Nona, Yakin Nggak Mau?

Nona, Yakin Nggak Mau?

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-06-13
Oleh:  Trya DhafiBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 Peringkat. 1 Ulasan
13Bab
83Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu serta seluruh utang keluargamu sebesar dua ratus juta rupiah, akan kulunasi." Reno, yang seorang tukang listrik biasa, tiba-tiba berubah hidupnya semenjak dipaksa menikahi anak CEO yang sangat cantik dan kaya. Dia ingin menolak, tapi dia ingat ibunya butuh biaya untuk operasi jantung saat itu juga. Bagi Reno, pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan. Namun bagi Viona, Reno hanyalah pria miskin yang dibeli ayahnya; seorang suami pengganti yang selalu ia hina, ia remehkan, dan tidak pernah benar-benar ia inginkan. Sampai wanita itu mulai merasa nyaman dengan Reno. Sampai satu per satu rahasia tentang mantan tunangannya terungkap. Dan sampai sebuah fakta mengejutkan terkuak seputar siapa Reno sebenarnya.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang- utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar."

Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong.

Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan lantainya lebih mengkilap daripada kaca etalase bengkel tempatnya bekerja.

Beberapa menit yang lalu, dia masih berada di area parkir belakang Hotel Grand Mahardika, mengantar suku cadang pendingin ruangan pesanan salah satu vendor hotel.

Mengenakan seragam bengkel navy kusam yang sedikit kotor karena debu, Reno hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaannya lalu berangkat ke stasiun untuk pulang ke kampung halamannya, setelah dikabari ibunya mendadak masuk rumah sakit.

Namun sekarang, dia justru berdiri di dalam ruang rias VIP hotel mewah ini dengan perasaan kesal karena tiba-tiba diseret masuk oleh dua pria bertubuh besar yang bahkan tidak dikenalnya. Namun setelah mendengar kalimat itu, rasa kesal tersebut perlahan berubah menjadi keterkejutan yang sulit dijelaskan.

Ia hanya mampu menatap pria paruh baya di hadapannya sambil berusaha memahami apakah semua ini benar-benar sedang terjadi atau hanya lelucon yang kelewat jauh.

"Maaf, Pak..." Reno akhirnya membuka suara setelah cukup lama diam. "Saya rasa Bapak salah orang. Saya cuma teknisi bengkel. Saya datang ke hotel ini untuk mengantar barang pesanan vendor. Setelah itu saya harus pulang kampung karena ibu saya sedang dirawat di rumah sakit. Jadi saya benar-benar tidak mengerti kenapa tiba-tiba dibawa ke sini dan ditawari hal seperti ini."

Pria paruh baya di hadapan Reno itu tidak langsung menjawab. Tatapannya justru menelusuri wajah Reno dengan sangat teliti, seolah sedang memastikan sesuatu yang sejak tadi ada di dalam pikirannya.

"Bukan karena aku salah orang," ucapnya pelan. "Justru karena aku yakin kamu orang yang tepat."

Reno hampir tertawa mendengarnya, bukan karena lucu, tetapi karena situasi ini terasa terlalu absurd.

"Namaku Darmawan," ujar pria itu tanpa mengalihkan pandangan dari Reno. "Ayah dari mempelai wanita yang seharusnya menikah hari ini di ballroom hotel ini."

Nama itu membuat Reno sedikit terkejut.

Siapa yang tidak tahu seorang Darmawan? Salah satu pengusaha paling berpengaruh di negeri ini. Nama yang sering muncul di televisi. Nama yang bagi orang seperti Reno terasa berasal dari dunia yang berbeda.

"Pernikahan ini seharusnya menjadi hari paling membahagiakan bagi putriku," lanjut Darmawan dengan suara yang jauh lebih berat.

Reno hanya bisa diam, tanpa tahu apa-apa. Begitu dia ingin menjawab, ucapannya langsung disela.

"Calon suaminya kabur, ketika undangan sudah disebar dan pesta pernikahan sudah disiapkan, bahkan tinggal menunggu jam saja." Darmawan tertunduk lesu, lalu tangannya menyentuh bahu Reno.

"Maaf, Pak, tapi apa urusannya dengan saya?" Reno sedikit kesal, lalu menyingkirkan tangan Darmawan dari bahunya.

"Wajahmu..."

Reno hanya mengernyitkan dahi. Ada apa dengan wajahnya? Dan kenapa orang ini terlihat semakin aneh saat menceritakan kondisi putrinya?

