author-banner
Arina Rofiqoh
Author

Novel-novel oleh Arina Rofiqoh

Ta'aruf Rahasia Sang CEO

Ta'aruf Rahasia Sang CEO

Demi melunasi utang dan lolos dari paksaan ibu tirinya yang kejam, Malikha nekat menerima tawaran pernikahan ta'aruf rahasia dengan Reyhan Al-Fahri, CEO dingin yang butuh mengamankan posisinya dari kubu lawan. Di kantor mereka berpura-pura asing, namun di rumah mereka harus berbagi ruang dalam satu kamar pengantin. Saat faksi lawan mulai mengendus rahasia mereka dan melempar fitnah yang mengancam kebebasan, sanggupkah ikatan di atas selembar kertas kontrak ini menyelamatkan mereka?
Baca
Chapter: BAB 135: Menang Kecil yang Manis
Malam beranjak hangat di rumah lama pinggiran kota. Sebuah lampu gantung menyala temaram di atas meja kayu sederhana, menerangi dua piring nasi goreng telur buatan Malikha. Aroma bumbu tumis yang harum memenuhi ruang makan kecil itu, menggantikan atmosfer kaku yang biasa menyelimuti meja rapat Al-Fahri."Mas Reyhan, dicoba dulu," tutur Malikha lembut sembari menarik kursi kayu untuk duduk di hadapan suaminya. Ia tetap menjaga jarak dan adab kesantunan yang anggun, menatap Reyhan dengan binar mata yang Teduh.Reyhan memegang sendoknya, lalu menyuapkan porsi kecil ke dalam mulutnya. Sebuah senyuman tulus yang sudah lama menghilang akhirnya terbit di wajah pria itu. "Masakanmu selalu punya cara untuk menenangkan pikiranku, Malikha. Di sini, tanpa gelar CEO dan riuk-piuk kantor pusat, rasa makanannya justru jauh lebih nikmat.""Alhamdulillah jika Mas menyukainya," balas Malikha dengan rona merah tipis
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: BAB 134: Reyhan Menahan Diri
Keheningan malam di rumah lama pinggiran kota terasa semakin menghimpit. Di atas meja kayu, draf surat pencopotan dengan perbedaan selisih empat jam antara jam penandatanganan dan kode registrasi sistem masih terhampar. Malikha sudah beristirahat di kamar setelah seharian menahan lelah dan rasa malu dari penolakan Mbak Laksmi, meninggalkan Reyhan sendirian di ruang tengah.Reyhan menatap gawai di tangannya. Nama Hendra menyala di layar. Sebagai mantan CEO, Reyhan masih memiliki pengaruh terselubung dan jaringan pribadi yang sanggup melacak aliran dokumen tersebut dalam hitungan jam. Ia bisa saja menyuruh Hendra menginterogasi staf sekretariat secara sepihak atau menggunakan koneksi hukumnya untuk membalikkan posisi Om Burhan besok pagi.Namun, jemari Reyhan berhenti di atas layar. Pria itu teringat akan janji dan permintaan Malikha semalam."Jika aku menerobos masuk dengan cara lama, aku hanya aka
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: BAB 133: Langkah Malikha Sendiri
Layar gawai di tangan Reyhan masih menyala, menampilkan foto tangkapan layar yang menyudutkan harga dirinya sebagai mantan pimpinan. Rahang pria itu mengeras, jemarinya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah yang sempat padam kembali membakar batinnya saat melihat betapa keji cara Om Burhan memutarbalikkan fakta kepindahan mereka."Ini sudah keterlaluan, Malikha," ucap Reyhan, suaranya bergetar menahan geram. Ia langsung berdiri dari kursi kayu, meraih kunci kendaraan di atas meja. "Aku tidak bisa tinggal diam di sini. Aku akan datang ke rumah Om Burhan malam ini juga. Aku akan menuntut penjelasan atas fitnah foto dan kutipan ini sebelum reputasi keluarga kita semakin hancur di mata dewan."Malikha ikut berdiri, namun ia tidak menghalangi langkah suaminya dengan kepanikan fisik. Dengan gerakan yang tenang, Malikha melangkah mendekat, lalu menatap lurus ke dalam manik mata suaminya dengan pandangan yang amat te
