author-banner
Ana Queen
Author

Novelas de Ana Queen

Bertransmigrasi Menjadi Tokoh Utama Novel Tragedi

Bertransmigrasi Menjadi Tokoh Utama Novel Tragedi

Bagi Elana, gaun pengantin putih yang dikenakannya terasa seperti kain kafan. Daripada harus menikahi pria tua yang mempunyai banyak istri— pilihan sang paman, Elena lebih memilih mengakhiri hidup yang seperti neraka baginya. Akhir yang tragis? Harusnya begitu. ​Tapi takdir punya selera humor yang aneh. ​Elena terbangun di atas ranjang sutra, bukan di kamar mayat. Sialnya, ia bukan lagi Elena, melainkan Clarissa Sinclair —tokoh protagonis dari novel yang baru saja ia baca semalam sehari sebelum pernikahan. Menurut plot asli, Clarissa ditakdirkan mati tragis di tangan tunangannya sendiri. ​Berbekal pengetahuan cerita, Elena bertekad mengubah nasibnya. Pertemuannya dengan sang tokoh figuran yang dingin dan kejam membuatnya menyusun rencana baru. Namun, kematian kedua dalam dunia novel menghampiri. Akankah kali ini ia benar-benar mati atau terbangun kembali di tubuh aslinya?
Leer
Chapter: Perintah Dibalik Layar
​Di dalam ruang kerja yang luas dan didominasi oleh interior kayu gelap, Gideon berdiri menghadap dinding kaca besar. Suasana di dalam ruangan itu begitu sunyi, sekontras dengan amarah yang sejak tadi menolak padam di dalam dadanya.​Bayangan saat Sebastian mencium Clarissa secara paksa di pelataran parkir terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Setiap kali bayangan itu muncul, tangan Gideon yang berada di dalam saku celananya akan mengepal semakin erat.​Tok, tok, tok.​Ketukan pintu yang teratur memecah keheningan. "Masuk," sahut Gideon tanpa membalikkan badan. Suaranya terdengar lebih berat dan dingin dari biasanya.​Pintu terbuka dan Aaron—asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Gideon yang paling setia—melangkah masuk dengan sopan. Ia langsung merasakan atmosfer mencekam yang memenuhi ruangan itu.​"Anda memanggil saya, Tuan ?" tanya Aaron, menundukkan kepalanya sedikit.​Gideon perlahan berbalik. Wajahnya terlihat datar tanpa ekspresi, namun tatapan matanya yang m
Última actualización: 2026-06-29
Chapter: Menunjukkan Kuasa
Sebastian berbalik, memotong langkah Clarissa hingga wanita itu terpaksa berhenti. Tatapan matanya yang tadi teduh kini menggelap, memancarkan kilat berbahaya yang sangat familiar di mata Clarissa.​"Jangan pernah menyebut nama Paman Gideon di depanku, Clarissa. Apalagi membandingkan aku dengannya," desis Sebastian, suaranya rendah tapi sarat akan ancaman. "Kau tidak bisa membandingkan kami berdua. Dan ingat, yang berdiri di sampingmu saat ini adalah aku, tunanganmu. Bukan dia."​Clarissa menatap Sebastian yang mulai terpancing emosi. Alih-alih takut, ia justru merasa puas. Berhasil mengusik ketenangan pria egois ini adalah sebuah kemenangan kecil baginya.​"Kenapa kau sensitif sekali?" Clarissa bertanya dengan nada santai, sengaja memiringkan kepalanya dengan raut wajah seolah-olah ia tidak bersalah. "Aku hanya menawarkan solusi. Lagipula, apa kau pikir dia mau mengeluarkan uangnya cuma-cuma untukku? Reaksimu terlalu berlebihan.”​Rahang Sebastian mengatup rapat. Ia benci bagaimana C
Última actualización: 2026-06-28
Chapter: Memanfaatkan Situasi
Clarissa mengira Sebastian akan langsung mengantarnya pulang ke rumah, tetapi mobil itu justru berhenti di pelataran sebuah restoran mewah yang bertengger di lantai teratas gedung pencakar langit. Restoran itu sudah dipesan secara privat—hanya ada mereka berdua, diiringi alunan musik klasik yang lembut dan pemandangan kota dari balik dinding kaca.​Sebastian turun dengan sikap yang luar biasa sopan, membukakan pintu mobil untuk Clarissa. Ia bahkan mengulurkan tangannya, tersenyum begitu menawan.​"Silakan turun, My Lady," ucap Sebastian lembut, sangat kontras dengan pria brutal di parkiran tadi.​Clarissa menatap tangan itu dengan dingin, mengabaikannya lalu turun sendiri.‘Pria ini sedang merencanakan sesuatu,’ batin Clarissa waspada. Perubahan sikap Sebastian yang mendadak manis ini justru membuat alarm bahaya di kepala Clarissa berdering kencang.​Mereka kemudian duduk berhadapan di meja yang penuh dengan hidangan premium. Sebastian dengan telaten memotong steak di piringnya sendi