Namun, keraguan Reno seketika sirna ketika Darmawan menunjukkan sebuah foto seorang pria muda.

"Rambut, alis, wajah, tinggi badan, bentuk badan, cara bicara, hingga warna kulit, semua persis sepertimu." Darmawan lalu meminta Reno melihat foto kedua.

Dan ya... sama persis.

Reno hanya bisa ternganga. Bagaimana mungkin ada orang yang sangat mirip dengannya, padahal sejauh ini, dia hanya tahu kalau dirinya seorang yatim yang harus berusaha menafkahi ibu dan adiknya?

Aneh.

"Sa-saya ti..." Reno kehilangan kata-kata.

"Itu Axel," kata Darmawan, dingin. "Pria yang harusnya bersanding dengan putriku."

"Lalu, kenapa harus saya? Dan kenapa Bapak benar-benar segila itu membayar mahal saya demi agar saya menikahi putri Bapak?"

"Karena aku merasa kamu orang yang tepat untuk menggantikan calon menantuku yang kabur. Itu semua juga demi reputasi dan nama baikku."

"Orang yang tepat untuk menggantikan calon pengantin yang kabur?" tanya Reno sambil mengusap wajah kasar yang belum sempat dicukur sejak pagi. "Pak, hidup saya sudah cukup rumit tanpa harus ikut masuk ke dalam masalah keluarga orang lain."

Darmawan tersenyum miring, tetapi senyum itu sama sekali tidak mengandung kehangatan.

"Kalau hanya kabur mungkin aku masih bisa memaafkannya. Masalahnya, dia memilih mempermalukan putriku di hari yang seharusnya menjadi hari terindah dalam hidupnya."

Reno terdiam. Meski tidak mengenal siapapun dalam keluarga ini, ia tetap bisa membayangkan seperti apa kekacauan yang terjadi.

Untuk sesaat ia merasa kasihan kepada gadis yang bahkan belum pernah dilihatnya itu.

Namun rasa iba saja tidak cukup untuk membuatnya bersedia menikah dengan orang asing.

Reno langsung menggeleng.

"Pak, ini bukan perkara menggantikan orang saat masuk kerja. Ini pernikahan yang sangat sakral. Bagaimana mungkin saya menikahi perempuan yang bahkan belum pernah saya temui?"

Darmawan tidak langsung menjawab. Sebaliknya, ia mengambil sebuah map tebal lalu meletakkannya di atas meja.

"Buka dan baca isinya."

Reno ragu beberapa saat sebelum akhirnya membuka map tersebut. Dan saat itulah warna wajahnya perlahan memudar.

Di dalam map itu terdapat dokumen rumah sakit, tagihan perawatan dan estimasi biaya operasi jantung ibunya. Juga ada surat tunggakan bank dan data rumah keluarganya. Bahkan ada salinan laporan yang menjelaskan kondisi ibunya.

Jemari Reno langsung menegang di atas kertas-kertas itu. Dadanya terasa panas, bukan karena marah semata, tetapi juga karena malu.

Masalah keluarganya yang selama ini berusaha ia tanggung sendirian, kini terbuka begitu saja di hadapan orang asing.

"Bagaimana Bapak bisa mendapatkan semua ini?" tanyanya dengan suara rendah.

Darmawan tersenyum remeh. "Anak buahku mendengar percakapan teleponmu tadi di area belakang hotel. Gampang saja bagiku dan orangku mencari informasi tentang hal kecil seperti itu."

Reno mengepalkan tangan, marah, malu dan merasa harga dirinya baru saja dibuka begitu saja di hadapan orang asing.

"Apa pun masalah saya, itu bukan alasan kalian menyekap saya di sini."

Pria itu tersenyum tipis. "Bukan menyekap."

"Lalu ini apa namanya kalau bukan menyekap?"

"Aku mau menyelamatkanmu dan memberikan solusi dari semua masalahmu itu, yang pastinya kamu sendiri tidak tahu harus mencari solusi dari masalah kamu itu ke mana dan pada siapa. Mau nyawa ibumu tidak selamat?"

Reno langsung menundukkan kepala. Pikirannya kembali pada panggilan telepon dari adiknya beberapa waktu lalu.

Ravita menangis memberi kabar tentang rumah yang terancam disita, karena sertifikat rumah digadaikan kakak mereka dan sudah menunggak beberapa bulan, dan diperparah kakaknya yang sekarang menghilang.