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: BAB 132: Bisikan Pertama Musuh
Pagi yang dingin menyambut kepindahan mereka ke rumah lama di pinggiran kota. Bangunan beratap rendah itu terasa sangat sepi dibanding apartemen mereka yang modern, namun kehangatan kecil sudah terpancar di dalamnya. Malikha bergerak lincah menata dua cangkir teh hangat di atas meja kayu yang agak kusam, sementara Reyhan sibuk menyapukan sapu ke sudut-sudut lantai yang berdebu."Mas Reyhan, duduk dulu," panggil Malikha lembut sembari menarik kursi kayu untuk suaminya. "Pekerjaan ini bisa dilanjutkan nanti. Mas baru saja menata kardus-kardus berat sejak subuh tadi."Reyhan menghentikan gerakannya, lalu mengusap keringat di dahi dengan ujung lengan bajunya. Pria itu tersenyum tipis, menatap Malikha dengan tatapan yang jauh lebih tenang dibanding hari-hari sebelumnya."Aku hanya ingin rumah ini nyaman untukmu, Malikha," ucap Reyhan sembari menarik kursi di seberang istrinya, menjaga jarak adab yang s
Terakhir Diperbarui: 2026-07-27
Chapter: BAB 131: Kesepakatan yang Tidak Lagi Dingin
Malam semakin larut di ruang tengah apartemen yang mulai tampak lengang. Kardus-kardus penataan barang untuk kepindahan esok hari sudah menumpuk di dekat pintu. Reyhan terduduk di atas lantai beralaskan kain tipis, jemarinya memegang isolasi perekat dengan gerakan yang terhenti. Di hadapannya, Malikha sedang mengemas beberapa buku agama dan draf catatan pribadi ke dalam wadah yang lebih kecil."Mas Reyhan, tolong tatap saya," panggil Malikha dengan suara yang teratur, amat teduh namun menyimpan ketegasan yang tak bisa ditawar.Reyhan mendongak, mendapati pandangan istrinya yang begitu jernih. "Ada apa, Malikha? Jika kamu merasa lelah, biarkan aku yang menyelesaikan sisa kardus ini. Kamu harus beristirahat untuk kepindahan kita besok pagi.""Bukan masalah kelelahan fisik yang ingin saya bicarakan, Mas," tutur Malikha sembari meletakkan buku di tangannya. Ia memperbaiki posisi duduknya, menjaga jara
Terakhir Diperbarui: 2026-07-26
Chapter: BAB 130: Pintu Baru Setelah Badai
Suara gesekan sendok dan piring kaca mengalun pelan di ruang makan apartemen. Di atas meja kayu, hidangan makan malam sederhana berupa tumis sayur dan tahu goreng tersaji tanpa kemewahan. Tidak ada kabar dari sekretariat dewan, tidak ada laporan korporasi yang menumpuk di samping laptop, dan tidak ada lagi panggilan darurat yang biasa memburu Reyhan setiap jam.Reyhan duduk bergeming, memegangi garpunya dengan tatapan yang menerawang jauh ke luar jendela. Wajah pria itu tampak letih, gurat ketegangan di dahinya mencerminkan runtuhnya beban harga diri yang selama ini ia pikul. Surat keputusan pencopotan sementara dirinya sebagai CEO Al-Fahri dari dewan komisaris utama masih tergeletak kaku di meja kerja sekunder, seolah menjadi monumen kekalahannya yang paling nyata."Mas Reyhan, makanannya dingin nanti," tegur Malikha lembut, memecah kesunyian yang sempat membeku di antara mereka.Reyhan tersentak kecil, lalu menoleh menatap istrinya. Ia berusaha menyunggingkan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Anda juga akan menyukai
Rumah Lavender
Rumah Lavender
Romansa · luminouswater
2.1K Dibaca
BIARKAN DENDAMMU JADI CINTA
BIARKAN DENDAMMU JADI CINTA
Romansa · Tisya Vishaka
2.1K Dibaca
Daun Yang Sumbang
Daun Yang Sumbang
Romansa · Fahmi Nur
2.1K Dibaca
Lelaki Bayaran
Lelaki Bayaran
Romansa · Sanggrainily_
2.1K Dibaca
Antara Cinta dan Pertalian Darah
Antara Cinta dan Pertalian Darah
Romansa · kupukupukertas
2.1K Dibaca
Waktu Untuk Bertaruh
Waktu Untuk Bertaruh
Romansa · Halcy Wayn
2.1K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status