author-banner
Airin S
Author

Novels by Airin S

Om David, Aku Mau Denganmu Saja!

Om David, Aku Mau Denganmu Saja!

Divonis putus karena perbedaan usia, Eva tidak pernah menyangka bahwa David yang merupakan mantan kekasihnya ternyata adalah sahabat karib papanya sendiri. Takdir semakin kejam ketika sebuah janji masa lalu memaksa Eva harus bertunangan dengan anak kandung dari pria tersebut. Kini, Eva terjebak dalam sandiwara menjadi calon menantu yang sempurna, sementara di balik pintu yang tertutup, ia terus dijerat oleh pesona dominan David yang kini harus dipanggilnya sebagai calon papa mertua.
Read
Chapter: Ditunggu
David ikut memajukan tubuhnya sedikit, melemparkan pandangan tajam ke luar jendela, mengamati gerak-gerik pria paruh baya yang berdiri gelisah di samping mobil jemputan Eva."Mas tidak pernah lihat sopir yang itu," ucap David datar. "Mungkin dia sopir baru. Kalau dia baru kerja, dia pasti tidak tahu ini mobil milik siapa."Eva bernapas lega. "Oh, begitu ya? Ya sudah, semoga saja dia benar-benar tidak tahu mobil siapa ini."Eva memutar tubuhnya, tangannya sudah bersiap menyentuh gagang pintu mobil. "Ya sudah, aku pulang dulu ya, Mas.""Iya, hati-hati," balas David pelan.Namun, tepat saat jemari Eva baru saja hendak menekan engsel pintu kabin, pergelangan tangannya mendadak dicengkeram dari samping. Membuat gerakan Eva terhenti seketika.Ia memutar kepalanya kembali, menatap David dengan dahi berkerut halus. "Kenapa, Mas?""Minum itu dulu. Obatnya," tegas David sambil mengarahkan dagunya ke arah botol cokelat yang masih berada di pangkuan Eva."Oh... iya, sampai lupa," gumam Eva cepat.
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Di dalam mobil
Pintu kabin sedan hitam milik David tertutup rapat. Eva menyandarkan kepala di jok kulit. Tangan kanannya yang masih berada di atas paha David, bergerak lembut naik turun. David menyalakan mesin. Tangannya merogoh konsol tengah, menarik kabel pengisi daya, lalu menyambar ponsel mati milik Eva dari jemari wanita itu. "Duduk yang benar. Batateraimu habis total," ucap David, mencoba menegakkan jarak aman di antara mereka. Namun, jarak sempit di dalam kabin mobil justru memisahkan mereka terlalu dekat. Eva tidak membenarkan posisi duduknya. Sebaliknya, ia malah mencondongkan tubuh ke arah tengah, menatap David dengan senyum tipis. "Makasih ya, Mas..." bisik Eva pelan. David menancapkan kabel ke ponsel Eva, berjuang keras mengabaikan tatapan itu. Namun, ketika ia hendak menarik tangannya kembali, jemari lentur Eva justru bergerak cepat, mencengkeram pergelangan tangan David. "Mas kan sudah bilang, jangan minum," ucap David merusak ketegangan yang sudah membara di dada Eva. "Tadi di d
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Larangan
"Hari pertama selesai juga..." ucap Eva saat sampai di sebuah restoran. Baru saja ia hendak melangkah masuk ke dalam restoran, suara langkah kaki dari belakang membuatnya menoleh. Mas David. Pria itu berjalan tenang dengan kemeja biru tua yang sejak pagi dikenakannya kini lengan bajunya sudah digulung hingga siku. "Mas," lirih Eva. David menghentikan langkahnya tepat beberapa langkah di belakang Eva. "Mas ngikutin aku, ya?" Sudut bibir Eva terangkat sedikit. Nada suaranya terdengar ringan, lebih seperti godaan daripada pertanyaan sungguhan. "Bukan," jawabannya singkat. Eva mengangkat sebelah alis. "Bukan?" "Aku memang makan di sini." David menggeser pandangannya ke arah papan nama restoran. "Sama tim." "Oh..." Eva mengangguk pelan sembari menahan senyum yang hampir lolos. "Teman-temanmu belum masuk?" Belum sempat Eva menjawab, terdengar suara Nisa dari kejauhan. "Eva!" Nisa melambaikan tangan sembari berjalan cepat bersama beberapa rekan kerja lainnya. "
