author-banner
Airin S
Author

Novel-novel oleh Airin S

Om David, Aku Mau Denganmu Saja!

Om David, Aku Mau Denganmu Saja!

Divonis putus karena perbedaan usia, Eva tidak pernah menyangka bahwa David yang merupakan mantan kekasihnya ternyata adalah sahabat karib papanya sendiri. Takdir semakin kejam ketika sebuah janji masa lalu memaksa Eva harus bertunangan dengan anak kandung dari pria tersebut. Kini, Eva terjebak dalam sandiwara menjadi calon menantu yang sempurna, sementara di balik pintu yang tertutup, ia terus dijerat oleh pesona dominan David yang kini harus dipanggilnya sebagai calon papa mertua.
Baca
Chapter: Kenapa Dia Lagi?
Tatapan David seketika menggelap saat menyadari kain tipis basah itu mencetak jelas lekuk tubuh bagian atas Eva. David tidak langsung melepaskan dekapan tangannya dari pinggang ramping itu. Mata pria itu memindai dengan lekat pakaian basah yang membungkus tubuh gadis di pelukannya. David menurunkan wajahnya sedikit, lalu berbisik di dekat kening Eva. "Eva… Kamu sedang menguji saya?"Eva langsung melepaskan diri dari pelukan David. Ia merebut handuk putih dari tangan pria itu, lalu menekannya ke depan tubuhnya yang masih basah."Ngapain kamu di kamar saya?" Tatapannya tajam.David menarik kembali tangannya, lalu menaruh sisa handuk bersih lainnya di atas nakas dekat kamar mandi. "Kunci pintumu. Jangan memancing saya untuk masuk lagi ke kamar ini." Pria itu menatap Eva datar, memberikan peringatan dingin sebelum membalikkan badannya menuju pintuTanpa menunggu jawaban, David melangkah keluar dan menutup pintu dengan rapat.Begitu pintu tertutup, Eva berjalan cepat ke pintu dan memega
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Pria di kamarku
"Ini kamar kamu selama menginap di sini," kata Rian sambil berbalik badan dan menatap Eva yang masih berdiri canggung.Eva melangkah masuk dengan ragu. Sepasang matanya bergerak menyapu seluruh penjuru ruangan."Kamar mandinya ada di sebelah sana," tunjuk Rian ke arah sebuah pintu di sudut ruangan. Pria itu melangkah mendekat hingga jarak di antara mereka tinggal beberapa jengkal saja. Lalu mengulurkan tangannya, mengusap puncak kepala Eva dengan lembut. Senyum hangat terukir di wajah Rian. "Kamu pasti capek banget hari ini. Istirahat yang cukup ya."Eva hanya bisa mengangguk kaku, mencoba membalas senyuman itu seadanya. "Iya, Rian. Makasih ya.""Sama-sama." Rian menurunkan tangannya, lalu menatap lekat kedua mata Eva. "Aku ke kamar aku dulu ya. Kalau butuh apa-apa, telepon saja. Mimpi indah, ya." Rian berbalik dan melangkah keluar kamar."Mimpi indah juga, Rian," jawab Eva lirih.Eva menatap daun pintu kayu yang baru saja tertutup rapat di depannya. Ia melangkah mendekati meja ria
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Bisikan Mama
"Mah, ini uangnya," ucap Rian sambil menyodorkan amplop tebal tersebut ke atas meja. Ia menghembuskan napas pendek. "Hampir saja tadi ketahuan Papa."Wulan langsung meraih amplop itu dengan wajah berbinar senang. Ia membuka sedikit bagian atasnya untuk memastikan lembaran uang di dalam sana. "Tadi papa kamu gimana?" tanya Wulan penasaran.Rian menjatuhkan tubuhnya ke sofa, melonggarkan dasinya yang terasa mencekik. "Papa nanya, uang cash sebanyak itu buat apa. Dia sempat curiga karena tumben aku narik tunai sebanyak itu."Wulan menahan napas sesaat, senyum di wajahnya perlahan memudar. "Terus kamu jawab apa?""Karena aku bingung dan panik, jadi aku bilang saja mau beli hadiah buat Eva," jawab Rian santai sambil menyandarkan punggungnya.Mendengar nama Eva disebut, kening Wulan langsung berkerut dalam. Ia meletakkan amplop cokelat itu ke dalam tasnya lalu ikut duduk di samping Rian. "Nanti kalau papa kamu nanyain hadiahnya mana gimana? Kamu mau beli hadiah beneran pakai uang apa?" ta
