author-banner
Trya Dhafi
Author

Novel-novel oleh Trya Dhafi

Nona, Yakin Nggak Mau?

Nona, Yakin Nggak Mau?

"Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu serta seluruh utang keluargamu sebesar dua ratus juta rupiah, akan kulunasi." Reno, yang seorang tukang listrik biasa, tiba-tiba berubah hidupnya semenjak dipaksa menikahi anak CEO yang sangat cantik dan kaya. Dia ingin menolak, tapi dia ingat ibunya butuh biaya untuk operasi jantung saat itu juga. Bagi Reno, pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan. Namun bagi Viona, Reno hanyalah pria miskin yang dibeli ayahnya; seorang suami pengganti yang selalu ia hina, ia remehkan, dan tidak pernah benar-benar ia inginkan. Sampai wanita itu mulai merasa nyaman dengan Reno. Sampai satu per satu rahasia tentang mantan tunangannya terungkap. Dan sampai sebuah fakta mengejutkan terkuak seputar siapa Reno sebenarnya.
Baca
Chapter: Bab 13
Lampu merah yang tadi hanya memunculkan rasa penasaran kini berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.Setelah lampu berganti warna hijau, tanpa pikir panjang dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, Reno langsung membuntuti mobil itu.Reno terus menjaga jarak di belakang mobil mewah itu. Untungnya jam pulang kantor membuat jalanan kota padat. Deretan mobil dan motor lain yang sama-sama melaju menjadi penyamaran alami yang membuat keberadaannya tidak terlalu mencolok.Di balik helm full face, pikirannya terus bekerja.Kalau benar itu Axel... Lalu selama ini apa yang sebenarnya terjadi?Bukankah pria itu dikabarkan mengalami kecelakaan? Bukankah keberadaannya menghilang tanpa jejak hingga membuat Viona terpuruk.Reno menggenggam setang motornya sedikit lebih erat.Sejak tiga hari ini Reno memang tidak lagi bertanya tentang Axel, tidak pernah membahasnya juga di hadapan Viona.Karena setiap kali Axel disebut, reaksi Viona selalu tidak menentu. Kadang marah besar alias tantrum,
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: Bab 12
Reno masih memegang ponselnya meski panggilan itu sudah berakhir beberapa detik yang lalu.Tatapannya terpaku ke layar yang sudah menggelap. Seolah otaknya belum mampu memproses apa yang baru saja didengarnya.Kerugian ratusan juta. Kalimat itu terus berputar di kepalanya.Tadi siang dia memang menginput beberapa laporan sesuai arahan yang diberikan. Berkali-kali dia memastikan data yang dimasukkan sudah benar. Bahkan karena sadar dirinya orang baru, Reno sengaja bekerja lebih lambat dibanding yang lain agar tidak melakukan kesalahan.Namun sekarang... Baru hari pertama bekerja dan dia langsung mendapat kabar seperti ini.Wajah Reno sudah memucat. Rahangnya mengeras. Jari-jarinya tanpa sadar mencengkeram ponsel lebih kuat.Di depannya, Viona yang sejak tadi memperhatikan perubahan ekspresinya mulai merasa ada yang tidak beres.Awalnya dia masih kesal karena Reno mengangkat telepon di tengah percakapan mereka. Namun semakin lama dilihat, semakin jelas bahwa pria itu tidak sedang bercan
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: Bab 11
Debuuk!Bantal sofa langsung melayang ke arah Reno.Namun refleks Reno jauh lebih cepat. Tangan kanannya yang memegang kunci motor, terangkat begitu saja dan menangkis bantal itu hingga memantul ke dinding lalu jatuh ke lantai. Sementara tangan kirinya memegang tentengan kantong kresek berwarna putih."Reno!"Suara Viona langsung meninggi.Wanita itu berdiri dari sofa dengan wajah memerah. Entah karena kesal atau karena ketahuan menunggu, yang jelas Reno tahu ucapannya barusan mengenai sasaran yang tepat.Senyum tipis muncul di sudut bibir Reno. Setelah seharian bergelut dengan lingkungan baru yang asing, melihat Viona kembali marah-marah seperti biasa, justru anehnya itu rasanya malah menenangkan.Sementara Viona semakin kesal melihat ekspresi pria itu.Bagaimana tidak? Sejak Reno masuk, pria itu sudah membuat kesimpulan seenaknya. Padahal dia sama sekali tidak sedang menunggu suami statusnya itu pulang kerja.Setidaknya itulah yang ingin terus dia yakini."Aku bukan nungguin kamu,"
