首頁 / Romansa / Ta'aruf Rahasia Sang CEO / BAB 134: Reyhan Menahan Diri

分享

BAB 134: Reyhan Menahan Diri

作者: MomZa
last update publish date: 2026-07-29 22:39:16

Keheningan malam di rumah lama pinggiran kota terasa semakin menghimpit. Di atas meja kayu, draf surat pencopotan dengan perbedaan selisih empat jam antara jam penandatanganan dan kode registrasi sistem masih terhampar. Malikha sudah beristirahat di kamar setelah seharian menahan lelah dan rasa malu dari penolakan Mbak Laksmi, meninggalkan Reyhan sendirian di ruang tengah.

Reyhan menatap gawai di tangannya. Nama Hendra menyala di layar. Sebagai mantan CEO, Reyhan

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 137: Canggung yang Menghangatkan

    Pintu depan tertutup pelan, meninggalkan keheningan tebal setelah kepulangan Pak Maman. Saksi kunci yang paling mereka harapkan telah mundur karena termakan narasi palsu Om Burhan. Kekalahan itu memukul telak benteng pertahanan mental Reyhan. Di ruang tengah rumah lama, pria itu duduk di lantai berbingkai karpet tipis, menyandarkan punggungnya pada kaki sofa kayu dengan tatapan kosong.Malikha berjalan dari arah dapur membawakan segelas air putih hangat. Ia menaruh gelas itu di meja kecil, lalu ikut duduk bersila di atas lantai, menjaga jarak beberapa jengkal dari suaminya demi memelihara adab dan kesantunan yang anggun."Mas Reyhan, minum dulu," panggil Malikha dengan nada bicara yang begitu lembut, mencoba mengurai ketegangan yang membeku di wajah sang suami.Reyhan meraih gelas tersebut, jemarinya bergetar pelan. Suara seraknya memecah keheningan. "Aku gagal lagi, Malikha. Satu-satunya saksi ku

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 136: Senyum yang Menyimpan Racun

    Suasana pagi di rumah lama pinggiran kota terasa begitu menenangkan saat mentari menembus celah jendela. Di meja makan kayu, Malikha baru saja menuangkan teh hangat ke cangkir Reyhan. Namun, ketenangan privat itu mendadak terusik ketika Hendra datang membawa lembaran draf cetakan dari grup komunikasi internal yayasan Al-Fahri."Ada apa, Hendra?" tanya Reyhan, menghentikan gerakannya yang hendak menyesap teh.Hendra menunduk ragu, lalu meletakkan lembaran draf tersebut di atas meja. "Mohon maaf, Pak Reyhan, Bu Malikha. Om Burhan dan tim dewan baru saja memublikasikan narasi resmi mengenai alasan pembekuan jabatan Anda. Pesannya dikemas sangat halus, seolah-olah dewan sedang berusaha menyelamatkan reputasi keluarga."Reyhan mengambil kertas itu dan membacanya. Wajahnya perlahan memerah, rahangnya mengetat menahan amarah yang meletup. Dalam narasi tersebut, Om Burhan tidak menggunakan kata tuduhan kr

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 135: Menang Kecil yang Manis

    Malam beranjak hangat di rumah lama pinggiran kota. Sebuah lampu gantung menyala temaram di atas meja kayu sederhana, menerangi dua piring nasi goreng telur buatan Malikha. Aroma bumbu tumis yang harum memenuhi ruang makan kecil itu, menggantikan atmosfer kaku yang biasa menyelimuti meja rapat Al-Fahri."Mas Reyhan, dicoba dulu," tutur Malikha lembut sembari menarik kursi kayu untuk duduk di hadapan suaminya. Ia tetap menjaga jarak dan adab kesantunan yang anggun, menatap Reyhan dengan binar mata yang Teduh.Reyhan memegang sendoknya, lalu menyuapkan porsi kecil ke dalam mulutnya. Sebuah senyuman tulus yang sudah lama menghilang akhirnya terbit di wajah pria itu. "Masakanmu selalu punya cara untuk menenangkan pikiranku, Malikha. Di sini, tanpa gelar CEO dan riuk-piuk kantor pusat, rasa makanannya justru jauh lebih nikmat.""Alhamdulillah jika Mas menyukainya," balas Malikha dengan rona merah tipis