Ibunya terkena serangan jantung karena syok waktu mendengar fakta itu. Dan Reno yang hanya bisa berdiri mematung karena tidak memiliki uang untuk melakukan apapun.

Sampai sekarang pun perasaan tidak berdaya itu masih menghimpit dadanya. Ia bekerja sejak usia muda, mengorbankan banyak hal dan berusaha menjadi tulang punggung keluarga, setelah kakaknya yang anak sulung tidak bisa diandalkan.

Namun pada akhirnya, ia tetap kalah oleh kenyataan bahwa biaya rumah sakit tidak bisa dibayar dengan kerja keras saja.

"Aku tahu ini tidak adil untukmu, Reno," ujar Darmawan setelah beberapa saat. "Tapi aku juga tidak punya pilihan dan tidak punya banyak waktu. Kalau kamu bersedia menikahi putriku hari ini, seluruh masalah keluargamu selesai. Rumah keluargamu aman. Operasi ibumu akan langsung dilakukan. Adikmu bisa melanjutkan sekolah tanpa perlu memikirkan biaya lagi."

Setiap kalimat yang keluar dari mulut pria itu terasa seperti godaan yang menghantam pertahanan Reno sedikit demi sedikit.

Karena semuanya itu adalah hal yang saat ini paling ia butuhkan, namun juga hal yang tidak mampu ia berikan sendiri kepada keluarganya. Dan kenyataan itulah yang paling menyakitkan.

Sebelum sempat menjawab, ponsel Reno kembali berdering. Nama Ravita muncul di layar.

Jantung Reno langsung berdegup lebih cepat, khawatir adiknya menyampaikan berita buruk.

Begitu panggilan diterima, suara tangisan adiknya terdengar dari seberang.

"Mas... dokter bilang operasi Ibu harus dilakukan secepat mungkin. Aku takut. Aku benar-benar takut. Dari tadi Ibu belum sadar dan dokter terus menanyakan soal administrasi, agar bisa segera dioperasi.”

Reno memejamkan matanya rapat-rapat. Tenggorokannya terasa tercekat. Ia ingin mengatakan semuanya akan baik-baik saja, ingin terdengar kuat seperti biasanya.

Namun untuk pertama kalinya dalam hidup, Reno merasa dirinya tidak mampu menjadi tempat bersandar bagi keluarganya.

"Iya, Rav. Mas sedang berusaha cari utangan. Percayalah sama Mas."

Kalimat itu terdengar jauh lebih lemah daripada yang diharapkan.

Setelah panggilan berakhir, Reno tetap diam cukup lama. Pandangan matanya jatuh pada dokumen rumah sakit di atas meja.

Lalu pada foto ibunya yang masih menjadi wallpaper di layar ponselnya.

Kemudian pada foto pria bernama Axel yang hidupnya begitu jauh berbeda dari dirinya.

Dalam hitungan menit, ia harus memilih. Mempertahankan harga dirinya atau menyelamatkan keluarganya.

Dan semakin lama berpikir, semakin Reno sadar bahwa sebenarnya ia tidak pernah benar-benar memiliki pilihan.

Karena sejak mendengar tangisan Ravita tadi, keputusan itu sudah dibuat oleh hatinya.

Reno mengangkat wajah perlahan. Sorot matanya terlihat lelah, tetapi juga pasrah.

"Kalau saya melakukan ini, apakah benar keluarga saya benar-benar akan ditolong, Pak?"

Darmawan mengangguk mantap. "Iya benar. Selama aku masih hidup, tidak ada satupun janjiku yang akan kuingkari."

Reno tersenyum hambar. Senyum seorang pria yang baru menyadari bahwa hidupnya akan berubah dalam hitungan jam, bahkan menit.

Reno menarik napas panjang, menatap sekali lagi foto ibunya di layar ponsel, lalu menghembuskan seluruh keraguan yang sejak tadi memenuhi dadanya.

"Baiklah kalau begitu… saya setuju."

Dan pada detik itulah, kehidupan Reno dan harga dirinya seolah benar-benar sudah tergadai.

Beberapa menit lagi ia akan berdiri di pelaminan sebagai suami seorang wanita yang bahkan belum pernah dilihat wajahnya.

Brakk!

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Trya Dhafi
Trya Dhafi
Hai, hallo semuanya ...... Selamat datang di karya pertama saya, semoga suka yaaa... ... Mohon dukungannya dan terima kasih yang sudah berkenan mampir, jangan lupa ... lima dan reviewnya........
2026-06-09 21:01:29
2
0
13 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status