author-banner
Peonylrs
Author

Novel-novel oleh Peonylrs

My Husband was a Cartel Boss

My Husband was a Cartel Boss

(21+) Sebuah ledakan di Pelabuhan Busan mengubah hidup Traya Gayatri dalam semalam. Berniat mencari murid-murid TK-nya yang hilang dalam kondisi terluka, guru asal Indonesia itu justru salah melangkah masuk ke bunker rahasia milik Kim Muyeol (27) bos kartel kejam yang dijuluki ‘Iblis dari Barat’. ​Tak sengaja melihat apa yang seharusnya tidak boleh dilihat, Traya hanya diberi dua pilihan: keluar sebagai mayat, atau tinggal untuk dihancurkan. ​Malam itu juga, di atas yacht mewah di tengah pekatnya laut Busan, Muyeol merampas paksa kesucian Traya. Bukan karena cinta, melainkan sebuah dominasi mutlak agar gadis itu bungkam selamanya. ​Saat sang Iblis menolak untuk membunuhnya, sanggupkah Traya bertahan di dunia yang siap menelannya hidup-hidup?
Baca
Chapter: Sisi Lain sang Iblis
Chapter 9 Tiga hari berikutnya berjalan seperti siklus penyiksaan mental yang stabil. Setiap pagi aku dikurung di perpustakaan megah ini untuk menerjemahkan dokumen logistik Muyeol. Dan setiap malam, aku harus meredam jeritan batin saat tubuh kekarnya kembali mengurungku di atas ranjang sutra, menegaskan bahwa aku adalah hak milik yang mutlak. Hari ini, genap seminggu sejak ledakan pelabuhan yang memisahkan aku dari kehidupan normalku. "You skipped your lunch, little teacher." Suara bariton yang familier itu membuyarkan fokusku. Muyeol sudah berdiri di depan meja kayu kecilku. Siang ini dia hanya mengenakan kemeja kasual abu-abu dengan lengan digulung hingga siku, menampilkan guratan urat yang menjalar di tangan kekarnya. "I... I just wanted to finish these shipping documents as soon as possible," sahutku lirih seraya merapikan kertas di hadapanku agar dia tidak melihat jemariku yang mendadak dingin. Muyeol tidak merespons, hanya menatapku datar hingga jantungku berpacu li
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Batas yang Mengabur
Chapter 8Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah jendela raksasa di perpustakaan pribadi Kim Muyeol sama sekali tidak mampu menghangatkan tubuhku. Aku berdiri diam di dekat meja marmer hitamnya, meremas ujung kemeja rajut yang kukenakan dengan sangat erat. Jantungku berdegup kencang, memutar kembali memori mencekam semalam saat aku menangis pasrah di bawah kurungan pria ini, merasakan gairah biologisnya yang menuntut, dan mendengar rahasia gelap tentang nama aslinya: Roman.Muyeol duduk dengan tenang di kursi kebesarannya. Pagi ini dia tampak sangat rapi dengan kemeja hitam formal yang membalut tubuh kekarnya. Di hadapannya, secangkir kopi hitam pekat mengepulkan aroma pahit yang kuat, berbaur dengan wangi maskulin khas miliknya yang kini mulai familier—dan menakutkan—bagi indra penciumanku.Dia tidak mendongak sama sekali, sibuk menandatangani beberapa dokumen tebal seolah keberadaanku di ruangan ini hanyalah angin lalu. Namun, keheningan yang dia ciptakan justru tera
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: Rasa Kepatuhan
Chapter 7 ​Kamar tidur utama milik Kim Muyeol malam ini berubah menjadi panggung intimidasi yang mencekam bagiku. Aku berbaring miring di sisi ranjang sutra gelap yang luas ini, memunggungi sang bos kartel yang kini berbaring hanya beberapa jengkal di belakangku. Tubuhku meringkuk kaku. Setiap kali mendengar helai napasnya yang teratur di tengah kesunyian malam, jantungku berdegup dua kali lebih cepat. ​"You are breathing too loud, little teacher," suara bariton Muyeol tiba-tiba memecah keheningan, terdengar begitu dekat dan berat hingga getarannya terasa langsung di tengkukku. ​Aku mendadak menahan napas, meremas ujung selimut sutra tebal hingga kuku-kuku jariku memutih. "I-I'm sorry..." bisikku ketakutan, mencoba menggeser tubuhku semakin dekat ke pinggiran kasur demi menciptakan jarak yang aman. ​Namun, pergerakanku justru memicu reaksi yang tidak terduga. Sebuah lengan kekar yang besar dan hangat tiba-tiba terulur dari belakang, melingkar dengan kokoh di pinggang mungilku.