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: Bab 10
Wanita itu melangkah keluar dari ruang manajer. Langkahnya sempat terhenti ketika melihat sosok Reno yang sedang serius memperhatikan layar komputer sambil sesekali mencatat penjelasan dari staf HRD. Tatapannya mengamati beberapa detik. Jadi ini karyawan baru yang dimaksud oleh manager HRD. Wanita itu lalu berjalan mendekat. "Reynald?" Reno yang sedang duduk langsung berdiri refleks. "Iya, Bu." "Saya Hana." Wanita itu tersenyum profesional. "Manager divisi yang akan kamu tempati." Reno segera menganggukkan kepala dengan sopan. "Senang bertemu dengan Anda, Bu Hana. Mohon bantuan dan juga bimbingannya." Tidak ada salaman atau basa-basi berlebihan. Reno berusaha menjaga sikap seprofesional mungkin. Meski ini dunia baru baginya, setidaknya ia tahu batasan antara atasan dan bawahan. Hana mengangguk kecil, cukup menghargai sikap itu. "Saya sudah diberi informasi oleh manager HRD kalau hari ini ada karyawan baru yang masuk ke divisi saya." Ia melirik dokumen yang dib
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Bab 9
Viona diam-diam melirik Reno sekali lagi.Pria itu sedang berbicara dengan Darmawan. Menjawab dengan sopan setiap pertanyaan yang diberikan. Tidak terlihat gugup berlebihan, tidak juga sok percaya diri.Dan itu justru membuat Viona semakin tidak nyaman. Cepat-cepat ia mengalihkan pandangannya. Tidak... Ia tidak boleh terbawa suasana seperti ini.Baru tiga hari Reno ada di hidupnya. Tidak mungkin hanya karena Reno membelanya semalam, memperhatikannya saat sarapan, dan bersikap baik padanya, lalu semuanya berubah begitu saja.Axel tetap Axel. Sedangkan Reno adalah Reno. Tidak boleh tercampur, apalagi tergantikan.Saat sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri, pandangannya justru menangkap sesuatu yang lain.Rima... Mama tirinya itu terlihat beberapa kali melirik ke arah Reno.Sekilas memang biasa. Namun semakin diperhatikan, semakin terasa aneh. Seolah sedang mengamati, menilai, atau malah kagum bahkan tertarik, entahlah.Pokoknya membuat Viona tidak nyaman. Viona langsung meletakkan
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Bab 8
"Jujur saja... Nggak usah malu-malu."Viona memejamkan mata beberapa detik sambil menggenggam bantal di pelukannya.Kalau biasanya dia akan membalas dan berdebat panjang, kali ini dia justru memilih diam. Karena Viona merasa percuma, semakin diladeni, Reno semakin menjadi-jadi dan tentu saja semakin berani. Entah dapat kebahagiaan dari mana."Ck."Hanya itu yang keluar dari mulutnya sebelum wanita itu memutar tubuh dan berbaring menyamping membelakangi Reno. Jelas-jelas mengabaikannya.Reno yang masih duduk di sofa tertawa kecil. "Ngambek nii yee?"Tidak ada jawaban."Nona Viona?" panggil Reno lagi, tentu saja dengan suara agak menggoda.Tetap tidak ada jawaban. Viona malah menarik selimut sampai menutupi bahunya.Gerakan yang membuat Reno semakin yakin bahwa wanita itu sebenarnya sedang kesal. Reno membiarkannya dan tidak mengganggunya lagi.Wajah kesal Viona kini mulai mengendur. Dia menghela napas dan membuangnya. Karena setelah membelakangi Reno, pikirannya justru semakin berisik.
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Anda juga akan menyukai
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Urban · Kentang Pecinta Serigala
39.5M Dibaca
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Urban · Bodhi Si Dua Telinga
24.9M Dibaca
Suamiku yang Perkasa
Suamiku yang Perkasa
Urban · Serigala Ciumlangit
7.2M Dibaca
Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1
Urban · Moneto
6.9M Dibaca
Sang Dewa Perang
Sang Dewa Perang
Urban · Kata Memecah Venice
3.9M Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status