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: Keputusan Papa
Belum sempat Eva mengejar David, suara mobil yang memasuki halaman rumah membuat langkahnya terhenti. Ia menoleh dan langsung mengenali mobil milik Rian yang baru saja berhenti tepat di depan teras.Seharusnya ia merasa lega karena sosok penolongnya telah kembali. Namun, entah kenapa, dadanya justru terasa sesak dan bergemuruh hebat. Pandangannya tanpa sadar kembali mencari sosok David yang kini sudah melangkah semakin jauh dan menghilang di balik pintu rumah. Ada rasa tidak tenang yang mengganjal di dalam benaknya."Eva!"Suara panggilan Rian memecah lamunan gadis itu. Pria itu turun dari balik kemudi, berjalan cepat setengah berlari mendekat ke arah Eva yang masih berdiri mematung di tengah halaman.Eva buru-buru menoleh ke arah Rian, mencoba menguasai diri dan langsung memasang senyum tipis di wajahnya agar tidak menimbulkan kecurigaan."Kok kamu malah berdiri di luar?" tanya Rian begitu sampai di depan Eva. Matanya bergerak lurus, mengintip ke dalam rumah melewati celah pintu yan
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: Tamu yang Tak Diundang
David sama sekali tidak bergeser satu milimeter pun meskipun Eva sudah mendorongnya berkali-kali. Eva terus mendorong dan memukul dada David dengan napas yang mulai terengah-engah. Setelah memastikan Eva benar-benar diam dan tidak lagi melakukan perlawanan, David perlahan membuka suara. "Kamu tadi mau tahu saya akan bertindak sejauh apa, kan?" bisik David mengulang kembali kalimat tantangan yang sempat terputus di ruang makan tadi. David perlahan menurunkan wajahnya. Ia menggeser posisinya ke samping, mendekatkan bibir dan hidungnya hingga hampir menyentuh permukaan kulit leher Eva. David menghirup udara di sana dalam-dalam, lalu berbisik tepat di samping telinga gadis itu. "Kamu... ternyata masih pakai parfum yang paling aku sukai." Deg. Rasa merinding hebat seketika menyerang Eva. Sensasi hangat dari hembusan napas David yang menyapu permukaan kulit lehernya mengirimkan getaran aneh sekaligus menakutkan ke seluruh tubuh. Ia memalingkan wajahnya ke samping sekuat tenag
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: Di Balik Topeng Sang Mertua
Eva tersentak saat suara derit pintu kaca terdengar dari arah taman belakang. Ia langsung menoleh ke arah sumber suara dengan jantung yang masih berdebar hebat. Tebakannya benar, Rian telah kembali. Dengan cepat Eva menoleh ke samping untuk memastikan keberadaan David. Namun, ketakutan itu seketika berubah menjadi rasa syok karena David ternyata sudah duduk rapi di kursinya sendiri. Gila. Cepat banget pindahnya! umpat Eva dalam hati. Tidak percaya dengan keahlian David dalam menyembunyikan kelakuan bejatnya dari sang anak. Langkah kaki Rian terdengar tergesa-gesa mendekat ke meja makan dengan wajah yang tampak cemas. "Eva, Papa," panggil Rian. "Maaf, aku tiba-tiba ada urusan mendesak." Eva hanya diam, menatap tunangannya dengan sisa rasa syok yang belum sepenuhnya hilang. "Aku harus pergi sebentar, mungkin sekitar tiga puluh menit," lanjut Rian sambil melirik jam tangan di pergelangan kirinya. "Begitu urusannya selesai, aku langsung balik lagi ke sini dan antar kamu pu
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Anda juga akan menyukai
Menikahi Mafia Mesum
Menikahi Mafia Mesum
Romansa · Lizaa zarina
2.8K Dibaca
Obsession of teacher
Obsession of teacher
Romansa · Megacecung
2.8K Dibaca
MANTANMU JADI ISTRI BOS
MANTANMU JADI ISTRI BOS
Romansa · Money Angel
2.8K Dibaca
Siasat Menggoda Duda Kaya
Siasat Menggoda Duda Kaya
Romansa · Ratu As
2.8K Dibaca
Istri Settingan 10 Miliar
Istri Settingan 10 Miliar
Romansa · Senchaaa
2.8K Dibaca
SHE'S SPECIAL
SHE'S SPECIAL
Romansa · Mirah Official
2.8K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status