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Refleks
Tubuh Eva masih gemetar saat lengannya berada dalam genggaman seseorang. Selama beberapa detik, pikirannya benar-benar kosong. Perlahan, Eva mengangkat wajahnya. Tatapannya bertemu dengan sepasang mata yang sejak tadi ia perhatikan. "Mas David..." Suara itu nyaris tak terdengar. David masih menggenggam lengannya erat. Wajah pria itu terlihat tegang, napasnya sedikit tersengal karena berlari beberapa detik sebelumnya. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya pelan. Eva hanya mampu mengangguk. Setelah melihat Eva mampu berdiri sendiri, David perlahan melepaskan genggamannya. Jarak di antara mereka kembali terbentang. Tatapan David berubah datar seperti biasa. "Hati-hati," ucapnya singkat. David berbalik dan melangkah kembali menuju rombongan yang sejak tadi menunggunya. "Pak, nggak apa-apa?" tanya salah seorang mandor saat David kembali. "Aman," jawab David singkat. Beberapa orang tanpa sadar menoleh ke arah Eva yang masih berdiri mematung di tempatnya. "Itu anak baru ya?" "Iya, ka
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Menjaga Jarak
Eva melangkah cepat meninggalkan site office. Semakin mendekati lorong toilet, langkahnya justru semakin melambat. Sesekali ia melirik ke belakang, memastikan tak ada satu pun rekan kerja yang memperhatikannya. Koridor itu lengang. Eva menarik napas pelan, lalu mendorong daun pintu toilet. Tatapannya langsung menyapu seluruh ruangan saat pintu itu terbuka. Eva mengernyit pelan. "Mas...?" Suara lirih itu menghilang begitu saja di dalam ruangan yang sunyi. Tak ada jawaban. Alis Eva semakin berkerut. Bukankah Mas David tadi sudah lebih dulu masuk? batin Eva yang tidak menemukan siapun di dalam sana. Perlahan ia melangkah mendekati wastafel. Kedua telapak tangannya bertumpu di atas permukaan marmer, sementara matanya menatap pantulan wajahnya sendiri di cermin. "Duh... jangan-jangan aku salah paham." Eva mengembuskan napas pelan. Rasa kecewa mulai menyelinap ke dalam dadanya. Klik. Suara kunci pintu salah satu bilik toilet diputar. Eva langsung menoleh, matanya langsung beralih
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Hari Pertama
Eva duduk diam di kursi belakang mobil yang terus melaju. Jemarinya menggenggam tas di atas pangkuan sedikit lebih erat, sementara pandangannya tertuju ke luar jendela. Jalanan kota yang ramai perlahan berganti dengan deretan bangunan tinggi dan kawasan yang masih dipenuhi aktivitas pembangunan. "Sebentar lagi sampai, Nona," ujar sopir memecah keheningan. Eva mengangguk pelan. "Papa sudah di sana?" "Belum, Nona. Pak Hendra masih ada rapat dengan klien. Katanya nanti langsung menyusul ke proyek." "Begitu ya..." Mobil terus melaju hingga akhirnya memasuki kawasan proyek. Dari balik jendela, Eva melihat pagar proyek yang membentang luas, truk-truk besar yang keluar masuk, serta para pekerja yang hilir mudik mengenakan rompi dan helm keselamatan. Tak jauh dari sana, sebuah gedung hotel yang masih dalam tahap pembangunan berdiri menjulang tinggi, memperlihatkan bentuknya yang mulai sempurna meski masih dipenuhi perancah besi. "Ramai sekali," gumam Eva. "Iya, Nona. Proyek
Last Updated: 2026-07-28
You may also like
Menjelang Pernikahan
Menjelang Pernikahan
Romansa · Yuliana Lathif
18.0K views
My-Ex
My-Ex
Romansa · Ashley Abraham
17.9K views
Bagaimana Mungkin?
Bagaimana Mungkin?
Romansa · Ra Ra
17.9K views
Stuck With Mr. Devil
Stuck With Mr. Devil
Romansa · Poetry Alexandria
17.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status