Última actualización: 2026-06-27
Chapter: Ciuman Peringatan dan Benteng Pertahanan yang Retak
Langkah kaki Clarissa terdengar ritmis di atas lantai koridor mansion keluarga Sterling setelah obrolannya yang cukup menguras energi bersama Audrey. Sebuah mobil hitam mewah sudah menunggu di depan, dengan seorang sopir paruh baya yang langsung sigap membukakan pintu belakang untuknya. Sesuai dengan permintaannya pada Gideon jika ia ingin supir yang mengantarnya pulang, bukan Sebastian. ​Namun, belum sempat Clarissa mengayunkan kakinya masuk, sebuah bayangan tinggi besar mendadak memotong jalurnya. ​Sebastian. ​"Tinggalkan kami!" perintah Sebastian kepada sopir tersebut. Suaranya berat, dingin, dan tidak menerima bantahan. "Saya yang akan mengantar Clarissa pulang." ​Sopir itu tampak ragu, menatap Clarissa dan Sebastian bergantian. Namun, intimidasi yang terpancar dari aura Sebastian membuat pria itu akhirnya membungkuk hormat dan mundur, membiarkan mereka hanya berdua di area parkir yang sepi. ​Begitu sopir itu menjauh, Sebastian langsung berbalik menghadap Clarissa. Mat
Última actualización: 2026-06-26
Chapter: Topeng yang Mulai Retak
​“Bu—bukan begitu.” Sebastian berdeham, berusaha menguasai kembali suaranya yang sempat tercekat. Ia berdiri, merapikan setelan jasnya dengan gerakan formal yang sengaja dibuat kaku untuk mengembalikan jarak.​“Bibi Martha sudah melayani Ibu sejak aku masih kecil,” ujar Sebastian dengan nada suara yang diatur sedatar mungkin, meski kilatan panik sempat melintas di matanya. “Dia sudah seperti bagian dari rumah ini. Refleks saja aku tidak ingin ada pelayan yang terluka di depan mataku saat sedang ada tamu, Itu akan terlihat buruk bagi citra keluarga kami, Clarissa.”​Sebastian melirik Audrey yang sejak tadi diam, mencoba membaca ekspresi wanita itu, lalu kembali menatap Clarissa dengan tatapan memperingatkan. “Lagi pula, pertanyaanmu tadi cukup mengejutkan. Wajar jika Bibi Martha terkejut hingga menjatuhkan nampan. Jangan memikirkan yang tidak-tidak.”​Martha, dengan tangan yang masih sedikit gemetar, mengangguk cepat sambil menunduk dalam-dalam. “Mohon maaf sebesar-besarnya, Nona Clari
Última actualización: 2026-06-25
Chapter: Topeng Pertahanan
Clarissa memaksa paru-parunya untuk kembali bekerja. Di bawah tatapan Gideon yang mengintimidasi, satu kesalahan kecil saja akan menyudahi hidupnya malam ini. Mengambil napas dalam-dalam, ia sengaja menurunkan bahunya, berpura-pura menyerah pada ketakutan—sebuah akting yang sempurna. ​"Melenyapkan saya malam ini atau mengunci saya di sini tidak akan mengubah fakta bahwa rahasia itu sudah berada di tangan orang yang tepat, Tuan Gideon," bisik Clarissa, suaranya bergetar pelan namun terdengar tegas. ​Ia berhasil melepaskan cengkeraman di dagunya, tetapi tidak langsung berdiri tegak. Ia menatap langsung ke dalam manik mata Gideon yang menggelap. "Siapa yang mengirim saya? Tidak ada. Jiwa yang tersudut akan melakukan apa saja untuk bertahan hidup. Clarissa yang Anda kenal mungkin lemah dan bodoh, tapi bukankah penindasan bisa mengubah seseorang menjadi monster yang cerdik? Saya mengumpulkan informasi itu sendirian, demi menyelamatkan leher saya sendiri." ​Clarissa mengulas senyum tip
Última actualización: 2026-06-24
También te puede gustar
Wanita Malam Sang Presdir
Wanita Malam Sang Presdir
Romansa · Lady_Rain
1.5K vistas
Menulis Kisah Cinta Untuk Pak CEO
Menulis Kisah Cinta Untuk Pak CEO
Romansa · kristianasriwahyuni
1.5K vistas
Jatuh Cinta Pada Chef Duda
Jatuh Cinta Pada Chef Duda
Romansa · LucioLucas
1.5K vistas
Luka di Ujung Senja
Luka di Ujung Senja
Romansa · Novi R
1.5K vistas
OUCH IT'S YOU
OUCH IT'S YOU
Romansa · brokolying
1.5K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status