pesta. Baginya, tatapan pria-pria di sana adalah polusi yang mengganggu hak miliknya. Ia menarik Nara melewati koridor-koridor panjang istana yang megah, menuju paviliun tamu agung yang telah disiapkan khusus untuk keluarga Duke Valerius. Sepanjang jalan, genggaman tangan Killian terasa sangat panas, seolah-olah mana miliknya sedang bergejolak menuntut pelampiasan. Begitu pintu paviliun tertutup rapat dan terkunci, suasana sunyi istana langsung berubah menjadi medan energi yang menyesakkan. Killian menyandarkan Nara ke pintu, menatapnya dengan mata ungu yang kini benar-benar gelap, hanya menyisakan sedikit kilatan gairah yang buas. "Mandilah dulu, Veronica," bisik Killian, suaranya serak dan berat. "Bersihkan aroma pesta ini dari kulitmu. Aku ingin hanya aromaku yang tersisa di tubuhmu malam ini."
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: BAB 35: berujung bara Suasana pesta semakin memanas ketika musik orkestra mulai melambat, memberikan kesempatan bagi para bangsawan untuk saling menyapa. Di sudut ruangan, Nara melihat Baron Ashbourne—ayahnya—tengah mencoba mendekati seorang Earl kaya. Baron itu tampak kuyu, mungkin karena guncangan mental setelah menerima penghinaan telak dari Killian. "Lihat itu," Killian menunjuk dengan dagunya. "Ayahmu sepertinya butuh moralitas baru, bukan sekadar kayu busuk." Nara hanya tersenyum tipis. "Dia tidak akan pernah belajar selama dia merasa masih bisa memanfaatkan nama 'Veronica' untuk kepentingannya." Tiba-tiba, seorang pemuda dengan rambut pirang madu dan pakaian yang terlalu mencolok mendekati mereka. Namanya Julian, seorang Count muda yang baru saja melakukan debutante-nya. Ia memiliki reputasi sebagai perayu yang tidak tahu malu. "Duke Valerius, sungguh kejutan melihat Anda sudah bisa berdiri tegak," ucap Julian dengan nada yang sedikit merendahkan, matanya justru tertuju pada lekuk tubuh Na
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: BAB 34: bertemu kaisarDi lantai atas istana, tepatnya di balik jendela besar ruang kerja kaisar yang terbuat dari kristal gelap, seorang wanita dengan mahkota emas yang rumit berdiri memperhatikan seluruh kejadian di taman mawar. Ia adalah Sang Kaisar, penguasa tertinggi Astheria. Mata Sang Kaisar menyipit saat melihat punggung Nara yang menjauh. Ia meletakkan tangannya di kaca jendela, dan tiba-tiba, sebuah energi keemasan yang sangat tipis bereaksi di ujung jarinya—energi yang selaras dengan getaran Mana yang terpancar dari tubuh Nara. "Darah Elianor..." gumam Sang Kaisar dengan suara yang penuh misteri. "Aku bisa merasakan Roh Kuno itu menggeliat di dalam dirinya. Veronica Ashbourne... kau bukan lagi wanita gila yang diceritakan orang-orang." Kaisar berbalik ke arah penasehatnya yang berdiri di kegelapan ruangan. "Pastikan dia duduk di sampingku saat perayaan pesta pembukaan besok. Aku ingin melihat seberapa besar kekuatan yang ia sembunyikan di balik wajah tenangnya itu. Utara telah menemukan per
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: BAB 33: Perjamuan TehHarap like dan follow akun ini sebelum lanjut membaca -------- Malam pertama di paviliun istana berlalu dengan kehangatan yang kontras dengan udara Ibu Kota yang mulai dipenuhi intrik. Nara terbangun dengan perasaan sedikit berat di bahunya—lengan Killian masih melingkar di sana, posesif bahkan dalam tidur. Namun, kedamaian itu tidak berlangsung lama karena jadwal hari ini telah menanti. Sebuah undangan pesta minum teh dari para Lady terpandang di Ibu Kota telah tiba di atas meja riasnya. Nara menatap undangan berwarna krem dengan pinggiran emas itu dengan helaan napas panjang. Sebagai seorang mahasiswa "kupu-kupu" (kuliah-pulang-kuliah-pulang) di kehidupannya yang dulu, interaksi sosial berskala besar adalah mimpi buruk baginya. Ia lebih suka menghabiskan waktu di perpustakaan atau di depan laptop mengerjakan skripsi daripada harus berbasa-basi di bawah payung sutra sambil memegang cangkir porselen. "Kenapa wajahmu ditekuk begitu, Istriku?" Killian terbangun, suaranya serak
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: BAB 32: Deburan OmbakHarap like dan follow akun ini sebelum lanjut membaca ------ Perjalanan dari wilayah Utara menuju Ibu Kota Kekaisaran, Astheria, memakan waktu beberapa hari menggunakan kereta kuda sihir milik keluarga Valerius. Musim semi yang telah merebak sepenuhnya membuat pemandangan di sepanjang jalan berubah dari hamparan salju putih menjadi padang rumput hijau yang dihiasi bunga-bunga liar. Namun, bagi Nara, perjalanan ini bukan sekadar menghadiri undangan pesta musim semi dari Kaisar; ini adalah kepulangannya ke tempat di mana reputasi Veronica dihancurkan, tempat di mana "Aku yang Tak Pernah Dipilih" bermula. "Kau terlihat sangat gelisah sejak kita melewati perbatasan wilayah Tengah," suara Killian memecah lamunan Nara. Pria itu duduk tepat di hadapannya, mengenakan kemeja linen hitam yang longgar dengan beberapa kancing atas terbuka—sebuah tampilan santai yang tetap membuatnya terlihat sangat berbahaya. Killian sedang memegang segelas anggur merah, namun matanya tidak pernah lepas dari
Last Updated: 2026-06-27