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: Hukuman sang Asisten
Chapter 6 Pagi pertama sebagai asisten administrasi pribadi Kim Muyeol dimulai dengan debaran jantung yang tidak keruan, rasanya seperti berjalan pelan menuju tiang gantungan. Setelah Bibi Jung mengantarkan sepasang pakaian rajut berwarna krem yang sopan serta flat shoes yang pas di kakiku, aku langsung digiring oleh salah satu pengawal berjas hitam menuju perpustakaan pribadi di lantai dua. Sepanjang koridor yang sunyi, kepalaku terus berputar memikirkan bagaimana aku harus bersikap di depan pria yang semalam baru saja mempermainkan mentalku di atas ranjang yang sama. Begitu pintu ganda kayu dibuka, mataku langsung disambut oleh kemegahan ruangan yang teramat luas. Rak-rak buku tua menjulang tinggi hingga ke langit-langit, dipenuhi oleh ribuan jilid berkas rahasia yang tersusun rapi. Aroma kertas, kayu premium, dan wangi maskulin khas Muyeol yang dominan bercampur dalam ruangan itu. Di tengah ruangan, Muyeol sudah duduk di balik meja kerja marmernya yang megah. Dia mengenakan ke
Terakhir Diperbarui: 2026-06-10
Chapter: Batasan di Ambang Malam
Chapter 5​Ketakutan murni kembali mencengkeram dadaku begitu kakiku melangkah melewati ambang pintu kamar utama milik Kim Muyeol. Kamar ini jauh lebih luas daripada kamarku sebelumnya, dengan dominasi warna hitam dan abu-abu arang yang memancarkan aura dingin yang mengintimidasi. Di tengah ruangan, sebuah ranjang besar berlapis sprei sutra gelap tampak seperti altar penghakiman bagiku.​Aku berdiri mematung di dekat pintu, meremas gaun tidur katunku hingga kuku-kuku jariku memutih. Kepalaku menunduk, tidak berani menatap sosok pria yang kini berjalan santai menuju sofa panjang di sudut ruangan.​"I won't repeat my order twice, Cariño. Get on the bed," ucap Muyeol tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel di tangannya. Suaranya datar, namun getaran baritonnya membangkitkan bulu kudukku.​Aku melangkah masuk dengan sangat pelan, nyaris tanpa suara. Alih-alih langsung naik ke atas kasur, langkahku mendadak terhenti di tengah ruangan. Aku berdiri dengan ragu-ragu, meremas ujung gaun tidur
Terakhir Diperbarui: 2026-06-10
Chapter: Ilusi Kebebasan
Chapter 4 Rasa lapar ternyata memiliki batas toleransi yang kejam. Setelah dua hari lebih menolak menyentuh makanan apa pun yang disajikan, tubuhku mulai memberikan sinyal protes. Perutku melilit, lambungku terasa diaduk-aduk, dan kepalaku berputar pening setiap kali aku mencoba menggerakkan badan. Di tengah kesunyian malam yang mencekam, setelah badai besar di luar sedikit mereda menjadi gerimis tipis, ego dan harga diriku akhirnya runtuh total oleh rasa sakit fisik yang tak bisa kutahan. Dengan tangan yang gemetar hebat, aku meraih mangkuk bubur abalon dingin yang diantarkan oleh Bibi Jung sore tadi. Makanan itu sudah sepenuhnya mendingin, permukaannya tampak mengeras karena pendingin ruangan, dan aromanya tidak lagi menggugah selera. Namun, demi bertahan hidup, aku menyuapkan makanan dingin itu ke dalam mulutku sembari meneteskan air mata hangat. Rasanya hambar, terasa sangat berat dan kesat saat melewati tenggorokanku yang kering. Sungguh sebuah ironi, aku menangis bukan hanya
Terakhir Diperbarui: 2026-05-31
Anda juga akan menyukai
Nona Incaran Ketua Mafia
Nona Incaran Ketua Mafia
Mafia · SanASya
2.2K Dibaca
Maid Kesayangan Bos Mafia
Maid Kesayangan Bos Mafia
Mafia · Meistoria
2.2K Dibaca
TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH
TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH
Mafia · Shiskaco
1.9K Dibaca
Mantan Kakak Tiri
Mantan Kakak Tiri
Mafia · Silentia
1.7K Dibaca
Gadis Pemikat Hati sang Mafia Kejam
Gadis Pemikat Hati sang Mafia Kejam
Mafia · Vanilla_Nilla
1.5K Dibaca
Dalam Kuasa Tuan Mafia
Dalam Kuasa Tuan Mafia
Mafia · Rentya Karin
1.4K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status