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 134: Reyhan Menahan Diri

    Keheningan malam di rumah lama pinggiran kota terasa semakin menghimpit. Di atas meja kayu, draf surat pencopotan dengan perbedaan selisih empat jam antara jam penandatanganan dan kode registrasi sistem masih terhampar. Malikha sudah beristirahat di kamar setelah seharian menahan lelah dan rasa malu dari penolakan Mbak Laksmi, meninggalkan Reyhan sendirian di ruang tengah.Reyhan menatap gawai di tangannya. Nama Hendra menyala di layar. Sebagai mantan CEO, Reyhan masih memiliki pengaruh terselubung dan jaringan pribadi yang sanggup melacak aliran dokumen tersebut dalam hitungan jam. Ia bisa saja menyuruh Hendra menginterogasi staf sekretariat secara sepihak atau menggunakan koneksi hukumnya untuk membalikkan posisi Om Burhan besok pagi.Namun, jemari Reyhan berhenti di atas layar. Pria itu teringat akan janji dan permintaan Malikha semalam."Jika aku menerobos masuk dengan cara lama, aku hanya aka

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 133: Langkah Malikha Sendiri

    Layar gawai di tangan Reyhan masih menyala, menampilkan foto tangkapan layar yang menyudutkan harga dirinya sebagai mantan pimpinan. Rahang pria itu mengeras, jemarinya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah yang sempat padam kembali membakar batinnya saat melihat betapa keji cara Om Burhan memutarbalikkan fakta kepindahan mereka."Ini sudah keterlaluan, Malikha," ucap Reyhan, suaranya bergetar menahan geram. Ia langsung berdiri dari kursi kayu, meraih kunci kendaraan di atas meja. "Aku tidak bisa tinggal diam di sini. Aku akan datang ke rumah Om Burhan malam ini juga. Aku akan menuntut penjelasan atas fitnah foto dan kutipan ini sebelum reputasi keluarga kita semakin hancur di mata dewan."Malikha ikut berdiri, namun ia tidak menghalangi langkah suaminya dengan kepanikan fisik. Dengan gerakan yang tenang, Malikha melangkah mendekat, lalu menatap lurus ke dalam manik mata suaminya dengan pandangan yang amat te

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 132: Bisikan Pertama Musuh

    Pagi yang dingin menyambut kepindahan mereka ke rumah lama di pinggiran kota. Bangunan beratap rendah itu terasa sangat sepi dibanding apartemen mereka yang modern, namun kehangatan kecil sudah terpancar di dalamnya. Malikha bergerak lincah menata dua cangkir teh hangat di atas meja kayu yang agak kusam, sementara Reyhan sibuk menyapukan sapu ke sudut-sudut lantai yang berdebu."Mas Reyhan, duduk dulu," panggil Malikha lembut sembari menarik kursi kayu untuk suaminya. "Pekerjaan ini bisa dilanjutkan nanti. Mas baru saja menata kardus-kardus berat sejak subuh tadi."Reyhan menghentikan gerakannya, lalu mengusap keringat di dahi dengan ujung lengan bajunya. Pria itu tersenyum tipis, menatap Malikha dengan tatapan yang jauh lebih tenang dibanding hari-hari sebelumnya."Aku hanya ingin rumah ini nyaman untukmu, Malikha," ucap Reyhan sembari menarik kursi di seberang istrinya, menjaga jarak adab yang s

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   Bab 3: Intimidasi Lantai 5

    Sebagai karyawan baru di divisi administrasi lantai lima, Malikha benar-benar menjaga janjinya. Tidak ada yang tahu jika wanita berhijab sederhana itu adalah istri sah dari CEO tertinggi di gedung ini. Namun, menyamar menjadi orang biasa ternyata mengundang badai yang tidak terduga.Sejak hari pert

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   Bab 2: Drama Keluarga dan Rahasia Kamar Pengantin

    Ketegangan di ruang tamu rumah sederhana itu membuat dada Malikha terasa sesak. Di hadapannya, sang ibu tiri bersama saudara tirinya menatap dengan pandangan menuntut yang begitu dingin."Jangan egois, Malikha! Keluarga kita sedang terlilit utang besar. Menikah dengan pria pilihan Ibu adalah satu-s

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   Bab 1: Kesepakatan di Atas Kertas

    Bertahun-tahun terlilit hutang, disiksa ibu tirinya hingga Ia lelah bekerja dan terpojokkan ketika semua utang itu akhirnya menumpuk. Ketika semuanya perlu dibayarkan segera, Malikha tidak pernah menyangka Ia sepasrah ini.Ia akan melakukan suatu hal gila dengan bosnya sendiri demi kepentingan masi

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 69: Bayangan Bab Berikutnya

    Malam kembali turun menaungi kota, membawa sisa-sisa ketegangan dari ruang sidang pleno yang baru saja ditunda. Manuver agresif Tante Rania untuk menggabungkan paksa aset panti asuhan berhasil ditahan untuk sementara waktu berkat intervensi mendadak dari dewan penasihat hukum senior Al-Fahri. Meski

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status