Om David, Aku Mau Denganmu Saja!

Om David, Aku Mau Denganmu Saja!

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-06-15
Oleh:  Helen.SkyBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
13Bab
55Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Divonis putus karena perbedaan usia, Eva tidak pernah menyangka bahwa David yang merupakan mantan kekasihnya ternyata adalah sahabat karib papanya sendiri. Takdir semakin kejam ketika sebuah janji masa lalu memaksa Eva harus bertunangan dengan anak kandung dari pria tersebut. Kini, Eva terjebak dalam sandiwara menjadi calon menantu yang sempurna, sementara di balik pintu yang tertutup, ia terus dijerat oleh pesona dominan David yang kini harus dipanggilnya sebagai calon papa mertua.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Lima Bulan Sia-Sia

"Eva, lebih baik kita sampai di sini aja," kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut David.

Pria berusia empat puluh lima tahun itu duduk tegap di hadapan Eva, melipat kedua lengan kekarnya di depan dada sambil menatap lurus tepat ke arah sepasang mata gadis itu. Wajahnya tampak begitu dingin, sedingin es batu yang mulai mencair di dalam gelas minuman mereka yang terabaikan sejak tadi.

Seketika Eva terdiam kaku di tempat duduknya. Kedua tangannya yang berada di atas meja saling bertautan, wajahnya sedikit memucat karena menahan gejolak di dalam dada.

"Kenapa tiba-tiba putus?" tuntut Eva sembari menatap lurus ke dalam mata pria yang sudah menemaninya selama lima bulan terakhir ini.

David menarik napas dalam-dalam, membiarkan dadanya membusung sejenak di balik setelan kemeja kerja abu-abunya yang masih tampak sangat rapi.

"Umur kita jaraknya terlalu jauh. Aku merasa kamu lebih cocok jadi anakku daripada pacarku," ucap David.

Mendengar alasan menjijikan yang keluar dari mulut pria itu, Eva menyunggingkan sebuah senyuman tipis, lalu memajukan sedikit tubuhnya ke depan meja.

"Kamu brengsek, David. Kamu minta putus dengan alasan konyol seperti ini?!" cecar Eva dengan suara yang ditekankan di tenggorokan.

David hanya diam dengan ekspresi wajah yang sangat tenang saat mendengarkan kalimat dingin tersebut.

Melihat pria dewasa di hadapannya hanya membisu, Eva menarik kembali tubuhnya bersandar pada kursi.

"Masalah perbedaan umur? Kalau itu memang masalahnya, kenapa baru sekarang kamu sadar? Kenapa dulu kamu yang repot-repot deketin aku?" berondong Eva.

"Hubungan ini sudah tidak lagi menguntungkan untuk masa depanku, Eva. Jadi, mari kita selesaikan ini secara dewasa," tutur David.

Eva mengepalkan kedua tangannya di atas meja.

"Alasan kamu makin gak masuk akal dan sangat egois. Bilang aja kamu memang gak pernah serius sejak awal," sindir Eva sembari menatap David dari atas ke bawah.

David meraih cangkir kopinya, menyesapnya perlahan, lalu meletakkannya kembali ke atas meja.

"Pikirkan apa pun yang ingin kamu pikirkan, Eva. Keputusanku sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat," ucap David yang kemudian berdiri.

Tanpa menoleh lagi, pria itu melangkah menuju ke arah pintu keluar kafe.

Di belakangnya, Eva tetap tak bergeming sama sekali. Ia memperhatikan punggung pria itu yang semakin menjauh.

Begitu punggung tegap David benar-benar hilang dari pandangan, tubuh Eva mulai bergetar. Ia menarik napas panjang berulang kali untuk menguasai badai emosi yang bergejolak di dalam dadanya.

Air mata yang sejak tadi ditahannya dengan sekuat tenaga, kini mulai menggenang di pelupuk mata Eva, membuat dadanya terasa semakin sesak luar biasa.

Tepat saat ia ingin meraih gelas minumannya, ponsel pintar miliknya yang tergeletak di atas meja mendadak bergetar hebat menampilkan nama kontak sang papa di layar kaca.

Eva menarik napasnya sedalam mungkin, mencoba menstabilkan pita suaranya yang masih bergetar hebat, kemudian menggeser tombol hijau ke telinga kanannya.

"Iya, Pa?" jawab Eva.

Di seberang sana, suara Hendra langsung menyambar tanpa basa-basi sedikit pun.

"Kamu di mana sekarang? Cepat pulang," perintah Hendra.

Eva melirik sekilas ke arah kursi kosong di hadapannya yang beberapa menit lalu diduduki oleh David, lalu memejamkan matanya sejenak untuk menguatkan diri.

"Aku lagi di luar sama temenku, Pa. Ada apa?" jawab Eva berbohong.

Hendra tidak mempedulikan alasan tersebut dan langsung menyela dengan intonasi suara yang terdengar tidak sabaran.

"Cepetan pulang, mau ada tamu penting yang mau Papa kenalin ke kamu," ujar Hendra, langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak bahkan sebelum Eva sempat memberikan jawaban.

Eva menurunkan ponselnya perlahan, menatap layar yang sudah menggelap. Isak tangisnya mendadak berhenti total, digantikan oleh firasat buruk yang langsung menyelimuti pikirannya malam itu.

***

Eva meringkuk pasrah di sudut kamarnya yang remang-remang, melipat kedua lututnya hingga menempel rapat pada dada yang masih bergemuruh hebat. Punggungnya bersandar lesu pada daun pintu kayu jati yang kokoh.

Di tengah isolasi yang menyiksa itu, sayup-sayup telinganya menangkap sebersit suara berat seorang pria yang bergema dari arah ruang tamu.

Eva menyeka sisa air mata di pipinya, lalu menatap ke arah langit-langit kamarnya yang sepi.

"Siapa pria yang lagi ngobrol sama Papa di luar?" bisik Eva pada diri sendiri.

Ia memeluk lututnya lebih erat lagi, mencoba mencari kekuatan di tengah rasa bingung yang tiba-tiba mengaburkan rasa sakit hatinya akibat penolakan David di kafe.

"Kenapa suaranya kayak enggak asing ya?" gumamnya lagi, sementara matanya mulai bergerak gelisah menatap ke arah gagang pintu.

Rasa penasaran membuat Eva perlahan menegakkan tubuhnya, mengabaikan rasa kaku yang menyerang persendian kakinya akibat terlalu lama mendekam di lantai.

Ia bergeser perlahan tanpa menimbulkan suara sedikit pun, lalu menempelkan wajahnya pada celah kecil di antara pintu kamar yang sedikit merenggang.

Matanya seketika membelalak saat menangkap siluet punggung tegap seorang pria yang mengenakan kemeja rapi di ruang tamu.

Apa yang dilakukan pria itu di rumahnya?!

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
13 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status